cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,880 Documents
PENGGUNAAN TIGA MODEL INFILTRASI PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI DESA SUNGAI MALAYA KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Alawiyah, Alawiyah; Nusantara, Rossie Wiedya; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98910

Abstract

Lahan gambut merupakan sumber daya lahan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama dalam hal penyimpan air dan penyimpanan karbon. Perubahan penggunaan lahan gambut berpotensi memengaruhi sifat fisik tanah yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan tanah gambut dalam menyerap air. Laju infiltrasi merupakan parameter yang menunjukkan seberapa besar air hujan yang dapat meresap. Hasil laju infiltrasi berpengaruh terhadap ketersediaan air bagi tanaman dan menjadi indikator penting dalam upaya mencegah degradasi lahan dan risiko banjir maupun kekeringan. Infiltrasi yang baik mencerminkan kondisi fisik tanah gambut yang baik juga, ini untuk memastikan keberlanjutan ekosistem lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju infiltrasi menggunakan model Horton, Philip dan Kostiakov dan menganalisis perbedaan sifat fisik tanah pada penggunaan lahan karet, nanas dan kelapa sawit di Desa Sungai Malaya Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Sampel tanah setiap lokasi penelitian ditentukan 5 titik pengamatan. Analisis sifat fisik tanah yang dilakukan menggunakan ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil uji pada parameter kadar serat gambut, bobot isi tanah, kadar air kondisi dan kapasitas lapangan, porositas tanah dan permeabilitas tanah menunjukkan berbeda tidak nyata. Hasil pengukuran laju infiltrasi di lapangan dan analisis model menunjukkan laju infiltrasi tertinggi hingga terendah yaitu kebun karet, kebun nanas dan kebun sawit. Kemudian dilakukan uji kesesuaian menggunakan Mean Absolute Error, Root Mean Square Error dan Nash-Sutcliffe Efficiency didapatkan model terpilih ketiga penggunaan lahan yaitu model Philip.
POTENSI ALAT PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK) DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM KERUPUK IKAN Febryani, Angelina Laurent; Sholahuddin, Sholahuddin; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99602

Abstract

Kerupuk ikan adalah jenis makanan ringan yang dibuat dengan bahan utama pati dan dikonsumsi masyarakat sebagai cemilan dan juga sebagai lauk pelengkap pada menu utama masyarakat di Indonesia. Proses pembuatan kerupuk memerlukan pengeringan yang umumnya masih dilakukan dengan penjemuran sinar matahari sehingga membutuhkan waktu lama dan adanya risiko kontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan alat pengering Efek Rumah Kaca (ERK) dalam meningkatkan produktivitas UMKM kerupuk ikan melalui aspek teknis dan kelayakan ekonomi. Penelitian dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan percobaan langsung dan perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan pada pengering ERK lebih tinggi dibandingkan penjemuran dengan rata-rata 37,9 oC dibandingkan 35,5 oC. Kondisi ini mempercepat waktu pengeringan hingga 12,5% dengan kadar air ≤ 11% tercapai dalam 3,5 jam dengan penggunaan pengering ERK. Analisis finansial menunjukkan biaya pokok pengeringan sebesar Rp 16.164/kg dengan nilai NPV positif Rp 12.286.195, rasio B/C sebesar 1,17, dan Payback Period 0,65 tahun sehingga alat pengering ERK dinilai layak untuk digunakan sebagai alternatif teknologi pengeringan pada skala UMKM.
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN IKAN TONGKOL ABU-ABU (THUNNUS TONGGOL) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT Yudiansyah, Yudiansyah; Suyatno, Adi; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102719

Abstract

Ikan tongkol abu-abu (Thunnus tonggol) merupakan salah satu komoditas perikanan pelagis yang berperan strategis dalam perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan di kawasan PPN Pemangkat. Berdasarkan data pendaratan tahun 2023, komoditas ini tercatat sebagai hasil tangkapan terbesar sehingga menjadi sumber pendapatan utama serta memberikan kontribusi penting dalam rantai nilai perikanan daerah. Dalam praktiknya, pemasaran tongkol abu-abu di tingkat produsen masih banyak melibatkan agen, yang dipengaruhi oleh hubungan keterikatan antara nelayan dan agen. Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya beragam saluran pemasaran dari nelayan hingga konsumen akhir, yang pada akhirnya menimbulkan perbedaan harga yang cukup besar di setiap tingkatan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi saluran pemasaran ikan tongkol abu-abu di PPN Pemangkat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan profitability index. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap nelayan/agen, pengumpul, dan pengecer. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga saluran pemasaran, yaitu Saluran 0, Saluran I, dan Saluran II. Secara umum, seluruh saluran dinilai efisien berdasarkan margin pemasaran dan farmer’s share, namun berdasarkan indeks profitabilitas hanya Saluran I dan II yang efisien. Saluran I dinilai paling optimal karena memberikan keuntungan yang lebih seimbang dan menguntungkan bagi nelayan.
KAJIAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) DI DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Nugroho, Ridho Satia; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa (Cocos nucifera L.) dan memberikan saran pemupukan unsur hara N, P, dan K untuk tanaman kelapa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode jalur sistematik (transek) yang mencakup tiga lahan milik petani yang berbeda, masing-masing terletak pada jarak lahan A 2,8 km, lahan B 2,7 km, dan lahan C 2,4 km dari sungai. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit, dengan lima titik pengambilan sampel pada setiap lahan yang ditentukan melalui metode diagonal. Setiap lahan perkebunan kelapa (Cocos nucifera L.) menunjukkan beberapa sifat kimia tanah yang beragam. Lahan A, B dan C memiliki pH tanah yang masam, sehingga kadar fosfor yang tersedia rendah, namun kandungan C-organik sangat tinggi yang berdampak pada meningkatnya kadar N-total dan KTK tanah yang sedang. Berdasarkan hasil analisis tanah dari ketiga lokasi lahan penelitian lahan A, B, dan C, memiliki kriteria sifat kimia tanah yang sama pada parameter pH, C-organik, Ca, Mg, dan KTK, namun adanya perbedaan kriteria pada parameter N, P, K dan KB terutama pada lahan C. Saran pemupukan untuk lahan A - 102,26 kg/ha pupuk urea, 28,9 kg/ha pupuk SP-36 dan 185 kg/ha pupuk KCl. Lahan B - 107,6 kg/ha pupuk urea, 25,67 kg/ha pupuk SP-36, dan 185 kg/ha pupuk KCl. Lahan C - 107,17 kg/ha pupuk urea, 80,28 kg/ha pupuk SP-36, dan 117,6 kg/ha pupuk KCl.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH ULTISOL PADA TIGA KELERENGAN DI LAHAN KARET RAKYAT DI DESA KERSIK BELANTIAN KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Seftian, Seftian; Widiarso, Bambang; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99645

Abstract

ABSTRAK Sifat fisika tanah merupakan kunci penentu kualitas suatu lahan dan lingkungan. Perbedaan tingkat lereng memungkinkan terjadi erosi di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak yang mempengaruhi penurunan produktivitas karet rakyat. Adanya perbedaan kelas lereng pada lokasi penelitian memungkinkan mempengaruhi sifat fisika di tanah Ultisol di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan sifat fisika tanah di lahan karet rakyat pada tiga kelas lereng yang berbeda di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode diagonal. Data yang didapatkan di lapangan yaitu sampel tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Sampel dari lahan kemudian dilakukan uji laboratorium, maka dapat diketahui perbedaan antara tingkat kemiringan lereng dengan sifat fisika tanah. Perbedaan tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode Anova pada taraf signifikan α = 0,05 dan di lanjutkan dengan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menunjukkan kemiringan lahan datar, landai, dan agak miring berpengaruh nyata terhadap bobot isi, porositas, kadar air kapasitas lapangan, dan kemantapan agregat tanah tanah pada lahan karet. Semakin miring lahan maka sifat fisika tanah semakin rendah atau kurang baik. Hasil analisis uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ menunjukkan lahan datar (0-3%), landai (3-5%), dan agak miring (5-8%) berpengaruh tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisika tanah.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT MANDIRI DI DESA SUNGAI MAWANG KECAMATAN KAPUAS KABUPATEN SANGGAU Anselmus, Anselmus; Dolorosa, Eva; Sawerah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99434

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi kelapa sawit mandiri di Desa Sungai Mawang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Mawang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau. Lokasi penelitian ini diambil dikarenakan sebagian besar perkebunan di Desa Sungai Mawang dikelola secara mandiri oleh petani. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74,80% produksi kelapa sawit mandiri di Desa Sungai Mawang dipengaruhi variabel bebas yang terdiri dari luas lahan, jumlah tanaman, umur tanaman, pupuk NPK, pupuk Urea, pestisida dan tenaga kerja. Secara simultan variabel bebas yang terdiri dari luas lahan, jumlah tanaman, umur tanaman, pupuk NPK, pupuk Urea, pestisida dan tenaga kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kelapa sawit di Desa Sungai Mawang. Secara parsial luas lahan, jumlah tanaman, umur tanaman, pupuk NPK dan pupuk Urea berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit di Desa Sungai Mawang.
PENGARUH JARAK KE SALURAN DRAINASE TERHADAP KEDALAMAN MUKA AIR TANAH GAMBUT DI DESA KUALA DUA KABUPATEN KUBU RAYA Walqur'aini, Erika; Suryadi, Urai Edi; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98785

Abstract

Indonesia memiliki salah satu kawasan gambut terluas di dunia, yaitu sekitar 47% dari total gambut tropis global, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan lahan gambut terluas di Asia Tenggara (Herman, 2016). Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama dengan nilai ekonomi yang tinggi; namun, budidayanya di lahan gambut dapat mengubah kondisi hidrologi. Sebaliknya, semak belukar merupakan vegetasi alami yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta dapat dijadikan acuan dalam penelitian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedalaman muka air tanah gambut pada berbagai jarak dari saluran drainase di lahan kelapa sawit dan semak belukar di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan kelapa sawit, jarak terhadap saluran drainase secara konsisten memengaruhi muka air tanah setiap minggunya. Pada lahan semak belukar, pengaruh tersebut hanya terlihat pada minggu pertama hingga ketiga, sementara pada minggu keempat hingga kedelapan tidak ditemukan pengaruh yang signifikan. Secara keseluruhan, kedalaman muka air tanah pada kedua tipe lahan tergolong sedang, sedangkan kedalaman muka air saluran drainase pada keduanya tergolong dalam.
FORMULASI MASKING FLAVOR LEMON DAN KAYU MANIS PADA TEH HRBAL DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus) Boangmanalu, Tania Roitona; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.103608

Abstract

Minuman daun tapak dara (Catharanthus roseus) sebagai teh herbal memiliki rasa pahit dan aroma yang kurang disukai akibat kandungan alkaloid dan flavonoid, meskipun memiliki potensi fungsional sebagai antioksidan dan antihiperglikemik. Oleh karena itu, diperlukan penambahan bahan penutup rasa (masking flavor) yang sesuai digunakan untuk memperbaiki karakteristik flavor dan meningkatkan penerimaan konsumen terhadap teh herbal. Penelitian ini bertujuan menentukan rasio optimal sari lemon dan seduhan kayu manis sebagai masking flavor yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan berupa rasio masking flavor (20% dari total formulasi) sari lemon:seduhan kayu manis, yaitu 20:0, 9:1, 4:1, 7:3, dan 3:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi seduhan kayu manis disertai penurunan sari lemon efektif sebagai masking flavor, karena mampu meningkatkan penerimaan panelis melalui perbaikan aroma rempah, rasa rempah, dan keseimbangan rasa secara keseluruhan.
ANALISIS SWOT PADA IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN DIGITAL KOMODITAS BERAS DI DESA PARIT KELADI KECAMATAN SUNGAI KAKAP Murdah, Siti; Yurisinthae, Erlinda; Sawerah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98733

Abstract

Penelitian ini menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang berpengaruh pada implementasi strategi pemasaran digital komoditas beras di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Oppurtunity, Threats) dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan (strength) yang dimiliki pada implementasi strategi pemasaran digital komoditas beras di Desa parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap yaitu dengan memiliki komunikasi yang baik antara penyuluh dan petani serta memiliki kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan antara penyuluh dan petani. Kelemahan (weakness) yang dimiliki yaitu pada kondisi lingkungan dengan persaingan yang ketat serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya teknologi digital. Selanjutnya peluang yang dimiliki yaitu adanya peningkatan pengguna internet atau semakin banyak yang terhubung ke internet serta adanya peningkatan kesadaran petani akan pentingnya teknologi digital. Sementara itu, ancaman (threats) yang dimiliki yaitu dengan adanya keterbatasan dalam mempertahankan petani yang ingin menggunakan digital marketing.
PENGARUH PENGGUNAAN DIGITALISASI TERHADAP PENINGKATAN DAYA SAING UMKM KABUPATEN KETAPANG DI ERA REVOLUSI 4.0 Aghesya, Rizanda Dian; Suyatno, Adi; Imelda, Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.103573

Abstract

The Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector is specifically designed with the primary goal of improving community welfare. The Industrial Revolution 4.0 era has brought significant changes in technological development. The purpose of this study is to analyze the impact of the use of online marketing, e-payment, and online transportation on increasing the competitiveness of MSMEs in Ketapang Regency. This research is a quantitative research. Data collection uses a probability sampling technique with a simple random sampling type. The results of the study of 140 MSME respondents in Ketapang Regency who have adopted digitalization in their business processes can be concluded that the simultaneous use of online marketing, e-payment, and online transportation has a significant effect on increasing MSME competitiveness in the digital era. Online marketing has been proven to expand promotional reach and significantly increase sales volume.