cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCHOI TERHADAP PENGGUNAAN BIOURINE KAMBING PADA MEDIA GAMBUT Martati Umi Martati; UMI MARTATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42464

Abstract

This study aimed at getting the best concentrasion of goat biourine to on the growth and yield of pakchoi in peat soils. The research was conductedis located at Kecamatan pontianak Tenggara start from14th March 2020 until 29th  April 2020.  The completely Randomized Design (CRD) was used in this experiment with 5 levels concentration of goat biourine with 5 replications.The intended concentration treatment were 50; 75; 100; 125; and 150 ml/l. The observed are variable the root volume, chlorophyll content, leaf area, dry weight of the plant, number of leaves and the fresh weight of the plant. The results showed that the use of goat biourine with a concentration of 100 ml / l showed the highest mean value of all observed variables in the growth and yield of pakchoi by using goat biourine on peat soils media, but the efficient concentrate to on the growth and yield of pakchoi is shown by giving goat biourine 75 ml/l.Keywords : Goat Biourine, Peat Soil, Pakchoi.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LABU MADU (Cucurbita moschata) DI TANAH GAMBUT Eka Nuraini; Rini Susana; Basuni Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64509

Abstract

Labu Madu (Cucurbita moschata) merupakan komoditas tanaman hortikultura semusim dari keluarga Cucurbitaceae. Buah labu madu mengandung serat yang tinggi, antioksidan, beta karoten, vitamin A dan B kompleks.  Penggunaan tanah gambut sebagai    media tumbuh tanaman labu madu mempunyai banyak kendala diantaranya adalah  pH rendah, porositas tinggi dan rendahnya ketersediaan unsur hara. Satu diantara upaya untuk memperkecil porositas pada tanah gambut adalah dengan pemberian  bahan organik berupa pupuk kandang kambing dan pemberian pupuk NPK untuk menambah unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi antara pupuk kandang kambing dan pupuk NPK pada tanaman labu madu di tanah gambut serta mendapatkan dosis interaksi yang tepat    untuk pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian berlangsung lebih kurang 3 bulan yaitu dari bulan September sampai November 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kandang kambing (P) dan pupuk NPK (N), dengan masing-masing 3 taraf dan 3 ulangan. Taraf pupuk kandang kambing terdiri dari: 13; 15,5; dan 18 ton/ha, sedangkan taraf pupuk NPK terdiri dari: 375, 625, dan 875 kg/ha.  Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, volume akar, berat kering, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah dan berat buah pertanaman. Pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk NPK tidak menghasilkan interaksi untuk pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu di tanah gambut. Dosis pupuk kandang kambing 13 ton/ha dan dosis pupuk NPK 375 kg/ha merupakan dosis yang paling efisien untuk pertumbuhan hasil tanaman labu madu di tanah gambut.
Efektifitas Penambahan Ekstrak Pisang Raja pada Media 1/2 MS terhadap Multiplikasi Tunas pada Sub Kultur Krisan Nurul Hafizah; Asnawati S.Hut., M.Si; Ir. Agustina Listiawati, MP
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45333

Abstract

Krisan merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan telah dibudidayakan secara komersial sejak lama. Permintaan krisan terus meningkat sehingga membutuhkan ketersedian tanaman secara berkesinambungan. Salah satu upaya perbanyakan tanaman krisan dalam jumlah banyak ialah dengan cara kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi ekstrak pisang terbaik dalam menghasilkan multiplikasi tunas pada sub kultur krisan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu media MS sebagai kontrol dan 5 taraf konsentrasi ekstrak pisang raja, setiap perlakuan terdapat 4 ulangan dan 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 96 tanaman. Perlakuan tersebut adalah konsentrasi ekstrak pisang raja, a0= 0, a1= 50 g/l, a2= 100 g/l, a3= 150 g/l, a4= 200 g/l, a5= 250 g/l. Variabel yang diamati ialah waktu muncul akar, waktu muncul tunas pertama, waktu muncul tunas kedua,jumlah tunas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pisang raja dengan konsentrasi 50 g/l pada media ½ MS memberikan hasil yang sama efektif dengan penggunaan media MS dalam kultur in vitro krisan pada beberapa variabel yaitu waktu muncul tunas pertama, waktu muncul tunas kedua, jumlah tunas, dan jumlah daun. Konsentrasi ekstrak pisang raja sebanyak 100 g/l pada media ½ MS menghasilkan waktu muncul akar tercepat pada sub kultur krisan.Kata Kunci: ekstrak pisang raja, krisan, konsentrasi, media ½ MS, sub kultur.
Analisis Efisiensi Pemasaran Buah Semangka Di Desa Sarang Burung Kolam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas Suriadi Suriadi; Adi Suyatno; Dewi Kurniati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9152

Abstract

Semangka merupakan salah satu jenis komoditas holtikultura yang banyak disukai masyarakat. Salah satu daerah sentral produksi semangka adalah di Desa Sarang Burung Kolam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Tujuan peneliti adalah untuk mengetahui saluran pemasaran yang paling efisien, mengetahui besarnya keuntungan dari masing-masing lembaga pemasaran dan mengetahui fungsi dari setiap lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran buah semangka di Desa Sarang Burung Kolam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Pengambian data responden sebanyak 31 responden yaitu 23 responden dari petani semangka, 3 responden pedagang pengumpul, 4 responden pedagang pengecer dan 1 responden pedangang besar dari keseluruhan petani dan pedagang dilokasi tempat penelitian. Alat analisis yang digunakan Farmerʼs share, margin pemasaran dan profitability index.Pemilihan lokasi di Desa Sarang Burung Kolam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran I buah semangka efisien, yang ditandai dengan Farmer's share yang lebih besar dari margin pemasaran. Sedangkan saluran pemasaran II untuk kelas A memiliki nilai persentase Farmer's share yang sama besarnya dengan nilai margin pemasaran, untuk kelasa B saluran pemasarannya dinilai efisien, yang ditandai dengan niai persentase Farmer's share yang lebih besar dari margin pemasaran. Sedangkan untuk saluran pemasaran III untuk kelas A belum efisien, yang ditandai nilai persentase Farmer's share lebih rendah dari nilai persentase margin pemasaran. Pada saluran pemasaran I untuk kelas A dan B persentase Farmer's share sebesar 100%. Dan saluran II untuk kelas A persentase Farmer's share sebesar 50%, kelas B sebesar 52%. Sedangkan untuk saluran pemasaran III untuk kelas A  persentase Farmer's share sebesar 41,67 %. Margin pemasaran terbesar pada saluran I kelas B yaitu sebesar 86,11% jika dibandingkan dengan saluran pemasaran laingnya. Apabila dilihat dari segi keuntungan, maka keuntungan tertinggi terletak pada saluaran pemasaran I kelas A sebesar Rp 4.179,1 /Kg.   Kata Kunci : Efisiensi Pemasaran, Margin Pemasaran, Farmer's share dan Profitability index.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN KAPUR TERHADAP PERTUMNBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS DI LAHAN ALUVIAL PADA BUDIDAYA JENUH AIR Octavianus Agus Anggara; Nurjani Nurjani; Mulyadi Safwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi terbaik dari pupuk kandang dan kapur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada budidaya jenuh air. Penelitian dilaksanakan di lahan pasang surut sulfat masam tipe C yang berada di Desakalimas Kecamatan Sungai kakap Kabupaten Kuburaya, dimulai pada 2 Agustus sampai 15 Oktober 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan masing- masing perlakuan dilang 5 kali,. Perlakuan yang dimaksud adalah a= pupuk kandang ayam 7,5 ton/ha, b= pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha, c= pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha + kapur Dolomit 4 ton/ha, d= Pupuk Kandang Kambing 7,5 ton/ha + abu limbah pertanian 15 ton/ha, dan e= tanpa pemberian pupuk kandang dan kapur. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini yaitu yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang daun (cm),berat kering tanaman (g), berat kering akar (g), volume akar (cm³), panjang tongkol (cm), bobot tongkol berkelobot (g) bobot tongkol tanpa kelobot (g), diameter tongkol (cm), dan jumlah baris pertongkol. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pupuk kandang dan kapur memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang tongkol, dan bobot tongkol berekelobot. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman, berat kering akar, volume akar, bobot tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol, dan jumlah baris biji.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN AYAM DAN PUPUK ZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Felisia Felisia; Radian Radian; Iwan Sasli
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67801

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculantum Mill) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat potensial sehingga banyak digemari dan dikembangkan di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai sayuran, tomat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik dan berbagai olahan makanan dan minuman. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada berbagai kendala seperti sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. Sifat fisik tanah alluvial bertekstur pejal dan tidak berbentuk serta permeabilitasnya yang lambat. Pupuk kotoran ayam sebagai bahan organik berperan penting dalam meningkatkan kemampuan tanah menahan air, memperbaiki drainase dan tata udara serta pada sifat kimianya yang meningkatkan unsur hara dan pH serta pada sifat biologinya yang meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak pada tanggal 6 September – 15 November 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri 2 faktor yaitu pupuk kotoran ayam (a) dan pupuk ZA (z). Pupuk kotoran ayam dengan 3 taraf perlakuan (a1= 20 ton/ha, a2= 25 ton/ha, a3= 30 ton/ha) dan faktor kedua adalah pemberian pupuk ZA dengan 3 taraf perlakuan (z1= 150 kg/ha, z2= 250 kg/ha, z3= 350 kg/ha). Sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan   diulang sebanyak 3 kali setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah, dan diameter buah. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian pupuk kotoran ayam 25 ton/ha dengan pupuk za 250 kg/ha memberikan dosis terbaik terhadap variabel tinggi tanaman 3 MST, jumlah buah    per tanaman, berat buah pertanaman, dan berat buah per buah, sedangkan terhadap volume akar, tinggi tanaman 1 dan 2 MST, dan diameter buah memberikan respon yang sama pada tanaman tomat. 
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI CAISIM TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH GAMBUT Daniel Imanuel Salem; Asnawati Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.48268

Abstract

Tingginya permintaan pasar terhadap sawi caisim perlu diimbangi dengan peningkatan produksi salah satunya dengan memanfaatkan lahan gambut dan pemberian pupuk organik cair. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis pupuk organik cair terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi caisim pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada lahan yang terletak di Jl. Reformasi, Kota Pontianak. Waktu penelitian mulai dari 23 Agustus - 13 Oktober 2020. Metode yang digunakan rancangan acak lengkap yaitu pemberian berbagai dosis pupuk organik cair dengan 6 taraf g1 (1 cc/l air); g2 (2 cc/l air); g3 (3 cc/l air); g4 (4 cc/l air); g5 (5 cc/l air); g6 (6 cc/l air); Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, dan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, bobot kering tanaman dan bobot segar tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk organik cair pada tanaman sawi caisim dapat meningkatkan pertumbuhannya dengan tolak ukur: jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, bobot kering tanaman dan bobot segar tanaman. Dosis yang efektif ditunjukkan pada pemberian 4 cc/l air berdasarkan potensi hasil tanaman sawi caisim yaitu bobot segar tanaman dengan rata-rata 39,19 gram. Kata Kunci : pupuk organik cair, sawi caisim, tanah gambut
Pengaruh Bokashi Rumput-rumputan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit pada Tanah Aluvial Yunus Steven; Rahmidiyani Rahmidiyani; Henny Sulistyowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11783

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang luas penyebaranya dan mempunyai potensi yang baik untuk budidaya, akan tetapi dalam pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh dihadapkan beberapa kendala salah satunya adalah memiliki kandungan unsur hara dan bahan organik yang rendah, namun kendala tersebut dapat diatasi dengan penggunaan bahan organik yaitu bokashi rumput-rumputan karena bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik tanah aluvial sehingga dapat meningkatan unsur hara. Selain itu penggunaan bokashi ini juga merupakan upaya untuk meminimalisasi penggunaan pupuk kimia, karena bersifat ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis bokashi rumput – rumputan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud yaitu: p1 = 10 ton/ha atau setara dengan 50 g/polybag, p2 = 20 ton/ha  atau setara dengan 100 g/polybag, p3 = 30 ton/ha atau setara dengan       150 g/ polybag, p4 = 40 ton/ha  atau setara dengan 200 g/polybag, dan p5 = 50 ton/ha atau setara dengan 250 g/polybag. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, waktu berbunga, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi rumput-rumputan berpengaruh nyata terhadap variabel  jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman, sedangkan untuk variabel pengamatan tinggi tanaman, waktu berbunga, dan berat kering tanaman berpengaruh tidak nyata. Pemberian bokashi rumput-rumputan berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial dan Pemberian bokashi rumput-rumputan, sebanyak 50 ton/ha, setara dengan 250g/polybag, merupakan perlakuan yang terbaik.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA TINGKATAN UMUR PENCETAKAN SAWAH DI DESA PISANG KECAMATAN JANGKANG KABUPATEN SANGGAU agustinus arianto urai edi suryadi junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7544

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sifat fisika tanah pada beberapa tingkatan umur pencetakan sawah. Penelitian dilakukan pada lahan sawah di Desa Pisang Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah, dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dilakukan dengan metode survei lapangan untuk melakukan pengamatan dan pengambilan sampel tanah pada tiga lokasi yaitu sawah berumur 15-24 tahun, 25-34 tahun dan 35-45 tahun. Pengambilan contoh tanah dilakukan secara diagonal sebanyak 5 titik dengan kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm. Beberapa parameter pengamatan seperti bobot isi, kadar air kondisi lapangan, bobot jenis partikel, porositas, dan kemantapan agregat tanah dianalisis mengunakan Rancangan Acak Kelompok. Sedangakan parameter lainnya seperti tekstur tanah, C-organik, N-total, dan pH tanah dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan pada beberapa sifat fisika tanah yaitu kadar air kondisi lapangan kedalaman 0-20 cm (*), bobot jenis partikel kedalaman 0-20 cm (**) dan kedalaman 20-40 cm (**), dan porositas pada kedalaman 0-20 cm (**). Kelas tekstur tanah hanya terdapat perbedaan pada periode penyawahan 15-24 tahun pada kedalaman 20-40 cm yaitu liat berpasir sedangkan kelas tekstur lainnya adalah liat. Keberadaan bahan organik dan N total akan menurun pada periode penyawahan 25-34 tahun namun akan sedikit meningkat pada periode penyawahan 35-45 tahun. Pada periode penyawahan 35-45 tahun, nilai C-organik dan N-total lapisan 20-40 cm lebih tinggi dari pada lapisan 0-20 cm. Nilai pH tanah akan meningkat pada periode penyawahan 25-34 tahun dan sedikit menurun pada periode penyawahan 35-45 tahun. Kata Kunci : Fisika Tanah, Umur Pencetakan Sawah
IDENTIFIKASI PENYAKIT HAWAR BAKTERI MALAI PADI DI KABUPATEN KUBU RAYA Hana Septi Stella Rina; Fadjar Rianto; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58419

Abstract

Padi (Oryza sativa) adalah tanaman pangan yang rentan terserang oleh serangan organisme pengganggu tanaman. Hawar malai yang bakteri Burkholderia glumae dapat menghambat perkecambahan benih, busuk bibit, rebah bibit, busuk pelepah, pembungaan steril, dan busuk bulir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui serangan patogen penyebab penyakit hawar bakteri bulir padi yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya. Metode yang dilakukan meliputi survei di lapangan dan pengambilan sampel padi secara acak. Sampel padi diisolasi menggunakan media King’s B dan media selektif CCNT. Hasil pengujian menunjukkan bahwa didapatkan gejala yang menunjukkan tanaman itu terserang oleh bakteri Burkholderia glumae akan menunjukkan gejala seperti hitam kecoklatan, bulir hampa dan pada bagian daun akan kemerahan di bagian tepi yang dikelilingi warna kuning seperti hawar pada daun. Tidak semua isolat bakteri yang digoresi walaupun dapat menginfeksi tanaman tetapi dari 11 isolat ternyata 2 isolat yang terkonfirmasi sebagai B.glumae hanya isolat kode BGKP 1 dan BGKR 5 yang diuji pada padi varietas Ciherang.Kata kunci : tanaman padi, Burkholderia glumae, hawar bakteri malai padi