cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 242 Documents
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT KOMBINASI MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus. Sabrina, Fadilah; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25550

Abstract

Sabun mandi adalah produk pembersih kulit yang dibuat dari kombinasi natrium dan asam lemak. Pada sediaan sabun mandi padat menggunakan zat aktif minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L) dan gel lidah buaya (Alloe vera L). Minyak serai yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelol dan geraniol. Lidah buaya yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu vitamin, mineral, asam amino, enzim, gula, dan asam lemak. Kedua zat aktif yang digunakan memiliki kandugan antibakteri di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan sediaan sabun mandi padat dan aktivitas antibakteri Stapylococcus aureus pada kombinasi minyak serai wangi dan gel lidah buaya. Formulasi sediaan sabun mandi padat dibuat bervariasi yaitu F1 (30g), F2 (40g), dan F3 (50g). Sediaan sabun padat diuji organoleptis, pH, uji tinggi busa dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian diperoleh minyak serai wangi dan lidah buaya memenuhi syarat mutu sabun padat yang baik berdasarkan SNI 2016 dengan parameter uji organoleptis, pH F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 9,0; 9,2; 9,5; 9,9 cm. Tinggi busa pada F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 5; 5,5; 5,7; 6 cm dan hasil uji aktivitas antibakteri sabun padat kombinasi minyak serai wangi dan lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 0, 30, 40, 50 gram dengan zona hambat sebesar 16,9; 18,5; 19,8; 21,3 mm. Sediaan sabun mandi padat memiliki formulasi yang baik dan didalamnya mengandung aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. 
Analisis Docking Molekuler Senyawa Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Enzim Cyclooxygenase-2 (COX-2) Beserta Prediksi ADME dan Toksisitas Sebagai Obat Antiinflamasi Pamungkas, Rezky Ardika; Listyani, Tiara Ajeng; Wardani, Tatiana Siska
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25067

Abstract

Inflamasi kronis merupakan kondisi patologis yang memengaruhi jutaan individu secara global dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Prevalensi penyakit inflamasi, seperti osteoarthritis, dilaporkan cukup tinggi, khususnya di Provinsi Jawa Tengah dengan angka mencapai 6,78%. Terapi farmakologis yang umum digunakan untuk mengatasi inflamasi adalah obat golongan Non Steroid Anti-Inflammation Drugs (NSAID), seperti celecoxib. Meskipun efektif, penggunaan NSAID jangka panjang diketahui berisiko menimbulkan efek samping kardiovaskular dan gastrointestinal, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama flavonoid dan fenolat, yang berpotensi sebagai inhibitor selektif cyclooxygenase-2 (COX-2). menganalisis interaksi senyawa aktif daun kelor terhadap protein COX-2 secara in silico, memprediksi profil farmakokinetik ADME, mengevaluasi toksisitas, serta mengidentifikasi senyawa paling potensial sebagai kandidat antiinflamasi. Penelitian menggunakan desain eksperimental berbasis komputer terhadap 30 senyawa daun kelor dengan celecoxib sebagai kontrol positif dan parasetamol sebagai kontrol negatif. Proses penelitian meliputi preparasi struktur senyawa dan protein, simulasi docking molekuler, serta analisis visualisasi ikatan menggunakan perangkat lunak ChemDraw, VegaZZ, PyRx, PyMOL, SwissADME, dan Toxtree. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa sinapic acid memiliki afinitas ikatan terbaik dengan nilai energi bebas ikatan (ΔG) sebesar −6,7 kkal/mol dan nilai RMSD 1,168 Å. Senyawa ini membentuk interaksi dengan residu asam amino penting yang serupa dengan ligan natif valdecoxib dan celecoxib. Selain itu, sinapic acid memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five, menunjukkan profil ADME yang baik, serta tergolong dalam kategori toksisitas rendah (Class I) berdasarkan Cramer rules. daun kelor (Moringa oleifera), khususnya senyawa sinapic acid, berpotensi sebagai kandidat inhibitor COX-2 antiinflamasi dan layak untuk diteliti lebih lanjut melalui uji in vivo.Kata kunci: Antiinflamasi, COX-2, Daun kelor,  Docking molekuler.