cover
Contact Name
Hening Ryan Aryani
Contact Email
jurusan_kebidanan@poltekkes-malang.ac.id
Phone
+6287896345129
Journal Mail Official
majory@poltekkes-malang.ac.id
Editorial Address
Jl. Besar Ijen No.77C Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MALANG JOURNAL OF MIDWIFERY (MAJORY)
ISSN : 26566761     EISSN : 27748650     DOI : 10.31290/MAJORY
Core Subject : Health,
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) is an open access journal (e-journal) which publishes the scientific works for health practitioners and researchers. The focus and scopes of the journal include maternal and neonatal health.
Articles 168 Documents
PENGARUH EDUKASI ANEMIA MENGGUNAKAN E-BOOKLET TERHADAP PERAN ORANG TUA DALAM UPAYA PENANGGULANGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Fuadia, Eka Tafrihatul; Jupriyono, Jupriyono; Toyibah, Afnani; Yudianti, Ika
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 7 No. 2 (2025): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri. Kekurangan kadar haemoglobin dalam darah dapat berdampak pada proses tumbuh kembang, menurunkan konsentrasi belajar, serta menyebabkan rasa lelah dan penurunan aktivitas sehari-hari. Peran orang tua sangat penting dalam penanggulangan anemia, salah satunya melalui pemberian edukasi anemia menggunakan media e-booklet. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-postest design. Populasi berjumlah 58 orang tua siswi kelas VII yang anaknya mengalami anemia di MTsN 3 Malang, dengan sampel 38 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan selama 3 minggu dengan menggunakan kuesioner pretest dan posttest setelah tiga kali intervensi edukasi secara langsung dengan kunjungan ke rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi anemia menggunakan e-booklet terhadap peran orang tua dalam penanggulangan anemia pada remaja putri. Instrumen telah diuji validitas (r = 0,413) dan reliabilitas (r = 0,740). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan peran orang tua setelah diberikan intervensi berupa edukasi anemia menggunakan e-booklet dengan nilai ρ value = 0,001. Pemberian edukasi anemia menggunakan e-booklet efektif meningkatkan peran orang tua dalam penanggulangan anemia pada remaja putri. Diharapkan orang tua dapat mempertahankan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung penanggulangan anemia pada remaja
PENGARUH YOGA PRENATAL TERHADAP STABILITAS TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI RINGAN Rachmawati, Silva; Meldawati, Meldawati; Yunita, Laurensia; Sarkiah, Sarkiah
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 7 No. 2 (2025): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal, sehingga diperlukan intervensi non-farmakologis yang aman dan efektif untuk membantu menstabilkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh yoga prenatal terhadap tekanan darah ibu hamil dengan hipertensi ringan di Puskesmas Baamang I Sampit Provinsi Kalimantan Tengah. Desain penelitian adalah kuasi-eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest–posttest dengan melibatkan 20 ibu hamil trimester II dan III yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi yoga prenatal diberikan tiga kali per minggu selama empat minggu, dengan durasi 45 menit per sesi. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan sphygmomanometer digital terkalibrasi, dan data dianalisis menggunakan uji t berpasangan dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik maupun diastolik. Rerata tekanan darah sistolik menurun dari 146,45 mmHg menjadi 136,55 mmHg, sedangkan rerata tekanan darah diastolik turun dari 92,30 mmHg menjadi 84,35 mmHg (p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa yoga prenatal efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi ringan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa yoga prenatal merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan berpotensi untuk diintegrasikan dalam pelayanan antenatal care di fasilitas kesehatan primer, khususnya pada ibu hamil dengan risiko hipertensi. Penelitian lanjutan dengan jumlah responden lebih besar dan desain kontrol yang lebih kuat dianjurkan untuk memperkuat bukti efektivitas intervensi ini.
HUBUNGAN PARITAS, PENDIDIKAN, DAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING Prihatanti, Nur Rohmah; Sofia, Norlaila; Aprilea, Noor Adha
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 7 No. 2 (2025): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Stunting berdampak jangka panjang pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting agar upaya pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan secara efektif. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian stunting antara lain paritas, pendidikan, dan usia ibu. Sehingga tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan paritas, pendidikan, dan usia ibu dengan kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel Penelitian adalah Ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan sebanyak 30 responden dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Penelitian dilakukan di Desa Pasar Jati dan Kelampaian Ilir yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Astambul Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Uji Statistik yang digunakan adalah uji chi square dengan batas kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas (p-value 0,094) dan pendidikan ibu (p-value 0,880) dengan kejadian stunting. Sedangkan usia ibu menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p-value 0,046). Hasil penelitian menujukkan bahwa paritas tidak secara langsung mempengaruhi risiko stunting pada anak begitu juga dengan pendidikan ibu. Secara konseptual, paritas dan pendidikan ibu sering dianggap sebagai salah satu faktor determinan penting status gizi anak. Namun, temuan ini justru menunjukkan bahwa paritas dan tingkat pendidikan ibu bukanlah satu-satunya penentu dalam mencegah stunting. Dan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian stunting. Penelitian menunjukkan bahwa usia 20-35 tahun memiliki risiko stunting yang lebih rendah dibandingkan kelompok usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
PENGARUH MOBILISASI DINI DAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP INTENSITAS NYERI LUKA PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSIA RIKA AMELIA PALEMBANG Nur Hidayah Tullah
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 8 No. 1 (2026): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v8i1.5956

Abstract

The rate of cesarean section (CS) deliveries continues to increase, leading to greater needs for postoperative recovery care, including wound pain control. Poorly controlled pain may inhibit mobilization, breastfeeding, infant care, and recovery. Early mobilization and deep-breathing relaxation are simple, low-cost non-pharmacological interventions that can complement analgesic therapy. The novelty of this study lies in the standardized comparison of these two interventions in a maternal and child hospital with a high CS rate in Palembang, using a homogeneous analgesic regimen and identical pretest-posttest procedures. Objective: To determine the effects and comparative effectiveness of early mobilization and deep-breathing relaxation on wound pain intensity among post-CS patients at RSIA Rika Amelia Palembang in 2025. Methods: This quantitative study used a quasi-experimental nonequivalent two-group pretest-posttest design. Thirty-two eligible post-CS mothers were allocated equally into an early mobilization group (n=16) and a deep-breathing relaxation group (n=16). All respondents received the same standard analgesic regimen according to medical records. Pain intensity was assessed using the Numeric Rating Scale (NRS) before the intervention and after two days of intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test for within-group changes and the Mann-Whitney U test to compare pain reduction between groups. Results: Mean pain intensity in the early mobilization group decreased from 7.81±0.83 to 5.00±0.89 (p<0.001). In the deep-breathing relaxation group, mean pain intensity decreased from 8.06±0.77 to 6.56±0.72 (p<0.001). Pain reduction was greater in the early mobilization group than in the deep-breathing relaxation group (2.81 vs 1.50; p=0.002). Conclusion: Both interventions reduced post-CS wound pain, but early mobilization demonstrated greater effectiveness. The findings should be interpreted cautiously due to the small sample size and non-random allocation; nevertheless, they support the strengthening of standardized non-pharmacological pain management protocols after CS
HUBUNGAN DIABETES MELLITUS (DM) DENGAN SIKLUS MENSTRUASI WANITA USIA SUBUR DI RUMAH SAKIT AURA SYIFA KABUPATEN KEDIRI Anisa Nurjanah; Eny Sendra; Indah Rahmaningtyas; Susanti Pratamaningtyas
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 8 No. 1 (2026): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v8i1.6089

Abstract

Menstrual cycle disorders are among the reproductive health problems that may be influenced by metabolic conditions, including Diabetes mellitus (DM). This study aimed to analyze the relationship between Diabetes mellitus and menstrual cycle patterns among women of reproductive age at Aura Syifa Hospital, Kediri Regency. This study employed a cross-sectional design using a consecutive sampling technique. The sample consisted of 32 women of reproductive age (20–45 years) diagnosed with Diabetes mellitus who met the inclusion criteria. The relatively small sample size was due to the limited number of diabetic patients within the reproductive age group during the study period. Data were collected from medical records to obtain information on Diabetes mellitus diagnosis and random blood glucose (RBG) levels, while menstrual cycle data were obtained through questionnaires. Data were analyzed using Spearman’s Rank correlation test with a significance level of 5% (α = 0.05). The results showed that 90.6% of respondents had RBG levels ≥200 mg/dL, while 9.4% had normal RBG levels. In terms of menstrual cycle patterns, 78.1% of respondents experienced oligomenorrhea, 9.4% experienced polymenorrhea, and 12.5% had normal menstrual cycles. Spearman’s Rank correlation analysis revealed a statistically significant relationship between blood glucose levels and menstrual cycle patterns among women of reproductive age with Diabetes mellitus (p = 0.02; r = 0.527). Higher blood glucose levels were associated with a greater likelihood of menstrual cycle disorders. Therefore, optimal glycemic control is essential to maintain reproductive health and prevent menstrual cycle disturbances in women of reproductive age with Diabetes mellitus.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE OF DIABETES MELLITUS AND LIFESTYLE AMONG FEMALE TEENAGERS AT THE BANI SYIHAB ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN MALANG Berliana Safaril; Farida Halis DK.; Heny Astutik; Naimah
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 8 No. 1 (2026): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v8i1.6332

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic health disorder with rising cases, including among adolescents, heavily influenced by lifestyle and knowledge about the disease. This study aimed to examine the relationship between diabetes mellitus knowledge levels and lifestyle among female adolescents at Pondok Pesantren Bani Syihab Malang. The research employed an analytical design to test correlations using a cross-sectional approach, involving 46 respondents selected through simple random sampling. Diabetes mellitus knowledge was measured using the Diabetes Knowledge Questionnaire-24 (DKQ-24), while lifestyle was assessed with the Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II). The findings revealed that nearly all adolescent female students (89.1%) had poor knowledge of diabetes mellitus, while the majority (60.9%) exhibited moderate or unhealthy lifestyle categories. Data analysis using the Spearman test yielded a correlation coefficient of 0.448 and significance level of p=0.002 (<0.05). The analysis confirmed a significant relationship between diabetes mellitus knowledge and lifestyle, indicating that improved knowledge leads to healthier lifestyle practices among these female adolescents in the pesantren. The findings emphasize the need to enhance health education to support healthy lifestyle patterns among adolescents in the pesantren.
HUBUNGAN STIGMA SOSIAL DENGAN MINAT PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASTAMBUL Ima Dewi; Putri Yuliantie; Laurensia Yunita; Novita Dewi Iswandari
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 8 No. 1 (2026): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v8i1.6368

Abstract

Cervical cancer remains a leading cause of death among women. Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) is an effective and low-cost screening method; however, its utilization remains low due to social stigma. This study aimed to analyze the relationship between social stigma and interest in VIA screening among women of reproductive age in the Astambul Community Health Center area. An analytical cross-sectional design was used involving 63 respondents selected through quota sampling. Data were collected using an adapted Cancer Stigma Scale (CASS) questionnaire and a VIA screening interest questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with Fisher’s Exact Test. The results showed that most respondents had moderate stigma (92.1%) and were not interested in VIA screening (55.6%). There was a significant relationship between social stigma and interest in VIA screening (p=0.041). Lower social stigma was associated with higher interest in VIA screening. Therefore, continuous health education is needed to reduce stigma and increase screening participation.
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA MONOPOLI EDUKATIF TERHADAP SISWI KELAS 5-6 SDN CURUNGREJO MALANG Elisa Anggraheni, Henny Astutik, Sunaeni
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 8 No. 1 (2026): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v8i1.6929

Abstract

Menarche is the first sign of puberty in adolescent girls and often causes anxiety due to a lack of knowledge and readiness in facing bodily changes. Therefore, menstrual education is needed from an early age. This study aims to determine the effect of health education using an educational monopoly media on anxiety levels in facing menarche among 5th–6th grade female students at SDN 2 Curungrejo, Malang Regency. This study used a pre-experimental design with a one group pre-test post-test approach. The study population consisted of all female students who had not yet experienced menarche, with a total sampling technique of 24 respondents. The instrument used was a modified STAIC questionnaire. The results showed that before the intervention, most respondents experienced moderate anxiety (58.34%), while after the intervention, the majority were in the mild category (58.34%). The average anxiety score decreased from 50.83 to 28.63. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between pre- and post-intervention. Thus, it can be concluded that the use of educational monopoly media has a significant effect on reducing anxiety in facing menarche. Educational monopoly can be utilized as an alternative learning method in reproductive health education in elementary schools, as well as an engaging, effective, and easily applicable educational tool to improve students’ readiness in facing menarche