cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Melsy, Clara Francini; Zulfita, Dwi; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67410

Abstract

Poduktivitas kubis bunga di Kalimantan Barat masih rendah karena pengembangannya dalam skala area kecil dan teknologi pemupukan Syang belum berimbang pada tanah-tanah yang cenderung bersifat masam contohnya tanah aluvial, mengakibatkan kubis bunga tidak dapat tumbuh optimal, sehingga penambahan unsur hara pada tanah aluvial dapat dilakukan dengan penambahan pupuk kandang kambing dan pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Reformasi, Gg. Struktur. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 18 Maret sampai 18 Mei 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi antara Pupuk Kandang Kambing dan pupuk NPK yang terbaik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga pada Tanah Aluvial. Penelitian ini menggunakan rancangan Faktorial dengan Pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu dosis pupuk kandang kambing (K) dengan 3 taraf perlakuan dan Pupuk NPK (N) dengan 3 taraf perlakuan. Penelitian terdiri dari 3 ulangan dan 4 sampel dengan jumlah total 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari faktor pertama dosis perlakuan pupuk kandang kambing (K) yaitu k1 = 20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag, k2 = 30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag, dan k3 = 40 ton/ha setara dengan 200 g/polybag; dan faktor kedua dosis perlakuan pupuk NPK (N) yaitu n1 = 350 kg NPK/ha setara dengan 11 g/tanaman, n2 = 450 kg NPK/ha setara dengan 15 g/tanaman dan n3 = 550 kg NPK/ha setara dengan 18 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah helai daun (helai), volume akar (cm3), luas daun (cm), berat kering tanaman (g), berat segar krop (g), dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pemberian dosis pupuk kandang kambing 20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag dan dosis pupuk NPK dosis 350 kg/ha setara dengan 11 g/tanaman merupakan dosis yang efisien untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial.Kata kunci: Tanah Aluvial, Kubis Bunga, Pupuk Kandang Kambing, Pupuk NPK.
EFEKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN CYHALOFOP-BUTYL DAN PYRIBENZOXIM TERHADAP GULMA Spenochlea zeylanica, Leptochloa chinensis, dan Fimbristylis milliacea Indriani, Fitri; Sarbino, Sarbino; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67649

Abstract

Pencampuran herbisida dengan dua atau lebih jenis bahan aktif dapat memperluas spektrum pengendalian gulma. Campuran herbisida satu bahan aktif dengan bahan aktif yang lain dapat menunjukkan respons yang bersifat antagonis atau tidak antagonis. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat efektivitas herbisida campuran berbahan aktif cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim terhadap gulma Spenochlea zeylanica, Leptochloa chinensis, dan Fimbristylis milliacea. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober "“ Desember 2021 di rumah plastik dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan beberapa taraf dosis perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan herbisida cyhalofop-butyl 100 g/l EC diuji pada dosis (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30; 50) l/ha, herbisida pyribenzoxim 50 g/l EC diuji pada dosis (0; 4; 8; 16; 32; 64) l/ha, dan herbisida campuran cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim 60/25 g/l EC diuji pada dosis (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30) l/ha. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS dilanjutkan dengan perhitungan indeks kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida campuran cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim efektif dalam mengendalikan gulma Spenochlea zeylanica dimulai pada dosis 3,75 l/ha (P2) dengan persen kematian 60,48%, gulma Leptochloa chinensis dimulai pada dosis 1,875 l/ha (P1) dengan persen kematian 56,92%, dan gulma Fimbristylis milliacea dimulai pada dosis 15 l/ha (P4) dengan persen kematian 58,56%. Pencampuran herbisida cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim dengan nilai indeks kombinasi sebesar 0,85 (IK ≤ 1) sehingga kedua jenis herbisida campuran tersebut bersifat tidak antagonis.
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Sanjaya, Wahyu; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67656

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Media tanam yang dapat digunakan untuk budidaya bawang merah adalah tanah aluvial. Kendala dari tanah aluvial adalah kurangnya unsur hara yang terdapat dalam tanah. Kendala tersebut bisa diatasi dengan pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) ditambah dengan pemberian bahan organik, salah satunya yaitu pupuk kandang kambing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pemberian FMA dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di desa Sungai Palai, Kecamatan Pemangkat pada tanggal 20 Desember 2022 sampai dengan 23 Februari 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) faktorial dengan petak utama dan anak petak. Pemberian FMA sebagai petak utama (m) terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu m0 = diberi FMA dan m1 = tanpa diberi FMA. Pemberian pupuk kandang kambing sebagai anak petak (p) terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu p1 = 5 ton/ha, p2 = 10 ton/ha, p3 = 15 ton/ha dan p4 = 20 ton/ha. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah panen, berat kering angin, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi dan infeksi akar oleh FMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian FMA dan pupuk kandang kambing pada variabel berat basah panen dan berat kering angin. Pemberian pupuk kandang kambing pada dosis 20 ton/ha mampu memberikan hasil berat basah panen dan berat kering angin yang terbaik. Pemberian FMA memberikan hasil terbaik pada infeksi akar oleh FMA.
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN EKOWISATA DANAU BELIBIS KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT irwan, irwan; Adijaya, Mardan; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.68724

Abstract

Danau Belibis merupakan objek wisata yang terletak di Dusun Telabang, Desa Subah Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. Kawasan ini awalnya merupakan tempat tambang emas yang dialih fungsikan sebagai tempat wisata karena sudah tidak digunakan untuk menambang emas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian wisata, daya dukung kawasan dan ekowisata Danau Belibis. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara, kuesioner pada bulan juni sampai agustus 2022 yang terdiri dari tiga stasiun dengan pengamatan menggunakan Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini pengunjung atau masyarakat berusia tujuh belas tahun keatas. Sampel yang digunakan sebanyak seratus responden, pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling. Hasil dari Analisis kesesuaian ekowisata dikelompokkan berdasarkan parameter yang telah ditetapkan. Hasil dari pengukuran wisata berkemah dinyatakan sesuai karna tipe hamparan daratan dan luas tepian danau yang mendukung kegiatan berkemah. Memancing di nyatakan sesuai karena sumberdaya ikan yang cukup melimpah. Berperahu, sepeda air, kano tergolong sesuai di karenakan kedalaman air yang tergolong aman serta penutupan tanaman air yang tidak menggangu aktifitas wisata. Duduk santai dan melihat pemandangan tergolong sangat sesuai karena pemandangan hutan yang khas dan asri serta memiliki pemandangn danau yang indah. Daya dukung kawasan untuk kegiatan wisata adalah 669 orang perhari dengan total luas area 1650m ². Berkemah di lakukan 89 orang dengan luas area 500m ². Wisata memancing ada 12 orang dengan luas area kolam yang dapat di gunakan 150m ². Wisata berperahu di danau dapat dilakukan pada luas area 150m ² dan dapat menampung 48 orang. Wisata sepeda air dapat menampung 96 orang dengan luas area 150m ². Wisata kano dapat di lakukan pada luas area 200m ² dapat menampung 64 orang. Wisata duduk santai dengan luas area 250m ² dapat menampung 200. Wisata melihat pemandangan dapat menampung 160 orang dengan luas area 250m ².
STATUS STOK UDANG DOGOL (Metapenaeus monoceros) YANG DIDARATKAN DI TPI SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Delviana Sianipar, Valeria Yerika; Padmasari Soetignya, Widadi; Wira Hadinata, Fitra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69624

Abstract

Informasi mengenai stok udang dogol (Metapenaus monoceros) masih sangat minim dilakukan khususnya di Perairan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status stok udang dogol yang tertangkap di Sungai Kakap. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu random sampling dengan menentukan 2 orang nelayan dipilih berdasarkan pengoperasian alat tangkap trawl dan mengambil sampel udang putih 10% dari hasil tangkapan. Penelitian di lapangan dilakukan selama 3 bulan yaitu pada bulan Maret-Mei 2023. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan udang dogol yang tertangkap selama penelitian sebanyak 954 ekor, di mana udang dogol jantan yang tertangkap sebanyak 494 ekor dan betina sebanyak 460 ekor. Sebaran panjang karapas udang dogol yang diamati selama penelitian berkisar antara 15,5-65,5 mm, dan berat 16,5-21,5 gram. Hubungan panjang dan berat udang dogol jantan, betina dan gabungan bersifat allometrik negatif. Hubungan panjang dan panjang karapas udang dogol jantan, betina dan gabungan bersifat allometrik negatif. Udang dogol yang tertangkap di Sungai Kakap berdasarkan nilai K didapatkan hasil 2,5 per tahun dengan nilai L∞ 73,67 mm jantan dan nilai K 2,1 per tahun dengan nilai L∞ 97,13 mm betina, sedangkan gabungan didapatkan nilai K 2,1 per tahun dengan L∞ 75,13 mm. Laju kematian total (Z) dan laju kematian alami (M) masing-masing 2,40/tahun dan 1,22/tahun. Laju kematian karena penangkapan (F) sebagai 5,14/tahun dan laju eksploitasi (E) sekitar 0,80/tahun. Dengan demikian status stok udang dogol sudah berada pada penangkapan berlebih (overfishing).
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT Oktaviani, Oktaviani; Warganda, Warganda; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69851

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber penghasilan petani, maupun potensi sebagai penghasil devisa untuk Negara. Tanaman bawang merah merupakan komoditas sayuran karena mengandung gizi yang tinggi, bahan baku untuk obat-obatan, sebagai pelengkap bumbu masak, memiliki banyak kandungan vitamin dan berperan sebagai aktivator enzim di dalam tubuh. Tanah gambut memiliki kendala terutama berkaitan dengan kesuburan tanah rendah, kadar air tinggi, kematangan gambut dan berat isi rendah. Kendala kimia tanah gambut berupa kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi dan tanah yang bereaksi masam disebabkan kandungan asam organik yang tinggi.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari dosis interaksi amelioran dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitiandilakukanselama2bulan,dimulai sejak 05 Maret 2023 sampai dengan 29 April 2023. Penelitian ini menggunakanmetodeRancanganAcakLengkap(RAL)Faktorialyangterdiridari2faktorperlakuan.Faktorbeberapa jenis amelioran3taraf,danfaktorpupukNPK3taraf.Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehinggadiperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah:faktor pertamaa1= 560 kg/ha + 12 ton/ha amelioran setara dengan 16 g/polybag dan 334 g/polybag, a2= 700 kg/ha + 15 ton/ha amelioran setara dengan 20 g/polybag dan 423 g/polybag, a3= 805 kg/ha + 17 amelioran setaradengan 23 g/polybag dan 490 g/polybag, faktor kedua p1= 200 kg/ha pupuk NPK setara dengan 5g/polybag, p2= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 11 g/polybag, p3= 600 kg/hapupukNPKsetaradengan16g/polybag.Variabelpengamatanmeliputitinggitanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan,didapatkankesimpulanbahwatidak terjadi interaksi antara amelioran dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Perlakuan amelioran dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber penghasilan petani, maupun potensi sebagai penghasil devisa untuk Negara. Tanaman bawang merah merupakan komoditas sayuran karena mengandung gizi yang tinggi, bahan baku untuk obat-obatan, sebagai pelengkap bumbu masak, memiliki banyak kandungan vitamin dan berperan sebagai aktivator enzim di dalam tubuh. Tanah gambut memiliki kendala terutama berkaitan dengan kesuburan tanah rendah, kadar air tinggi, kematangan gambut dan berat isi rendah. Kendala kimia tanah gambut berupa kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi dan tanah yang bereaksi masam disebabkan kandungan asam organik yang tinggi.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari dosis interaksi amelioran dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitiandilakukanselama2bulan,dimulai sejak 05 Maret 2023 sampai dengan 29 April 2023. Penelitian ini menggunakanmetodeRancanganAcakLengkap(RAL)Faktorialyangterdiridari2faktorperlakuan.Faktorbeberapa jenis amelioran3taraf,danfaktorpupukNPK3taraf.Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehinggadiperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah:faktor pertamaa1= 560 kg/ha + 12 ton/ha amelioran setara dengan 16 g/polybag dan 334 g/polybag, a2= 700 kg/ha + 15 ton/ha amelioran setara dengan 20 g/polybag dan 423 g/polybag, a3= 805 kg/ha + 17 amelioran setaradengan 23 g/polybag dan 490 g/polybag, faktor kedua p1= 200 kg/ha pupuk NPK setara dengan 5g/polybag, p2= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 11 g/polybag, p3= 600 kg/hapupukNPKsetaradengan16g/polybag.Variabelpengamatanmeliputitinggitanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan,didapatkankesimpulanbahwatidak terjadi interaksi antara amelioran dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Perlakuan amelioran dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Kata Kunci: Amelioran, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Bawang Merah.
Pengaruh Pupuk Hayati dan Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Nazhmy, Fazlin; Warganda, Warganda; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.70452

Abstract

Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) adalah jenis tanaman sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Tanah Podsolik Merah Kuning memiliki beberapa permasalahan. Pupuk yang dapat digunakan yaitu Pupuk Hayati (bioboost) dan Pupuk KCl. Pupuk hayati adalah larutan konsentrat yang mengandung sel-sel beberapa jenis mikroorganisme hidup. Pupuk KCl adalah pupuk kimia yang mengandung unsur hara kalium 60% yang diperlukan tanaman bawang merah setelah unsur nitrogen dalam proses metabolisme tanaman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk hayati dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah Podsolik Merah Kuning Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari Petak Utama dan Anak Petak. Faktor pertama yaitu pupuk hayati (P) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = 5 cc/L, p2 = 10 cc/L, p3 = 15 cc/L dan faktor kedua yaitu pupuk KCl (K) sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 = 150 kg/ha, k2 = 200 kg/ha, dan k3 = 250 kg/ha. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Sehingga jumlah keseluruhan terdapat 144 tanaman Bawang Merah. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman 8 MST (cm), jumlah daun 8 MST (helai), jumlah anakan (batang), jumlah umbi perumpun (umbi), berat segar umbi (g), dan berat kering angin umbi (g). Adapun variabel penunjang, yakni suhu ( °C), kelembaban udara (%), dan curah hujan (mm). Berdasarkan hasil penelitian bawang merah pada tanah Podsolik Merah Kuning menunjukan bahwa pemberian Pupuk Hayati 10 cc/liter + Pupuk KCl 150 kg/hektar dan 200 kg/hektar merupakan dosis yang efektif terhadap jumlah umbi perumpun, dan berat basah umbi.
ANALISIS MAKANAN IKAN KIPER (Scatophagus Argus) DI PERAIRAN SUNGAU SEBANGKAU KABUPATEN SAMBAS Nurul, Nurul; Mulyadi, Ahmad; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i3.87470

Abstract

Kabupaten Sambas merupakan salah satu kabupaten yang ada di Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 Km, memiliki 19 Kecamatan salah satunya yaitu Kecamatan Salatiga yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Pemangkat, Kecamatan Salatiga terdapat sungai yaitu muara sungai sebangkau. Muara sungai sebangkau merupakan salah satu muara yang ada di Kecamatan Salatiga. Muara sungai sebangkau merupakan wilayah perairan yang terjadinya percampuran air laut dan air tawar, muara sungai ini dapat terjadi daerah pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kebiasaan makanan pada ikan kiper (Scatophagus Argus) di perairan sungai sebangkau Kabupaten Sambas. Pengamatan ikan kiper dilakukan dengan mengambil lambung ikan yang kemudian di belah dan diamati jenis makanan yang ada di lambung ikan dan di catat, kemudian melakukan beberapa analisis seperti analisis kebiasaan makan ikan, analisis kepenuhan lambung, panjang usus relatif serta pengamatan kualitas perairan seperti suhu, pH, salinitas, DO dan kecerahan. Hasil pengamatan selama penelitian yaitu nilai indeks of preponderance keseluruhan stasiun nilai udang sebesar 69%, dan menunjukkan udang merupakan makanan utama karena memiliki nilai IP >40%. Nilai analisis IP untuk kepepot sebesar 19%, hal ini menunjukkan kepepot merupakan makanan tambahan karena memiliki nilai IP berkisar 4-40%. Nilai IP cacing, sotong, potongan udang, telur cumi, dan lumut memiliki nilai IP kisaran 0,1 %- 2,9% yang menunjukkan bahwa jenis makanan tersebut merupakan makanan pelengkap karena memiliki nilai IP <4%.menunjukkan Berdasarkan nilai indeks kepenuhan lambung (ISC) menunjukkan stasiun 1 sebesar 4,5 ,stasiun 2 sebesar 5,2 dan stasiun 3 sebesar 8,8. Perhitungan nilai panjang usus relative didapatkan stasiun 1,2 dan 3 berkisar 2,3-2,9 , yang menunjukkan bahwa ikan kiper tergolong ikan omnivora. Nilai pengukuran kualitas perairan menunjukkan bahwa perairan sungai sebangkau baik untuk kehidupan serta pertumbuhan ikan kiper.
EVALUASI SENSORI GULA KELAPA SERBUK DENGAN PENAMBAHAN SERBUK KULIT BUAH MANGGIS PADA SAAT PENYADAPAN NIRA KELAPA Syahrani, Andini Trianti; Raharjo, Dwi; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.104126

Abstract

Gula kelapa serbuk diproduksi melalui pemanasan lanjutan nira kelapa hingga kadar airnya menurun dan terbentuk kristal. Kualitas nira kelapa sangat menentukan mutu akhir produk, nira kelapa mudah mengalami fermentasi akibat mikroba alami yang menurunkan pH dan meningkatkan gula reduksi, sehingga tidak dapat diolah menjadi gula kelapa serbuk. Pencegahan kerusakan nira selama proses penyadapan petani kelapa biasanya menambahkan pengawet alami seperti batang resak yang kini populasinya menurun dan sulit diperoleh. Keterbatasan bahan pengawet alami yang digunakan, ada alternatif lain yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami pada saat penyadapan nira seperti limbah kulit buah manggis karena memiliki aktivitas antimikroba. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan jumlah pengawet serbuk kulit buah manggis pada saat penyadapan nira kelapa terhadap karakteristik sensoris gula kelapa serbuk yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi kulit buah manggis (P) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dengan 4 kali ulangan, sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil uji sensoris dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Karakteristik sensoris gula kelapa serbuk yang diamati ialah aroma, warna, rasa manis, rasa kelat dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 g kulit buah manggis merupakan perlakuan yang menghasilkan karakteristik sensoris terbaik dengan nilai Aroma khas gula kelapa (3,37), warna kuning kecokletan (2,67), rasa lebih manis (3,60), rasa tidak kelat (1,87), kesukaan keseluruhan lebih suka (3,63).
KAJIAN SIFAT FISIKA TANAH INCEPTISOL PADA BEBERAPA UMUR TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA SUNGAI AMBANGAH KABUPATEN KUBU RAYA Saputri, Rini Alpiani; Junaidi, Junaidi; Agustine, Leony
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.104646

Abstract

Desa Sungai Ambangah terletak di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah sekitar 3.439,84 hektar. Jenis tanah yang dominan di wilayah ini adalah Entisol dan Histosol, dengan tanah Entisol seluas 2.857,15 hektar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan sifat fisika tanah Inceptisol pada tiga umur tanaman kelapa sawit, yaitu 4, 9, dan 15 tahun. Penelitian dilaksanakan pada lahan seluas 2,8 hektar dengan metode pengambilan sampel secara diagonal pada lima titik pengamatan di setiap umur tanaman, sehingga diperoleh 15 titik pengamatan. Parameter sifat fisika meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, kadar air kapasitas lapang, porositas tanah, permeabilitas tanah dan kemantapan agregat tanah. Parameter sifat kimia tanah meliputi C-Organik. Analisis sifat fisika tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah, sedangkan analisis C-Organik dan tekstur tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah. Analisis data menggunakan uji Anova dan uji BNJ, serta uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney apabila data tidak memenuhi asumsi parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tanaman kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap beberapa sifat fisika tanah, seperti bobot isi, kadar air kapasitas lapang, porositas, dan permeabilitas. Tekstur tanah dan kemantapan agregat tidak berbeda nyata, serta kandungan C-Organik tergolong sangat tinggi pada seluruh umur tanaman.