cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH BOKASHI AMPAS TEBU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Agustina, Eka Putri; Pramulya, Muhammad; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70727

Abstract

Penggunaan tanah aluvial sebagai media tanam memiliki beberapa tantangan, seperti struktur tanahnya yang padat dan kandungan hara yang rendah. Terlepas dari masalah ini, upaya telah dilakukan untuk memperbaiki tanah aluvial dengan menambahkan bokashi ampas tebu dan pupuk NPK. Penelitian ini dilakukan di Jalan Reformasi Gg. Struktur Untan. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) mengetahui adanya interaksi antara bokashi ampas tebu dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial dan (2) mendapatkan dosis terbaik bokashi ampas tebu dan NPK untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu faktor bokashi ampas tebu (K) dan faktor pupuk NPK (P). Setiap faktor memiliki tiga taraf perlakuan, dan setiap perlakuan diulang tiga kali dengan empat sampel per perlakuan. Faktor ampas tebu bokashi (K) meliputi perlakuan sebagai berikut: k1 = 15 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, dan k3 = 25 ton/ha. Faktor pupuk NPK (P) meliputi perlakuan sebagai berikut: P1 = 200 kg/ha, P2 = 300 kg/ha, dan P3 = 400 kg/ha. Beberapa variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain jumlah daun, umur muncul bunga (HST), diameter tanaman (cm), berat kering tanaman (g), berat segar tanaman (g), berat segar tanaman (g), volume akar (cm3), dan umur panen (HST). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara bokashi ampas tebu bokashi dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Namun, pemberian ampas tebu bokashi dengan dosis 20 ton/ha memberikan hasil terbaik untuk berat segar tanaman dan  krop kubis bunga di tanah aluvial. Namun pemberian pupuk NPK dengan berbagai dosis tidak memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial.  Kata kunci : Tanah aluvial, Bokashi Ampas tebu, kubis bunga, NPK
KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH PADA TIGA TIPE LAHAN PASCA TAMBANG EMAS TANPA IZIN DI DESA MANDOR KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Urai Suci Yulies, Rinto Manurung, Nyaing
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.50374

Abstract

ABSTRAK Aktivitas penambangan emas menyebabkan kerusakan tanah, yaitu kemasaman tanah tinggi, tekstur tanah yang berpasir serta miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji  beberapa  sifat  kimia  tanah  di  area  pertambangan  emas  tanpa  ijin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling pada 3 tipe lahan pasca tambang emas dan Penilaian Karakteristik Tanah (PPT, 1983). Analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Waktu penelitian berlangsung dari bulan Februari sampai Juli2021.  Titik  pengamatan  menggunakan  sistem  diagonal  pada luasan  50  meter untuk setiap lokasi penelitian. Sampel tanah utuh dan komposit diambil pada kedalaman 0-30 cm  untuk  masing-masing  lokasi  penelitian.  Parameter  sifat  kimia  tanah  terdiri  dari Reaksi tanah (pH), C-organik, N-total, P-tersedia, K-dapat ditukar, Ca-dapat ditukar, Mg- dapat ditukar, Na-dapat ditukar, Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan basa tanah dan parameter pendukung meliputi tekstur dan warna tanah. Analisis data penelitian menggunakan  penilaian  sifat  kimia tanah  berdasarkan  ketersediaan  unsur hara  yang terkandung di lokasi penelitian. Kriteria sifat kimia tanah ketiga tipe lahan penelitian sebagai berikut : pH kriteria rendah hingga sangat rendah, C-organik kriteria rendah hingga sangat rendah, N-total kriteria rendah hingga sangat rendah, P-tersedia hutan sekunder tinggi dan lahan semak maupun lahan tambang sangat rendah, K-dapat ditukar sangat rendah, Ca-dapat ditukar dan Mg-dapat ditukar kriteria sangat rendah, Na-dapat ditukar rendah hingga sangat rendah, KTK kriteria rendah hingga sangat rendah dan KB kriteria rendah. Kata kunci : sifat kimia tanah, Mandor, pasca PETI, pasir
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY SISTEM BUDIDAYA AKUAPONIK Fikri Irawan; Nurjani Nurjani; Basuni Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63867

Abstract

Budidaya tanaman pakcoy sistem budidaya akuaponik perlu mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang tinggi maka perlu didukung dengan memberikan  media tanam yang baik untuk pertumbuhan akar tanaman, salah satunya yaitu pemberian komposisi media substrat antara pasir kerang, arang sekam padi, dan cocopeat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media substrat dan untuk mengetahui komposisi media substrat yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy sistem budidaya akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian yang terletak di Jalan Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Waktu penelitian dari semai benih sampai panen berlangsung pada tanggal 16 Agustus – 12 Oktober 2022. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 1 faktor dengan 3 ulangan. Faktor yang dimaksud yaitu komposisi media substrat terdiri dari pasir kerang, arang sekam padi, dan cocopeat dengan 8 taraf perlakuan : A = 5% : 75% : 20%, B = 5% : 70% : 25%, C = 10% : 70% : 20%, D = 10% : 65% : 25%, E = 15% : 65% : 20%, F = 15% : 60% : 25%, G = 20% : 60% : 20%, dan  H = 20% : 55% : 25%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, berat segar bagian atas tanaman, dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media substrat  berpengaruh terhadap tinggi tanaman pakcoy pada umur 35 HST dan komposisi media substrat yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan pakcoy sistem budidaya akuaponik yaitu komposisi media substrat (pasir kerang : arang sekam padi : cocopeat) = 15% : 65% : 20%.
PENGARUH WAKTU APLIKASI HERBISIDA PARAQUAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea masy saccharata Sturt) Henny Listifia; Sarbino Sarbino; Rahmidiyani Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7300

Abstract

PENGARUH WAKTU APLIKASI HERBISIDA PARAQUAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Henny Listifia1) Sarbino dan Rahmidiyani2) 1)Mahasiswa, 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh waktu aplikasi herbisida paraquat yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 5 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah  waktu aplikasi 3 minggu setelah tanam (P1), Waktu aplikasi 4 minggu setelah tanam  (P2), waktu aplikasi 5 minggu setelah tanam  (P3), waktu aplikasi 6 minggu setelah tanam (P4)  dan pendangiran (P5). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), berat kering brangkasan jagung (g), diameter tongkol (cm), panjang tongkol (cm), berat bersih tongkol per tanaman (g), berat tongkol per bedengan (kg) dan berat kering gulma (g). Hasil Penelitian menunjukan bahwa waktu penyemprotan herbisida paraquat tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat kering brangkasan jagung, diameter tongkol, panajang tongkol, berat bersih tongkol per tanaman, berat tongkol per bedengan tetapi berpengaruh nyata terhadap berat kering gulma, penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan P2 (waktu penyemprotan 4 MST) memberikan hasil terbaik terhadap  berat tongkol bersih yaitu 298,8 gram per tanaman. Kata Kunci : Herbisida Paraquat, Jagung Manis, Waktu Aplikasi  THE INFLUENCE OF TIME IN PARAQUAT HERBICIDE APPLICATION TO THE GROWTH AND THE RESULTS OF SWEET CORNS (Zea mays saccharata Sturt) Henny Listifia1) Sarbino dan Rahmidiyani2) 1)Student, 2)Lecturers in Agriculture Faculty of Tanjungpura University ABSTRACT The aim of this research is to know the influence of implementation time of herbisida paraquat to growth of and production of sweet corn plants. This research used randomized block design (RBD), consists of 5 implementations by 3 repetitions and each repetition consists of 5 samples. The intended treatment is implementation time 3 weeks after planting (P1). Implementation time 4 weeks after planting (P2), implementation time 5 weeks after planting (P3), implementation time 6 weeks after planting (P4) by cultivation (P5). The variable that observed in this research includes the higher plants (cm), dry weight stover of corn (g), cob diameter (cm), the length of the cob (cm), net weight of the cob each plants (g), weight of the cob each plot (kg) and dry weight of weeds (g). The result of this research shows that the time of spraying herbisida paraquat is not influential to the higher plants, dry weight stover of corn, cob diameter, cob length, cob net weight, cob weight each plot but it is influential to dry weight of  weeds, this research shows that from all of implementation, P2 give the best result, that is implementation time 4 weeks after planting with the net weight of the cob each plants  is 298,8 gram.Key words: Herbisida paraquat,sweet corn, implementation time
PENGARUH KOMPOS LIMBAH KULIT KOPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Dedy Usmayadi; Purwaningsih Purwaningsih; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58127

Abstract

Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang memiliki potensi sebagai lahan pertanian, namun tanah aluvial memiliki kesuburan tanah yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kompos kulit kopi dan pupuk organik cair keong mas yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis yang ditanam pada tanah aluvial.Penelitian menggunakan metode eksperimen faktorial rancangan acak lengkap yang terdiri dari faktor pertama adalah kompos kulit pisang (K0 terdiri dari k1 = 10 ton/ha k2 = 15 ton/ha dan k3 = 20 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair keong mas (P) terdiri dari p1 = 150 ml/l; p2 = 250 ml/l; dan p3 = 350 ml/l, dengan berbagai variasi 3. variabel pengamatan terdiri dari volume akar, berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong/ tanaman dan berat segar.Hasil penelitian ini pertumbuhan dan hasil tanaman buncis ditentukan dengan kompos kulit kopi dan pupuk organik keong mas. Dosis efektif diperoleh sebesar 10 ton/ha dan konsentrasi 150 ml/l.Jumlah polong/tanaman buncis lebih dominan faktor tunggal kompos kulit kopi dan pupuk organik cair keong mas masing-masing pada dosis 15 ton/ha dan konsentrasi 350 ml, Kata kunci : Aluvial, Buncis, Kompos kulit kopi, POC keong mas
EVALUASI DAYA HASIL GENOTIPE JAGUNG F14 DI LAHAN GAMBUT Yusuf Yusuf; Hidayat Hidayat; Nur Arifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31237

Abstract

This research was done to evaluate yield potential of five F14 genotypes of maize in peat soil. This research was done in Rasau Jaya II peat soil since January until June 2018. The experiment used Randomized Block Design (RBD), consisted of five F14 genotypes that is B, C, D, E, F and one control variety, Arjuna (A). Each treatments were grouped into five block. The results showed that the yield of five F14 genotypes was relatively the same as the control variety. Genotypes showing good yield on Rasau Jaya II peat soil are genotypes F, B and C.
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR ORANYE TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI NUGGET TEMPE KEDELAI puji tri wahyuni; tri rahayuni; dwi raharjo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi ubi jalar oranye pada pembuatan nugget tempe kedelai yang mempunyai sifat fisikokimia dan sensori yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap yang terdiri satu faktor perlakuan yaitu substitusi ubi jalar oranye sebanyak tujuh taraf terdiri dari substitusi 0g, 50g, 100g, 150g, 200g, 250g dan 300g, diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan nugget tempe kedelai terbaik pada perlakuan substitusi 300g ubi jalar oranye. Nugget yang dihasilkan memiliki karakter fisikokimia dengan rerata kadar air 58,06%, abu 1,40%, lemak 9,67%, protein 15,38% dan karbohidrat 15,49% dan karakter sensori yaitu rasa 3,70 (enak), warna 4,00 (kuning), tekstur 4,10 (tidak keras) dan kesukaan 3,70 (suka).   Kata kunci : fisikokimia, nugget tempe kedelai, substitusi, ubi jalar oranye
Analisis Neraca Air Lahan untuk Menentukan Pola dan Waktu Tanam Padi pada Sawah Tadah Hujan di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya ahmad sayuti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.20548

Abstract

Air merupakan bahan alami yang secara mutlak diperlukan tanaman dalam jumlah cukup dan pada saat yang tepat. Kelebihan maupun kekurangan air mudah menimbulkan masalah dan bencana.Masalah pada ekosistem lahan sawah tadah hujan lebih beragam dibandingkan dengan masalah pada lahan sawah beririgasi.Masalah utama yaitu keadaan yang dicirikan dengan intensitas curah hujan rendah dan distribusi hujan yang tidak merata,pada musim hujan air melimpah, sebaliknya menjelang musim kemarau air untuk keperluan pertanian sudah mulai berkurang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis neraca air lahanpadasawahtadahhujan agar dapatdirancang pola serta waktu tanam padi yang sesuai. Penentuan potensi waktu tanam diawali dengan analisis neraca air lahan dengan menggunakan metode Thornthwaite, yang disesuaikan dengan periode waktu tanam dengan kandungan lengas tanah >50% dari air tersedia. Pola tanamdiperolehduapoladenganduawaktutanam.Polapertamapadiunggul – bera – padiunggul dengan awal waktu tanam pada dasarian ketiga bulan Maret ditanami Padi unggul kemudian Bera dan pada waktu tanam kedua denganawalwaktutanampadadasariankeduabulanSeptember ditanamiPadiunggul.Padapolakeduapadiunggul – bera – padi lokal, awalwaktutanampertamapadadasarianketigabulanMaretditanamiPadiunggulkemudianBeradanpadawaktutanamkedua dengan awal waktu tanam pada dasarian kedua bulan September ditanami Padi lokal.   Kata kunci: curah hujan, neraca air lahan, pola tanam, waktu tanam
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI DENGAN TEKNIK HIDROPONIK Chrissensia Chrizen; Nurjani -; Asnawati -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi POC keong mas yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri dengan teknik hidroponik menggunakan media tanam sekam bakar. Penelitian ini dilaksakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak yang dilaksanan mulai tanggal 28 Juli 2013 sampai dengan 3 Oktober 2013. Metode yang digunakan adalah pola satu faktor Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 perlakuan yaitu p1 = 10 ml/liter air, p2 = 20 ml/liter air, p3 = 30 ml/liter air, p4 = 40 ml/liter air, p5 = 50 ml/liter air, dan p6 = 60 ml/liter air. Variabel pengamatan yang diamati adalah panjang tangkai tanaman (cm), jumlah tangkai, berat segar bagian atas tanaman (g), berat kering bagian atas tanaman (g) dan volume akar (cm3) serta pengamatan lingkungan yaitu suhu (0C) dan kelembaban (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi POC dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman seledri yang ditunjukkan dengan berpengaruh nyata terhadap panjang tangkai, jumlah tangkai, berat segar dan volume akar. Pemberian POC dengan konsentrasi 40 ml/liter air memberikan rata-rata tertinggi pada semua variabel pengamatan. Kata kunci : Hidroponik, Keong Mas, Pupuk Organik Cair, Sekam Bakar, Seledri
STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH PASANG SURUT DI DESA PASIR KECAMATAN MEMPAWAH HILIR KABUPATEN MEMPAWAH Risky Ananda Lestari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50746

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari status kesuburan tanah  Sawah  Pasang Surut  berdasarkan  tipe luapan  sebagai  pertimbangan  dalam pengelolaan lahan dan memberikan saran pemupukan untuk sawah pasang surut di Desa Pasir. Metode penelitian ini merupakan survey lapangan dengan sistem grid. Pengambilan sampel pada kedalaman 0 - 20 cm pada ketiga tipe luapan sawah yaitu tipe luapan A, B, dan C dan dianalisis di laboratorium. Parameter tanah yang diukur yaitu pH tanah, C-organik, N-total, P-total, dan K-dd, K2O Mg-dd, KTK, KB. Hasil penelitian menunjukan kesuburan tanah sawah pada tipe luapan A, B, dan C memiliki kriteria rendah. Kesuburan tanah tergolong rendah disebabkan oleh nilai KTK, KB, P- total dan C-organik, tanah yang rendah. Upaya dalam memenuhi unsur hara yang terdapat pada lahan tersebut diberikan saran pemupukan yang diberikan dalam upaya memperbaiki unsur hara pada lahan penelitian yaitu : pada sawah tipe luapan A 282,60 kg/Ha pupuk urea, pupuk SP-36 dengan dosis 112,41 kg/Ha dan pupuk KCL dengan dosis 292,15 kg/Ha. Pada sawah tipe luapan B, 271,73 kg/Ha pupuk urea, pupuk SP-36 dengan dosis 115,02 kg/Ha dan pupuk KCL dengan dosis 334,75 kg/Ha. Sawah tipe luapan C dengan dosis 280,43 kg/Ha urea pupuk SP-36 dengan dosis 58,63 Kg/Ha dan pupuk KCL disarankan untuk memberikan pupuk sebanyak 254,49 kg/Ha.Kata kunci: Tanah Sawah, Pasang Surut, Tipe Luapan, Kesuburan Tanah, Mempawah