cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 228 Documents
PENETAPAN KADAR AMILOPEKTIN PADA TEPUNG BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UVVis Annisa Primadiamanti; Ratih Dwi Pramana Saraswati
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8181

Abstract

Alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang tumbuh subur didaerah tropis seperti Indonesia. Namun demikian, biji alpukat masih belumdimanfaatkan dengan maksimal dan hanya dibuang sebagai limbah. Olehkarena itu tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan kadar amilopektinpada tepung biji alpukat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Bijialpukat direndam di dalam natrium metabisulfit (Na2S2O5) dengan tujuanmengurangi warna coklat yang terjadi pada pati. Irisan biji alpukat di blender,kemudian diperas, disaring dan filtratnya di diamkan selama 12 jam. Endapandikeringkan di bawah sinar matahari. Serbuk sebanyak 0,1 gram dimasukkankedalam labu ukur 100 mL. selanjutnya ditambahkan 1 mL etanol 96 % laluditambahkan 9 mL NaOH 1 N dan dipanaskan diatas penangas air. Larutandiencerkan menjadi 100 mL. Larutan yang diencerkan dipipet 5 mL dandimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, ditambahkan 1 mL asam asetat 1 N,2 mL I2 2% lalu diencerkan sampai 100 mL dan kocok sampai homogen. Darihasil yang diperoleh di dapatkan hasil rata-rata 85,47 mg/100g. Kadaramilopektin pada tepung biji alpukat lebih tinggi dibandingkan kadaramilopektin tepung beras.
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN KUALITAS AKURASI DAN PRESISI HASIL ANALISIS PROTEIN Dian Ayu Afifah; M Muslihudin; Devy cendikia
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.5444

Abstract

Jaminan mutu merupakan suatu cara untuk meyakinkan pelanggan bahwa kualitas hasil uji laboratorium yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan. Kestabilan pada suatu alat pengukuran merupakan hal yang penting. Hal ini diperlukan untuk memperoleh hasil pengukuran dan mutu produk yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kestabilan suatu metode pengukuran protein pada kue kering sehingga dapat menjamin kualitas data yang dihasilkan. Data yang digunakan adalah data akurasi dan presisi pengujian protein pada kue kering yang dinutrifikasiikan tepung ikan nila. Data tersebut dianalisis menggunakan metode Statistika Pengendalian Mutu dengan diagram grafik kendali X sebagai grafik kendali mutu akurasi dan grafik kendali (R) sebagai grafik kendali presisi. Adapun hasil yang diperoleh adalah, garis kendali pada grafik X, akurasi dapat diterima karena data berada diantara garis UWL dan LWL (2SD), dan data akan diperingatkan jika data tersebut berada diantara UCL dan LCL. Pada grafik R, presisi dapat diterima karena data berada di bawah antara 2 sd atau dibawah garis UWL. Data dinyatakan outlier jika data akurasi dan presisi berada diluar garis UCL dan LCL.
PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA TEPUNG UMBI PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) DENGAN METODE KJELDAHL Diah Astika Winahyu; Anis Almaidah
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8177

Abstract

Kekurangan protein dapat menyebabkan penyakit kuashiorkor, penyakit ini menimbulkan gejala yang sangat ekstrim yang diderita oleh bayi dan anak-anak kecil. Kandungan protein merupakan senyawa yang banyak terkandung dalam beberapa jenis umbi, diantaranya pada umbi suweg, umbi kimpul, umbi shente, umbi talas, dan umbi porang, tujuan mengetahui kadar protein yang terdapat pada tepung umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kjedahl merupakan penetapan kadar protein total dengan menghitung unsur nitrogen (N%) dalam sampel. Metode kjeldahl yang melalui tiga tahap yaitu proses destruksi, destilasi dan titrasi. Metode kjeldahl merupakan metode yang cukup akurat dan cukup spesifik untuk menentukan jumlah protein dengan menentukan kandungan nitrogen yang ada dalam tepung umbi porang tersebut. Tepung umbi porang porang dapat diolah dengan mudah untuk dijadikan sebagai olahan makanan seperti mie, sukiyaki, roti, jelly atau gelatin nabati. Dari hasil pengujian, dapat ditarik kesimpulan yaitu kadar protein total yang didapatkan pada tepung umbi porang 3,73% lebih kecil dari 10,33%.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L) miers) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Radho Al Kausar; Muhammad Sahrul
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7267

Abstract

This study aimed to test the inhibitory power of brotowali stem extract (Tinospora crispa (L) Miers) against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The extraction method used was maceration with 96% ethanol solvent, the inhibition test was carried out using the disc diffusion method. The test was carried out with three repetitions with a concentration of 75%, 50%, and 25%. Then tested on Escherichia coli and Staphylococcus aureus with Nutrian agar media. Brotowali stem extract (Tinospora crispa (L) Miers) was found to be able to inhibit both bacteria. Brotowali stem extract (Tinospora crispa (L) Miers) was able to inhibit Escherichia coli bacteria, with inhibition zone diameters of 25% 19.36 mm, 50% 19.87 mm, and 75% 19.87. and stem extract of brotowali (Tinospora crispa (L) Miers) was able to inhibit Staphylococcus aureus bacteria, with inhibition zone diameters of 25%19.59 mm, 50% 19.85 mm, and 75% 20.01. Conclusion brotowali stem extract can inhibit bacterial Escherichia coli dan Staphylococcus growth.
PROFIL METABOLIT SEKUNDER DAUN SUNGKAI (Peronema canescens J) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN SUNGKAI (Peronema canescens J) DENGAN METODE DPPH Chantika Suci Aulia Rahma; Dias Ardini; Isnenia -; Endah Ratnasari Mulatasih
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8044

Abstract

Pada awal tahun 2020, dunia telah digemparkan  dengan merebaknya sebuah virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok yang merupakan virus SARS-CoV 2 (Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus 2) dimana penyakit yang disebabkan oleh virus ini disebut dengan Covid-19 (Coronavirus disease 2019). Penyakit yang disebabkan oleh virus biasanya bersifat ‘self limiting disease’ yang mengandalkan kekuatan tubuh, sehingga diperlukan sistem imun yang baik untuk mencegah terjadinya infeksi.  Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menjaga dan meningkatkan sitem imun tubuh adalah mengkonsumsi makanan dengan antioksidan yang tinggi. Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki 940 jenis tumbuhan berkhasiat obat yang sebagian besar digunakan secara turun menurun sebagai obat tradisional, salah satunya yaitu tumbuhan sungkai (Peronema canescens J).  Beberapa masyarakat daerah memanfaatkan daun sungkai sebagai obat demam, malaria, obat kumur pencegah sakit gigi, dan untuk menjaga kesehatan.Tujuan penelitian ini  adalah  untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada serbuk simplisia dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun sungkai dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil). Hasil penelitian  skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder pada serbuk simplisia menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Uji antioksidan yang dibuat dengan variasi konsentrasi 10, 30, 50, dan 70 ppm menunjukkan hasil bahwa ekstrak etanol 96% daun sungkai memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 8,377 ppm.
POTENSIAL TEST OF DURIAN (Durio zibethinus Murr.) AS LARVACIDES AGAINTS Aedes aegypti MOSQOITO LARVES Tri Yustika Sari; Diah Astika Winahyu
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7335

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Untuk mengurangi penyakit DBD yaitu menggunakan pestisida alami supaya lebih aman untuk lingkungan, salah satunya yaitu Kulit Durian (Durio zibethinus Murr.)Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak kulit durian dapat membunuh larva nyamuk Aedes aegypti dan mengetahui konsentrasi ekstrak kulit buah durian yang paling efektif sebagai larvasida terhadap jentik nyamuk Aedes aegypti. Kulit durian diekstrak menggunakan pelarut etanol 96% menggunakan metode maserasi. Hasil uji fitokimia ekstrak kulit durian (Durio zibethinus Murr.) positif mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu terdapat 3 pengulangan dengan 3 perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol temefos, konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 5%. Penelitian terhadap kematian larva Aedes aegypti dilakukan selama 6 jam. Pada kontrol negatif tidak ada larva yang mati, untuk konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 5% terdapat larva yang mati. Rata-rata kematian larva pada konsentrasi 0,5% = 33,33%, 1% = 43,3%, 2% = 68,33% dan 5% = 93,3%. Semakin tinggi konsentrasi semakin banyak larva yang mengalami kematian.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SALEP DAUN TEMBELEKAN (Lantana camara L.) TERHADAP KELINCI JANTAN ( Oryctolagus Cuniculus ) shinta wulandari; Hanalisa Pertiwi
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8185

Abstract

Tanaman tembelekan (Lantana camara L.) terutama pada daunnya banyak mengandung beberapa jenis fitokimia yaitu flavanoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagaiantiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antiinflamasi salep daun tembelekan (Lantana camara L.) terhadap kelinci jantan. Perlakuan dilakukan pada tiga kelompok kelinci, setiap kelompok terdiri dari dua ekor kelinci. Kelompok pertama diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 5%. Kelompok kedua diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 10% dan kelompok ketiga diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 15%. Pengolesan dilakukan satu kali sehari dan pengamatanpenyembuhan radang dilakukan selama tujuh hari. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 15% menunjukan aktivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-3, salep dengan konsentrasi ekstrak 10% menunjukkan aktivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-4, dan untuk salep dengan konsentrasi ekstrak 5% menunjukkan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-5. Dari hasil yang diperolehdapat disimpulkan bahwa sediaan salep ekstrak daun tembelekan (Lantana camara L.) efektif dalam penyembuhan peradangan, sediaan salep yang paling efektif yaitu pada sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 15%.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK SEDIAAN WHITENING BODY LOTION TANPA NOMOR REGISTRASI YANG DIJUAL SECARA ONLINE DENGAN UJI AMALGAM DAN UJI REAKSI WARNA IDENTIFICATION OF MERCURY IN COSMETIC WHITENING BODY LOTION WITHOUT REGISTRATION NUMBER WHICH IS SOLD ONLINE WITH AMALGAM TEST AND TEST COLOUR REACTION Annisa Primadiamanti; Siti Khamidaturrohmah
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.2138

Abstract

ABSTRACTMercury was a substance that is prohibited in cosmetic additions in accordance with the National Agency of Drug and Food of the Republic of Indonesia Number HK.03.1.23.08.11.07517 of 2011 on the prohibition of the use of mercury in cosmetic preparations. It has made the identification of mercury (Hg) in the top ten cosmetic whitening body lotion preparations without a registration number sold online with amalgam test and test color reaction. In testing the amalgam made three test solution consisting of, the sample solution, standard solution and the solution spiked sample, using standard HgCl2. Testing amalgam showed negative results because there are no gray spots on the shiny copper rod. In testing the color reaction testing mercury salt I and salt II mercury. Before testing the samples in destruction using a mixture of aqua regia. Testing of mercury salts I done using HCl Concentrated reagents, reagent and KI solution of NaOH 1 N. Tests mercury salt II performed using reagents and reagent KI solution of NaOH 1 N. Tests were negative color reaction of mercury, because the results are not in accordance with the positive control. From the research that has been done on the preparation of cosmetic whitening body lotion, concluded that the ten negative samples contain mercury.Keywords: Mercury (Hg), Whitening Body Lotion, Amalgam Test, Test Color Reaction.ABSTRAKMerkuri termasuk bahan yang dilarang dalam penambahan pada kosmetik sesuai dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang larangan penggunaan Merkuri dalam sediaan kosmetik. Telah dilakukan identifikasi kandungan merkuri (Hg) dalam sepuluh kosmetik sediaan whitening body lotion tanpa nomor registrasi yang dijual secara online dengan uji amalgam dan uji reaksi warna. Pada pengujian amalgam dibuat tiga larutan uji yang terdiri dari, larutan sampel, larutan baku dan larutan spiked sample, dengan menggunakan baku HgCl2. Pengujian amalgam menunjukkan hasil negatif karena tidak terdapat bercak abu-abu mengkilap pada batang tembaga.Pada pengujian reaksi warna dilakukan pengujian garam I merkuri dan garam IImerkuri. Sebelum dilakukan pengujian sampel dideksruksi menggunakan campuran aqua regia. Pengujian garam I merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen HCl P, KI LP dan NaoH 1 N. Pengujian garam II merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen KI LP dan NaOH 1 N. Pengujian reaksi warna menunjukkan hasil negatif merkuri, karena pada hasil yang didapat tidak sesuai dengan kontrol positif.Dari penelitian yang telah dilakukan pada kosmetik sediaan whitening body lotion, didapat kesimpulan bahwa kesepuluh sampel negatif mengandung merkuri.Kata Kunci : Merkuri (Hg), Whitening Body Lotion, Uji Amalgam, Uji Reaksi Warna
Uji Aktivitas Antibakteri Dan Uji Fisik Sediaan Suspensi Anti Acne Lotio Kummerfeldi Formula Standar Terhadap (Propionibacterium acne) Dengan Metode Difusi Cakram Retnaningsih, Agustina; Aprinosa, Rika; Kausar, Radho Al
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9924

Abstract

Lotio kummerfeldi adalah obat jerawat dalam bentuk lotio yang khasiatnya bisa mengelupas kulit dan menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada sediaan lotio anti jerawat formula standard an apakah sediaan lotio acne formula standar dapat menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acne. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode difusi cakram dengan cara meletakan kertas cakram diatas media kemudian hasil pengamatan yang diperoleh berupa ada atau tidaknya daerah bening yang terbentuk di sekeliling kertas cakram pada pertumbuhan bakteri dengan konsentrasi 1%, 2% dan 3%.kemudian dilakukan uji sifat dan fisiknya dengan uji organoleptic, uji Ph, uji homogentitas dan uji viskositas. Hasil uji sifat fisik lotio acne formula standar dari uji organoleptic untuk warna lotio acne berwarna putih kekuningan, beraroma khas minyak mawar dan berbentuk cair. Hasil uji ph menunjukan angka 6, untuk uji homogenitas menuntukan lotio acne formula standar homogen dan uji viskositas 1880 Cps. Berdasarkan uji sifat fisik dari sediaan lotio acne formula standar semuanya memenuhi syarat dan sesuai dengan Depkes RI,1979. 
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN Saputri, Nurotul Mega; Nofita, Nofita; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9583

Abstract

Saos digunakan masyarakat sebagai bahan pendamping berbagai makanan. Saos dapat ditambahkan pengawet seperti natrium benzoat, natrium metabisulfit dan natrium siklamat. Penggunaan pengawet harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan natrium benzoat, natrium metabisulfit, dan natrium siklamat pada 10 merek saos kemasan plastik yang beredar di pasar Bandar Lampung. Penetapan kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan natrium metabisulfit dengan iodimetri. Hasil penelitian ini ditemukan 10 sampel yang positif mengandung pengawet natrium benzoat, dan 1 sampel positif natrium siklamat, dan 4 sampel mengandung natrium metabisulfit. Kadar pengawet yang didapatkan pada 10 sampel tidak melebihi batas kadar yang diperbolehkan pada Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu 1 mg/kg untuk natrium benzoat, 0-0,07 mg/kg natrium metabisulfit, dan 0-2 mg/kg natrium siklamat.