cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 228 Documents
EVALUASI PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR TABLET ASAM MEFENAMAT DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Wulandari, Shinta; Andini, Destia Ayu; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9742

Abstract

Asam mefenamat merupakan senyawa obat yang rentan baik terhadap cahaya maupun udara atau kelembapan, sehingga penyimpanannya tidak lebih dari 30˚C dan terlindung dari cahaya.. Suhu merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan ketidakstabilan obat. Penyimpanan obat pada kondisi udara yang sangat panas dapat merusak mutu obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah suhu penyimpanan baik pada suhu dingin, suhu kamar, suhu hangat selama 72 jam dapat mempengaruhi kadar tablet asam mefenamat terhadap kadarnya dengan metode Spektrofotometri UV-Vis,. Teknik analisa pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel diuji secara kuantitatif dengan spektrofotometri yaitu mengamati kadar tablet asam mefenamat yang telah disimpan pada suhu dingin, suhu kamar, suhu hangat.Dari hasil analisis penetapan kadar sampel tablet asam mefenamat dimana kadar rata-rata pada sampel yang disimpan suhu dingin 92,22 %, suhu kamar 97,74 %, dan pada suhu hangat 111,91%.
UJI EFEKTTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI Anggraini, Monica Cintiya; Winahyu, Diah Astika; Wulandari, Shinta
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9747

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas salep ekstrak daun kelor (Moringa olefera) terhadap luka sayat pada kelinci. Salep ekstrak daun kelor diujikan pada 4 ekor dengan 6 perlakuan, yaitu perlakuan basis salep (komtrol negative), perlakuan (kontrol positif), salep ekstrak daun kelor 10% dan 15%. Area punggung kelinci disayat sepanjang 2 cm dengan kedalaman ± 0,2 cm. Pemberian salep yaitu 2 kali pengolesan setiap harinya dan pengamatan luka dilakukan selama 14 hari. Sampel dalam penelitian ini adalah ekstrak daun kelor yang diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96% dan diformulasikan dalam sediaan salep. Pembuatan salep ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dapat mempercepat dalam penyembuhan luka sayat dan yang paling efektif adalah sediaan ekstrak dengan konsentrasi 15% sedangkan dalam pengujian evaluasi salep telah memenuhi persyaratan sebagai salep hidrokarbon.
PROFIL KROMATOGRAFI DAN PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL FRAKSI AQUADEST DAUN KALANGKALA (LITSEA ANGULATA. BLUM) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Amalia, Putri Rizky; Rohama, Rohama; Audina, Mia
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.7890

Abstract

Kalangkala (Litsea angulata) merupakan tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang secara empiris digunakan untuk mengobati bisul, diare, dyspepsia, diabetes dan secara penelitian daun kalangkala memiliki aktivitas antibakteri. Salah satu metabolit sekunder yang berperan terhadap aktivitas farmakologi tersebut adalah senyawa flavonoid. Jenis flavonoid tergantung dari kelarutannya terhadap pelarut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil kromatografi senyawa flavonoid yang terdeteksi menggunakan eluen terbaik dan kadar senyawa flavonoid total dari fraksi aquadest daun kalangkala (Litsea angulata). Metode yang digunakan yaitu true experimental yang diperoleh dari profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) flavonoid dengan eluen terbaik kemudian dihitung nilai Rf dan penetapan kadar flavonoid total menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan eluen terbaik yang dapat memisahkan senyawa flavonoid pada fraksi aquadest daun kalangkala (Litsea angulata) adalah butanol : asam asetat : aquadest (4:1:5) yang menghasilkan dua noda pada sinar tampak, dua noda berwarna kuning pada sinar UV 254 nm, dan satu noda berwarna biru pada sinar UV 366 nm serta kadar flavonoid total sebesar 0,7 mg QE/g fraksi.
POTENSI SEDIAAN SPRAY NANOEMULSI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Khotimah, Khusnul; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9933

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Senyawa antioksidan dapat menginaktifasi berkembangnya reaksi oksidasi sehingga sering digunakan sebagai penangkal radikal bebas. Antioksidan alami merupakan jenis antioksidan yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan untuk mengetahui apakah sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas antioksidan. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan kemudian di  freeze dry rendemen yang didapat yaitu 20,45% . Pada uji analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak bunga telang adalah 38,59 ppm, berdasarkan nilai tersebut ekstrak bunga telang dari kecamatan kutoarjo pringsewu termasuk kategori sangat kuat karena memiliki nilai IC50<50 sehingga dapat dikembangkan sebagai salah satu sumber antioksidan dari bahan alam.
PENETAPAN KADAR BESI (Fe) PADA DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) MENGGUNAKAN METODE MPAES Yanti, Evina; Purnama, Robby Candra
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9912

Abstract

Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) adalah tanaman yang termasuk liar dan dapat tumbuh di tanah kosong, daerah pantai dan juga hutan. Sebagian orang ada yang menanam jarak pagar (Jatropha curcas L) sebagi pagar rumah dan biasanya juga untuk pagar pembatas, sebagian orang ada yang belum mengetahui manfaat dari tanaman liar ini sebagai tanaman obat.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar besi (Fe) pada daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) menggunakan metode MPAES. Pada penetapan kadar besi (Fe) dilakukan preparasi  sampel terlebih dahulu, Sampel yang telah dikeringkan di destruksi untuk memecahkan senyawa organik dalam sampel. Hasil penelitian ini didapatkan kurva kalibrasi besi (Fe) yang diperoleh dari hasil pengukuran panjang gelombang maksimum pada lampu katoda besi yaitu pada panjang gelombang 248,40 nm dan dari pengukuran kurva kalibrasi larutan besi diperoleh persamaan garis regresi yaitu y = 0,010483 + 0,09074x. Dengan koefesien korelasi (x) besi sebesar 0,9985. Hasil analisis zat besi pada daun jarak pagar dilakukan pengulanngan sebanyak 3 kali, pengulangan 1 didapatkan kadar 5,98, pada pengulangan 2 yaitu 5,99 dan pengulangan 3 yaitu 5,99, sehingga didapatkan kadar rata-rata 5,98 mg/100gram. Berdasarkan penelitian penetapan kadar besi (Fe) pada daun jarak pagar yang di dapatkan hasil 5,98 mg/100gram.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA LIMBAH KULIT BUAH-BUAHAN KHAS INDONESIA Sari, Fitria Novika; Sari, Yelfira
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.8986

Abstract

Indonesia adalah negara yang menyimpan beragam kekayaan dan sumber daya hayati terutama buah tropika. Tingginya keragaman tanaman buah di indonesia menghasilkan berbagai manfaat untuk kesehatan, di antaranya sebagai antioksidan. Tidak hanya terdapat pada daging buah tetapi kulit buah juga mengandung antioksidan untuk kesehatan. Manfaat antioksidan bagi tubuh diantaranya untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang terdapat pada limbah kulit buah sebagai penangkal radikal bebas. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan vitamin C/Asam askorbat sebagai pembanding. Serapan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum yaitu 517 nm. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini menggunakan penulusuran pustaka melalui database Google, Google Scholar, ReseardGate dan Science Direct dengan menggunakan keyword. Berdasarkan hasil dari berbagai penelusuran yang dicantumkan dalam artikel menunjukkan bahwa  limbah kulit buah lemon suanggi memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan  nilai IC50 (inhibition concentration) sebesar 14,41 ppm serta vitamin C  memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dikarenakan nilai IC50 yang dihasilkan <50.Kata Kunci : Antioksidan, IC50, Kulit Buah, DPPH, Vitamin C
UJI AKTIVITAS DAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides Linn.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Jungjunan, Repita Anis; Rahayu, Pudji; Yulyuswarni, Yulyuswarni; Ardini, Dias
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9269

Abstract

ABSTRAKIndonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, baik flora maupun fauna. Salah satunya adalah  tumbuhan yang memiliki khasiat untuk kesehatan. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat oleh masyarakat Indonesia sudah dilakukan secara turun-temurun dalam sistem pengobatan tradisional Indonesia. Tanaman bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) sudah lama digunakan menjadi salah satu tanaman yang paling ampuh dalam mengobati luka. Pada sampel pus (nanah) dari luka infeksi kulit, ditemukan bakteri Staphylococcus aureus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan 5 perlakuan dan 5 kali pengulangan, yaitu: variasi konsentrasi 50%, 75%, 100% ekstrak etanol 96% daun bandotan (Ageratum conyzoides Linn.), kontrol positif (kloramfenikol 30μg), dan kontrol negatif (aquadest). Metode uji antibakteri yang digunakan adalah metode difusi cakram (Kirby & Bauer). Parameter yang diukur adalah besarnya diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar disk. Analisis data dilakukan dengan uji One Way ANOVA (Analysis of Varians) dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan steroid/terpenoid. Rata-rata zona hambat yang terbentuk dari ekstrak etanol 96% daun bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) dengan konsentrasi 50%, 75%, dan 100% berturut-turut sebesar 6,79 mm, 8,75 mm, dan 9,45 mm, rata-rata zona hambat yang terbentuk dari kontrol negatif sebesar 0,00 mm dan kontrol positif (kloramfenikol 30µg) sebesar 25,47 mm. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) dengan konsentrasi 50%, 75%, dan 100% memiliki aktivitas antibakteri dengan daya hambat sedang (moderate) namun kurang efektif sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
SKRINNING FITOKIMA DAN UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth) TERHADAP BAKTERI Staphylococcusaureus DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Kausar, Radho Al; Abnurama, Lini Ocha Azizah; Wulandari, Shinta
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9913

Abstract

Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  skrinning  fitokimia  dan  efektifitas ekstrak daun kenikir. Prinsip metode ini yaitu perhitungan zona hambat berupa daerah jernih disekitar cakram menggunakan media Nutrient Agar (NA). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kenikir mempunyai kandungan flavanoid, tannin, polifenol, alkaloid, dan saponin daya hambat antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus Aureus dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Untuk kontrol positif menggunakan tetrasiklin  lalu kontrol negatif menggunakan aquades. Ekstrak daun kenikir memiliki zona hambat terkecil pada konsentrasi 25%  sebesar 0 mm, 50%  sebesar 10,5 mm, 75%  sebesar 10,7 mm lalu 100% sebesar 12 mm.
PROFIL TATALAKSANA TERAPI PADA PASIEN TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 DI WILAYAH KOTA BANDAR LAMPUNG Julaiha, Siti; Khoirunnisa, Annisa; Indriyani, Dwi May
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9160

Abstract

COVID-19 saat ini telah menjadi masalah kesehatan dunia. Tingkat penyebaran virus COVID-19 cukup pesat di berbagai negara. Di Indonesia, Kasus terkonfirmasi per 3 desember 2021 sebanyak 4,257,243 kasus. Provinsi Lampung memiliki urutan ke-18 tertinggi di Indonesia dari 34 provinsi dengan jumlah kasus terkonfirmasi yaitu sebanyak 49.721 kasus per tanggal 4 Desember 2021. Saat ini belum terdapat terapi atau pengobatan spesifik untuk COVID-19. Namun, beberapa obat yang potensial telah digunakan walaupun masih dalam status obat uji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil tatalaksana terapi pada pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan dengan memberikan kuesioner melalui google form, kemudian hasil data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pasien terkonfirmasi COVID-19 paling banyak adalah pasien dengan derajat ringan (62%), memiliki komorbid (16%). Komorbid terbanyak berupa gangguan imun (42,1%). Sebagian besar pasien melakukan isolasi mandiri di rumah (86%) dan  pengobatan mandiri (55%). Jenis terapi utama terbanyak digunakan berupa multivitamin (73%). Jenis tindakan preventif terbanyak yang dilakukan pasien berupa memakai masker (11,6%), jenis tindakan medis terbanyak yang diterima pasien berupa monitor saturasi oksigen (23,9%). Jenis informasi terbanyak yang didapatkan pasien adalah informasi terkait nama obat (24,6%) dan cara pakai obat (23,3%). 
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN LOTION EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLISERIL MONOSTEARAT Sasmita, Aldilla Puteri; Azzahra, Fara
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.8676

Abstract

Ekstrak daun alpukat diketahui mengandung senyawa kimia berupa flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Untuk memudahkan penggunaan ekstrak daun alpukat sebagai antibakteri maka dibuat sediaan lotion. Tujuan penelitian ini melakukan formulasi dan uji sifat fisik lotion ekstrak daun alpukat dengan variasi konsentrasi basis gliseril monostearat. Ekstrak daun alpukat dibuat dalam sediaan lotion menggunakan basis gliseril monosetarat dengan variasi konsentrasi F1(10%), F2(12,5%), dan F3(15%), kemudian dilakukan pengujian sifar fisik, meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH dan uji diameter sebar. Hasil uji organoleptis dan uji homogenitas dianalisis secara deskriptif, sedangkan uji pH dan diameter sebar dianalisis menggunakan uji One Way Anova yang dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil pengujian organoleptis menunjukkan lotion warna hijau kecoklatan, bau khas, bentuk F1 agak kental, F2 kental, F3 sangat kental. Uji homogenitas menunjukkan F1 homogen, F2 tidak homogen dan F3 homogen. Uji pH menujukkan F1(6,88±0,05) F2(7,08±0,02) F3(7,26±0,05). Uji diameter sebar menunjukkan F1(8,32±0,07cm) F2(7,81±0,06cm) F3(6,30±0,05cm). Pengujian lotion ekstrak daun alpukat F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan pada uji organoleptis, homogenitas, pH dan diameter sebar, sedangkan pada F2 tidak memenuhi syarat pada pengujian homogenitas, serta F3 tidak memenuhi syarat pada uji diameter sebar.