cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI PETANI DALAM PENGELOLAAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT Egi, Julianus; Yurisinthae, Erlinda; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.105646

Abstract

Pengelolaan kelapa sawit pada lahan gambut memerlukan perhatian khusus karena karakteristik biofisik tanah yang memiliki kadar air tinggi, tingkat keasaman relatif tinggi, serta ketersediaan unsur hara yang terbatas. Kondisi tersebut menuntut praktik budidaya yang tepat dan kemampuan pengelolaan yang baik dari petani. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran umur dan tingkat pendidikan petani dalam pengelolaan usahatani kelapa sawit pada lahan gambut di Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan melalui metode sensus terhadap 72 petani swadaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, wawancara langsung, dan data sekunder, kemudian dianalisis dalam bentuk tabel, persentase, dan nilai rata-rata untuk menggambarkan kondisi penelitian secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani didominasi kelompok umur produktif (31–40 tahun) dengan tingkat pendidikan SMA. Kelompok ini menerapkan pengelolaan drainase dan penggunaan input yang lebih intensif serta mencapai produktivitas lebih tinggi dibandingkan petani usia lanjut dan berpendidikan rendah. Namun, penggunaan input masih berada di bawah rekomendasi teknis akibat keterbatasan modal. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknis pengelolaan lahan gambut dan dukungan akses permodalan agar penggunaan input dapat optimal dan produktivitas meningkat.