cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
PENGARUH KAPUR DAN BOKASHI TKKS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Roma, Natasya Vidia; Abdurrahman, Tatang; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66493

Abstract

Kedelai Edamame merupakan salah satu komoditas kacang-kacangan yang menjadi sumber protein nabati utama masyarakat Indonesia. Salah satu tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman kedelai edamame yaitu tanah podsolik merah kuning. Tanah podsolik merahkuning sebagai media tanam memiliki kendala seperti struktur tanah jelek pH rendah, ketersediaan unsur hara sedikit dan kandungan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti kapur dolomit dan bokashi tandan kosong kelapa sawit. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi kapur dolomit dan bokashi tandan kosong kelapa sawit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Jalan Sepakat 2, Gg. Sejahtera. Penelitian ini berlangsung dari bulan November 2022 sampai Februari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama kapur terdiri dari 3 taraf yaitu d1 = 15 ton/ha setara dengan 75 g/polibag, d2 = 18 ton/ha setara dengan 90 g/polibag dan d3 = 20 ton/ha setara dengan 100 g/polibag. Faktor kedua bokashi tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 5 ton/ha setara dengan 25 g/polibag, b2 = 10 ton/ha setara dengan 50 g/polibag dan b3 = 15 ton/ha setara dengan 75 g/polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong segar per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, dan jumlah bintil akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian kapur dosis 18 ton/ha dan bokashi TKKS 10 ton/ha dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame yang terbaik pada tanah podsolik merah kuning.
SERAPAN HARA TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT DESA SIJANG KABUPATEN SAMBAS Wibianto, Rizki Lambang; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66745

Abstract

Kelapa sawit yang dibudidayakan di Kabupaten Sambas mempunyai produksi yang berbeda-beda di setiap lahan. Perbedaan produksi di setiap lahan di pengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi produksi tanaman kelapa sawit adalah kondisi tanah dan unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman agar tumbuh maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kadar hara N, P, K, Mg, Cu dan Boron pada Satuan Peta Lahan yang sudah diklasifikasikan berdasarkan umur tanaman kelapa sawit dan mengelompokannya dalam kategori defisiensi, optimum, dan berlebih, mengetahui serapan hara N, P, dan K pada tanaman kelapa sawit, dan memberikan rekomendasi pemupukan tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawit swadaya masyarakat Desa Sijang Kabupaten Sambas. Parameter penelitian yaitu Nitrogen, Fosfor, Kalium, Magnesium, Tembaga, dan Boron. Hasil Analisis menunjukkan bahwa kadar hara N, P, K, Mg, Cu, dan Born pada SPL 1 tergolong defisiensi sampai berlebih, SPL 2 tergolong defisiensi sampai berlebih, dan SPL 3 tergolong defisiensi sampai berlebih. Pada masing-masing SPL di Rekomendasikan dosis pemupukan N, P dan K untuk SPL 1 (Urea 7,5 kg/pohon/tahun, SP-36 0,5 kg/pohon/tahun, KCL 1,75 kg/pohon/tahun), SPL 2 (Urea 2,75 kg/pohon/tahun, SP-36 0,35 kg/pohon/tahun, KCL 3,75 kg/pohon/tahun), dan SPL 3 (Urea 9,5 kg/pohon/tahun, SP-36 1,1 kg/pohon/tahun, KCL 4,5 kg/pohon/tahun).
STATUS HARA N, P, DAN K TANAH PADA LAHAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA SUNGAI KERAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG Lusi, Lusi; Riduansyah, Riduansyah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66872

Abstract

Status hara tanah diperlukan untuk mengetahui kandungan hara yang tersedia di dalam tanah. Status hara diperoleh melalui survey lapangan dan analisis unsur hara di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P, dan K tanah serta memberikan saran pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Keran Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang. Lokasi penelitian merupakan lahan kelapa sawit dengan umur tanaman yang berbeda yakni, umur 5 dan 9 tahun. Pengambilan sampel menggunakan metode diagonal. Hasil analisis menunjukkan bahwa status hara N,P, dan K pada dua lokasi penelitian berturut-turut Sedang, Sangat Tinggi, dan Rendah. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan pupuk sesuai rekomendasi yang digunakan, maka masing-masing lahan disarankan memberikan dosis pemupukan untuk lokasi A kebutuhan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 2 kg/pohon, Kekurangan dipenuhi dengan pupuk tunggal: 1,16 kg urea/pohon dan 0,94 kg KCl/pohon. Lokasi B 2,9 kg urea/pohon, 0,89 kg SP36/pohon (1,14 kg rock phospate/pohon), dan 2,5 kg KCl/pohon).
PEMETAAN LAHAN RAWAN BANJIR AREAL PERSAWAHAN DI DESA KUALA TOLAK KECAMATAN MATAN HILIR UTARA Alparizy, Dominikus Donny; Krisnohadi, Ari; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66879

Abstract

Banjir terjadi karena faktor manusia dan faktor alam. Faktor fisik pada daerah alir sungai (DAS) adalah faktor alam dan saling terkait dalam kejadian banjir. Banjir yang terjadi di Desa Kuala Tolak, Kabupaten Ketapang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan sungai tolak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan kawasan yang berpotensi banjir pada lahan sawah Desa Kuala Tolak. Penilaian potensi banjir suatu wilayah menggunakan metode penelitian dengan dilakukan pemberian skoring dan pembobotan pada kelas di setiap parameter banjir (Suherlan, 2001). Dari hasil peta kerawanan banjir yang dibuat berdasarkan dari data kelas parameter banjir didapat bahwa lahan sawah di Desa Kuala Tolak terdiri dari dua kelas kerawanan banjir yaitu : Kelas Sangat Rawan dengan persentase 1,17% atau seluas 9,24 Ha dan Kelas Rawan dengan persentase 98,83% atau luasnya sebesar 779,77 Ha.Kata Kunci: Pemetaan, Kerawanan Banjir, pasang surut
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KOPI (Coffea Canephora) DI PUNGGUR KECIL KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Darmawan, Muhammad Ivan; Krisnohadi, Ari; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66948

Abstract

Evaluasi lahan adalah penilaian sumber daya lahan untuk tujuan tertentu dengan menggunakan suatu pendekatan atau cara yang sudah teruji. Petani kopi di Kubu Raya masih menghadapi sejumlah persoalan, salah satunya yakni produktivitas kopi segar hanya sekitar tiga ton per hektar terlebih lagi karakteristik pada lahan lokasi penelitian masih belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan data informasi mengenai sifat fisik dan kimia tanah yang dapat memberikan solusi pertumbuhan dan produktivitas tanaman kopi. Penelitian dilakukan di Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat dengan tahapan pengumpulan data dan informasi, survei pendahuluan, survei dan pengambilan sampel tanah di lapangan, analisis lapangan analisis laboratorium serta pengolahan data dan penyajian hasil. Kegiatan evaluasi lahan ini dilakukan dengan luasan 60 hektar dengan jumlah 12 titik pengamatan dengan setiap titik pengamatan mewakili 5 hektar lahan penelitian. Hasil penilaian kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kopi menunjukkan bahwa pada lahan penelitian memiliki faktor pembatas S3-nr,wa. Faktor pembatas S3-nr,wa dengan faktor pembatas kelembaban, kejenuhan, pH H2O dan K-dd. Usaha perbaikan yang dapat dilakukan adalah pengolahan lahan berkelanjutan dilakukan untuk mengatasi faktor kedalaman gambut dan rekomendasi ameliorant untuk mengatasi pH, kematangan gambut dan kejenuhan basa. Jika dikaitkan dengan fakta yang ada di lapangan kelas kesesuaian lahan potensialnya bisa mencapai kelas sesuai (S3).
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA PANGGI RUGUK KECAMATAN KETUNGAU TENGAH KABUPATEN SINTANG Putra, Herlangga Eka; Hazriani, Rini; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit di wilayah Desa Panggi Ruguk Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode grid dengan jarak 200 x 250 meter dengan jumlah titik sampel sebanyak 12 titik. Penelitian ini dilaksanakan dengan Melakukan pengambilan sampel tanah di lapangan, jumlah sampel tanah yang diambil ada dua sampel tanah, pengambilan dilakukan perkedalaman yaitu pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm, dengan satu SPT, kemudian dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium, Kegiatan yang dilakukan meliput empat tahapan yaitu : Persiapan, Kegiatan lapangan, Analisis Laboratorium dan Pengolahan data pembuatan peta dan penyusunan laporan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit di daerah lokasi penelitian masuk kedalam Kelas N1(tidak sesuai) dengan luas 100 ha. Rekomendasi pengelolaan terdiri dari pemupukan dan pengapuran. Tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat masam dengan kisaran pH <4,5 (4,16) sehingga untuk mengatasi keadaan tanah yang bereaksi sangat masam tersebut perlu dilakukan rekomendasi pengapuran. Perhitungan dilakukan berdasarkan atas kadar Al-dd yang dapat ditukar pada tanah permukaan, dengan asumsi peningkatan pH menjadi 5,5. Kapur yang digunakan adalah kapur dolomit [CaMg(CO3)2]. Jumlah kapur yang dibutuhkan adalah 5,13 Ton/ha. Pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian adalah pupuk N (urea) = 205,22 Kg/ha, pupuk P (SP-36) = 131,44 Kg/ha dan pupuk K (KCL) = 201,33 Kg/ha.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG HIJAU PADA TANAH GAMBUT Kadir, Kadir; Hadijah, Siti; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67164

Abstract

Pupuk kandang ayam dan pupuk NPK yang diaplikasikan pada tanah gambut dapat memperbaiki porositas tanah, meningkatkan komposisi mikroorganisme tanah, meningkatkan daya ikat air tanah, serta diharapkan dapat menekan ketergantungan tanaman terhadap pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui salah satu perlakuan kombinasi pupuk kadang ayam dan pupuk NPK terbaik untuk pertumbuhan dan hasil terung hijau pada tanah gambut. Penelitian dilakukan di Kota Pontianak, pada bulan Januari-Maret 2023. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk NPK (40 ton/ha+50 kg/ha; 35 ton/ha+100 kg/ha; 30 ton/ha+150 kg/ha; 25 ton/ha+200 kg/ha; 20 ton/ha+250 kg/ha; dan 15 ton/ha+300 kg/ha). Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaplikasian pupuk kandang ayam 40 ton/ha dan pupuk NPK 50 kg/ha merupakan kombinasi perlakuan efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung hijau terlihat pada variabel berat kering tanaman, jumlah buah dan berat buah per tanaman.
STATUS MUTU AIR DI DANAU JEMUT KABUPATEN SINTANG Setiawan, Andre; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67190

Abstract

Danau Jemut sebagai salah satu kawasan dengan sumberdaya ikan yang tinggi dan telah mengalami degradasi. Untuk itu, pola pengelolaan perikanan yang berkelanjutan mutlak diperlukan untuk menjamin terjaganya keanekaragaman hayati dan potensi pemanfaatan sumber dayanya. Danau Jemut diduga tercemar karena adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Destructive Fishing dan aktivitas perkebunan kelapa sawit. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas dan status mutu air di Danau Jemut Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada bulan September-Oktober 2022. Adapun penelitiannya terdiri dari pengukuran parameter Fisika, Kimia dan Biologi. Pengukuran parameter Fisika yaitu Suhu, kecerahan, dan TSS. Parameter Kimia yaitu DO, pH, Nitrat, Fosfat dan BOD. Parameter Biologi yang diukur yaitu Kelimpahan Plankton. Setelah parameter kualitas air yang diukur kemudian dilakukan Analisis dengan Metode STORET dan Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan Parameter kualitas air yang memenuhi baku mutu adalah suhu, kedalaman, kecerahan, TSS, DO dan nitrat. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu adalah pH, fosfat dan BOD. Status mutu air menggunakan metode STORET menunjukkan kondisi tercemar sedang dengan metode Indeks Pencemaran menunjukkan kondisi tercemar ringan. Status mutu air Danau Jemut sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah dan dapat dijadikan daerah reservat perikanan.
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI SUNGAI UDANG DESA SUNGAI RENGAS KABUPATEN KUBU RAYA Prihatono, Ilman; Rahayu, Sri; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67250

Abstract

Sungai Udang merupakan sungai yang berada di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya. Di Sungai Udang juga terdapat beberapa tempat yang dijadikan untuk lahan perkebunan dan aktivitas masyarakat. Adapun dari aktifitas dan kegiatan ini kemungkinan dapat menyebabkan penurunan kualitas perairan yang kemungkinan dapat mempengaruhi keberadaan organisme di perairan salah satunya adalah ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas ikan, mengetahui parameter kualitas perairan dan untuk mengetahui nilai manfaat dan ekonimis ikan yang berada di Sungai Udang. Pengambilan sampel dilakukan selama 3 bulan yakni bulan Juli hingga September 2022. Hasil penelitian menunjukan jumlah jenis ikan yang ditemukan terdiri dari 12 familli dan terdapat 15 spesies dengan total 296 individu. Nilai kelimpahan relatif tertinggi yaitu jenis ikan kebali (Osteochilus schlegelii) dengan nilai 16,22%. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,78 "“ 2,23 menunjukan tingkat keanekaragaman ikan di Sungai Udang tergolong sedang. Nilai Indeks Keseragaman ikan selama penelitian berkisar antara 0,89-0,93 menunjukan bahwa tingkat keseragaman ikan tergolong tinggi. Nilai indeks dominansi selama penelitian sebesar 0,12-0,18, termasuk kedalam kategori rendah. Memiliki kualitas perairan masih cukup baik untuk menunjang kehidupan organisme ikan,serta ditemukan jenis plankton selama proses pengamatan yakni terdapat terdapat 13 jenis serta jumlah total plankton selama pengamatan berjumlah 187 individu. Nilai ekonomis sumberdaya ikan di Sungai Udang sebagian besar merupakan ikan konsumsi dan dapat dijadikan ikan hias.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI SUNGAI PAWAN DESA TANJUNG PASAR KABUPATEN KETAPANG febriyandi, Fajar rizky; Padmarsari, FX Widadi; Hadinata, Fitra Hadinata
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67351

Abstract

Keanekaragaman jenis ikan merupakan sumberdaya perairan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia karena di perairan umum khususnya di sungai hidup berbagai jenis ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan di Sungai Pawan Desa Tanjung Pasar Kabupaten Ketapang seperti indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan nilai manfaat. Penelitian telah dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan Mei-Juli 2022 di Desa Sungai Pawan Tanjung Pasar Kabupaten Ketapang. Pengambilan sampel dilakukan 2 kali pengulangan yaitu pada pagi dan siang hari. Alat tangkap yang digunakan yaitu jaring insang dengan ukuran mata jaring 1,5 inci, dan jala dengan ukuran mata jaring ½ inci.Hasil komposisi dan persyaratan jenis ikan yang diperoleh selama penelitian di Sungai Pawan Desa Tanjung Pasar secara keseluruhan berjumlah 390 ekor ikan yang termasuk dalam 17 jenis dan 7 famili. Hasil dari stasiun 1 terdapat 138 ekor dan pada stasiun 2 terdapat 117 ekor, sedangkan pada stasiun 3 terdapat 135 ekor ikan. Selain itu terdapat 3 jenis ikan yang diperoleh dari nelayan setempat yaitu ikan tapah, belida, dan kakap. Jenis ikan terbanyak yang ditemukan di setiap stasiun adalah ikan lais atau Kryptoterus limpok termasuk ke dalam famili Siluridae . Sedangkan spesies ikan terbanyak di sepanjang perairan sungai Pawan Desa Tanjung Pasar adalah famili Cyprinidae yang memiliki 8 jenis ikan . Hasil analisis indeks karbon (H') ikan di Sungai Pawan Desa Tanjung Pasar sebesar 2,61"“2,68. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kelainan ikan di sungai tergolong sedang, dan hasil analisis indeks keseragaman (E) ikan di sungai selama penelitian sebesar 0,93-1,01 keseragaman tinggi. Sedangkan hasil nilai indeks dominasi (C) sebesar 0,078-0,098 termasuk dalam kategori rendah. Hasil wawancara berdasarkan nilai manfaat menunjukan beberapa jenis ikan yang ada di Sungai Pawan Desa Tanjung Pasar sebagian besar dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi oleh penduduk setempat, dan ada juga beberapa jenis ikan berpotensi sebagai ikan hias seperti ikan baung pelangi, ikan kepeter, dan ikan sumpit.