cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3: DESEMBER 2015" : 11 Documents clear
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE MERAH PADA TANAH GAMBUT Ratna Yulita; Iwan Sasli; Evi Gusmayanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil jahe merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di di Pontianak pada bulan Maret sampai Juni 2015, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan kompos tebu, yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu P0 (0 ton/ha), P1 (10 ton/ha), P2 (15 ton/ha), P3 (20 ton/ha), P4 (25 ton/ha), P5 (30 ton/ha). Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang (g). Hasil penelitian menunjukkan kompos ampas tebu berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun minggu ke-12 dan 16, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang. Dosis terbaik kompos ampas tebu untuk pertumbuhan dan hasil jahe merah di tanah gambut adalah 25 ton/ha.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI PELANG KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG Taruna Negara Sitepu; Ari Krisnohadi; Joni Gunawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.11904

Abstract

Evaluasi lahan adalah suatu proses pendugaan potensi dari sebidang lahan untuk suatu macam penggunaan yang telah dipertimbangkan dan untuk menerapkan alternatif penggunaan lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan pasang surut serta mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman padi di Desa Sungai Pelang Kecamantan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang serta memberikan rekomendasi untuk perbaikannya. Penelitian dimulai dari Maret sampai dengan Mei 2015. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terhadap minipit sebagai perwakilan dan hasil analisis sifat kimia tanah di laboratorium diketahui bahwa jenis-jenis tanah dikelompokan kedalam ordo Inceptisols dan digolongkan kedalam sub-group Sulfic Endoaquepts dan Typic Sulfaquepts. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman padi  menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kesesuaian lahan aktual (S3fx) dengan faktor penghambat retensi hara dan toksisitas pada SPT 1 dan (N2f) dengan faktor penghambat retensi hara pada SPT 2. Upaya evaluasi kesesuaian lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi pembuatan dan perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. 
PENGARUH BERBAGAI MEDIA DAN INOKULAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK VANDA (Vanda sp) ASAL KULTUR JARINGAN eni septiarni; agustina listiawati; sri rahayu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12234

Abstract

Komoditas hortikultura, terutama tanaman hias anggrek merupakan kebutuhan manusia dalam memenuhi kepuasaan estetika. Banyak permintaan terhadap anggrek Vanda sp akan tetapi tidak diimbangi dengan produksi bibit yang memadai. Belum banyak penelitian tentang media yang memenuhi syarat pertumbuhan anggrek Vanda sp, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media dan inokulan mikoriza yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda sp asal kultur jaringan. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang dalam bentuk Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah jenis media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu m1 media arang kayu, m2 pakis, m3 serbuk gergaji dan m4 sabut kelapa dan faktor kedua adalah inokulasi mikoriza (C) yang terdiri dari 2 taraf yaitu c1 tanpa inokulan mikoriza dan c2 dengan inokulan mikoriza 100 g. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase hidup, jumlah daun, pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun, jumlah akar, panjang akar dan persentase akar terinfeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara media dan inokulan mikoriza terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda sp asal kultur jaringan. Tanaman dengan pemberian mikoriza tumbuh lebih baik dari pada tanaman tanpa pemberian mikoriza. Perlakuan media yang baik adalah media pakis dan serbuk gergaji, dengan penambahan inokulasi mikoriza 100 g. Kata kunci : Anggrek vanda, kultur jaringan, media tanam, mikoriza
PENGARUH BERBAGAI MEDIA DAN INOKULAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK Phalaenopsis sp HASIL KULTUR JARINGAN eni kusmawati; Agustina Listiawati; Sri Rahayu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12068

Abstract

Phalaenopsis sp has attracted a lot of people due to the beauty of its shape and colorful flower. Media was needed to seed this orchid, in this research, is easy to find; for example moss, fern, kadaka, and coconut coir. The use of mycorrhizal was beneficial for the orchid growth. The purpose of this research was to obtain the best result in the provision of mycorrhizal inoculants and get the various of media that is the best for the growth of Phalaenopsis sp seed. The research was conducted on the sample terrain of Agriculture Faculty Universitas Tanjungpura. This research used two factors Complete Randomized Design (RAL). The first factors is the m1: fern; m2: moss; m3: kadaka; and m4: coconut coir. The second factors were two degree of mycorrhizal inoculants; k0: without inoculant, k1: 100g of mycorrhizal inoculant. The parameters observed were percentage of survived plants, number of leaves increase, leaves width increase, leaves lenght increase leaves clorofile, number of roots, roots length, and percentage of infected roots. The research results showed that mycorrhizal inoculant given apparent result towards the leaves width increase, leaves lenght increase, leaves clorofile, number of roots, roots length, and percentage of infected roots, the use of media given apparent results towards roots length and leaves clorofile variable. Media treatment and mycorrhizal inoculants that there are no interaction of all the variables of observation. The best result given by moss media, having the best average variables in number of roots, roots length, and percentage of infected roots.Keywords: inoculant, mycorrhizal, media, Phalaenopsis sp
STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI GUNUNG SEHAK DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Mustofa, Aly; Suryadi, Urai Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI GUNUNG SEHAK DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK   Aly Mustofa(1), Urai Edi Suryadi(2), Bambang Widiarso(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisika tanah pada beberapa penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Gunung Sehak, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Tahap pertama penelitian dilakukan dengan mengukur panjang dan kemiringan lereng. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 4 penggunaan lahan yaitu lahan kelapa sawit, karet, semak belukar dan hutan sekunder masing-masing 4 titik pengamatan dan 2 kedalaman, kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika: konsistensi, warna tanah, struktur tanah, tekstur, bobot isi, bobot jenis partikel, kadar air kapasitas lapangan, porositas total, kemantapan agregat; sifat kimia: C-Organik, N-Total, C/N rasio, pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika: konsistensi tanah pada kedalaman 0-30 cm didominasi oleh lepas dan pada kedalaman 30-60 cm didominasi oleh teguh, warna tanah pada setiap penggunaan lahan didominasi oleh tanah 7,5 yr 4/4, 7,5 yr 5/6 pada kedalaman 0-30 cm dan 7,5 yr 6/8, 7,5 yr 7/8 pada kedalaman 30-60 cm, struktur tanah didominasi oleh granular, gumpal membulat, gumpal bersudut, bobot isi pada penggunan lahan kelapa sawit kedalaman 0-30 dan hutan sekunder kedalaman 30-60 cm memiliki bobot isi yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, kadar air kapasitas lapangan pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki kadar air kapasitas lapangan yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, porositas total pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki persentase porositas total yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, persentase kemantapan agregat pada penggunaan lahan kelapa sawit, karet dan hutan sekunder termasuk dalam kriteria sangat mantap dan pada penggunaan lahan semak belukar termasuk dalam kriteria mantap ; Sifat kimia: C-Organik pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki kandungan C-Organik yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, N-Total pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 30-60 cm memiliki kandungan N-Total yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, C/N rasio pada seluruh penggunaan lahan tergolong rendah, pH tanah pada seluruh penggunaan lahan termasuk dalam kriteria masam.     Kata kunci : penggunaan lahan, sifat fisika tanah.
KAJIAN KOMPOSISI MEDIA TUMBUH UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN STEK TANAMAN LADA Juliansyah Juliansyah; Siti Hadijah; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi terbaik media tumbuh terhadap pertumbuhan stek tanaman lada dalam polybag. Penelitian dimulai dari tanggal 24 Oktober 2014 ???? 23 Januari 2015. Penelitian dilaksanakan di Desa Sendoyan Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri 10 sampel, jumlah keseluruhan sebanyak 240 tanaman. Perlakuan komposisi media tumbuh sebagai berikut : (m0) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (1:0:0), (m1) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (1:1:0), (m2) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (1:1:1), (m3) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (1:2:1), (m4) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (1:1:2), (m5) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (2:1:1).Variabel pengamatan : jumlah tunas, jumlah daun, panjang tunas (cm), voume akar (cm3), persentase stek hidup (%) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai komposisi media tanam stek lada memberikan respon yang sama terhadap semua parameter pengamatan (panjang tunas, jumlah daun, valume akar dan persentase stek hidup).
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE MERAH PADA TANAH GAMBUT Ratna Yulita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil jahe merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di di Pontianak pada bulan Maret sampai Juni 2015, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan kompos tebu, yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu P0 (0 ton/ha), P1 (10 ton/ha), P2 (15 ton/ha), P3 (20 ton/ha), P4 (25 ton/ha), P5 (30 ton/ha). Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang (g). Hasil penelitian menunjukkan kompos ampas tebu berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun minggu ke-12 dan 16, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang. Dosis terbaik kompos ampas tebu untuk pertumbuhan dan hasil jahe merah di tanah gambut adalah 25 ton/ha.
PENGARUH BERBAGAI MEDIA DAN INOKULAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK VANDA (Vanda sp) ASAL KULTUR JARINGAN eni septiarni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12232

Abstract

Komoditas hortikultura, terutama tanaman hias anggrek merupakan kebutuhan manusia dalam memenuhi kepuasaan estetika. Banyak permintaan terhadap anggrek Vanda sp akan tetapi tidak diimbangi dengan produksi bibit yang memadai. Belum banyak penelitian tentang media yang memenuhi syarat pertumbuhan anggrek Vanda sp, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media dan inokulan mikoriza yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda sp asal kultur jaringan. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang dalam bentuk Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah jenis media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu m1 media arang kayu, m2 pakis, m3 serbuk gergaji dan m4 sabut kelapa dan faktor kedua adalah inokulasi mikoriza (C) yang terdiri dari 2 taraf yaitu c1 tanpa inokulan mikoriza dan c2 dengan inokulan mikoriza 100 g. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase hidup, jumlah daun, pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun, jumlah akar, panjang akar dan persentase akar terinfeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara media dan inokulan mikoriza terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda sp asal kultur jaringan. Tanaman dengan pemberian mikoriza tumbuh lebih baik dari pada tanaman tanpa pemberian mikoriza. Perlakuan media yang baik adalah media pakis dan serbuk gergaji, dengan penambahan inokulasi mikoriza 100 g. Kata kunci : Anggrek vanda, kultur jaringan, media tanam, mikoriza
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK LENGKENG Meli Oktavia Rulinda; Patriani Patriani; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman lengkeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dengan menggunakan beberapa konsentrasi ZPT Atonik diulang sebanyak empat kali, setiap ulangan terdiri dari lima sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu k0 = kontrol, k1 = 0,05%, k2 = 0,10%, k3 = 0,15%, k4 = 0,20% dan               k5 = 0,25%. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah persentase tumbuh (%), jumlah daun (helai) dan pertambahan panjang tunas (cm). Hasil penelitian menunjukkan perendaman entris pada beberapa konsentrasi ZPT memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase tumbuh (%), jumlah daun (helai) dan pertambahan panjang tunas (cm). Konsentrasi zat pengatur tumbuh Atonik yang diberikan sebanyak 0,05%, memberikan pengaruh terbaik atau hasil yang optimal terhadap keberhasilan sambung pucuk lengkeng.
Analisis Nilai Tambah Produk Berbahan Baku Ikan Belidak Di Kecamtan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu Tresia Enah; Abdul Hamid A. Yusra; Marisi Aritonang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12113

Abstract

Abstrak Kerupuk ikan Belidak merupakan produk andalan Kabupaten Kapuas Hulu sekaligus merupakan makanan ciri khas  Kabupaten Kapuas Hulu dari zaman dahulu sampai pada saat sekarang. Produksi ikan Belidak pertahun Rata-rata sekitar 10 ton. Ikan Belidak sangat melimpah sehingga masyarakat setempat   berinisiatif untuk mengolah suatu produk baru agar mendapatkan suatu nilai tambah ikan Belidak. Kerupuk ikan Belidak diharapkan tetap berkembang dan memberikan peningkatan keuntungan bagi pihak pengusahanya dan tetap berkualitas baik, dan citarasa enak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya nilai tambah ikan Belidak yang diperoleh dari usaha pengolahan ikan Belidak menjadi kerupuk ikan Belidak dan produk mana yang lebih menguntungkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Alat analisis  Nilai Tambah metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan 40 kg bahan baku   daging ikan Belidak  80% untuk pengolahan kerupuk kering bahan baku 32 kg menghasilkan 24 kg kerupuk kering. Harga satuan untuk kerupuk kering yaitu 1 kg Rp 70.000,  dan memberikan nilai tambah sebesar Rp 30.513 per kilogram per proses produksi. Sementara 20% untuk pengolahan kerupuk basah  bahan baku  8 kg menghasilkan produk 12,5 kilogram per proses produksi. Harga satuan untuk 1 kg kerupuk basah Rp 40.000, dan memberikan nilai tambah sebesar Rp 30.157 per kilogram bahan baku. Dilihat dari Analisis Nilai Tambah Dari perbandingan dua hasil produk tersebut yang lebih menguntungkan adalah kerupuk kering. Kata kunci : Produksi,  Nilai Tambah Kerupuk ikan Belidak.

Page 1 of 2 | Total Record : 11