cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
KOMPOSISI KIMIA, KOMPONEN BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUAH LINDUR (Bruguiera gymnorrhiza) Agoes Mardiono Jacoeb; Pipih Suptijah; Zahidah mawardi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.276 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i1.7772

Abstract

Tanaman lindur (Bruguiera gymnorrhiza) merupakan salah satu tumbuhan mangrove yang biasadimanfaatkan sebagai makanan dan obat tradisional, namun masih belum cukup informasi sebagaisumber antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi kimia, komponen bioaktif,aktivitas antioksidan, dan kemampuan ekstrak buah lindur dalam menghambat pembentukan bilanganperoksida. Ekstraksi yang digunakan adalah ekstraksi bertingkat dengan tiga jenis pelarut yang memilikitingkat kepolaran berbeda, yaitu n-heksana, etil asetat, dan metanol. Penentuan aktivitas antioksidandilakukan dengan menggunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl (DPPH). Buah lindur memilikikadar air 62,92%, kadar abu 1,29%, kadar lemak 0,79%, kadar protein 2,11% dan kadar karbohidrat32,91%. Hasil ekstraksi menunjukkan bahwa rendemen ekstrak kasar tertinggi dihasilkan oleh ekstraksidengan metanol, diikuti ekstraksi dengan etil asetat, dan n-heksana. Ekstrak metanol memiliki aktivitasantioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 9,42 ppm. Ekstrak etil asetat dan n-heksana memilikiaktivitas antioksidan sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar 443,61 ppm dan 2256,13 ppm. Uji fi tokimiamenunjukkan bahwa ekstrak yang memiliki aktivitas antioksidan terbaik mengandung steroid, fl avonoid,dan tanin. Konsentrasi ekstrak yang memiliki daya hambat terbaik terhadap pembentukan peroksidapada emulsi minyak adalah pada konsentrasi 250 ppm dengan bilangan peroksida sebesar 0,21 Meq/kg.
PROSES PENGAYAAN NUTRIEN LIMBAH IKAN WADUK CIRATA DENGAN AKTIVATOR Gliocladium sp. DAN MEDIA KASCING Bustami Ibrahim; Pipih Suptijah; Yunisha Aktinidia
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.964 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i1.7775

Abstract

Ikan mati pasca terjadinya upwelling di Waduk Cirata menyebabkan pencemaran lingkungan jikatidak dikelola dengan baik. Solusi yang dapat digunakan adalah dengan mengolahnya menjadi produkyang bernilai tambah seperti misalnya pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah mengolah limbahikan yang ditambahkan activator Gliocladium sp. pada media kascing untuk menjadi pupuk organik yangberkualitas baik. Pupuk organik dibuat dengan mencampurkan limbah ikan dan kascing dengan proporsisebagai berikut: A (80%:20%), B (70%:30%), dan C (60%:40%). Masing-masing proporsi ditambah denganGliocladium sp. dengan konsentrasi 0%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Produk yang dihasilkan memiliki kandunganN total antara 4,06-5,46%, C organik antara 14,98-18,61%, nilai rasio C/N antara 2,79-4,27, P antara 1,35-2,78% dan K antara 1,01-0,78%. Pupuk yang mengandung 60% limbah ikan adalah yang terbaik berdasarkankomposisi nutrisinya.
KOMPOSISI KIMIA KERANG PISAU (Solens spp.) DARI PANTAI KEJAWANAN, CIREBON, JAWA BARAT Nurjanah Hasil Perikanan; Agoes Mardiono Jacoeb; Rianda Gita Fetrisia
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.047 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i1.7776

Abstract

Kerang pisau (Solen sp.) merupakan salah satu hasil perairan yang bergizi namun informasinya masihsedikit di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan komposisi kimia, asam lemak, kolesterol,mineral dan logam berat pada kerang pisau. Kerang pisau pada penelitian ini berasal dari Pantai Kejawanan,Cirebon, Jawa Barat. Analisis proksimat daging dan jeroan kerang pisau antara lain masing-masing kadar airsebesar 78,59% dan 75,49%, abu 1,53% dan 2,56%, protein 14,48% dan 15,21%, lemak 1,72% dan 1,95%, dankarbohidrat (dihitung by diff erence) sebesar 3,68% dan 4,79%. Kandungan asam lemak kerang pisau terdiriatas asam lemak jenuh dengan kandungan tertinggi yaitu palmitat dan stearat, kandungan asam lemak tidakjenuh tunggal yang tertinggi terdiri atas palmitoleat dan oleat, sedangkan asam lemak tidak jenuh majemuktertinggi yaitu EPA dan DHA. Kolesterol pada daging kerang pisau yaitu 36,16 mg/100 gram, sedangkankolesterol pada jeroannya adalah sebesar 139,43 mg/100 gram. Kandungan mineral makro pada kerangpisau adalah natrium (yang terbesar), diikuti kalium, fosfor, magnesium dan kalsium. Kandungan mineralmikro pada kerang pisau adalah besi (yang terbesar) dan seng. Hasil analisis logam berat menunjukkanbahwa kandungan logam berat kerang pisau berada di bawah ambang batas maksimum yang diperbolehkan.
KOMPOSISI KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK BIOMASSA DAN POLISAKARIDA EKSTRASELULER DARI MIKROALGA Porphyridium cruentum Iriani Setyaningsih; Ella Salamah; Dwi Abdia Rahman
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.555 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i1.7777

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi kimiawi, komponen aktif serta aktivitasantihiperglikemik (inhibisi α-glucosidase) dari biomassa dan polisakarida ektraselular Porphyridiumcruentum. Sel Porphyridium cruentum dikultivasi dalam medium Becker pada suhu 27-28,5oC, diaerasisecara kontinyu dan pencahayaan 500-2000 lux. Kultur dipanen pada akhir fase pertumbuhan stasioner.Biomassa dan polisakarida ekstraselularnya dianalisis terhadap komposisi kimia, komponen aktif, danaktivitas antihiperglikemik. Hasil penelitian menunjukkan kandungan air, abu, protein, lemak, dankarbohidrat biomassa kering Porphyridium cruentum berturut-turut adalah 67%; 38,34%; 5,54%; 0,33%;dan 44,12%. Komponen aktif yang terkandung dalam biomassa kering meliputi alkaloid, fl avonoid danfenol hidroquinon. Inhibisi α-glukosidase dari biomassa kering dan polisakarida ekstrasellular berturutturutadalah 33,82% dan 71,57%.
INDEKS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum aquifolium) Firdaus, Muhamad
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.353 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i3.7956

Abstract

AbstrakIndeks aktivitas antioksidan dikembangkan guna standarisasi kekuatan aktivitas antioksidan baik dariekstrak maupun senyawa murni. Metode ini dikembangkan berdasar pereduksian radikal difenilpikrilhidrasil.Rumput laut cokelat diketahui mempunyai komponen aktif yang bersifat antioksidan. Tujuan penelitian iniadalah untuk menentukan indeks aktivitas antioksidan ekstrak Sargassum aquifolium. S. aquifolium didapatkandari perairan pantai pulau Talango, Kabupaten Sumenep. S. aquifolium dibersihkan, dicuci, dikeringkan,ditepungkan dan dimaserasi etanol, aseton 70%, metanol, etanol 80%, metanol 80%, dan air (1:3 b/v) tigakali pada suhu 4oC selama 24 jam. Fitrat digabungkan, dipekatkan, dan dikeringkan untuk mendapatkanekstrak. Ekstrak selanjutnya diuji kemampuannya dalam mereduksiradikal difenilpikrilhidrasil. Penurunanserapan radikaldifenil pikrilhidrasil diamati dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Hasilmenunjukkan bahwa konsentrasi hambatan 50% ekstrak metanol S. aquifolium lebih kecil dibanding ekstraklainnya. Indeks aktivitas antioksidan ekstrak metanol S. aquifolium sebesar 0,54. Berdasar indeks aktivitasantioksidan maka ekstrak metanol S. aquifolium tergolong antioksidan sedang dan berpotensi dikembangkansebagai nutraseutikal beraktivitas antioksidan.
KANDUNGAN ASAM AMINO, TAURIN, MINERAL MAKRO-MIKRO, DAN VITAMIN B12 UBUR-UBUR (Aurelia aurita) SEGAR DAN KERING Nurjanah - -; Agoes Mardiono Jacoeb; Nurokhmatunnisa - -; Detti - Pujianti
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.532 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i1.8042

Abstract

Tujuan penelitian adalah menentukan komposisi gizi, asam amino, taurin, mineral makro dan mikro,dan vitamin B12 pada ubur-ubur (Aurelia aurita) segar dan kering. Asam amino esensial pada ubur-ubur,yaitu arginin, leusin, valin, treonin, lisin, isoleusin, fenilalanin, metionin, dan histidin, sedangkan asamamino non esensial, yaitu asam glutamat, glisin, asam aspartat, serin, alanin, dan tirosin. Asam aminoesensial tertinggi segar dan kering adalah arginin sebesar 1,72% (bk) dan 1,44% (bk) dan terendah histidin,yaitu sebesar 0,19% (bk) dan 0,13% (bk). Asam amino non esensial segar dan kering tertinggi adalah asamglutamat dan glisin, yaitu sebesar 3,26% (bk) dan 2,62% (bk) dan terkecil tirosin sebesar 0,38% (bk) dan0,41% (bk). Taurin segar sebesar 2,68% (bk) dan kering sebesar 0,67% (bk). Mineral makro tertinggi segardan kering adalah natrium, yaitu 180.092,1 ppm (bk) dan 111.209,4 ppm (bk), terkecil adalah kalsium, yaitu5.750,2 ppm (bk) dan 11,1 ppm (bk). Mineral mikro tertinggi segar dan kering adalah iodium, yaitu 8.291,5 ppm (bk)dan 1.800 ppm (bk) dan yang terkecil adalah tembaga yaitu 1,1 ppm (bk) dan 0,6 ppm (bk). Vitamin B12segar adalah 396,6 μm/100 g (bk) dan kering 63,5 μm/100 g (bk).Kata kunci: asam amino, mineral, taurin, ubur-ubur (Aurelia aurita), vitamin B
KANDUNGAN ASAM AMINO, TAURIN, MINERAL MAKRO-MIKRO, DAN VITAMIN B12 UBUR-UBUR (Aurelia aurita) SEGAR DAN KERING Nurjanah, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v16i2.8043

Abstract

Tujuan penelitian adalah menentukan komposisi gizi, asam amino, taurin, mineral makro dan mikro,dan vitamin B12 pada ubur-ubur (Aurelia aurita) segar dan kering. Asam amino esensial pada ubur-ubur,yaitu arginin, leusin, valin, treonin, lisin, isoleusin, fenilalanin, metionin, dan histidin, sedangkan asamamino non esensial, yaitu asam glutamat, glisin, asam aspartat, serin, alanin, dan tirosin. Asam aminoesensial tertinggi segar dan kering adalah arginin sebesar 1,72% (bk) dan 1,44% (bk) dan terendah histidin,yaitu sebesar 0,19% (bk) dan 0,13% (bk). Asam amino non esensial segar dan kering tertinggi adalah asamglutamat dan glisin, yaitu sebesar 3,26% (bk) dan 2,62% (bk) dan terkecil tirosin sebesar 0,38% (bk) dan0,41% (bk). Taurin segar sebesar 2,68% (bk) dan kering sebesar 0,67% (bk). Mineral makro tertinggi segardan kering adalah natrium, yaitu 180.092,1 ppm (bk) dan 111.209,4 ppm (bk), terkecil adalah kalsium, yaitu5.750,2 ppm (bk) dan 11,1 ppm (bk). Mineral mikro tertinggi segar dan kering adalah iodium, yaitu 8.291,5 ppm (bk)dan 1.800 ppm (bk) dan yang terkecil adalah tembaga yaitu 1,1 ppm (bk) dan 0,6 ppm (bk). Vitamin B12segar adalah 396,6 μm/100 g (bk) dan kering 63,5 μm/100 g (bk).
KANDUNGAN ASAM AMINO, TAURIN, MINERAL MAKRO-MIKRO, DAN VITAMIN B12 UBUR-UBUR (Aurelia aurita) SEGAR DAN KERING Nurjanah, - -; Jacoeb, Agoes Mardiono; -, Nurokhmatunnisa -; Pujianti, Detti -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.169 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i2.8044

Abstract

Tujuan penelitian adalah menentukan komposisi gizi, asam amino, taurin, mineral makro dan mikro,dan vitamin B12 pada ubur-ubur (Aurelia aurita) segar dan kering. Asam amino esensial pada ubur-uburyaitu arginina, leusina, valina, treonina, lisina, isoleusina, fenilalanina, metionina, dan histidina, sedangkanasam amino non esensial yaitu asam glutamat, glisina, asam aspartat, serina, alanina, dan tirosina. Asamamino esensial tertinggi segar dan kering adalah arginina sebesar 1,72% (bk) dan 1,44% (bk) dan terendahhistidina yaitu sebesar 0,19% (bk) dan 0,13% (bk). Asam amino non esensial segar dan kering tertinggiadalah asam glutamat dan glisina yaitu sebesar 3,26% (bk) dan 2,62% (bk) dan terkecil tirosina sebesar0,38% (bk) dan 0,41% (bk). Taurin segar sebesar 2,68% (bk) dan kering sebesar 0,67% (bk). Mineral makrotertinggi segar dan kering adalah natrium yaitu 180.092,1 ppm (bk) dan 111.209,4 ppm (bk), terkecil adalahkalsium yaitu 5.750,2 ppm (bk) dan 11,1 ppm (bk). Mineral mikro tertinggi segar dan kering adalah iodium yaitu8.291,5 ppm (bk) dan 1.800 ppm (bk) dan yang terkecil adalah tembaga yaitu 1,1 ppm (bk) dan 0,6 ppm (bk).Vitamin B12 segar adalah 396,6 μm/100 g (bk) dan kering 63,5 μm/100 g (bk).Kata kunci: asam amino, mineral, taurin, ubur-ubur (Aurelia aurita), vitamin B12
KANDUNGAN NUTRISI DAN PEMANFAATAN GONAD BULU BABI (Echinothrixs calamaris) DALAM PEMBUATAN KUE BLUDER Silaban, Bernita br; Srimariana, Endang Sunarwati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.831 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i2.8045

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan nutrisi, komposisi asam lemak, dan pengaruh komposisi telur ayamdan gonad bulu babi terhadap mutu kue bluder. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu karakterisasibahan baku, formulasi, dan karakterisasi kue bluder. Gonad bulu babi Echinothrix calamaris segar memilikikarakteristik sebagai berikut: kadar air 69,47%, abu 0,75%, lemak 9,02%, protein 18,46%, energi 164,22 kkal,miristat 11,89%, palmitat 25,63%, stearat 3,83%, palmitoleat 6,63%, oleat 7,87%, linolelaidat 2,63%, linolenat6,35%, dan arakhidonat 10,38%. Proporsi telur ayam dan gonad bulu babi sangat berpengaruh terhadapmutu kue bluder dengan kadar air (21,70-27,17)%, protein (4,59-5,02)%, lemak (17,68-29,30)%, abu (0,67-0,91)%, karbohidrat (38,61-50,62)%, dan energi (376,48- 437,9) kkal. Semua formula dapat diterima, tetapiformula yang paling disukai perbandingan telur ayam dan gonad 2:1.Kata kunci: asam lemak, Echinothrix calamaris, kue bluder, proksimat
MATERIAL BIOKERAMIK BERBASIS HIDROKSIAPATIT TULANG IKAN TUNA Riyanto, Bambang -; Maddu, Akhiruddin -; Nurrahman, - -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.194 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i2.8046

Abstract

Material biokeramik berbasis hidroksiapatit memiliki prospek baru dalam industri elektronika danmikroteknologi masa depan. Hidroksiapatit dengan sumber bahan baku alami merupakan potensi besar,terlebih pemanfaatan limbah tulang ikan tuna yang masih belum dilakukan dengan baik. Teknologi sintesisyang ada juga belum efektif serta karakterisasi materialnya belum banyak dikembangkan. Penelitianini bertujuan mensintesis dan mengetahui karakteristik material biokeramik berbasis hidroksiapatittulang ikan tuna. Metode yang digunakan dalam pengekstraksian hidroksiapatit tulang ikan tuna adalahdengan pemanasan suhu tinggi (sintering). Melalui suhu sintering 700ºC telah dapat dihasilkan materialbiokeramik berbasis hidroksiapatit dari tulang ikan tuna dengan rendemen tertinggi (65,61±2,21)% danberwarna putih. Semakin tinggi suhu sintering, semakin tinggi derajat kristalinitasnya, sedangkan denganSEM memperlihatkan partikel penyusunnya berukuran 0,050 μm sampai 0,803 μm dan menyerupaibentuk kristal heksagonal. Nilai kapasitansi mengalami penurunan dengan bertambahnya frekuensi yangdiberikan, dengan nilai tertinggi 0,0061 nF, sedangkan nilai konduktivitas mengalami kenaikan seiringdengan bertambahnya frekuensi dengan nilai terendah 7,73 x 10-5 S/m.Kata kunci: biokeramik, hidroksiapatit, sintering, tulang ikan tuna

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue