cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KEBUN RAYA SAMBAS Cindy Lusiani, Ari Krisnohadi, Urai Edi Suryadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.55358

Abstract

ABSTRAKKebun Raya Sambas merupakan kawasan hutan sekunder yang diperuntukkan sebagai area konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan koleksi tumbuhan yang memiliki beberapa ekosistem didalamnya antara lain hutan dataran rendah dan riparian. Kebun Raya Sambas memiliki kondisi topografi yang bervariasi. Lereng yang semakin curam akan menyebabkan peningkatan kecepatan aliran permukaan dan volume air permukaan semakin besar, sehingga tanah yang terangkut akan lebih banyak jika tidak mendapatkan pengelolaan yang baik. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan pemetaan menggunakan sistem informasi geografis yang memudahkan dalam menhubungkan data pada suatu titik tertentu di bumi, serta menggabungkan dan menganalisanya.Tujuan dari penelitian ini diantaranya menghitung pendugaan erosi berdasarkan rumus USLE, menghitung erosi yang diperbolehkan, menetapkan  tingkat bahaya erosi dan memetakan tingkat bahaya erosi menggunakan aplikasi SIG. Sampel yang diambil dari penelitian ini berdasarkan data topografi lahan, penggunaan lahan, dan jenis tanah. Setiap satuan lahan terdapat satu titik sampel, dan diambil pada kedalaman 0-30 cm. Penetapan lokasi sampling menggunakan metode acak, sedangkan analisa hasil data menggunakan metode USLE (Universal Loss Soil Equation). Dalam penentuan tingkat bahaya erosi diperlukan data : erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, pengelolaan tanaman dan konservasi tanah.Kebun Raya Sambas memiliki iklim yang sangat basah, topografi mulai dari datar hingga agak curam, penggunaan lahan hutan sekunder, dan terdapat 4 jenis tanah diantaranya : Typic Hapludults, Typic Endoaquepts, Typic Kandiudults, dan Typic Udipsamments. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Raya Sambas memiliki nilai erosi tertinggi sebesar 116,95 ton/ha/th dan nilai erosi yang paling rendah ialah 38,98 ton/ha/th, dan erosi yang diperbolehkan sebesar 33,60 ton/ha/th sampai dengan 54 ton/ha/th. Penelitian juga menunjukan terdapat dua kelas tingkat bahaya erosi, yaitu kelas rendah dengan luas 81,74 hektar dan kelas sedang dengan luas 77,82 hektar. Pada tingkat bahaya erosi sedang memiliki volume erosi lebih besar daripada erosi yang diperbolehkan sehingga perlu tindakan konservasi tanah berupa pembuatan teras datar pada kemiringan <3%, teras kridit pada kemiringan lereng 3%-10% dan teras guludan pada kemiringan lereng 10-60%. Kata Kunci : Kebun Raya Sambas, Erosi, Metode USLE
PENGARUH KOMPOS LIMBAH MEDIA JAMUR TIRAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA TANAH ALUVIAL Yandi Arman; Astina .; Henny Sulistyowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5921

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kompos limbah media jamur tiram yang terbaik untuk hasil tanaman kacang tanah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dengan lama penelitian selama 5 bulan, dimulai dari tanggal 18 September 2013 sampai tanggal 20 Januari 2014. Rancangan penelitian  menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5  perlakuan yaitu k1 (5 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 91,6 gram/lubang tanam), k2 (10 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 183 gram/lubang tanam), k3 (15 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 274,7 gram/lubang tanam), k4 (20 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 366,3 gram/lubang tanam) dan k5 (25 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 457,9 gram/lubang tanam), setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar (cm3), berat kering tanaman(g), jumlah polong isi per petak (polong), berat biji kering per petak (g) dan berat 100 biji kering (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa k5 (25 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 457,9 gram/lubang tanam) memberikan hasil tertinggi pada semua variabel pengamatan. Kata  kunci: aluvial, hasil, kacang tanah, kompos limbah media jamur tiram.
ISIKAN JUDUL BERBAHASA INGGRIS Hadi Ikhlas Normansyah; ******* ******* *******
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.33579

Abstract

ISIKAN ABSTRACT BAHASA INGGRIS (mulai dari abstract sampai keyword)
PERANAN KOMBINASI LUMPUR MERAH DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K, DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA TANAH GAMBUT Dandi Kristino, Denah Suswati, Rinto Manurung
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53597

Abstract

ABSTRAK Tanah gambut merupakan tanah hasil akumulasi timbunan bahan organik yang terbentuk secara alami dalam jangka waktu yang lama. Bahan organik tersebut berasal dari pelapukan vegetasi yang tumbuh di sekitarnya dan lahan gambut berasal dari endapan bahan organik yang terbentuk karena pengaruh hujan yang tinggi dan genangan air. Proses dekomposisi tanah gambut belum terjadi secara sempurna karena keadaan gambut yang selalu jenuh air dan menyebabkan tanah gambut memiliki kesuburan serta pH yang rendah. Tanaman jagung merupakan komoditas pangan terpenting kedua setelah  padi. Upaya untuk memperbaiki pH tanah, ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah gambut maka perlu dilakukan dengan menggunakan lumpur merah dan pupuk kandang sapi. Pemanfaatan lahan gambut sebagai media tanam, mempunyai beberapa kendala yakni pH tanah yang rendah dan kurangnya kandungan hara. Keasaman tanah yang optimal sebagai syarat tumbuh tanaman jagung berkisar 5,5- 6,5. Tanaman jagung juga membutuhkan unsur hara esensial terutama Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K)  dalam  jumlah  yang  besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi lumpur merah dan pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah gambut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan 9 taraf kombinasi perlakuan lumpur merah dan pupuk kandang sapi. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, maka terdapat 27 unit percobaan. Dosis perlakuan lumpur merah dengan kode ‘R’ terdiri dari: R1:50    g/polybag (2 ton/ha), R2: 100 g/polybag (4 ton/ha), R3: 150 g/polybag (6 ton/ha). Dosis perlakuan pupuk kandang sapi dengan kode ‘S’ terdiri dari: S1: 500 g/polybag (20 ton/ha), S2: 1.000 g/polybag (40 ton/ha), S3: 1.500 g/polybag (60 ton/ha). Parameter yang diamati adalah Reaksi Tanah (keasaman Tanah), C- organik   Tanah, Nitrogen (N) Total tanah, Fosfor (P) Tersedia, Kalium (K) Tersedia, Tinggi Tanaman Jagung, Diameter Batang Jagung, dan Jumlah Daun. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan R1S3 lumpur merah 50 g (2 ton/ha) dan pupuk kandang sapi 1.500 g (60 ton/ha) dapat meningkatkan pH tanah, nitrogen total, fospor tersedia, kalium tersedia sebesar34-97%, menurun karbon organik tanah sebesar 97% dan meningkatkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun) sebesar17-81%. Kata Kunci: Lumpur Merah, Pupuk Kandang Sapi, Ketersediaan Hara, TanamanJagung, Tanah Gambut.
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA DI TANAH ALUVIAL Walanda, Nadia; Sasli, Iwan; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70292

Abstract

Budidaya tanaman okra di tanah aluvial dihadapkan oleh beberapa kendala, yaitu berupa rendahnya pH dan unsur hara yang terdapat di tanah aluvial sehingga menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra tidak optimal. Salah satu Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan pemberian tepung cangkang telur ayam yang berpotensi sebagai subtitusi kapur dolomit yang dapat menetralisir pH pada tanah aluvial serta pemberian pupuk NPK yang berperan dalam menyediakan unsur hara esensial yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis terbaik dari pemberian tepung cangkang telur ayam dan pupuk NPK yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2023 sampai 29 Mei 2023 yang berlokasi di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 Faktor yaitu dosis tepung cangkang telur ayam (T) dengan 3 taraf perlakuan dan pupuk NPK (N) dengan 3 taraf perlakuan.   Penelitian ini terdiri dari 3 ulangan dan 4 sampel dengan jumlah total 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari faktor pertama dosis tepung cangkang telur ayam (T) yaitu t0 = tanpa tepung cangkang telur, dan t1 = 0,53 ton/ha atau setara dengan 2 gram/polybag, t2 = 1,04 ton/ha atau setara dengan 4 gram/polybag; dan faktor kedua dosis perlakuan pupuk NPK (N) yaitu n1 = 200 kg/ha setara dengan 4 gram/tanaman, n2 = 350 kg/ha setara dengan 7 gram/tanaman dan n3 = 500 kg/ha setara dengan 10 gram/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm2), Volume Akar (cm3), Berat kering (gram), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah perbuah (gram), berat buah pertanaman (gram).
Pengaruh Perlakuan Pupuk Kandang Sapi dan Biochar terhadap Ketersediaan Hara Makro dan Pertumbuhan Jagung Manis pada Tanah Pasca PETI Sulakhudin Urai Edi Suryadi Juhari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47320

Abstract

ABSTRAKPermintaan jagung manis semakin meningkat setiap tahunnya, satu di antara upaya untuk meningkatkan produksi jagung manis adalah memanfaatkan lahan yang kurang optimal seperti tanah pasca penambangan emas tanpa izin (PETI). Tanah ini berpotensi untuk dijadikan lahan pengembangan tanaman jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang sapi dan biochar terhadap ketersediaan hara makro dan pertumbuhan tanaman jagung manis pada tanah pasca PETI. Penelitian ini merupakan percobaan dua faktor yang disusun dalam rancangan acak lengkap faktorial (RALF). Faktor pertama adalah pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 4 taraf dosis yaitu perlakuan tanpa pupuk kandang sapi (P0), pupuk kandang sapi 20 ton/ha (P1), 40 ton/ha (P2) dan 60 ton/ha (P3). Faktor kedua adalah biochar (B) yang terdiri dari 4 taraf dosis yaitu perlakuan tanpa biochar (B0), biochar 6 ton/ha (B1), 12 ton/ha (B2) dan 18 ton/ha (B3). Percobaan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang sapi 60 ton/ha terbaik dalam meningkatkan ketersediaan fosfor, kalium ,magnesium dan kejenuhan basa. Pemberian biochar dosis 12 ton/ha terbaik dalam meningkatkan ketersediaan fosfor, kalium dan kalsium. Kombinasi pupuk kandang sapi dan biochar belum mampu memacu pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun.                                                                                                Kata Kunci: Biochar, Jagung Manis, Ketersediaan Hara, Pupuk Kandang Sapi, Tanah Pasca PETI.
PENGARUH PERANGSANG AKAR ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MELADA (Piper colubrinum L.) Helena Anjeli; Sarbino Sarbino; Nur Arifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64574

Abstract

Melada (Piper colubrinum L.) famili piperaceae berhabitus perdu yang resisten Phytophthora capsici digunakan sebagai batang bawah penyambungan dengan tanaman lada. Melada adalah spesies piper yang paling besar persentase perakarannya berkisar 82,24 %, pertumbuhannya cepat sehingga efektif jika diperbanyak secara stek batang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perangsang akar alami terhadap pertumbuhan stek melada. Penelitian ini dilaksanakan didalam green house Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak dari tanggal 30 September - 30 November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu K = rootone-F (kontrol), A = bawang merah 75%, B = air kelapa 75%, C = daun kelor 75%, D = urine sapi 75%. Variabel yang diamati adalah persentase tumbuh, jumlah daun, jumlah tunas, waktu muncul tunas, panjang tunas, panjang akar, jumlah akar dan volume akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian zat perangsang akar alami ekstrak daun kelor dan air kelapa dengan konsentrasi 75% lebih efektif sebagai pengganti zat perangsang akar sintetis dalam meningkatkan persentase tumbuh pada stek tanaman melada.
Uji Ketahanan Beberapa Varietas Padi terhadap Patogen Blas (Pyricularia oryzae) irwan anshari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44219

Abstract

Blas disease caused by P. oryzae fungus is one of the main diseases that attack rice crops in Indonesia, Blas disease was previously known to attack gogo rice only Currently the blas disease spread of and already attacked rice fields. The research aims to test the resistance of some rice varieties to blas disease (P. oryzae). The rice varieties used are Pandan Wangi, Ketupat, Pulut Putih, Inpari 32, and Ciherang. Pathogen inoculation is carried out by spraying konidia suspense and pure breeding. The attack of blas disease pathogen on Ciherang rice varieties is the highest reaching 46.67% - 100% (spray and paste) and the lowest attack 0% on rice varieties of rice fields (fragrant rice, white pulut, and ketupat), after the onset of symptoms is calculated at 6-10 days after inoculation.
PERSEPSI ANGGOTA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KUD “SEPUDAK” DI DESA GALING KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS nurul fidhea yeni; Abdul Hamid A Yusra; imel da
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.6711

Abstract

Koperasi Unit Desa “SEPUDAK” merupakan salah satu KUD yang didirikan dengan tujuan untuk memajukan kesejahteraan ekonomi dan kegiatan usaha anggota dan jajarannya. Akan tetapi saat ini KUD “SEPUDAK” menghadapi kendala dalam pengembangannya, baik dari sumber daya manusia (SDM) dan, sumber daya modal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi anggota tertadap kualitas pelayanan KUD “SEPUDAK” di Desa Galing Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (porpusive sampling) yaitu di Desa Galing dengan pertimbangan bahwa Desa Galing merupakan tempat berdirinya KUD “SEPUDAK” dan merupakan KUD yang memegang peranan utama dalam menyalurkan sarana produksi pertanian. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden dari  255 populasi yang rata-rata anggotanya adalah petani. Hasil penelitian tentang persepsi anggota terhadap kualitas pelayanan yang di analisis berdasarkan lima dimensi. Terdapat empat dimensi menunjukkan kategori kurang baik dengan rata-rata skor masing-masing dimensi yakni: dimensi bukti langsung sebesar 75 persen, dimensi kepedulian sebesar 72,68 persen, dimensi kehandalan sebesar 63,57 persen, dan dimensi daya tanggap sebesar 70,5 persen, sedangkan untuk dimensi jaminan berada dalam kategori baik dengan skor sebesar 78 persen.   Kata Kunci : Persepi, Kualitas Pelayanan, KUD “SEPUDAK”
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KASCING DAN NPK PADA TANAH GAMBUT Ainun Fitriah; Siti Hadijah; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57963

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum, Mill.) merupakan sayuran yang memiliki permintaan tinggi dipasaran karena termasuk jenis sayuran yang multiguna sebagai sayuran, bumbu masak hingga bahan kosmetik. Upaya perbaikan sifat tanah gambut dapat dilakukan melalui penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik untuk menghasilkan produksi tomat yang maksimal yaitu dengan pemberian kascing dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dosis pupukkascing dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan danhasil tanaman tomat pada tanah gambut. Penelitian dimulai dari tanggal 18 Maret 2022 hingga 23 Mei 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalahRancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Kombinasiperlakuan yang dimaksud terdiri dari k1n1 = 5 ton/hapupuk kascing dan 200 kg/ha NPK, k1n2 = 5 ton/ha pupuk kascing dan 300 kg/ha NPK, k1n3 = 5 ton/ha pupuk kascing dan 400 kg/ha NPK, k2n1 = 10 ton/ha pupuk kascing dan 200 kg/ha NPK, k2n2 = 10 ton/hapupuk kascing dan 300 kg/ha NPK, k2n3 = 10 ton/hapupuk kascing dan 400 kg/ha NPK, k3n1 = 15 ton/ha pupuk kascing dan 200 kg/ha NPK, k3n2= 15 ton/ha pupuk kascing dan 300 kg/ha NPK, dan k3n3= 15 ton/ha pupuk kascingdan 400 kg/ha NPK. Variable yang diamati meliputi :tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kerigtanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat perbuah (g), dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil Interaksi dosis yang efisien terdapat pada pupuk kascing 5 ton/ha dan NPK 200 kg/ha dalam meningkatkan hasil tanaman tomat pada tanah gambut.  Kata Kunci : gambut, NPK, pupuk kascing, tomat