cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
Kualitas Silase Daun Kattek (Derris trifoliata Lour) yang Diberi Dedak Padi dengan Tingkat Berbeda Ade Humairah; Yeti Rohayeti; Duta Setiawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50410

Abstract

ABSTRAKKattek (Derris trifoliata Lour) merupakan tumbuhan leguminosa pemanjat/perambat berkayu. Potensi daun kattek yang sangat banyak dapat digunakan sebagai pakan alternatif ternak ruminansia dengan cara dibuat silase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas silase daun kattek yang diberi dedak padi dengan tingkat berbeda. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan lima ulangan sehingga terdapat 25 perlakuan. Masing-masing perlakuan menggunakan daun kattek sebanyak 2 kg dengan penambahan dedak padi dengan tingkat yang berbeda. Perlakuan dalam penelitian terdiri dari 1) P0: tanpa dedak padi ( kontrol); 2) P1: dedak padi (8%); 3) P2: dedak padi (10%); 4) P3: dedak padi (12%); 5) P4: dedak padi (14%). Hasil penelitian menunjukan penambahan dedak padi yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (p<0,01) terhadap pH, protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan kadar air, memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap aroma dan berpengaruh tidak nyata terhadap warna. Penambahan dedak padi 14 % memberikan hasil yang baik terhadap pH, protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan kadar air serta mampu mempertahankan nilai nutrisi silase daun kattek.Kata kunci: Daun kattek, dedak padi, silase
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PUPUK AB-MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PADA BUDIDAYA AKUAPONIK Florentinus Janoldi; Rini Susana; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62122

Abstract

Sawi (Brassica juncea L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai komersial dan prospek yang baik, sehingga memiliki kelayakan untuk diusahakan di Indonesia, sayuran ini mempunyai kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh manusia seperti energi, protein,lemak, karbohidrat, serat, fosfor, zat besi, natrium, kalium dan sumber vitamin. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan interaksi konsentrasi dan frekuensi pupuk AB-Mix yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada budidaya akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani yang terletak di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Waktu penelitian dilakukan pada 04 September-04 Oktober 2022. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan pola faktorial Rancangan AcakLengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari konsentrasi pupuk AB-mix (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah frekuensi (F) dengan 2 taraf perlakuan. Masing- masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah : k1 : 900 ppm/ liter air k2 : 1200 ppm/ liter air k3 : 1500 ppm/ liter air. Faktor Frekuensi (f) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu : f1 : seminggu 1 kali f2 : seminggu 2 kali. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan tempat penelitian, persiapan instalasi akuaponik, persipan media tanam, penyemaian, pembuatan larutan pupuk AB-Mix, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Variabel penelitian meliputi jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan dosis interaksi konsentrasi dan frekuensi pupuk AB-Mix yang terbaik, tetapi dosis efektif ditunjukkan konsentrasi pupuk AB- Mix 1500 ppm/l air dengan frekuensi pemberian sebanyak seminggu 2 kali terhadap pertumbuhan dan hasil sawi dengan budidaya akuaponik.
PERBANDINGAN INFILTRASI TANAH GAMBUT PADA TIGA TIPE PENGELOLAAN LAHAN BUDIDAYA TANAMAN DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA KOTA PONTIANAK Yeni Widayani, Junaidi, Riduansyah,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51104

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan sifat fisika dan laju Infiltrasi Tanah Gambut Pada Tiga Tipe Pengelolaan Lahan Budidaya yaitu lidah buaya, pepaya dan jagung di Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak. Analisis data laju infiltrasi menggunakan model persamaan Horton. Pengukuran laju infiltrasi dilapangan menggunakan infiltrometer ring ganda dan di ukur diulang sebanyak sebanyak lima kali pada masing masing penggunaan lahan. Variabel yang diamati pada penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu : pengamatan di lapangan yang terdiri dari pengamatan kedalaman gambut, kedalaman muka air tanah, kedalaman muka air saluran dan laju infiltrasi. Analisis di laboratorium konservasi fisika tanah yang terdiri dari : kematangan gambut, bobot isi, porositas total, kadar air tanah, permeabilitas tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tidak terdapat perbedaan sifat fisika tanah (kadar serat dan kematangan gambut, bobot isi, porositas,kadar air kapasitas lapangan dan pemeabilitas tanah) antara ketiga lahan jagung, pepaya dan lidah buaya. Laju infiltrasi pada lahan lidah buaya tergolong sangat cepat yaitu sebesar 75 cm/jam, pada lahan pepaya tergolong sangat cepat sebesar 72 cm/jam dan lahan jagung tergolong sangat cepat sebesar 66 cm/jam. Model laju infiltrasi pada lahan lidah buaya yaitu : f = 5,1 + (15 – 5,1) e-1.83t, pada lahan pepaya f = 4,7 + (15 – 4,7) e-1.72t, pada lahan jagung f = 3,9 + (15 – 3,9) e-1.63t.Kata Kunci : Laju infiltrasi, lahan lidah buaya, lahan pepaya, lahan jagung, sifat fisika  tanah, gambut
Pengaruh Biochar Sekam Padi dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat pada Tanah Podsolik Merah Kuning Resti, Resti; Anggorowati, Dini; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.63841

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak diminati dikalangan masyarakat Indonesia. Tomat bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, misalnya diolah menjadi saus, pewarna alami dan berbagai olahan lainnya. Salah satu jenis tanah yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tomat adalah tanah PMK. Tanah PMK mempunyai beberapa kendala seperti pH rendah, struktur tanah menggumpal, mudah tergenang, penyediaan air dan udara yang buruk, dan kurangnya kandungan unsur hara serta bahan organik pada tanah sehingga dilakukan penambahan biochar sekam padi dan pupuk NPK pada media untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi dosis biochar sekam padi dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil tomat terbaik pada tanah PMK. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, dimulai sejak 27 Mei 2022 sampai dengan 22 Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor biochar sekam padi 3 taraf, dan faktor pupuk NPK 3 taraf. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehingga diperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: faktor pertama b1= 4 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 100 g/polybag, b2= 6 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 150 g/polybag, b3= 8 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 200 g/polybag, faktor kedua p1= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 10 g/polybag, p2= 500 kg/ha pupuk NPK setara dengan 12,5 g/polybag, p3= 600 kg/ha pupuk NPK setara dengan 15 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, dan berat perbuah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan kesimpulan bahwa Interaksi biochar sekam padi 6 ton/ha dan pupuk NPK 500 kg/ha memberikan rerata tertinggi terhadap variabel tinggi tanaman dan volume akar. Sedangkan faktor tunggal biochar sekam padi 6 ton/ha dan pupuk NPK 500 kg/ha masing- masing memberikan rerata tertinggi terhadap jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman.
STUDI KARAKTERISTIK DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TONANG KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Putra Sudarso Pamungkas; Riduansyah Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik DAS Tonang kecamatan sengah temila kabupaten Landak. DAS Tonang merupakan beberapa bagian DAS yang terdapat di Kecamatan Sengah  Temila Kabupaten Landak dengan luas wilayah 5.798,39 Ha. Secara geografis Desa Tonang terletak pada koordinat 109029’30” BT – 109033’30” BT dan 0019’0” LU – 0027’0” LU.Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu, pertama di lapangan untuk mengamati dan mengambil sampel air sebanyak 2 botol perhari dalam jangka waktu  selama 5 hari. Kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel air dan sedimen yang di lakukan di Laboratorium Kualitas dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Untan.Hasil penelitian menunjukan pola drainase dan bentuk DAS Tonang adalah pola dendritik dan bentuk memanjang, sedangkan profil melintang sungai berbentuk parabola. Orde sungai terdiri dari 3 orde, dengan indeks kerapatan drainase (IKD) sebesar 1,03 km/km2 yang tergolong dalam kategori sedang, kualitas air pada DAS Tonang memiliki rata-rata pH sebesar 4,54 pada titik pengamatan satu (hilir) dan 5,54 pada titik pengamatan dua (tengah) yang masih baik, dan suhu memiliki rata–rata sebesar 29,51 ⁰C pada titik pengamatan satu (hilir) dan 29,13 ⁰C pada titik pengamatan dua (tengah) yang tergolong masih dalam keadaan normal di alam. Sedangkan tingkat kecerahan air pada titik pengamatan satu pada DAS Tonang sebesar 28,8 cm dan 101,4 cm pada titik pengamatan kedua.Setelah Analisis di laboratorium didapatkan perbandingan antara TSS rata-rata pada kedua titik pengamatan dengan TSS standar untuk pertanian, maka nilai TSS rata-rata pada DAS Tonang sebesar 3,20 mg/l dan 1,80 mg/l yang tergolong baik.
HUBUNGAN POPULASI MIKROBA PELARUT FOSFAT TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR (P) PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA AMBAWANG KUALA KABUPATEN KUBU RAYA Ismahan Umran Abdul Mujib Alhaddad Agnes Risky Yolanda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.47662

Abstract

ABSTRAK  Aktivitas mikoorganisme dipengaruhi oleh ketersediaan P di dalam tanah maka P untuk sumber nutrisi aktivitas MPF perlu diberikan kedalam tanah. Kepadatan populasi yaitu aktivitas MPF dan kepadatan populasinya dalam tanah ditentukan  oleh  perubahan  pada  masing-masing lahan  sawah  dan  berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui korelasi/hubungan populasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan di Desa Ambawang Kuala Kabupaten Kuburaya. Pengambilan sampel dengan menggunakan sistem diagonal pada 7 lokasi penelitian dengan 5 titik yang dikompositkan, jumlah sampel pada 7 lokasi penelitian sebanyak 7 sampel. Parameter penelitian meliputi parameter utama dan parameter penunjang. Tahapan penelitian meliputi penentuan lokasi, pengambilan sampel, analisis sampel dan karakteristik MPF di laboratorium, penentuan analisis statistik regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan hubungan populasi bakteri pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah  hujan  adalah  r  =  0,602  dan  r2   =  0,362  dan  hasil  analisis  korelasi menunjukkan hubungan yang “kuat”, sedangkan hubungan populasi cendawan pelarut  fosfat  terhadap  ketersediaan  fosfor  (P)  pada  lahan  sawah  tadah  hujan adalah r = 0,429 dan r2 = 0,184, menunjukkan hubungan yang “cukup kuat”.   Kata kunci : Lahan Sawah Tadah Hujan, Mikroba Pelarut Fosfat, KetersediaanFosfor
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kelapa Sawit Di Desa Argo Mulyo Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Muhammad Irawan Sudrajat; Rini Hazrani; Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66932

Abstract

            Evaluasi lahan adalah usaha penilaian suatu lahan untuk penggunaan tertentu. Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan lahan untuk penggunaan tertentu. Kesesuaian lahan dapat dinilai pada keadaan sekarang dan yang akan datang setelah diperbaiki. Kesesuaian lahan sangat perlu diperhatikan dalam berbudidaya agar bisa agar mendapatkan hasil yang optimal. Khususnya pada tanaman kelapa sawit, walaupun kelapa sawit dapat tumbuh pada keadaan lahan yang ada, tetapi setiap tanaman memiliki karakter yang membutuhkan persyaratan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit di wilayah Desa Argo Mulyo Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan matching. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara pengambilan sampel tanah di lapangan yang dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium. Kegiatan ini meliput empat tahap yaitu : Persiapan, Kegiatan lapangan, Analisis Laboratorium dan Pengolahan data pembuatan peta dan penyusunan laporan. Penelitian ini memiliki parameter fisika dan kimia. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kelapa sawit di daerah penelitian yaitu Kelas N1f(tidak sesuai) dan untuk kelas kesesuaian potensial pada lokasi penelitian S1 (sangat sesuai) lokasi penelitian pada SPT 1 dan SPT 2 memiliki luasan 100 ha.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang riduansyah riduansyah; Bambang widiarso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7620

Abstract

  EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI AWAN KANAN KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG Fredy Junian Pranata1)Riduansyah2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa 2) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura   Abstract The study"Evaluasi Kesesuaian lahan Untuk Tanaman Padi  di Desa Dungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang". The purposeofthis studywas to assess thesuitability of landat the site ofresearchfordevelopmentof rice plants(Oryza sativa) and theirconstraintsandrecommendationsfor improvement.This study wasdonefromJune of2014toSeptember 2014. Twosoilprofilesrepresentingthe location ofexcavationandsoil samplesP1andP2(10106'48 "LS -100049'36" LSand1090053'36"BT -1100053'36" BT), which of horizonAandB.The methodusedin this studyis asurvey methodwith agridsystem. The results of the evaluation of the suitability of land to display the sub-group level limiting factors on SPT 1 and SPT 2 is need for land management in an effort to land use. Application of Geographic Information Systems (GIS) spatial information present in the form of maps of land suitability for rice crop and area information of each soil map unit. Land evaluation results indicate there are several limiting factors on the SPT 1 acidic pH and contains sulfidik andSPT 2 both contain acidic pH and contained sulfidic content. Land suitability evaluation efforts need to be supported by the provision of management recommendations include the recommendation liming, and fertilizer recommendation. Kata kunci : Tanaman Padi, Evaluasi Kesesuaian Lahan   EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI AWAN KANAN KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG   Fredy Junian Pranata1)Riduansyah2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa 2) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura   Abstrak Penelitian “Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman padi (Oryza Sativa) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya. Penelitian ini di lakukan dari bulan juni 2014 samapai dengan September 2014.   Dua profil tanah yang mewakili lokasi penggalian dan contoh tanah P1 dan P2 (1016’48” LS – 10049’36” LS dan 109053’36” BT - 110053’36” BT) yang di ambil dari horizon A dan B. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan system grid.   Hasil Penelitian evaluasi kesesuaian lahan sampai tingkat sub group menampilkan faktor-faktor pembatas pada SPT 1 dan SPT 2 yang perlunya pengelolaan lahan dalam upaya pemanfaatan lahan. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) menyajikan informasi spasial berupa peta kesesuaian lahan untuk tanaman padi dan informasi luas area dari masing-masing satuan peta tanah. Hasil evaluasi lahan menunjukkan terdapat beberapa faktor pembatas pada SPT 1 yaitu pH yang masam dan mengandung sulfidikdan pada SPT 2 sama mengandung pH yang masam dan terdapat kandungan sulfidik. Upaya evaluasi kesesuaia lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain adalah rekomendasi pengapuran, dan rekomendasi pemupukan.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Lumpur Laut dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Serapan N, P, K Tanaman Jagung di Lahan Bekas Tambang Bauksit Denah Suswati Sulakhudin Teguh Priwongo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43102

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasilumpur laut dan pupuk kandang sapi terhadap serapan N, P, K tanaman jagung dilahan bekas tambang bauksit di tanah ultisol. Penelitian merupakan percobaanlapangan yang menggunakan pola rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 4perlakuan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 20 sampel daun tanaman jagung,sampel tanaman diambil pada perlakuan dengan kode A= tanpa lumpur dan pupukkandang sapi/bedeng, B= 1,5 Kg (250 g) lumpur laut + 2,5 kg (400 g) pupuk kandangsapi/bedeng, C= 2,4 Kg (400 g) lumpur laut + 4 kg (650 g) pupuk kandang sapi/bedeng,D= 3,3 Kg (550 g) lumpur laut + 5,5 kg (920 g) pupuk kandang sapi/bedeng. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut dan pupuk kandang sapiberpengaruh nyata terhadap reaksi tanah (pH), berat kering tanaman (gram), kalium,tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap serapan nitrogen dan serapan fosfor.Perlakuan lumpur laut dan pupuk kandang sapi yang terbaik terhadap semua parameteryang diamati yaitu pada perlakuan C= 2,4 Kg (400 g) lumpur laut + 4 kg (650 g) pupukkandang sapi/bedeng.
Biologi Ostrinia furnacalis (Lepidoptera : Pyralidae) Yang Dipelihara Dengan Pakan Buatan di Laboratorium MAYA MAYA; Tris Haris Ramadhan; Indri Hendarti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44115

Abstract

ABSTRAKOstrinia furnacalis merupakan hama utama pada pertanaman jagung dan dapat ditemukan di Asia Tenggara, Asia Tengah, Asia Timur, dan Australia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan reproduksi O. furnacalis yang dipelihara dengan pakan buatan di laboratorium. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura yang dimulai dari bulan Maret – Mei 2020. O. furnacalis dipelihara dalam gelas plastik berdiameter 9 cm. Pakan yang digunakan berbahan dasar Phaseolus vulgaris L. dengan tambahan bahan-bahan pendukung lainnya menurut metode Salama (1970). Kemudian dilakukan perbanyakan serangga uji sampai mencapai F1. Selanjutnya dilakukan pengamatan kohort yang dilakukan dengan menggunakan 100 ekor instar 1 yang dipisah menjadi 10 ulangan. Satu ulangan terdiri dari 10 ekor larva dan dipisah secara individu per gelas . Variabel yang diamati adalah siklus hidup, mortalitas, nisbah sex, fekunditas, dan fertilitas telur. Hasil penelitian menunjukkan masa perkembangan O. furnacalis dari menetas sampai menjadi imago berkisar antara 25 – 36 hari, siklus hidup O. furnacalis dari telur sampai menghasilkan telur kembali berlangsung selama 31 – 37 hari rata-rata 33,90 hari, umur dari telur sampai individu mati berlangsung selama 31– 43 hari rata-rata 35,38 hari , stadium telur berkisar antara 3 – 5 hari rata-rata 4,18 hari. Larva terdiri dari 5 instar, lama stadium instar I (2 – 3 hari) rata-rata 2,69 hari, instar II (2 – 4 hari) rata-rata 3,10 hari, instar III (2 – 4 hari) rata-rata 3,02 hari, instar IV (3 – 4 hari) rata-rata 3,47 hari, instar V (6 – 12 hari), prapupa (1 – 3 hari) rata-rata 1,33 hari dan pupa (5 – 10 hari) rata-rata 7,23 hari. Lama hidup imago jantan berkisar antara 1 – 5 hari rata-rata 3,33 hari dan imago betina berkisar antara 1 – 9 hari rata-rata 4.44 hari. Periode pra peneluran berkisar antara  1 – 2 hari rata-rata 1,50 hari dan periode pasca peneluran berkisar antara 1 – 2 hari rata-rata 1,19 hari. Fertilitas telur dengan rata-rata 62,23%. Jumlah telur yang dihasilkan rata-rata 222. Kata Kunci :  Biologi, O. furnacalis, Pakan Buatan, Phaseolus vulgaris L.