cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Agustus 2015" : 38 Documents clear
PENGARUH DOSIS KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU PADA TANAH ALLUVIAL aponius, aponius; Susana, Rini; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis kascing yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah alluvial. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan  diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu k1: 7 ton/ha setara dengan 21 g/polybag, k2: 12 ton/ha setara dengan 36 g/polybag, k3: 17 ton/ha setara dengan 51 g/polybag, k4: 22 ton/ha setara dengan 66 g/polybag dan k5: 27 ton/ha setara dengan 81 g/polybag. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah volume akar, jumlah daun, luas daun, klorofil daun dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kascing belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah alluvial. Dosis kascing yang efisien untuk pertumbuhan adalah 21 g/polybag setara dengan 7 ton/ha.     Kata kunci : Alluvial, Kascing, Sawi Hijau.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI KERJA KARYAWAN CV. SURYA KEMASAN ABADI PONTIANAK Mataini Mataini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10631

Abstract

Motivasi kerja adalah dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang, baik yang berasal dari dalam dan luar dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan semangat tinggi menggunakan semua kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya yang bertujuan untuk mendapatkan hasil kerja sehingga mencapai kepuasan sesuai dengan keinginannya. CV. Surya Kemasan Abadi merupakan perusahaan jasa kemasan kayu yang berstandar internasional untuk keperluan Karantina Pertanian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi kerja karyawan dan factor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan  pada CV. Surya Kemasan Abadi Pontianak. Penelitian ini dilakukan di kantor CV. Surya Kemasan Abadi Cabang Pontianak, dengan jumlah responden 27 orang. Analisis data menggunakan tabulasi dan metode skoring serta menggunakan alat analisis Regresi Logit dengan model multinomial logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja karyawan pada CV. Surya Kemasan Abadi Cabang Pontianak rmasuk dalam katagori tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan CV. Surya Kemasan  abadi cabang pontianak adalah hubungan kerja, insentif, kondisi lingkungan kerja dan pengawasan sementara gaji dan tanggung jawab tidak berpengaruh terhadap motivasi karyawan dalam bekerja.   Kata kunci: motivasi, kerja karyawan, paktor-faktor motivasi
PENGARUH LUMPUR LAUT TERHADAP SERAPAN UNSUR HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA PODSOLIK MERAH KUNING Sutomo, Sutomo; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut terhadap serapan unsur hara N, P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (60 g/polibag), L2 (120 g/polibag), L3 (180 g/polibag), L4 (240 g/polibag), L5 (300 g/polibag), L¬6 (360 g/polibag) dan L7 (420 g/polibag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah serapan nitrogen ,serapan fosfor dan serapan kalium bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut berpengaruh nyata terhadap serapan nitrogen, fosfor dan serapan kalium bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Perlakuan lumpur laut yang terbaik terhadap semua parameter yang diamati yaitu pada perlakuan L4 yaitu 240 g/polibag.Kata kunci : , jagung, lumpur laut, Podsolik Merah Kuning 
PENGARUH BOKASI AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALLUVIAL Yuspiatuti Yuspiatuti; Agustina Listiawati; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10496

Abstract

Ampas tahu merupakan, bahan organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah alluvial bagi pertumbuhan tanaman lobak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bokasi ampas tahu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial, yang dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Lahan yang digunakan merupakan lahan dengan jenis tanah alluvial, dengan lama penelitian 45 hari mulai dari persiapan media tanam sampai panen. Rancangan ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan bokasi ampas tahu (B) yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: b1 = 2,88 kg/petak atau setara dengan 15 ton/ha, b2= 5,76 kg/petak setara dengan 30 ton/ha, b3 = 8,64 kg/petak setara dengan 45 ton/ha, b4 = 11,52 kg/petak setara dengan 60 ton/ha dan b5 = 14,4 kg/petak atau setara dengan 75 ton/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi : Luas Daun total (cm2), Kehijauan Daun (spad unit), Berat Kering Tanaman (g), Berat Segar Tanaman (g), Berat Umbi (g), Diameter Umbi (cm), Panjang umbi (cm), dan Hasil/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi ampas tahu sebesar 45 ton/ha merupakan perlakuan yang efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial.
IDENTIFIKASI KESEBURAN TANAH ULTISOLS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XIII PIR V NGABANG KABUPATEN LANDAK Rika Denah Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10829

Abstract

ABSTRAK Keragaman produktivitas kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) disebabkan beragamnya sifat tanah di areal perkebunan kelapa sawit. Proses pembentukan tanah secara alami pada berbagai kondisi lahan menjadi salah satu faktor keberagaman kesuburan tanah sehingga untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit diperlukan tambahan pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensisJacq) agar dapat memberikan rekomendasi pemupukan guna meningkatkan produktifitas tanah dalam menyediakan unsur hara yang dibutuhkan untuk produksi tanaman kelapa sawit yang optimal di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari (1) survei lapangan yang meliputi pengumpulan data-data yang dibutuhkan dan pengambilan contoh tanah komposit (disturbed), (2) analisis contoh tanah di laboratorium serta (3) analisis data dan penyajian hasil penelitian mengenai status kesuburan tanah untuk memberikan rekomendasi pemupukan pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan perkebunan kelapa sawit di lokasi penelitian memiliki status kesuburan yang dicerminkan oleh kondisi kimia tanah yang rendah di semua petak penanaman. Reaksi tanah (pH) bersifat masam, C-organik, K-tersedia dan Ca-dd rendah sampai sangat rendah, N-total rendah sampai sedang, P-tersedia sedang sampai sangat rendah, kandungan Na-dd rendah, Mg-dd sangat rendah pada semua blok penanaman, KTK rendah pada semua blok penanaman, Kejenuhan Basa sangat rendah pada semua blok penanaman serta kejenuhan Al-dd yang sedang hingga tinggi di semua blok penanaman.   Kata Kunci :Kelapa sawit, Kesuburan kimia tanah.
PENGARUH KONDISI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. HARAPAN SAWIT LESTARI DI DESA MANISMATA KECAMATAN MANISMATA KABUPATEN KETAPANG Nasrul Arif; Novira Kusrini; Rakhmad Hidayat
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10485

Abstract

Kinerja merupakan hal yang sangat penting bagi organisasi. Dengan pengukuran kinerja suatu organisasi dapat memanfaatkan dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi sumber daya manusianya. Perusahaan harus menempuh beberapa cara yang berkaitan dengan kondisi keselamatan dan kesehatan kerja yang baik demi tercapainya tujuan perusahaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi PT. Harapan Sawit Lestari. Jumlah anggota populasi sebanyak 150 orang karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan  rumus Slovin sebanyak 60 responden. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengukur pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu keselamatan  kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2) sebagai variabel independent dan kinerja karyawan sebagai variabel dependent (Y). Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 18. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Harapan Sawit Lestari. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial variabel keselamatan  kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,410 dengan nilai t hitung 4,137 dan kesehatan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0.403 dengan nilai t hitung 3,156. Secara umum hal ini dikarenakan spesialisasi penempatan karyawan kurang sesuai  antara kebutuhan pabrik dengan ketrampilan yang dimiliki setiap karyawan dan kurang tegasnya pelaksanaan peraturan yang diterapkan terhadap setiap pelanggaran. Selain itu kurang baiknya sirkulasi udara khususnya pada  station proses dan minimnya sarana kebersihan lingkungan pabrik.
PENGARUH BOKASI LIMBAH NANAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GAMBAS DI TANAH ALLUVIAL AZIMA, RIZMA; Warganda, Warganda; Rohayeti, Yeti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rizma Azima(1), Warganda(2), Yeti Rohayeti(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis bokasi limbah nanas yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman gambas di tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan pada Tanggal 26 November 2014 sampai dengan 11 Januari 2015 di kebun Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri enam perlakuan dan lima ulangan.Setiap perlakuan terdiri dari empat tanaman sampel.Perlakuan yang diberikan yaitu : (bo) 11% bahan organik tanah, tanpa pemberianbokasi limbah nanas, (b1)15% bahan organik setara dengan 326 gbokasi limbah nanas/polybag, (b2)20% bahan organik setara dengan 853 gbokasi limbahnanas/polybag,(b3)25% bahan organik setara dengan 1379 gbokasi limbah nanas/polybag, (b4) 30% bahan organik setara dengan 1906 gbokasi limbah nanas/polybag dan (b5) 35% bahan organik setara dengan 2432 gbokasi limbah nanas/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian adalahvolume akar (cm3),berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (kg), diameter buah (cm), dan panjang buah (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi limbahnanasdengan kandungan20% bahan organik setara dengan 853 g/polybag sudah dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman gambas di tanah alluvial. Kata kunci :bokasi limbah nanas, tanah alluvial, tanaman gambas
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KARET DI DESA SEPONTI JAYA KECAMATAN SEPONTI KABUPATEN KAYONG UTARA mustar udin; Ir. H Riduan syah, MP; Ari krisno hadi. SP, MSi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.11771

Abstract

Sumber daya Lahan merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia karena sumber daya alam diperlukan dalam setiap kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat atau kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatas pengembangan tanaman karet (Havea brasiliensis) serta cara pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lahan yang ada di lokasi penelitian.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah survey langsung di lapangan dengangan parameter penelitian meliputi; keadaan lingkungan, sifat fisika dan sifat kimia tanah. Keadaan lingkungan yang dapat diamati di lapangan meliputi iklim, bentuk wilayah dan topografi, batuan permukaan dan singkapan, tata guna lahan dan vegetasi, drainase dan tipe luapan air, dan erosi dan bahaya banjir. Sifat fisika tanah yang diamati meliputi warna tanah, tekstur, struktur, konsistensi, kedalaman air tanah, kedalaman efektif, kedalaman sulfidik dan kedalaman gambut. Sifat kimia tanah di analisis di laboratorium, meliputi pH, KTK, KB, C-Organik, N-total, P, K, Ca, Mg, Kejenuhan Al, dan Salinitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada lokasi penelitian terdapat 1 satuan peta tanah (SPT) yaitu Sulfic Endoaqueptsyang  mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual S3-rc3,nr3,xs1 dan kelas kesesuaian lahan potensial S2-wa1 , dengan luas lahan 100ha dari luas keseluruhan lokasi penelitian. Rekomendasi pengelolaan terdiri dari rekomendasi perbaikan drainase dan pengapuran. Perbaikan drainase karena memiliki drainase Sedang dengan muka air tanah berkisar antara 15-60 cm. Pada satuan lahan ini tergolong dangkal sampai agak dangkal. Tanah pada lokasi penelitian termasuk kedalam kriteria sangat masam dengan pH < 4,5, sehingga perlu dilakukan pengapuran. Perhitungan dilakukan berdasarkan atas kadar Al-dd pada tanah permukaan. Kapur yang digunakan adalah kapur dolomit [CaMg(CO3)2] dengan dosis 255 kg/Ha.
PENGARUH KOSENTRASI BIO-URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN PADA TANAH GAMBUT Sutrisno Sutrisno; Ahmad Mulyadi; Sri Rahayu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bio-urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan sebagai berikut: u0= tanpa bio-urin, u1= konsentrasi 2,5% , u2= konsentrasi 5,0%, u3= konsentarsi 7,5% dan u4= konsentrasi 10%. Variabel pengamatan meliputi: kehijauan daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, panjang buah dan diameter buah. Pemberian bio-urin berpengaruh pada hasil tanaman mentimun baby yaitu pada jumlah buah per tanaman dan dengan pemberian bio-urin sapi konsentrasi 2,5% per tanaman merupakan dosis yang terbaik terhadap hasil mentimun baby pada tanah gambut.       Kata kunci : Gambut, Konsentrasi Bio-Urin Sapi, Mentimun Baby      
PENGARUH METODE PEMATAHAN DORMANSI TERHADAP VIABILITAS BENIH SIRSAK MASTORA SIMANJUNTAK; wasian wasian; asnawati asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10763

Abstract

Benih sirsak merupakan benih yang memiliki kulit biji yang keras, sehingga benih sirsak merupakan benih dorman yang baru akan mulai berkecambah sekitar empat minggu setelah penyemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pematahan dormansi yang terbaik terhadap viabilitas benih sirsak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu upaya pematahan dormansi benih sirsak yang terdiri dari 6 perlakuan, yaitu: A ( Perendaman Air Selama 30 menit), B (Perendaman KNO3 3% Selama 30 menit), C (Perendaman H2SO4 8% Selama 20 menit), D (Skarifikasi + Perendaman Air Selama 30 menit), E (Skarifikasi + Perendaman KNO3 1,5% Selama 30 menit), F (Skarifikasi + Perendaman H2SO4 4% Selama 20 menit). Setiap perlakuan menggunakan 25 biji sirsak dan terdiri dari 4 ulangan. Penelitian dilakukan di laboratorium Agronomi dan dilapangan dengan membuat rumah penelitian dari plastik. Hasil analisis keragaman menunjukan bahwa semua perlakuan berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan (kadar air, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh). Semua perlakuan pada umumnya tidak mempercepat pematahan dormansi benih sirsak.

Page 2 of 4 | Total Record : 38