cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH ABU BERANGKASAN JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Robianus, Fransiska Xaperus; Astina, Astina; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu berangkasan jagung,mendapatkan dosis abu berangkasan jagung yangterbaik terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian berlangsung dari tanggal 17 Agustus – 28 November 2014,penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 6 taraf perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya 96 unit tanaman. Perlakuan sebagai berikut : (a0) Tanpa pemberian abu berangkasan jagung, (a1) dosis abu berangkasan jagung 8 g/tanaman, (a2) dosis abu berangkasan jagung 11 g/tanaman, (a3) dosis abu berangkasan jagung 16 g/tanaman, (a4) dosis abu berangkasan jagung 19 g/tanaman, (a5) dosis abu berangkasan jagung 22 g/tanaman. Variabel pengamatan meliputi :tinggi tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, panjang buah, volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu berangkasan jagung  berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah buah. Pemberian abu berangkasan jagung dengan dosis 8 g/polybag merupakan dosis yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah podsolik merah kuning.   Kata kunci : Abu Berangkasan Jagung, Okra, Podsolik Merah Kuning
Studi Sifat Fisika Tanah Gambut pada Beberapa Areal Penggunaan Lahan di Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang RISWANTO RISWANTO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.16934

Abstract

Indonesia memiliki lahan gambut terluas di antara negara tropis, yaitu sekitar 21 juta ha atau 10,8% dari luas daratan Indonesia. Kabupaten Ketapang tepatnya di Kecamatan Matan Hilir Selatan memiliki luas gambut berdasarkan klasifikasi jenis tanah Asosiasi Tropohemist, Tropofibrists sekitar 4750,42 ha. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat fisika dan kimia tanah  pada berbagai penggunaan lahan di Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan menggunakan teknik sistematik dengan dua kedalaman 0-30cm dan 30-60cm yang diambil berupa sampel tanah utuh atau tidak terganggu,dan sampel tanah terganggu. Sampel yang diambil pada titik pengamatan ini adalah sampel tanah pada penggunaan lahan semak belukar, hutan sekunder, dan kebun sawit. Parameter penelitian yang dilakukan di lapangan adalah ketebalan gambut, kedalaman muka air tanah, serta pengamatan yang dilakukan di laboratorium adalah kadar air kapasitas lapangan, bobot isi tanah, porositas total, kadar serat, kematangan gambut, kadar abu, C-Organik, N-total, C/N Rasio dan pH. Hasil penelitian yang diamati dilapangan bahwa ketebalan gambut pada lahan hutan sekunder lebih tebal dibandingkan lahan semak belukar dan lahan kebun sawit, pada hutan sekunder memiliki kedalaman muka air tanah lebih dangkal dibandingkan kabun sawit dan semak belukar. Hasil penelitian yang diamati dilaboratorium bahwa kadar air kapasitas lapangan dan porositas tanah pada lahan hutan sekunder lebih tinggi dibandingkan lahan semak belukar dan lahan kebun sawit, bobot isi tanah pada lahan hutan sekunder lebih rendah dibandingkan lahan semak belukar dan lahan kebun sawit, tingkat kematangan gambut pada tiga penggunaan lahan dilokasi penelitian yaitu hemik dan saprik, kadar abu pada tiga penggunaan lahan dilokasi penelitian sangat tinggi, C-organik pada tiga penggunaan lahan dilokasi penelitian sangat tinggi, N-total pada tiga penggunaan lahan dilokasi penelitian tergolong sangat tinggi, C/N rasio pada tiga penggunaan lahan dilokasi penenlitian tergolong sangat tinggi. pH tanah pada tiga penggunaan lahan dilokasi penelitian sangat masam.   Kata kunci : Gambut, penggunaan lahan, sifat fisika tanah, sifat kimia tanah
IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K PADA LAHAN SAWAH PASANG SURUT DI DESA SEPUK TANJUNG KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS _, Iswanto
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.404 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara dan rekomendasi pemupukan N (nitrogen), P (fosfor) dan K (kalium) pada sawah pasang surut untuk meningkatkan produksi padi di Desa Sepuk Tanjung. Penelitian dilaksanakan di Desa Sepuk Tanjung Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Kecamatan Sebawi memiliki luas 143,01km2. Luas lahan sawah yang akan diteliti ± 6 Ha. Hasil dari penelitian  ini menunjukan kan : pH pada lokasi A 3,28 sangat masam, B 3,36 sangat masam, C 3,29 sangat masam dan D 3,27 sangat masam dengan rata-rata 3,3 sangat masam, C-Organik pada lokasi A 2,99 sedang, B 2,96 sedang, C 3,57 tinggi dan D 6,27 sangat tinggi dengan rata-rata 3,94 tinggi, N pada lokasi penelitian A 0,36, B 0,35, C 0,43 dan D 0,71 dengan rata-rata 0,46 sedang, Fosfor pada lokasi penelitian A 30,38 tinggi, B 25,61 sedang, C 23,36 sedangdan D 26,07 tinggi dengan rata-rata 26,35 tinggi, Kalium pada lokasi penelitian A 0,18 rendah, B 0,27 rendah, C 0,38 sedang dan D 0,40 sedang dengan rata-rata 0,30 sedang, Salinitas pada lokasi penelitian pada lokasi A 1,38 rendah, B 1,23 rendah, C 1,41 rendah dan D 1,20 rendah dengan rata-rata 1,30 rendah, kedalaman muka air tanah pada lokasi penelitian pada lokasi A 18,28 sangat dangkal B 24, 96 sangat dangkal, C 11,88 sangat dangkal dan D 7,38 sangat dangkal, hasil analisis Uji pirit pada lokasi A berbuih cepat dan berbau, B berbuih lambat, C berbuih cepat dan D berbuih lambat, Bobot isi pada lokasi A 0,89 rendah, B 0,94 sedang, C 0,89 rendah dan D 0,68 rendah.                       Kata kunci :padi, lahan sawah pasang surut, sifat kimia tanah.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI PADI SAWAH DI DESA HARAPAN MULIA KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA SARI JASMI; JAJAT SUDRAJAT; ADI SUYATNO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25101

Abstract

ABSTRACT A prosperous society is a society that is able to use the source of income to meet daily needs. The level of community welfare can be measured from the level of fulfillment of family needs that includes food and non-food needs, welfare is the fulfillment of basic needs. The purpose of this research is to analyze the income of household of rice farmer in Harapan Mulia Village and the level of arranging rice field in Harapan Mulia Village, Sukadana Sub-district, Kayong Utara Regency. This research use descriptive method with sample counted 86 responden. The method of analysis used is the analysis of income level and welfare analysis. Production of paddy with average farmer area 0,60 produced by farmer in one season is 1.384 kg, farmer  income from paddy farming business Rp.10.584.980 from the analysis of welfare rate of rice famers based on food expenditure most of the famers are at low welfare level  82.56% followed by medium welfare 17.44 % and rice famers in paddy field in the village Harapan Mulia not included in the high level of prosperity. Keywords: Income, Welfare, Rice FaABSTRAKMasyarakat yang sejahtera merupakan masyarakat yang mampu menggunakan sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tingkat kesejahteraan masyarakat bisa diukur dari tingkat pemenuhan kebutuhan keluarga yang meliputi kebutuhan pangan dan non pangan, kesejahteraan yang dimaksud  adalah terpenuhnya kebutuan dasar. Tujuan penelitan ini adalah untuk menganalisis besarnya pendapatan rumah tangga petani padi sawah di Desa Harapan Mulia dan menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah di Desa Harapan Mulia Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif  dengan sampel sebanyak 86 responden.  Metode analisis yang digunakan adalah analisis tingkat pendapatan dan analisis tingkat kesejahteraan. Produksi padi dengan rata-rata  luas lahan petani 0,60 yang dihasilkan petani dalam satu kali musim sebesar 1.384 kg, pendapatan petani dari usahatani padi sawah  Rp.10.584.980  dari hasil analisis tingkat kesejahteraan petani padi sawah berdasarkan pengeluaran pangan sebagian besar petani  berada pada tingkat kesejahteraan rendah 82.56% diikuti kesejahteraan sedang 17.44 % dan petani padi sawah di Desa Harapan Mulia tidak termasuk pada tingkat kesejahteraan tinggi. Kata Kunci : Pendapatan, Kesejahteraan, Petani Padi Sawah
KARAKTERISASI PADI BERAS MERAH ASAL KABUPATEN SEKADAU PADA FASE VEGETATIF DI TANAH ALUVIAL Iqbal Muharrahman; Astina Astina; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23449

Abstract

Kegiatan karakterisasi sangat penting dilakukan, karena kegiatan ini merupakan tahap untuk mendapatkan sebuah informasi awal tentang karakter-karakter tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter atau ciri morfologi fase vegetatif padi beras merah asal Sekadau di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di belakang Laboratarium Agronomi Universitas Tanjungpura Pontianak selama 105 hari, mulai dari tanggal 10 april hingga 24 juli 2017. Penelitian menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 2 perlakuan padi beras merah Ensalang dan Nanga Taman. Setiap perlakuan diulang 8 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel tanaman. Variabel pengamatan ini adalah panjang daun, lebar daun, permukaan daun, sudut daun bendera, warna leher daun, warna helai daun, warna pelepah, bentuk lidah, tinggi tanaman dan jumlah anakan total. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa karakter morfologi dari padi beras merah Ensalang dan Nanga Taman memiliki perbedaan karakter meliputi panjang daun, lebar daun, sudut daun bendera, warna helai daun, warna pelepah, tinggi tanaman dan jumlah anakan total. Selain itu ada karakter morfologi yang memiliki kesamaan seperti pada karakter warna leher daun dan bentuk lidah. Kata kunci : karakterisasi, fase vegetatif, padi beras merah, ensalang dan nanga taman
PENGARUH ABU SERBUK GERGAJI DAN PUPUK BIO ORGANIK TERHADAP HASIL MELON PADA TANAH GAMBUT -, Windarto; Budi, Setia; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya melon dilahan gambut dihadapkan pada kendala sifat kritis dari tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu serbuk gergaji dan pupuk bio organik terhadap hasil melon pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor abu serbuk gergaji dengan 3 perlakuan ( 22,65 ton/ha, 27,58 ton/ha, 32,74 ton/ ha) dan faktor pupuk bio organik dengan 5 perlakuan ( 0 kg/ha, 200 kg/ha, 300 kg/ha, 400 kg/ha, 500 kg/ha). Variabel yang diamati adalah lingkar buah (cm), berat buah (kg), Kadar gula (skala brix). Hasil penelitian menunjukkan pemberian abu serbuk gergaji dan pupuk bio organik pada tanah gambut berpengaruh nyata terhadap lingkar buah (cm), berat buah (kg), kadar gula (skala brix) pada tanaman melon. Hasil yang terbaik pada parameter lingkar buah, berat buah, dan kadar gula buah dihasilkan oleh perlakuan dengan pemberian abu serbuk gergaji 32,74 ton/ha dan pupuk bio organik 400 kg/ha dengan rata-rata hasil lingkar buah 46,34 cm, berat buah 1,55 (kg) dan kadar gula buah 10,50 (skala brix). Kata kunci: Abu serbuk gergaji, melon, pupuk bio organik, tanah gambut.
Keragaan beberapa Klon Lidah Buaya pada Media Tanah Gambut - Alfadillah; - Hidayat; - Wasian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.16569

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari klon yang berkeragaan baik dan mempunyai stabilitas hasil tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan produksi lidah buaya di dataran rendah khususnya pada media berjenis tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Jalan Sepakat II Kota Pontianak, dimulai dari tanggal 9 Agustus 2014 sampai 12 Februari 2015. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pada masing-masing asal tanah gambut yaitu Rasau Jaya I dan Rasau Jaya III dengan perlakuan yang terdiri dari lima jenis klon lidah buaya yaitu klon E4, E5, E6, E7, dan E8. Masing-masing perlakuan dikelompokkan sebanyak 5 kelompok dan setiap unit perlakuan terdapat 3 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan sebanyak 150 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah pelepah (helai), jumlah anakan, jumlah pelepah hasil (helai), panjang pelepah hasil (cm), lebar pelepah hasil (cm), tebal pelepah hasil (cm), berat per pelepah hasil (g), berat pelepah per tanaman (g) dan warna pelepah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon E5 dan E6 merupakan klon berkeragaan khusus pada tanah gambut asal Rasau Jaya I sedangkan klon E4, E5, E6 dan E7 berkeragaan umum. Klon E4, E5, dan E6 merupakan klon berkeragaan khusus pada tanah gambut asal Rasau Jaya III sedangkan klon E6 berkeragaan umum. Klon E6 merupakan klon yang berkeragaan baik dan stabil.
KAJIAN KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI DI SUNGAI SEBULU KELURAHAN SEBALO KECAMATAN BENGKAYANG ariadi ragibus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15672

Abstract

ABSTRAK KAJIAN KUALITAS AIR UNTUK  IRIGASI DI SUNGAI SEBULU KELURAHAN SEBALO KECAMATAN BENGKAYANG Oleh Ariadi(1), Riduansyah(2), Asadi(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Tnajungpura (2)Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Jl. A. Yani Pontianak 78124 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air untuk penggunaannya sebagai sumber  air  irigasi di Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang. Penelitian berlangsung mulai pada taqnggal 15  juni 2015 hingga 25 juni 2015, diawali dengan mengumpulkan data fisik Sungai Sebulu yang meliputi jenis tanah, penggunaan lahan, curah hujan, dan pertanian. Metode yang digunakan di dalam  penelitian  ini adalah komparatif dengan membandingkan hasil pengukuran langsung di lapangan dan analisis laboratorium dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang pengendalian pencemaran air, penggolongan air menurut peruntukannya dan U.S Salinity Lab. Staff. Hasil pengukuran dan analisis sampel air menunjukan bahwa kisaran nilai rerata Daya Hantar Listrik sungai Sebulu adalah 2,47-2,43 μmhos/cm, Boron adalah 0,045-0,096, Natrium adalah 2,88-2,40.suhu air adalah 27,640C-29030C, TSS adalah 8,5-6,5 mg/l, pH air adalah 6,14-7,21,Debit adalah 8,61 m3/detik-3,16 m3/detik, serta kecerahan adalah 40,25 cm-34,08 cm. Berdasarkan hasil penelitian, dapat di simpulkan bahwa air pada Sungai Sebulu Kelurahan Sebalo Kecamatan Bengkayang dapat digunakan untuk irigasi karena berdasarkan klasifikasi kesesuaian air untuk irigasi, Sungai Sebulu telah memenuhi kriteria kelas air untuk irigasi.     Kata kunci : Kualitas Air, Irigasi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH PASANG SURUT DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA JHON RAINEL PAULUS; ABDUL HAMID A YUSRA; RAKHMAD HIDAYAT
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.422 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24376

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah pasang surut di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Teknik penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan metode No Simple Random Sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, data diolah menggunakan program SPSS versi 18 kemudian dianalisis menggunakan metode Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, pupuk NPK, insektisida dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah, sedangkan faktor produksi herbisida, dan Urea tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya
EFFECT OF BOKASI MADE FROM NARROW LEAF WEED TO GROWTH AND YIELD OF CHINASE KALE CULTIVATED ON ALLUVIAL SOIL ersandi sandi; - Warganda; evi gusmayanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.21880

Abstract

The research was aimed to analyze the effect of bokashi made from narrow leaf weed on growth and yield of chinase kale on cultivated alluvial soil. The research was conducted at experimental farm of agriculture, faculty UniversityTanjungpura Pontianak. From December 2016 to February 2017. The researchwas arranged according to completely randomized design (CRD), there were 6treatments, of 4 replications with 3 samples each. The treatments were p0 (0 gbokashi/polybag), p1 (180 g bokashi/polybag, equivalent to 9 ton/ha), p2 (360 g bokashi/polybag, equivalent to 18 ton/ha), p3 (540 g bokashi/polybag, equivalent to 27 ton/ha), p4 (720 g bokashi/polybag, equivalent to 36 ton/ha), and p5 (900 g bokashi/polybag, equivalent to 45 ton/ha). Variables observed in this study were root volume (cm3), chlorophyll content (spad unit), plant height (cm), leaf area (cm2), and fresh weight (g). The results show that application of bokashi increase growth and yield of chinase kale. The dose of 900 g/polybag bokasi or equivalent to 45 tons / ha seemed to be relatively better the other dosesKey words : alluvial, chinase kale, narrow leaf weeds

Page 66 of 191 | Total Record : 1903