cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,907 Documents
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Anitasya, Haziza; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.78528

Abstract

Produktivitas kubis bunga di Kalimantan Barat masih tergolong rendah karena masih sulit mengembangkan tanaman kubis bunga dikarenakan perbedaan suhu serta kondisi tanah. Tanah aluvial yang miskin unsur hara perlu penambahan bahan organik ke dalam tanah yaitu penambahan amelioran yang dikombinasikan dengan sistem budidaya jenuh air pada dua kedalaman muka air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kedalaman muka air tanah serta kombinasi amelioran yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan di Lahan Golden River Camp, Jalan Kalimas Tengah, Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Blok. sebagai main plot yaitu kedalaman muka air tanah (D) yang terdiri dari d1 = kedalaman muka air tanah 20 cm dan d2 = kedalaman muka air tanah 30 cm. Sub plot yaitu kombinasi amelioran (P) yang terdiri dari p1 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha, p2 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha, p3 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + pupuk hayati bioboost 15 ml/L dan p4 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha + pupuk hayati bioboost 15 ml/L. Terdapat 8 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan dengan menggunakan 4 sampel tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan amelioran dan kedalaman muka air tanah tidak memberikan perbedaan terhadap pertumbuhan tetapi memberikan perbedaan terhadap hasil kubis bunga. Perlakuan kedalaman muka air tanah 30 cm dan kombinasi amelioran berupa pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha + pupuk hayati 15 ml/L merupakan kombinasi yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga.  
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.87186

Abstract

Bawang merah (Allium ascolonicum L) merupakan komoditas sayuran yang telah lama diusahakan petani secara intensif. Tanah aluvial secara keseluruhan mempunyai unsur hara yang rendah. Pemberian pupuk hayati (Bioboost) dapat memperbaiki, meningkatkan kandungan organik di dalam tanah. Pupuk KNO3 menyediaan unsur hara dalam tanah terutama unsur hara makro seperti K, N. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis dan interaksi Pupuk hayati dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dimulai 3 september 2022 - 10 november 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, terdiri dari dua faktor. Faktor pertama pupuk hayati 3 taraf yaitu b1= 5 ml/l b2 =10 ml/l b3 =15 ml/l dan faktor kedua pupuk KNO3 3 taraf yaitu k1 = 150 kg/ha k2 = 225 kg/ha k3 = 350 kg/ha. Tidak ada interaksi pemberian pupuk hayati dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, Pemberian pupuk hayati dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah umbi, berat segar umbi, dan berat kering angin umbi tanaman bawang merah, namun memberikan pengaruh yang sama terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Pemberian pupuk hayati bioboots 10 ml/l merupakan dosis terbaik dalam pertumbuhan dan hasil bawang merah sedangkan pemberian pupuk KNO3 memberikan pengaruh yang sama terhadap seluruh variabel pengamatan penelitan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI AKIBAT PEMBERIAN PUPUK P PADA TANAH GAMBUT
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.103060

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merr.) merupakan sumber protein nabati penting di Indonesia, namun produktivitasnya di tanah gambut masih rendah akibat sifat fisik dan kimia tanah yang kurang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan varietas adaptif dan pemupukan yang tepat seperti fosfor yang berperan penting dalam pembentukan klorofil, dan ketersediaan energi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman kedelai dan memperoleh takaran dosis pupuk P yang tepat yang dapat memberikan hasil maksimal terhadap tiap varietas tanaman kedelai. Penelitian telah dilaksanakan di lahan yang terletak di Jl. Reformasi, Gg. Matematika Untan. Waktu penelitian dari tanggal 20 Juni sampai dengan 13 September 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design) yang terdiri dari 3 Petak Utama yaitu Varietas Kedelai (V) dan 3 anak petak yaitu dosis pupuk SP-36 (P), dengan 3 kali ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman, sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman umur 2, 3, dan 4 MST (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), jumlah polong/tanaman (buah), berat polong/tanaman (g), jumlah biji/tanaman (buah), berat biji/tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk P dan varietas Derap 1 memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap variabel berat polong per tanaman yaitu 21,11 g/tanaman, dan pemberian pupuk P dengan dosis 200 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap berat polong per tanaman yaitu 14,44 g/tanaman.
RESPON BEBERAPA JENIS PADI LOKAL SAMBAS TERHADAP CEKAMAN SALINITAS PADA FASE PERKECAMBAHAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105165

Abstract

Di Kalimantan Barat, terdapat berbagai jenis padi lokal (Oryza sativa L.) yang dibudidayakan secara turun-temurun. Namun, peningkatan produksi padi terkendala oleh salinitas. Tidak semua jenis padi memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi tanah salin. Penelitian ini bertujuan mengkaji respons padi lokal terhadap salinitas pada fase perkecambahan, dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura pada September–Oktober 2024.Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) RAK dengan 3 ulangan. Perlakuan utama adalah konsentrasi NaCl: g0 = 0 ppm (kontrol), g1 = 2000 ppm, g2 = 4000 ppm. Sub-plot berupa varietas padi: Ringkak Duku, Ringkak Sanen, Ringkak Bali, Ringkak Singkawang, Ketupat Merah, Unggul Putih, Unggul Kuning, Unggul Cina, Inpari 34 Salin, dan Inpari 32. Total terdapat 90 unit percobaan, masing-masing dengan dua sampel.Parameter yang diukur meliputi kadar air, indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang akar, panjang plumula, dan berat kering kecambah. Hasil menunjukkan varietas Ringkak Bali memiliki respons terbaik terhadap variabel pengamatan. Varietas toleran meliputi Unggul Kuning, Unggul Putih, dan Ketupat Merah, sementara Ringkak Bali tergolong moderat, dan Ringkak Sanen termasuk sensitif.
APLIKASI DOLOMIT DAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU VARIETAS VIMA 4 PADA TANAH GAMBUT
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105963

Abstract

Tanah gambut memiliki kendala pH rendah dan tingkat porositas tinggi. Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan dan hasil kacang hijau, diperlukan upaya untuk memperbaiki kondisi tanah gambut. Pemberian dolomit dapat meningkatkan pH lahan gambut yang rendah dan pemberian biochar tongkol jagung dapat menurunkan porositas yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis kombinasi terbaik antara dolomit dan biochar tongkol jagung terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau var. Vima-4 pada tanah gambut. Rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dolomit (d) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan (d1 = 15,6 ton/ha), (d2 = 21,1 ton/ha), (d3 = 26,7 ton/ha) dan biochar tongkol jagung (b) dengan 3 taraf perlakuan (b1 = 7,5 ton/ha), (b2 = 15 ton/ha), (b3 = 22,5 ton/ha), diulang tiga kali dengan empat sampel tanaman per unit. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dolomit dan biochar tongkol jagung. Namun, didapatkan dosis dolomit dan biochar tongkol jagung secara tunggal yang efektif yaitu, 15,6 ton/ha dolomit dan 7,5 ton/ha biochar tongkol jagung.
PENGARUH RED MUD DAN PUPUK K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA TANAH GAMBUT
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105982

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan kandungan protein dan lemak tinggi. Namun, produktivitas kacang tanah di Kalimantan Barat masih lebih rendah dibandingkan produktivitas nasional. Salah satu upaya meningkatkan produksi pada lahan gambut melalui pemberian red mud dan pupuk kalium. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis red mud dan pupuk kalium terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah gambut. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor, yaitu red mud yang terdiri dari r1 = 10 ton/ha, r2 = 15 ton/ha, r3 = 20 ton/ha, dan pupuk kalium yang terdiri dari k1 = 90 kg/ha, k2 = 100 kg/ha, k3 = 110 kg/ha, dengan tiga ulangan. Variabel diamati meliputi volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong, berat polong kering, berat biji kering, berat 100 biji kering, dan berat biji kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan red mud meningkatkan jumlah polong, berat polong kering, dan berat biji kering, sedangkan pupuk kalium meningkatkan jumlah polong dan berat polong kering. Pemberian red mud 15 ton/ha meningkatkan pH tanah dari 4,34 menjadi 5,52. Kombinasi red mud 15 ton/ha dan pupuk kalium 100 kg/ha menghasilkan berat polong kering tertinggi sebesar 28,44 g atau meningkat 270,31% dibandingkan perlakuan terendah.
APLIKASI TAILING BAUKSIT DAN BIOCHAR SEKAM PADI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU VARIETAS VIMIL 1 DI TANAH GAMBUT
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.106051

Abstract

Kacang hijau merupakan jenis tanaman kacang-kacangan yang banyak dibutuhkan masyarakat karena memiliki beragam manfaat, sehingga diperlukan pengembangan kacang hijau melalui peningkatan produksi dan produktivitasnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi tailing bauksit dan biochar sekam padi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang hijau varietas Vimil 1 di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, dan berlangsung selama 4 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah tailing bauksit, yaitu t1=10ton/ha, t2=15ton/ha, t3=20ton/ha. Faktor kedua adalah biochar sekam padi, yaitu b1=10ton/ha, b2=20ton/ha, b3=30ton/ha. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tailing bauksit dan biochar sekam padi secara tunggal menunjukkan respon, namun interaksi antara tailing bauksit dan biochar sekam padi tidak menunjukkan adanya respon interaktif pada seluruh variabel pengamatan. Tailing bauksit memberikan peningkatan terhadap tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, dan berat biji per tanaman, dengan dosis terbaik yaitu 20ton/ha. Biochar sekam padi memberikan peningkatan terhadap tinggi tanaman, volume akar, dan berat kering tanaman, dengan dosis terbaik yaitu 30ton/ha.