cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL KEBUN KELAPA SAWIT DESA PANGKALAN SUKA KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG Bambang Wicaksono; Sulakhudin Sulakhudin; Rinto Manurung
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64124

Abstract

Kelapa sawit selama 20 tahun terakhir menjadi andalan ekspor dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit khususnya di lokasi penelitian di Desa Pangkalan Suka. Petani kelapa sawit di desa ini memiliki perkebunan kelapa sawit mandiri namun produksinya rendah dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang sifat tanah dan pemberian pupuk yang sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman kelapa sawit. Penelitian status kesuburan pada beberapa kelerengan di tanah ultisol perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada perkebunan kelapa sawit dan menghitung dosis pupuk untuk memberikan saran pemupukan tanaman kelapa sawit. Lokasi penelitian berada di Desa Pangkalan Suka Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang. Penelitian berlangsung selama 4 bulan. Penelitian ini melihat perbedaan karakteristik sifat kimia tanah pada lereng yang berbeda di perkebunan kelapa sawit. Bahan penelitian yang digunakan adalah sampel tanah, peta administrasi desa, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, peta kelas lereng, peta topografi, peta lokasi titik pengamatan, data curah hujan Kabupaten Ketapang periode 2015-2019 dan bahan bahan kimia lainya untuk keperluan analisis sifat kimia tanah di laboratorium. Lokasi penelitian memiliki status kesuburan yang rendah hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor pembatas yaitu kandungan C-Organik tanah dan rendahnya N-total tanah. Ketersediaan bahan organik dalam tanah sangat mempengaruhi ketersediaan unsur hara dalam tanah. Rendahnya Unsur hara dalam tanah perlu dilakukan penambahan saran pemupukan tanaman kelapa sawit pada setiap lokasi. Saran pemupukan di kelerengan 0-3% yaitu Urea 0,87 Kg/pohon, SP-36 0,76 Kg/pohon dan MOP 2,96 Kg/pohon. Saran pemupukan di kelerengan 3-8% yaitu Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,68 Kg/pohon dan MOP 4,3 kg/pohon kemudian di kelerengan 8-15% Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,49 kg/pohon dan MOP 4,8 kg/pohon.
STATUS KUALITAS AIR DI WILAYAH PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK wahyu adi arto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7591

Abstract

ABSTRACT One of the natural resources utilization can be conducted from mining sector, both in a legal and an illegal. The mining which common conducted by the society is Non Authorization Gold Mining. Generally, people conduct the PETI activity in a river, that will bring negative impacts as the water pollution. The objective of this study was to know the physics and chemistry of water quality as a result of PETI in the Mandor River. The water quality parameters such as pH, Temperature, DO( Disolved Oxygen) ,COD (Chemical Oxygen Demand, TSS (Total Suspended Solid) and Mercury. The other parameter that was measured as the water debit by using current meter, and brightness of the water which was estimated by using secci disk. The results showed that based on the high values of mercury, TSS and COD of Mandor River does not meet PP 82 Tahun 2001 of government. While the pH of the river water from up stream to down stream is still in normal condition. The results showed There was also the relation among total suspended solid and brightness of the water. Key words : Non Authorization Gold Mining, water quality. ABSTRAK Pemanfaatan sumberdaya alam salah satunya dapat dilakukan melalui sektor pertambangan, baik secara legal maupun ilegal. Bentuk penambangan yang umum dilakukan masyarakat adalah Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Umumnya, masyarakat melakukan kegiatan PETI di sungai, sehingga dapat menimbulkan dampak negatif diantaranya adalah pencemaran air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisika dan kimia air akibat penambangan emas liar atau tanpa izin pada Daerah Aliran Sungai Mandor. Pengukuran kualitas air seperti pH, temperatur, oksigen terlarut (DO: Disolved Oxygen), COD ( Chemical Oxygen Demand ), Padatan Tersuspensi ( Total Suspended Solid / TSS ) dan Merkuri. Data pendukung lainnya yang diukur adalah debit air dan kecerahan air dimana kecepatan arus diukur dengan current meter dan kecerahan menggunakan secci disk. Hasil Pengamatan menunjukan bahwa berdasarkan tingginya kandungan merkuri, TSS dan COD air Sungai Mandor tidak memenuhi PP 82 Tahun 2001 yang ditetapkan pemerintah. Sedangkan pH air sungai Mandor dari hulu sampai hilir masih dalam keadaan normal. Hasil menunjukan pula adanya keterkaitan parameter antara padatan tersuspensi dan kecerahan air. Kata kunci: Pertambangan Emas Tanpa Izin, kualitas air
PENGARUH PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Parizal Parizal; Dwi Zulfita; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60211

Abstract

Kedelai edamame merupakan sayuran bernilai komersial tinggi di Indonesia, terlebih setelah kepopuleran Edamame sebagai camilan. Kedelai yang berasal dari Jepang ini berbeda dengan kedelai lain, yaitu bijinya lebih besar, teksturnya lebih halus, rasanya lebih manis, dan lebih mudah dicerna. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial, dan mendapatkan  dosis interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian ini  dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, yang mulai dari tanggal 12 juli sampai 12 september 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama  yaitu pupuk kandang burung puyuh (b) yang terdiri 3 taraf perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk NPK (p) juga terdiri dari 3 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah :Faktor pertama adalah pupuk kandang burung puyuh (b) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: b1 = 10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag, b2 = 20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag, b3 = 30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (p) yang juga terdiri dari 3 taraf yaitu: p1 = 200 kg/ha setara dengan 1 g/polybag,p2 = 300 kg/ha setara dengan 1,5 g/polybag, p3 = 400 kg/ha setara dengan 2 g/polybag. Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong segar, berat polong segar, jumlah polong isi, jumlah polong hampa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang burung puyuh dan NPK dalam meningkatkan jumlah cabang produktif kedelai edamame pada tanah aluvial, namun tidak ditemukan dosis pupuk kandang burung puyuh dan NPK yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame yang terbaik tanah aluvial tetapi pemberian pupuk kandang burung puyuh dosis 10 ton/ha dan NPK dosis 200 kg/ha efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial.Kata kunci : Hasil dan Pertumbuhan, Kedelai Edamame, NPK, Pupuk Kandang Burung Puyuh, Tanah Aluvial
STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH PASANG SURUT DI DESA PODORUKUN KABUPATEN KAYONG UTARA Rahayu, Suryani Endah; Riduansyah, Riduansyah; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.75801

Abstract

 Lahan pasang surut merupakan lahan yang rezim airnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut atau sungai. Pemanfaatan lahan pasang surut sebagai lahan sawah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah sawah pasang surut di Desa Podorukun Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan pengambilan sampel tanah dilakukan pada empat lahan sawah dengan luas ± 1 ha. Setiap lokasi diambil 5 titik subsample tanah menggunakan metode diagonal dengan kedalaman 0-20 cm, dan dikompositkan per masing-masing lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH tanah pada lokasi penelitian berkisar antara 4,65-4,96 termasuk kriteria masam, Karbon organik tanah berkisar antara 4,37-8,40% termasuk kriteria tinggi dan sangat tinggi, Nitrogen total tanah berkisar antara 0,33-0,66% termasuk kriteria sedang sampai tinggi, Fosfor total tanah berkisar antara 7,76-14,47 mg/100gr termasuk kategori rendah, Fosfor tersedia tanah berkisar antara 2,99-21,19 ppm termasuk kategori sangat rendah sampai sedang,Kalium total tanah berkisar antara 9,18-12,41 mg/100gr termasuk kategori sangat rendah sampai rendah, Kalium tersedia tanah berkisar antara 0,10-0,24 cmol(+)kg-1 termasuk kategori sangat rendah, KTK tanah berkisar antara 104,07-173,64 cmol(+)kg-1 termasuk kategori sangat tinggi dan Kejenuhan basa berkisar antara 1,38-2,87 % termasuk kategori sangat rendah. Status kesuburan tanah pada empat lokasi penelitian berada para kriteria rendah.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL Yeni Oktavia; Dini Anggorowati; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49257

Abstract

ABSTRAKTerung (Solanum melongena)  adalah jenis sayuran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan tanah Aluvial sebagai media tumbuh untuk budidaya terung gelatik dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti kesuburan yang bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya dengan ketersediaan unsur hara yang umumnya rendah. Upaya mengatasi kekurangan unsur hara pada tanah aluvial dapat dilakukan dengan penambahan Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil  terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Gang Asia Jaya, Jalan Harapan Jaya Kota Baru Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor dengan 5 taraf perlakuan konsentrasi Pupuk Organik Cair yaitu p1 = 1 ml/liter; p2 = 2 ml/liter; p3 = 3 ml/liter; p4 = 4 ml/liter; p5 = 5 ml/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman 2 mst, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun,volume akar, waktu berbunga, berat kering tanaman, tinggi tanaman 3 mst, tinggi tanaman 4 mst , jumlah buah pertanaman, berat per buah dan berat buah. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada pemberian Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul dengan konsentrasi 3 ml/liter menghasilkan tinggi tanaman terung gelatik sebesar 7,43 cm. Kata Kunci: Aluvial, Pupuk Organik Cair, Terung Gelatik
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN LAYANG (Decapterus ruselli) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT Desy Arischa; FX Widadi Padmarsari Soetignya; Fitra Wira Hadinata
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66803

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat yang didominasi ikan pelagis kecil yaitu Ikan Selar, Tembang, Kembung, Cumi-cumi, dan Layang. Panjang Ikan Layang dapat mencapai 20-25 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menentukan 2 buah kapal purse seine (10%) dari 40 buah kapal yang dioperasikan. Hasil penelitian rasio kelamin selama penelitian secara keseluruhan jantan (M) : betina (F) = 1,71:1 dengan berdasarkan nilai hitung chi square menunjukkan hasil X2hitung (17,8) > X2tabel (7,81) yang berarti nilai hitung lebih besar dari nilai tabel, sehingga proporsi ikan jantan dan ikan betina tidak seimbang. Tingkat kematangan gonad terhadap ukuran pertama kali matang gonad jantan ukuran 14.8-22.4 cm dan betina ukuran 15.6-22.2 cm dengan komposisi telah dewasa dan layak tangkap. Nilai IKG Ikan Layang tertinggi ditemukan pada Bulan Juni dengan Ikan Layang jantan berkisar 0,09%-2,24% dan Ikan Layang betina berkisar 0,33%-3,83%. Fekunditas total pada tingkat TKG IV sebanyak 33 ekor secara keseluruhan berkisar 1566-50909 butir telur. Penangkapan ikan memperhatikan musim penangkapan dengan upaya pengelolaan perikanan diperlukan untuk pengawasan sumberdaya ikan yang dieksploitasi dengan memikirkan jumlahnya dimasa yang akan datang.
PENGARUH DOSIS KOMPOS KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG PADA TANAH BEKAS TAMBANG BAUKSIT Rendi Wijaya; Warganda .; Elly Mustamir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos kulit pisang terhadap pertumbuhan dan hasil terong pada bekas tanah tambang bauksit. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kuburaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 4 ulangan, masing masing ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 80 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : a1 = pemberian kompos kulit pisang 1000 g , a2 = 1500 g, a3= 2000 g, a4 = 2500 g, a5 = 3000. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kulit pisang berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman, panjang rerata buah tanaman dan berat kering per tanaman. Tetapi pemberian kompos kulit pisang berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar,berat buah pertanaman. Pemberian kompos kulit pisang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong . Dosis Kompos Kulit Pisang 2000 g menjadi dosis yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Kata Kunci : kompos kulit pisang, terong, tanah bekas tambang bauksit (overburden)
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT DI LAHAN PASANG SURUT SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Sona, Liliana; Nurjani, Nurjani; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77599

Abstract

Tomat (Lycopersium esculentum Mill.) merupakan produk hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari pupuk hayati dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lahan pasang surut sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, berlangsung pada bulan Mei hingga Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari   2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk hayati   terdiri dari 3 taraf perlakuan   5, 10 dan 15 ml/L air   dan   faktor kedua adalah pupuk kandang ayam dengan 3 taraf perlakuan 10, 20   dan 30 ton/ha dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap variabel berat kering tanaman dan berat buah per tanaman. Serta berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman, diameter batang, volume akar, luas daun, jumlah buah per tanaman dan berat per buah. Pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel penelitian dan interaksi antara pupuk hayati dan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati konsentrasi 15 ml/L air dan pupuk kandang ayam dosis 10 ton/ha merupakan dosis interaksi terbaik terhadap pertumbuhan tanaman tomat di lahan pasang surut sistem budidaya jenuh air sedangkan pemberian pupuk hayati konsentrasi 5 ml/L air merupakan dosis terbaik terhadap hasil tanaman tomat di lahan pasang surut sistem budidaya jenuh air.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakchoy pada Tanah Gambut Apriana Bella; Dwi Zulfita; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49580

Abstract

Peningkatan produksi sawi pakchoy pada tanah gambut perlu diimbangi dengan teknik budidaya yang baik, salah satunya dengan mengaplikasikan POC daun lamtoro sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC daun lamtoro yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pakchoy pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian dimulai dari tanggal 18 Agustus sampai 4 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). POC daun lamtoro diaplikasikan dengan berbagai konsentrasi. Perlakuan yang dimaksud adalah p1( 5 ml/liter air ); p2 (10 ml/liter air); p3 (15 ml/liter air); p4 (20  ml/liter air); p5 (25  ml/liter air). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga tanaman sampel seluruh nya yaitu 100 tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC daun lamtoro dengan konsentrasi 20 ml/liter air secara umum dapat memberikan pertumbuhan dan hasil pakchoy yang terbaik pada tanah gambut, tetapi dengan pemberian POC daun lamtoro konsentasi 15 ml/liter air sudah efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil pakchoy pada tanah gambut. Kata Kunci : POC daun latoro, sawi pakchoy, tanah gambut
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE MERAH PADA TANAH GAMBUT Ratna Yulita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil jahe merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di di Pontianak pada bulan Maret sampai Juni 2015, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan kompos tebu, yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu P0 (0 ton/ha), P1 (10 ton/ha), P2 (15 ton/ha), P3 (20 ton/ha), P4 (25 ton/ha), P5 (30 ton/ha). Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang (g). Hasil penelitian menunjukkan kompos ampas tebu berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun minggu ke-12 dan 16, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang. Dosis terbaik kompos ampas tebu untuk pertumbuhan dan hasil jahe merah di tanah gambut adalah 25 ton/ha.