cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2021)" : 57 Documents clear
Pertumbuhan dan hasil cabai rawit akibat kotoran burung walet pada tanah aluvial Eka Yulianingsih; Rini susana; astina .
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kotoran burung walet yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung mulai 10 Oktober 2019 sampai 9 Januari 2020. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu kotoran burung walet terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan, dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, jumlah keseluruhan ada 100 tanaman. Perlakuan terdiri dari B1 (205 g/polybag), B2 (432 g/polybag), B3 (659 g/polybag), B4 (886 g/polybag) dan B5 (1.113 g/polybag). Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), berat buah per tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat rerata per buah (g). Hasil penelitian pemberian kotoran burung walet pada cabai rawit memberi respon yang baik pada variabel volume akar, berat buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman. Dosis kotoran burung walet 886 g/polybag setara dengan 253.21 ton/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial.Kata Kunci : aluvial, cabai rawit, kotoran burung walet
KARAKTERISASI PERTUMBUHAN GENERATIF PADI BERAS HITAM (PODI ITAM) ASAL SIMPANG HULU KABUPATEN KETAPANG VENLIANUS TAPANG; Darusalam .; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44894

Abstract

Padi beras hitam asal Kabupaten Ketapang Kecamatan Simpang Hulu merupakan varietas padi lokal, karakterisasi kultivar padi lokal sangat diperlukan untuk memahami karakter spesifikasi sehingga dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki. Penelitian karakterisasi padi hitam asal Simpang Hulu Kabupaten Ketapang telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini melihat karakter morfologi fase generative padi beras hitam asal Simpang Hulu Kabupaten Ketapang. Penelitian ini menggunakan eksperimen lapang pada tanah aluvial. Benih yang digunakan adalah benih yang berumur 21 hari setelah semai, ditanam tunggal (1 bibit/lubang tanam) dengan jarak tanam 25 x 30 cm. hasil penelitian diperoleh ketegaran batang yang agak kuat, tinggi tanaman (>125 cm), menguningnya daun segera dan cepat, seluruh malai dan leher malai keluar, kerontokan mudah (51%-100%), gabah sebagian fertil (50%-74%), umur tanaman dalam (>150 hst), jumlah anakan produktif sedang (10-19 anakan), sudut batang sedang (±45°), diameter ruas batang bawah 7,3 mm, panjang malai 28 cm, tipe malai tergolong kompak, cabang malai sekunder tidak bercabang, poros malai terkulai, bulu ujung gabah tidak berbulu, panjang gabah (panjang 6,61mm-7,50 mm), lebar biji 2,5 mm, bobot 1000 butir 19 g, warna kulit ari beras ungu dan jumlah gabah permalai banyak ( 200-400 bulir/tanaman).
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI BIOCHAR SERBUK GERGAJI KAYU DAN PUPUK KALIUM DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Kiki Roseni Boru Saragih; Wasi'an Wasi'an; Siti Hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis kombinasi biochar dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan Juli hingga September 2020 berlokasi di lahan milik KEP’S Agro Jl. Sungai Raya Dalam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu, kombinasi antara pemberian  serbuk kayu dan pupuk kalium (A, B, C, D). Setiap perlakuan terdiri dari 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali serta setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel. A = 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha), B = 800 g/polybag biochar (10%) + 0,4 g KCl/polybag  (100 kg KCl/ha), C = 400 g/polybag biochar (5%) + 0,6 g KCl/polybag (150kg KCl/ha), D = 0,8 g KCl/polybag (200 kg KCl/ha). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang daun, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Pemberian biochar serbuk gergaji kayu 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha) adalah kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning . Kata kunci: Biochar Serbuk Gergaji Kayu, Lobak, Podsolid Merah Kuning, Pupuk Kalium.
Karakteristik Minyak Kasar Biji Mentawa (Artocarpus anisophyllus) dengan Metode Ekstraksi Maserasi Menggunakan Pelarut Heksan dan Petroleum Eter Rikardo, David; Purwayantie, Sulvi; Priyono, Suko
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentawa adalah salah satu buah lokal yang dikonsumsi dengan biji buah dan menghasilkan limbah biji yang sangat banyak. Biji mentawa mengandung minyak akan tetapi sampai saat ini belum diketahui karakteristik dari minyak biji mentawa. Salah satu cara ekstraksi minyak dapat dilakukan dengan menggunakan pelarut nonpolar. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik minyak kasar biji mentawa terbaik dari ekstraksi menggunakan pelarut heksan dan petroleum eter (PE). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor perlakuan yaitu rasio kombinasi pelarut heksan dan pelarut PE (5 taraf perlakuan yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100; 3 kali ulangan). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova 5%.  Jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%, Penentuan hasil terbaik pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode De Garmo. Kombinasi heksan dan PE pada rasio 0:100 merupakan perlakuan terbaik. Kualitas minyak kasar biji mentawa yang dihasilkan yaitu rendemen sebesar 17,39 %, angka penyabunan 231,36 mg KOH/g, berat jenis 0,981 g/mL, angka iodin 24,04 g Yod/100g dan pH 8,57.Kata Kunci: Minyak kasar, Maserasi, Heksan, PE, Karakteristik.
PENGARUH KOTORAN WALET DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA LAHAN GAMBUT Marato, Yohanes Yoga; Wati, Dini Anggoro; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat sering digunakan untuk menjadi penyedap masakan. Tanah gambut sebagai media tumbuh bawang merah memiliki banyak kendala diantaranya ketersediaan hara yang rendah, pH yang rendah, bahan organik yang belum terdekomposisi sehingga kandungan hara terutama hara makro seperti N,P dan K rendah. Usaha untuk memperbaikinya adalah dengan memberikan kotoran walet dan pupuk majemuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan interaksi dosis kotoran walet dan pupuk NPK untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2020 sampai 9 Mei 2020 di Jalan Reformasi, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama adalah pemberian kotoran walet yang terdiri dari 3 taraf, dan faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK yang petak terdiri dari 3 taraf dengan total 9 perlakuan diantaranya 20 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 20 ton kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 20 ton/hektar kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton/hektar kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dan setiap satuan percobaan terdiri dari 15 sampel tanaman. Variabel pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, volume akar, berat kering total per tanaman, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin umbi per rumpun, hasil per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 30 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK  pada bawang merah merupakan dosis interaksi terbaik untuk meningkatkan hasil berat segar umbi dan berat kering angin umbi.
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI BIOCHAR SERBUK GERGAJI KAYU DAN PUPUK KALIUM DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Saragih, Kiki Roseni Boru; M.Sc, Dr. Ir. H Wasi'an; Hadijah, M.Sc, Ir. Hj. Siti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis kombinasi biochar dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan Juli hingga September 2020 berlokasi di lahan milik KEP’S Agro Jl. Sungai Raya Dalam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu, kombinasi antara pemberian  serbuk kayu dan pupuk kalium (A, B, C, D). Setiap perlakuan terdiri dari 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali serta setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel. A = 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha), B = 800 g/polybag biochar (10%) + 0,4 g KCl/polybag  (100 kg KCl/ha), C = 400 g/polybag biochar (5%) + 0,6 g KCl/polybag (150kg KCl/ha), D = 0,8 g KCl/polybag (200 kg KCl/ha). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang daun, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Pemberian biochar serbuk gergaji kayu 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha) adalah kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning . Kata kunci: Biochar Serbuk Gergaji Kayu, Lobak, Podsolid Merah Kuning, Pupuk Kalium.
KOMBINASI BOKASI SERUNI LAUT DENGAN ABU SERBUK GERGAJI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA MERAH PADA TANAH GAMBUT ati, Is mi; MS, Ir. Rahmidiyani; M.Agr, Ir. Eddy Santoso
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman okra merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman okra merah khususnya di pontianak dapat dilakukan dengan memnfaatkan lahan-lahan pertanian dalam kegiatan budidaya tanaman, salah satunya yaitu tanah gambut.Berdasarkan luas penyebarannya, tanah gambut di Kalimantan Barat berpotensi digunakan untuk budidaya tanaman okra merah, akan tetapi dalam pemanfaatan tanah gambut ini dihadapkan pada berbagai kendala yaitu tingkat kemasaman tinggi, tingkat kesuburan dan ketersediaan hara serta kejenuhan basa (KB) yang rendah. Perlu diimbangi dengan intensifikasi lahan salah satunya dengan aberupa abu serbuk gergaji. Pemberian bokasi seruni laut dan abu serbuk gergaji dharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah gambut sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksankan di Lahan Percobaan Fakultaas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Dengan lama penelitian 3 bulan dari bulan 16 Maret sampai 30 Mei 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan di ulang 5 kali dimana tiap unit perlakuan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah seluruhnya sebanyak 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 0 kg/polybag, B = Bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag  + abu serbuk gergaji 1,5 kg/ polybag, C = Bokasi seruni laut 0,2 kg/polybag + abu serbuk gergaji 2 kg/ polybag, D= Bokasi seruni laut 0,1 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag, dan E = Bokasi seruni laut 0 kg/polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah, tinggi tanaman (cm), kadar klorofil daun (spad unit), total luas daun (cm) volume akar (cm³), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan berat buah perbuah (g).Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji pada dosis bokasi seruni laut 0,1 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag memberikan pertumbuhan yang terbaik. Namun pada pemberian kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji pada dosis bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 1,5 kg/polybag lebih efesien untuk pertumbuhan dan hasil pada tanaman okra merah.
Analisis Pendapatan Usahatani Jagung Manis Pada Kelompok Tani Karya Jaya Di Desa Rasau Jaya 1 Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Rano Sanjaya; Adi Suyatno; Novira Kusrini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44992

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani Jagung Manis pada kelompok tani karya jaya di Desa Rasau Jaya 1 Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada 40 responden petani Jagung Manis pada kelompok tani karya jaya yang dipilih secara sengaja dengan karakterisitik tertentu yang berada di Desa Rasau Jaya 1 Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Data yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah data primer yang langsung dicari di lokasi penelitian dan data sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan, instansi terkait dan sumber lain yang sesuai dengan penelitian ini. Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis pendapatan. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden 40 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan observasi terhadap 40 responden dengan luas lahan dibawah 0,8 Ha didapatkan jumlah produksi rata-rata jagung manis dalam tiga bulan yang merupakan periode produksi adalah 7.260 Kg jagung manis yang 1 karungnya seberat 60 kg. Total biaya produksi rata-rata jagung manis dalam tiga bulan yang merupakan periode produksi sebesar Rp 5,999,431. Sehingga diperoleh  rata-rata penerimaan untuk usahatani jagung manis sebesar Rp 18,273,750,- hal ini tentu dapat diperoleh pada tingkat harga jual rata-rata sebesar Rp.150.000 per karung. Maka diperoleh  rata-rata pendapatan bersih untuk usahatani jagung manis sebesar Rp 12,274,318,-
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI BIOAKTIVATOR PADA TANAH GAMBUT ELA REMITA FRANSISKA; RADIAN RADIAN RADIAN; ASNAWATI ASNAWATI ASNAWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45195

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia dan mempunyai banyak manfaat. Sebagai komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat, maka produksi bawang merah perlu ditingkatkan salah satunya dengan menambahkan bioaktivator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivator yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kompos Pendidikan Untan (RKPU) Fakultas Pertanian dimulai sejak tanggal 15 Mei 2020 sampai dengan 27 Juli 2020. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 faktor perlakuan yaitu p0 (tanpa bioaktivator), p1 (bioaktivator EM4), p2 (bioaktivator akar alang-alang), p3  (bioaktivator akar bambu), dan  p4 (bioaktivator Trichoderma sp). Masing - masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering angin tanaman dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai bioaktivator berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 4–8 mst, jumlah anakan (anakan) 4 – 8 mst, jumlah daun (helai) 4 – 8 mst, berat segar tanaman (g), berat kering angin tanaman (g) dan berat kering angin umbi (g), namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 2  mst, jumlah anakan (anakan) 2 mst, jumlah daun (helai) 2 mst. Dapat disimpulkan bahwa bioaktivator akar bambu merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI LADA (Piper nigrum, L) DI DESA MAYAK KECAMATAN SELUAS KABUPATEN BENGKAYANG Daniel Erfin Loma; Maswadi Maswadi; Josua Parulian Hutajulu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45098

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan finansial lada dengan pemilihan lokasi Studi Kasus di Desa Mayak Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang. Jumlah sampel yang  digunakan dalam penelitian ini adalah 32 Petani lada di Desa Mayak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  NPV (Net Presen Value), B/C Ratio, IRR (Internal Rate Of Return), PP (Payback Period) dan Analisis Sensitivitas. Hasil analisis pada penelitian ini berdasarkan metode  NPV, B/C Ratio dan IRR menunjukkan usahatani lada layak untuk di jalankan setelah melalui analisis sensitivitas yang menggunakan 2 (dua) skenario baik saat harga pupuk naik maupun saat harga jual lada turun. Dengan  waktu pengembalian modal (payback periode)  selama 3 tahun 3 bulan.Kata kunci : Usahatani Lada, Analisis Kelayakan Finansial, Analisis Sensitivitas.