cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 39 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 3" : 39 Documents clear
PENGARUH ABU BOILER DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT DENGAN SISTEM JENUH AIR Ariswandi, Bonifasius; Santoso, Eddy; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63697

Abstract

Kubis bunga adalah jenis tanaman sayuran yang banyak mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Pemanfaatan tanah gambut dalam budidaya tanaman dihadapkan pada beberapa kendala berupa sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah gambut yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman. Upaya untuk meningkatkan pH tanah gambut dapat dilakukan dengan pemberian abu boiler kelapa sawit dan pupuk NPK untuk penambah unsur hara pada tanah gambut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara abu boiler dan pupuk NPK dan mendapatkan dosis terbaik antara abu boiler dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian ini dimulai dari tanggal 11 Mei sampai 24 Juli 2022 yang berlokasi di Desa Panca Roba Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis abu boiler (A) tiga taraf dan pupuk NPK (P) dengan tiga taraf perlakuan pupuk NPK (P) dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan terdiri 4 sampel tanaman sehingga total keseluruhan diperoleh 100 tanaman 108 tanaman. Faktor pertama yaitu dosis abu boiler (A) terdri dari 3 taraf yaitu:a1 = Abu boiler 10 ton/ha setara 176 g/polybag, a2 = Abu boiler 20 ton/ha setara 352 g/polybag, a3 = Abu boiler 30 ton/ha setara 528 g/polybag. Faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK (P) terdiri dari 3 taraf yaitu: p1 = NPK 300 kg/ha atau setara dengan 2,7 g/tanaman, p2 = NPK 600 kg/ha atau setara dengan 5,4 g/tanaman, p3 = NPK 900 kg/ha atau setara dengan 8,1 g/tanaman. Variabel yang diamati pada penelitan ini adalah jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), berat segar massa bunga (g) dan diameter bunga (cm). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terjadi interaksi dari abu boiler dan pupuk NPK terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian abu boiler 30 ton/ha dan pupuk NPK 900 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut.
PENGARUH TEPUNG CANGKANG SIPUT LAUT (Clypeomorus batillariaeformis L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH GAMBUT Itnu, Itnu; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63825

Abstract

Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) biasanya dikenal dengan sebutan kacang mia, dan kacang mekkah ini mempunyai beberapa keunggulan antara lain bersifat ekonomis, dapat dibudidayakan secara sederhana dan mudah serta dapat cepat di panen. Selain itu tanaman okra mengandung gizi yang cukup tinggi dan mempunyai banyak serat yang dipercaya dapat membantu pencernaan. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman salah satunya dipengaruhi oleh media tanam. Tingkat kemasaman tanah menjadi faktor pembatas dalam pengembangan gambut untuk tujuan pertanian. Upaya untuk mengatasi permasalahan tanah gambut yang masam dapat dilakukan dengan pemberiaan tepung cangkang siput laut dapat digunakan untuk meningkatkan pH tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis tepung cangkang siput laut terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletk di Jl. Reformasi Gg. Racana Untan. Penelitian ini akan dilaksanakan dari tanggal 2 Oktober 2022- 29 Desember 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu faktor pemberian tepung cangkang siput laut (A) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan 4 sampel Perlakuan. Sehingga terdapat 100 tanaman, adapun rancangan yang dimaksud adalah, a1 245,28 g/polybag,a2 367,91 g/polybag, a3 490,54 g/polybag, a4 613,17 g/polybag, a5 735,08 g/polybag. Variabel Pengamatan meliputi, Tinggi Tanaman, Volume Akar, Berat Kering Tanaman, Jumlah Buah Segar per tanaman dan Berat Buah/tanaman. hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan, Pemberian berbagai dosis tepung cangkang siput laut dapat meningkatkan pH tanah untuk pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut. Pemberian tepung cangkang siput laut dengan dosis 490,54 g/polybag meningkatkan pH tanah dari 3,00 menjadi 5,5 merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut tetapi pemberian tepung cangkang siput laut dosis 245,27 g/polybag merupakan dosis efektif untuk pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut.
PENGARUH GIBERELIN DAN JENIS NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY PADA HIDROPONIK SUMBU Hendarsyah, Milwan; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63987

Abstract

Sawi pakcoy (Brassica rapa subsp. Chinensis) merupakan jenis sayuran sawi-sawian yang termasuk dalam family Brassicaceae. Budidaya sawi pakcoy dapat dilakukan secara hidroponik untuk memaksimalkan potensi hasil. Selain itu hidroponik mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bersih serta bebas dari pestisida sehingga digemari oleh masyarakat. Produksi sawi pakcoy pada sistem hidroponik dapat dimaksimalkan dengan meningkatkan konsentrasi nutrisi yg diberikan, namun jika konsentrasi diberikan terlalu tinggi dapat membuat tanaman keracunan dan terganggu pertumbuhannya serta meningkatkan biaya akibat penambahan nutrisi, sementara itu giberelin diduga berperan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melalui percepatan pembelahan sel, sehingga pengaplikasian giberelin diharapkan mampu meningkatkan hasil sawi pakcoy yang didukung dengan jenis nutrisi yang tepat. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mencari konsentrasi giberelin yang terbaik, mengetahui jenis nutrisi yang terbaik serta mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi giberelin dan jenis nutrisi untuk pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada hidroponik sumbu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi giberelin (g) dengan 3 taraf perlakuan yaitu 0, 50 dan 100 ppm. Faktor kedua adalah jenis nutrisi (n) dengan 3 taraf perlakuan yaitu Goodplant, racikan 1 dan racikan 2. Hasil uji keragaman menunjukkan terdapat pengaruh nyata interaksi antara giberelin dan jenis nutrisi pada luas daun 2 MST. Pada perlakuan konsentrasi giberelin memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun usia 2 MST, volume akar dan berat segar tajuk tanaman. Adapun pada perlakuan jenis nutrisi memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun pada usia 4 MST, luas daun usia 3 dan 4 MST, volume akar dan berat segar tajuk tanaman. Berdasarkan Uji Duncan, diketahui bahwa interaksi berpengaruh nyata antara perlakuan konsentrasi giberelin dan jenis nutrisi terhadap tanaman sawi pakcoy yaitu pada luas daun usia 2 MST, pemberian konsentrasi giberelin 0 ppm (tanpa giberelin) pada jenis nutrisi racikan 1 merupakan perlakuan terbaik. Pengaplikasian giberelin memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, namun berpengaruh tidak nyata terhadap hasil. Sedangkan perlakuan jenis nutrisi, pada jenis nutrisi racikan 2 merupakan terbaik terhadap luas daun 3 dan 4 MST, sama baiknya dengan nutrisi racikan 1 terhadap volume akar dan berat segar tajuk tanaman.
PENGARUH BOKASI KIRINYU DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Alfikri, Fadel; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64013

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleraceae var. botrytis L) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dibudidayakan di Kalimantan Barat. Pemberian bahan organik pada tanah aluvial untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan menyerapan unsur hara serta air bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi terbaik bokasi kirinyu dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial. Penelitian dimulai dari tanggal 13 September 2022 hingga 15 November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yaitu : perlakuan pemberian bokasi kirinyu (a) terdiri dari 3 taraf yaitu : a1 = 10 ton/ha, a2 = 20 ton/ha, a3 = 30 ton/ha dan perlakuan pemberian pupuk kalium (b) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : b1 = 200 kg/ha, b2 = 300 kg/ha, b3 = 400 kg/ha. Masing"“masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuanya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 108 sampel unit pengamatan dalam penelitian. Variabel-variabel yang diamati meliputi : jumlah daun (helai), volume akar (𝑐𝑚3), berat kering tanaman (g), berat krop (g), dan diameter krop (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi kirinyu 20 ton/ha dan pupuk kalium dosis 400 kg/ha dapat meningkatkan variabel tertinggi dibaningkan perlakuan lainnya yaitu hasil rerata volume akar 34,67 cm3, berat kering 41,30 g, berat bunga 504,44 g dan diameter bunga 18,92 cm tanaman kubis bunga pada tanah aluvial.
RESPON PERTUMBUHAN SETEK LADA HUTAN TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PERANGSANG AKAR SINTETIS Indarsih, Apriyani Yuda; Sulistyowati, Henny; Arifin, Nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64567

Abstract

Lada hutan (Piper colubrinum L.) merupakan salah satu spesies lada liar. tanaman ini memiliki sifat resisten terhadap serangan jamur Phytophthora capsici penyebab penyakit busuk pangkal batang lada dan resisten terhadap nematoda (Meloidogyne incognita), sehingga tanaman lada hutan dimanfaatkan sebagai batang bawah pada grafting lada sambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan setek lada hutan terhadap pemberian berbagai jenis perangsang akar sintetis dan untuk menemukan perangsang sintetis yang paling baik terhadap keberhasilan pertumbuhan setek lada hutan. Penelitian dimulai dari tanggal 30 September sampai dengan 26 November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan perangsang akar sintetis dengan 4 ulangan pada tiap perlakuan, sehingga didapat 20 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 5 sampel setek lada hutan sehingga jumlah sampel keseluruhannya adalah 100 setek lada hutan. Perlakuan perangsang akar sintetis yang dimaksud dalam penelitian adalah p₀ = kontrol (perendaman air selama 30 menit), p₁ = Rootone-F, p₂ = Root Up, p₃ = Growtone dan p₄ = Atonik. Variabel-variabel yang diamati meliputi : persentase tumbuh setek (%), jumlah tunas (batang), panjang tunas (cm), jumlah akar (helai), panjang akar (cm) dan jumlah daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis perangsang akar sintetis maupun tanpa perangsang akar sintetis dapat digunakan dalam perbanyakan setek lada hutan. Pemberian perangsang akar Growtone menghasilkan jumlah akar terbanyak yaitu 23,5 helai, dan perangsang akar Atonik menghasilkan panjang akar terpanjang yaitu 16 cm.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK TERHADAP PEMBERIAN BOKASI LIMBAH JAMUR TIRAM DAN NPK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Jaky, Jaky; Susana, Rini; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64743

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman semusim berupa perdu berakar tunggang. Umbi lobak dapat dikomsumsi sebagai sayuran, dapat juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan, dan digunakan sebagai bahan kosmetik. Pemanfaatan tanah Podsolik Merah Kuning sebagai media tumbuh memiliki kendala seperti struktur tanah jelek, pH rendah, ketersediaan unsur hara sedikit dan kandungan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasi sifat tanah Podsolik Merah Kuning dapat dilakukan dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti penggunaan bokasi limbah jamur tiram dan NPK. Penggunaan bokasi limbah jamur tiram sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sifat fisik tanah Podsolik Merah Kuning. NPK sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sifat kimia tanah Podsolik Merah Kuning. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mencari interaksi bokasi limbah jamur tiram dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak dari tanggal 22 Mei - 6 September 2022. Penelitian ini menggunakan perlakuan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama bokasi limbah jamur tiram (B) sebanyak 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 20 ton/ha, b2 = 30 ton/ha, b3 = 40 ton/ha dan faktor kedua NPK (N) sebanyak 4 taraf perlakuan yaitu n1 = 200 kg/ha, n2 = 150 kg/ha, n3 = 100 kg/ha, n4 = 50 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar umbi, diameter umbi, panjang umbi, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal pemberian dosis bokasi limbah jamur tiram 40 ton/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning. Faktor tunggal pemberian NPK 150 kg/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN GAMBUT BERSEKAT KANAL DI DESA KUBU PADI KABUPATEN KUBU RAYA Putra, Rinto Daya; Nusantara, Rossie Wiedya; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64780

Abstract

Upaya pemulihan lahan gambut terdegradasi yaitu dengan melakukan pembasahan kembali dengan pembangunan sekat kanal pada lokasi yang mengalami degradasi. Penyekatan kanal dapat meningkatkan daya simpan (retensi) air di lahan gambut sehingga dapat mencegah penurunan permukaan air di lahan gambut atau dalam keadaan lembab. Lokasi penelitian di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Sekat Kanal 2019 (SK19), Sekat Kanal 2020 (SK20), Tanpa Sekat Kanal (TSK) dan Hutan Sekunder (HS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah gambut pada setiap lokasi yang bersekat kanal yang dibangun pada tahun 2019 dan 2020, tanpa sekat kanal dan hutan sekunder di Desa Kubu Padi Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel dengan kedalaman 0 "“ 30 cm dan pengukuran lapangan untuk kedalaman muka air tanah menggunakan piezometer. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan tahun pembangunan sekat kanal 2019 dan 2020 (SK19 dan SK20), tanpa sekat kanal (TSK) dan hutan sekunder (HS). Jumlah titik sampel yaitu 24 titik sampel (4 lokasi x 6 ulangan). Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu pH tanah, nitrogen total, fosfor tersedia, K-dd, Na-dd, Ca-dd, Mg-dd, kadar abu tanah gambut, kejenuhan basa tanah, kapasitas tukar kation, karbon organik tanah, dan C/N rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah paling tinggi yaitu 3,15 terdapat di SK19, sedangkan pH tanah terendah yaitu 2,91. Nitrogen paling tinggi di SK19 yaitu 0,35% dan SK20 terendah yaitu 0,29%. Fosfor paling tinggi terdapat di SK20 yaitu 34,29 mg/100g dan terendah di SK19 27,88 mg/100g. Kalium-dd pada SK20, TSK dan HS yaitu 0,05 cmol(+)kg-1 sedangkan pada SK19 yaitu 0,04 cmol(+)kg-1. Natrium-dd tertinggi terdapat pada TSK yaitu 0,09 cmol(+)kg-1 dan terendah di SK19 yaitu 0,07 cmol(+)kg-1. Kalsium-dd tertinggi pada TSK yaitu 0,46 cmol(+)kg-1 dan terendah pada SK19 dan HS yaitu 0,22 cmol(+)kg-1, sedangkan pada SK20 yaitu 0,24. Magnesium-dd tertinggi pada TSK yaitu 0,42 cmol(+)kg-1 dan terendah pada HS yaitu 0,18 cmol(+)kg-1. Kadar abu tertinggi pada TSK yaitu 0,81 % dan terendah pada SK19 0,31 %. Kejenuhan basa tertinggi pada TSK yaitu 3,81 % dan terendah pada SK19 yaitu 1,96 %. KTK tertinggi pada TSK yaitu 30,15 mg/100g dan terendah pada SK20 yaitu 23,38 mg/100g. C-Organik tertinggi pada SK19 yaitu 57,81 % dan terendah pada TSK yaitu 57,52 %. C/N Rasio tertinggi pada HS yaitu 43,47 dan terendah pada SK20 yaitu 38,07.
STUDI MIKORIZA ARBUSKULAR PADA BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN KERING DI DESA KEPAYANG KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH Huziarti, Rahmadila; Umran, Ismahan; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64812

Abstract

Mikoriza arbuskular adalah salah satu mikroba tanah yang mempunyai peranan penting dalam menyuburkan tanah apabila terjadi assosiasi simbiotik yang efektif antara akar tanaman dengan mikoriza sehingga dapat meningkatkan pengambilan fosfor (P), air, dan nutrisi lainnya bagi tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan populasi Mikoriza arbuskular pada tiga tipe pemanfaatan lahan kering. Setiap lokasi akan dipilih plot seluas 40 m x 5 m yang homogen dan tidak tergenang, selanjutnya lokasi yang telah dipilih dibagi menjadi 3 bagian (I, II, dan III) sehingga didapatkan masing-masing berukuran 13,3 m x 5 m, setiap bagian ditentukan plot untuk pengambilan sampel tanah. Tanah diambil dari kedalaman 0-20 cm pada plot kuadrat ukuran 0,5 m x 0,5 m. Teknik mengisolasi fungi mikoriza arbuskular menggunakan metode kombinasi antara Teknik tuang saring basah, kemudian dilanjutkan analisis statistika dengan uji One Way Anova. Hasil penelitian ini menunjukkan populasi fungi MA ditemukan pada semua tipe pemanfaatan lahan kering (semak belukar, kebun kelapa sawit, hutan sekunder). Jumlah indeks keragaman tertinggi terdapat pada tipe pemanfaatan lahan semak belukar yaitu 2,00 dengan jumlah kemerataan jenis 0,64. Jumlah dan jenis spora pada ketiga tipe pemanfaatan lahan kering ditemukan 3 genus yaitu Glomus, Gigaspora, Acaulospora, sedangkan genus fungi yang paling banyak mendominasi adalah Glomus. Hasil uji analisis Anova (one-way) perbedaan yang nyata pada glomus dengan p-value 0.028, sedangkan Acaulospora dan Gigaspora menunjukkan tidak berbeda nyata. Perbedaan yang nyata pada glomus kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata dan didapatkan hasil nilai tertinggi yaitu pada hutan sekunder.
Pengaruh Tepung Cangkang Telur dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung pada Tanah Gambut Randi, Randi; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64902

Abstract

Produktivitas Terung di Kalimantan Barat secara masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan produktivitas nasional pada tahun 2020. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa produksi terung di Kalimantan Barat tahun 2020 sebesar 77. 254 ton dengan produktivitas mencapai 3,77 ton/ha, jumlah ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan produksi nasional pada tahun yang sama. Usaha untuk meningkatkan produktivitas terung di Kalimantan Barat adalah dengan memaksimalkan potensi lahan yang tersedia. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman terung dihadapkan pada kendala tingkat kesuburan yang rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan penambahan tepung cangkang telur untuk meningkatkan pH tanah gambut. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan dosis interaksi antara tepung cangkang telur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil terung pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Kecamatan Pontianak Tenggara dengan ketinggian tempat 1 mdpl. Penelitian ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dimulai pada tanggal 01 Februari "“ 10 April 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan pola faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu Tepung Cangkang Telur (T) dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (P). Masing "“ masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel sehingga terdapat 81 tanaman. perlakuan yang dimaksud yaitu faktor pertama dengan 3 taraf yaitu 12 g/polybag; 16 g/polybag dan 20 g/polybag. Faktor kedua terdiri dari 3 taraf yaitu 7,5 g/tanaman; 10 g/tanaman dan 12,5 g/tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, luas daun, jumlah buah, berat buah per buah, berat buah per tanaman, panjang buah dan diameter buah. Data hasil pengamatan di analisis seara statistik dengan menggunakan varians (uji F taraf 5%). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian tepung cangkang telur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil terung pada tanah gambut dan tepung cangkang telur dosis 8 ton/ha setara dengan 16 g/polybag dan pupuk NPK dosis 400 kg/ha setara dengan 10 g/tanaman memberikan pertumbuhan dan hasil terung yang terbaik pada tanah gambut.

Page 4 of 4 | Total Record : 39