cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN KERUPUK AMPLANG DI KECAMATAN BENUA KAYONG KABUPATEN KETAPANG Siregar, Anggitio Aprian; Yurisinthae, Erlinda; Suyatno, Adi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.69982

Abstract

Industry is a business or activity that processes raw materials or semi-finished goods into goods that have added value to make a profit. Amplang is a product made from fish mixed with tapioca flour and is very popular with the public. This food is often used as a complement to meals or as a snack. The development of small industries is one of the focuses of the Ministry of Industry because MSMEs make a large contribution to the formation of non-oil and gas processing industry GDP. In the last five years there has been an increase of 2.5 percent from 57.84 percent to 60.34 percent (Performance Report of the Indonesian Ministry of Industry, 2018). Based on the number of businesses/companies according to business field categories and small business scale, the processing industry is in the third largest position, namely 4,373,821 business units spread across Indonesia (Central Statistics Agency, 2015). It is very important to carry out studies regarding feasibility analysis, one of which is as a reference for Amplang business owners in running businesses in the business sector. Analysis is carried out to assess the feasibility of a business from a financial aspect.
GROWTH AND RESULT OF COULIHOWES WITH GIVING DUCKS MANURE ON PEAT SOIL Cundai Cundai; Iwan Sasli Sasli; Tatang Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48983

Abstract

ABSTRACKThis study aims to obtain the best dose of duck droppings to support the growth and results of flower cabbage on peat soil. This research was carried out at a location located in theVillage of Kapur Komplek Kota Raya, starting from December-February 2021. This study useda completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 5 replications, eachreplication consisting of 4 samples so the total number of plants was 100 plants. The treatmentswere: P1 = 250 grams/polybag duck droppings equivalent to 10 tons/ha, P2 = 375 grams/polybagduck droppings equivalent to 15 tons/ha, P3 = 500 grams/polybag duck droppings equivalent to20 tons /ha, P4 = 625 grams/polybag duck droppings equivalent to 25 tons/ha, P5 = 750grams/polybag duck droppings equivalent to 30 tons/ha. Observational variables in this studywere root volume (cm3), plant dry weight (g), flower/crop diameter (cm), and flower weightper/plant (g). The results showed that the provision of duck droppings had no significant effecton observational variables such as root volume, plant dry weight, flower diameter, and flowerweight.Key words : duck droppings, peat soil, flower cabbage plants
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Reza Aquina; Riduansyah Riduansyah; Bambang Widiarso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66842

Abstract

Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yang dinilai secara menyeluruh dengan pengertian merupakan suatu pengenal majemuk lahan dan nilai kemampuan lahan berbeda untuk penggunaan yang berbeda. Kaitannya dalam pemenuhan kebutuhan manusia, maka kemampuan lahan terjabarkan menjadi pengertian daya dukung lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah lahan sawah di Kecamatan Sukadana terdapat 3 ordo tanah yaitu Inceptisol, Entisol, dan Ultisol dengan teridentifikasi kelas kemampuan lahan kelas II-s (SL 10) dengan luas 9,75 ha (0,38%), II-s,w (SL 5) dengan luas 462,09 (17,84%), III-s (SL 1, SL 3, SL 7, SL 8, dan SL 9) dengan luas 2091,65 ha (80,75) dan V-s (SL 6) dengan luas 26,73 (1,03%). Lahan kelas II ini cocok dijadikan lahan sawah, sesuai dengan penggunaan lahan pada PERMEN LH NO 17 Tahun 2009. Lahan pada kelas III ini cocok dijadikan lahan sawah, sesuai dengan penggunaan lahan pada LH No 17 Tahun 2009. Lahan pada kelas V tidak di sarankan untuk tanaman semusim, tetapi lahan kelas V lebih sesuai untuk ditanami dengan vegetasi permanen seperti tanaman makanan ternak atau dihutankan. Ketersedian lahan sawah (SL) adalah 2.563,31 ha dan kebutuhan lahan sawah adalah 770,36 ha. Dengan demikian, maka diperoleh nilai SL > DL dan daya dukungnya dinyatakan surplus atau mencukupi. Dari hasil perhitungan daya dukung Kecamatan Sukadana mempunyai status yang mencukupi kebutuhan akan produksi beras terhadap penduduk yang tinggal di Kecamatan Sukadana. Hal ini dapat dikatakan bahwa ketersedian lahan di Kecamatan Sukadana lebih besar dari kebutuhan lahan. Kelas kemampuan lahan menunjukkan sebagian dari lahan sawah telah sesuai dengan kelas kemampuan lahannya, sehingga produktivitas lahannya juga baik.Kata kunci : Kemampuan Lahan, Daya Dukung, Lahan Sawah
Tingkat Kesejahteraan Petani Jagung di Desa Rasau Jaya Satu Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya maya tiara anggreini; adi suyatno; anita suharyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45073

Abstract

ABSTRACTWelfare is the fulfillment of the condition of the material, spiritual and citizens in order to live a decent and able to develop themselves, so that it can carry out their social functions.The aim of this study to analyze the level of welfare of corn in the village of Rasau Jaya Satu, Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency. The method used is a survey method, while samples were taken randomly. The sample was 41 respondents of 629 corn farmer populations. Farmers collecting data through interviews using a questionnaire. The variables in this study is the corn farmer incomes derived from on farm incomes, off-farm income and non-farm income household consumption of food and non-food consumption. The welfare level analysis is calculated based on the percentage of food consumption expenditure (Gilarso). Results of the analysis of the income and welfare corn farmer in the village of Rasau Jaya Satu, Rasau Jaya  District, Kubu Raya Regency, the average income was Rp.627.872 / month, the level of welfare based on corn farmer the analysis of food consumption expenditures for included in the low welfare level category of 60-100% for corn farmer on farm,included in the category of moderate welfare level of 40-75% for corn farmer on farm, and included in the category of moderate welfare level of 40-75% for corn farmer non farm.Keyword: Income, Welfare, Corn Farmer ABSTRAKKesejahteraan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan kan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan petani jagung di Desa Rasau Jaya Satu Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah metode survey, sedangkan sampel penelitian ini diambil secara acak sederhana (simple random sampling). Sampel dalam penelitian sebanyak 41 responden dari 629 populasi petani jagung. Teknik pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Variabel dalam penelitian ini adalah pendapatan petani jagung yang berasal dari pendapatan on farm, pendapatan off farm dan pendapatan non Farm serta konsumsi rumah tangga dari konsumsi pangan dan konsumsi non pangan. Analisis tingkat kesejahteraan dihitung berdasarkan presentasi pengeluaran konsumsi pangan (Gilarso). Hasil analisis pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa sawit di Desa Sape Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau rata-rata pendapatan sebesar Rp. 627.872,43/bulan, tingkat kesejahteraan berdasarkan analisis pengeluaran konsumsi pangan petani jagung masuk dalam katagori tingkat kesejahteraan rendah sebesar 66-100% petani jagung on farm, masuk dalam kategori tingkat kesejahteraan rendah sebesar 40-75% petani jagung on farm dan masuk dalam katagori tingkat kesejahteraannya sedang  40-75% petani jagung off farm.Kata kunci: Pendapatan, Tingkat kesejahteraan, Petani Jagung
FORMULASI UDANG EBI TERHADAP FISIKOKIMIA DAN SENSORI ABON KELAPA (cocos nucifera L.) muhammad ranoval absanjaya; suko priyono MP; dwi raharjo MP
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi udang ebi terbaik pada pembuatan abon kelapa berdasarkan sifat fisikokimia dan karakteristik sensori. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu penambahan udang ebi. Penelitian ini terdiri dari 7 perlakuan yaitu 0 g, 50 g, 100 g, 150 g, 200 g, 250 g, dan 300 g udang ebi. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan udang ebi berpengaruh tidak nyata terhadap serat kasar, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar air, karbohidrat, lemak, kadar abu dan protein. Formulasi terbaik adalah 250 g udang ebi dengan hasil analisis kadar air : 7,58 %, karbohidrat : 15,53 %, lemak : 32,43 %, kadar abu : 13,27 %, serat kasar :  1,66 % dan protein : 30,07 %. Karakteristik sensori rasa : 2,28 (asin), warna : 3,16 (agak kecoklatan), aroma : 3,60 ( agak sedap) dan kesukaan : 3,36 (agak disukai).Kata kunci : abon kelapa, fisikokimia, kelapa, sensori, udang ebi.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASI LEGUMENOSE DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PADA TANAH ALUVIAL Are Pabayo Sanga Tariu; Asnawati Asnawati; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60334

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to obtain the best interaction dose of bokasi legume and NPK fertilizer on the growth and yield of mustard greens on alluvial soil. This research started from 28 April – 28 May 2022, on Jl. Perdamian, Parit Banjar, Melati Hamlet, Kalimas Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The study used a factorial design with a Completely Randomized Design (CRD) pattern consisting of 2 treatment level factors. and the second factor is the dose of NPK fertilizer in which each factor consists of 3 levels. Each treatment was repeated 3 times and the treatment unit contained 4 plant samples. The treatment in question is the first factor, the dose of bokasi legumes b1 = 20 tons/ha, b2 = 30 tons/ha, b3 = 40 tons/ha, and the second factor is the dose of NPK fertilizer consisting of 3 levels, namely n1 = 50 kg/ha, n2 = 100 kg/ha, n3 = 150 kg/ha. The variables observed in this study were the number of leaves, leaf area, root volume, fresh weight and dry weight. Based on the results of the study, it can be concluded that the provision of 30 tons/ha of legumenose bocation + 50 kg/ha of NPK fertilizer is an interaction that provides the most effective growth of mustard greensKeywords : alluvial soil, bokasi legumes, mustard greens, legume plant, NPK  
KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK PELENGKAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Dendrobium sp. Ummu Mardhiyyaturrosyidah; Agustina Listiawati; Asnawati Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49571

Abstract

Dendrobium merupakan salah satu genus anggrek yang umumnya dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Anggrek merupakan tanaman hias  yang memiliki pasar konsumen yang relatif stabil tidak tergantung musim. Dendrobium secara genetis memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lambat, sehingga diperlukan upaya budidaya dengan pemupukan, salah satunya yaitu pupuk pelengkap cair (PPC). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi konsentrasi dan frekuensi PPC terbaik untuk pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Juli s.d. 30 November 2018 di rumah penelitian. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama adalah konsentrasi PPC (K), sedangkan faktor kedua yaitu frekuensi PPC (F). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 2 tanaman sampel, sehingga didapatkan 54 unit percobaan. Faktor konsentrasi PPC (K) yaitu: k1 (1 ml/l), k2 (2 ml/l), k3 (3 ml/l). Faktor frekuensi PPC (F) terdiri yaitu: f1 (3 hari sekali), f2 (5 hari sekali), f3 (7 hari sekali). Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan panjang daun (cm), pertambahan jumlah anakan (anakan), dan waktu muncul anakan (hari). Hasil penelitian menunjukkan, tidak terjadi interaksi antara pemberian konsentrasi dan frekuensi pemberian PPC terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Konsentrasi PPC memberikan pertumbuhan yang baik terhadap jumlah daun dan waktu muncul anakan. Konsentrasi PPC efektif untuk pertumbuhan anggrek yaitu 1 ml/l. Frekuensi pemberian PPC memberikan pertumbuhan yang sama pada semua variabel pengamatan, sehingga tidak ditemukan frekuensi terbaik.  Namun, kombinasi perlakuan konsentrasi 1 ml/l dan frekuensi  7 hari sekali sudah cukup efisien untuk mempengaruhi pertumbuhan anggrek Dendrobium sp.Kata kunci: Anggrek Dendrobium sp, Frekuensi, Konsentrasi, Pupuk Pelengkap Cair
PENGARUH KOMBINASI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK Nepenthes gracilis Korth. Yuli Mulyani; Setia Budi; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tanam terhadap pertumbuhan stek Nepenthes gracilis Korth. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. H. Rais A. Rahman, Gg. Nusa No.23, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Barat, dengan lama penelitian 3,5 bulan yaitu dari bulan Maret 2015 hingga Juni 2015. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu media tanam, dengan enam perlakuan, empat ulangan dan empat sampel tanaman. Perlakuan dalam penelitian yang dimaksud adalah: A = Pasir + gambut, B = Pasir + sekam bakar, C = Pasir + sabut kelapa, D = Pasir + lumut, E = Pasir + pakis, dan F = Pasir + serbuk gergaji. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi persentase stek hidup (%), waktu munculnya tunas awal (MST), panjang tunas (cm), jumlah daun (helai), jumlah tendril (buah), jumlah akar (helai) dan panjang akar (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi media tanam berpengaruh nyata terhadap parameter persentase stek hidup, waktu munculnya tunas awal, panjang tunas, jumlah daun dan jumlah tendril, namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah akar dan panjang akar. Pengaruh terbaik diberikan oleh kombinasi media pasir + lumut dengan rerata terbaik pada semua variabel pengamatan. Kata kunci : media tanam, Nepenthes gracilis, pertumbuhan, stek.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JAGUNG DI DESA SINAR TEBUDAK KECAMATAN TUJUH BELAS KABUPATEN BENGKAYANG Sartono Sartono; Jajat Sudrajat; Nurliza Nurliza
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8750

Abstract

Jagung merupakan tanaman sumber pangan di Indonesia yang memiliki kedudukan sangat penting setelah beras. Tanaman jagung (Zea mays L) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting dan terbanyak ditanam, selain gandum dan padi. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalis margin pemasaran pada masing-masing lembaga yang terlibat dalam pemasaran, yaitu petani, pedagang pengumpul dan pedagang besar, dan (2) untuk mengalisis efisiensi pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran di Desa Sinar Tebudak Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang. Pada penelitian ini digunakan metode survei, dengan lokasi penelitian di Desa Sinar Tebudak. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Populasi penelitian ini adalah petani jagung yang ada di Desa Sinar Tebudak. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah acak sederhana (Simple Random Sampling), yaitu setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel dengan jumlah petani sampel 32 orang dari 120 petani jagung. Hasil penelitian menunjukkan (1) fungsi – fungsi pemasaran yang dilakukan setiap lembaga pemasaran jagung yaitu  fungsi pertukaran (penjualan dan pembelian) dilakukan oleh  petani, pedagang pengumpul, dan pedagang besar. Fungsi fisik (pengeringan, pengemasan dan pengangkutan) dilakukan oleh petani,  pedagang pengumpul, dan pedagang besar. Sedangkan fungsi penyediaan sarana (informasi harga, standarisasi dan grading) yang mesti dilakukan oleh pedagang pengumpul agar jagung yang dibeli dari petani tidak mengalami kerugian dalam penjualan jagungnya. (2) Saluran pemasaran jagung yang ada di Desa Sinar Tebudak sudah efisien yang ditinjau dari margin pemasaran 24,4%, Farmer’s Share 75,6%, dan Profitability Indeks 1,92.   Kata Kunci : Fungsi Pemasaran, Margin  Pemasaran,  Farmer’s  Share,  Rasio Keuntungan, Profitability  Index, Jagung.
Pengaruh Varietas dan Kapur Dolomit terhadap Intensitas Serangan Blossom End Rot dan Hasil Tomat pada Tanah Gambut Bimaro Bima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.4524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara varietas dan kapur dolomit terhadap intensitas serangan Blossom End Rot (BER) dan hasil tomat pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas (main plot) yang terdiri dari 2 taraf yaitu Permata dan Tymoti. Kapur dolomit (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 64,34 g/polybag, 84,32 g/polybag dan 112,44 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap waktu berbunga, waktu panen, intensitas serangan BER, diameter buah dan berat buah per tanaman. Sedangkan perlakuan kapur dolomit dan interaksi berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel. Perlakuan varietas Tymoti memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Permata pada semua variabel pengamatan, antara lain waktu berbunga, waktu panen, intensitas serangan BER, diameter buah dan berat buah per tanaman. Kata kunci : Blossom End Rot, Dolomit, Gambut, Tomat,