cover
Contact Name
Muhammad Hanif
Contact Email
muhammadhanif@upi.edu
Phone
+6282136710440
Journal Mail Official
semnaspendas@upi.edu
Editorial Address
Ruang Jurnal Lantai 1, Gedung Administrasi Kampus UPI di Serang Jl. Ciracas No. 38 A, Serang, Banten 41126
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Didaktis: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Seminar Nasional Pendidikan Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang merupakan seminar rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang. Seminar ini merupakan wadah transfer pengetahuan dan pengalaman pada bidang ilmu pendidikan dasar sesuai perkembangan jaman. Luaran dari seminar ini adalah artikel yang telah dipresentasikan & dipublikasikan dalam Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar secara online ber-ISBN.
Articles 256 Documents
Revitalisasi Nilai Karakter Toleransi pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Serial Nussa dan Rarra Listi Oktaviani; Nurul Hidayah; Puput Haryani
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak masyarakat Indonesia yang kurang toleran terhadap perbedaan yang ada karena kurangnya pemahaman tentang toleransi. Realitas dunia pendidikan saat ini belum mencapai tujuan pembentukan karakter, termasuk nilai toleransi. Pengajaran di Indonesia cenderung hanya berfokus pada pemberian pengetahuan secara teori; implementasinya kurang terealisasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang relevan dan dapat memberikan inovasi mengenai bentuk pengajaran nilai toleransi dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan untuk mendapatkan informasi yang relevan berdasarkan permasalahan yang diteliti dan mengumpulkan data atau sumber yang berhubungan dengan topik yang diangkat dalam suatu survey dengan cara mereview atau menelusuri beberapa jurnal, dokumen dan sumber informasi yang relevan dengan penelitian yaitu serial Nussa dan Rara Episode Toleransi di channel Youtube Resmi Nussa. Pada saat yang sama, peneliti sendiri bertindak sebagai instrumen penelitian. Peneliti berharap semua orang bisa menonton serial Nussa dan Rara karena banyak nilai-nilai penting kehidupan yang bisa diambil di setiap episodenya. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan referensi atau media bagi pendidik dalam menanamkan nilai-nilai karakter anak di sekolah dasar.
Riko The Series Sebagai Media Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Untuk Anak Sekolah Dasar Sylvia Ardianti; Anes Fitriani; Yulia Inka Christie Simbolon
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter penting bagi anak sekolah dasar sebagai landasan yang mampu membawa anak tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik di masa depan. Salah satu karakter yang dikembangkan adalah peduli lingkungan. Tujuan penelitian pendidikan karakter dalam serial Riko the Series adalah untuk mengelola lingkungan, menghindari kerusakan lingkungan, menanamkan jiwa peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Karakter peduli lingkungan diperlukan sebagai tindakan nyata yang membawa perubahan baik dalam kehidupan. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah serial animasi yang diperoleh dari YouTube. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat, dan adegan tokoh. Hasil analisis menunjukkan bahwa serial tersebut memiliki karakter yang baik dalam kepedulian terhadap lingkungan yaitu dengan mengurangi penggunaan sampah plastik dan hemat energi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karakter unggul tersebut dapat digunakan untuk memperkuat pendidikan karakter pada anak sekolah dasar yang dapat menumbuhkan sikap peduli lingkungan.
Solusi Permasalahan Guru Untuk Meningkatkan Profesionalitas di Abad 21 Putri Sarah Listiyani; Hannan Jeniva; Yokobet Manurung
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sering muncul di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, sosial budaya dan yang terpenting adalah sistem pendidikan di Indonesia. Perbincangan tentang isu-isu pendidikan menuai setiap tahun, seperti diskusi tentang perubahan kurikulum, pemerataan guru profesional, administrasi, rendahnya kualitas pendidikan, guru kurang media pembelajaran dan lain-lain. Artikel ini membahas masalah dan tantangan PPG di abad ke-21. Penelitian ini menggunakan teknik analisis dokumen kualitatif dan metode yang digunakan adalah analisis isi, sedangkan hasil dari artikel ini adalah: Kewajiban guru sebagai pendidik menuntut guru untuk mengembangkan kualitas diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan peran guru dalam mendukung pertumbuhan siswa dalam mendukung terwujudnya tujuan pembelajaran. Jika guru tidak memahami profesinya, fungsi guru lambat laun tidak akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Maka untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan PPG, membenahi sistem pendidikan di LPTK, dan mengkaji model sertifikasi bagi sarjana non kependidikan.
Tantangan Guru dalam Menghadapi Pendidikan Abad 21 Novita Nurlaila; Shofia Dwi Aryani; Yudhitya Senorita
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru sebagai profesi harus mampu memberikan bimbingan dan pelatihan serta mampu melakukan penelitian dan pengembangan profesionalisme secara berkesinambungan. PPG (Pendidikan Profesi Guru) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S-1 pendidikan dan non kependidikan untuk menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar pendidikan. Namun dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru, tentunya ada kendala yang akan dihadapi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membahas apa saja permasalahan dan tantangan guru dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru di sekolah dasar. Dengan demikian perlu adanya kajian yang lebih mendalam terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan terutama tujuan dan makna sertifikasi, perlu adanya upaya peningkatan pola pikir guru dan perlu adanya kepedulian dan profesionalisme guru. program pengembangan bagi guru yang telah lulus program sertifikasi, terutama dalam upaya peningkatan mutu. layanan pembelajaran di abad 21.
Uji Reliabilitas Instrumen Non-Tes Kemandirian Belajar Siswa Penelitian Kuantitatif Salwa Salsabilla; Allysa Ramadhani; Qurrotun Nufus
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian adalah kesiapan dan kemampuan individu untuk berdiri sendiri yang ditandai dengan mengambil inisiatif. Selain berusaha menyelesaikan masalah tanpa meminta bantuan orang lain, berusaha dan mengarahkan perilaku menuju kesempurnaan. Menurut Tirtaraharja (2005), kemandirian dalam belajar diartikan sebagai kegiatan belajar yang berlangsung lebih didorong oleh kemauan sendiri, pilihan sendiri dan tanggung jawab sendiri untuk belajar. Pembelajaran mandiri siswa diperlukan agar mereka memiliki tanggung jawab untuk mengatur dan mendisiplinkan diri. Selain itu, dalam mengembangkan kemampuan belajar dan kemauan sendiri. Sikap-sikap tersebut perlu dimiliki oleh siswa sebagai siswa karena hal tersebut merupakan ciri-ciri kedewasaan seorang yang terpelajar. Namun pada kenyataannya masih banyak siswa yang belum memiliki sikap belajar mandiri, mereka cenderung melakukan kegiatan belajar ketika diperintahkan oleh orang tuanya atau melihat temannya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pengukuran kemandirian belajar siswa yang diperoleh dari pengisian angket untuk siswa kelas II (dua) sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen nontes. Hasil penelitian yang diperoleh pada data olahan diperoleh bahwa uji reliabilitas dinyatakan reliabel karena nilai r11 yang diperoleh lebih besar dari 0,7.
Uji Reliabilitas Instrumen Non Tes Kemandirian Siswa SDN Cadasari 1 dan SDN Cadasari 3 Erza Adriweri; Muziya Muwahhida; Hasna Nuraida
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reliabilitas adalah ukuran yang dijadikan sebagai tolak ukur suatu pertanyaan. Dimana instrumen merupakan suatu benda yang dapat digunakan dan dipercaya sebagai alat pengumpul data serta mampu mengungkapkan informasi yang sebenarnya di lapangan. Dalam arti data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tetap konsisten meskipun diuji dalam periode waktu yang berbeda. Uji coba instrumen nontes dilakukan terhadap 61 siswa SDN 1 Cadasari dan SDN 3 Cadasari. Namun dalam penelitian ini, data yang diambil adalah 40 siswa yang memiliki nilai di atas rata-rata. Soal yang diujikan merupakan instrumen non tes yang mengukur tingkat kedisiplinan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi. Tinggi rendahnya reliabilitas, secara empiris ditunjukkan dengan angka yang disebut nilai koefisien reliabilitas. Keandalan yang tinggi ditunjukkan dengan nilai reliabilitas yang mendekati 1. Kesepakatan umum bahwa reliabilitas dianggap memuaskan jika 0,700. Hasil reliabilitas uji coba menggunakan metode alpha cronbach adalah 0,723. Berdasarkan tabel tersebut, nilai kritis korelasi Product-Moment r pada taraf signifikansi 5% dari 15 item adalah 0,514. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa instrumen non tes yang diuji reliabel.
Upaya Guru Dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling Disiplin Siswa di SDN Sindangmandi Ilham Imadudin; Tiurlina; Fatihaturosyidah
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap disiplin adalah kepatuhan siswa terhadap peraturan di sekolah yang bertujuan untuk menciptakan keamanan, kenyamanan bagi siswa dan kegiatan belajar di sekolah. Saat peneliti melakukan observasi di SD Negeri Sindangmandi, peneliti menemukan kasus siswa dengan perilaku mengganggu yang berlebihan yang cenderung mengarah pada perilaku tidak disiplin yang berdampak pada terganggunya keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar di dalam kelas. Seiring dengan seringnya muncul gejala-gejala tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut perilaku tidak disiplin siswa, latar belakang perilaku tersebut, dan bagaimana upaya guru dalam membantu siswa dengan gejala tersebut. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan subjek penelitian dua orang mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. mengetahui upaya yang dilakukan guru. Hasil penelitian menunjukkan perilaku usil, kasar, pemarah dan sebagainya. Latar belakang perilaku siswa tersebut dikarenakan kurangnya kedekatan psikologis dengan orang tua serta lingkungan sosial siswa. Upaya guru dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling dilakukan dengan pembelajaran pada saat kbm, pertemuan orang tua, dan kunjungan tempat tinggal siswa.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran Talking Stick Pada Materi IPS Kelas V Sekolah Dasar Dinda Aisyah Fitri; Ita Rustiati Ridwan; Susilawati
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini terdapat beberapa permasalahan di sekolah dasar, yaitu pengemasan model pembelajaran yang kurang baik khususnya pada mata pelajaran IPS. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan peneliti di SDN Merak, guru di SD masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan kurang menarik, hal ini dapat mempengaruhi kualitas belajar siswa. Model pembelajaran yang sangat cocok untuk meningkatkan kualitas diri siswa adalah model pembelajaran Talking Stick. Karena model pembelajaran Talking Stick merupakan salah satu model yang dilakukan dengan teknik permainan. Talking Stick memiliki keunggulan siswa bebas untuk mengekspresikan kreativitas dan pendapat mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Merak khususnya pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada pra siklus, siswa memperoleh nilai rata-rata 62 dan tingkat ketuntasannya 34,61%. Setelah menyelesaikan siklus I, nilai rata-rata siswa meningkat sebesar 67,27 dengan tingkat ketuntasan sebesar 61,53%. Pada survei siklus kedua, siswa mencapai nilai rata-rata 77,42 dengan tingkat kelulusannya 88,47%. Melihat hasil tersebut, terlihat jelas bahwa model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Upaya Sekolah dalam Menanamkan Nilai Karakter Untuk Pencegahan 3 Dosa Besar Dunia Pendidikan Ara Septiana; Leah Afifah
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter pada saat ini khususnya dalam dunia pendidikan masih sangat kurang. Minimnya pendidikan karakter terlihat pada kejahatan yang dilakukan oleh siswa sekolah dasar, yang biasanya lebih dipengaruhi oleh kondisi kognitif dan lingkungan daripada perkembangan karakter mereka. Dewasa ini, banyak sekali perilaku buruk yang terjadi. Nadiem Makarim yang merupakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, saat ini mengungkapkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami tantangan besar dengan adanya “tiga dosa besar”. Tiga dosa besar adalah bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi. Dari ketiga hal tersebut dapat menjadi kendala untuk menciptakan lingkungan belajar yang baik. Hasil penelitian menyatakan bahwa upaya yang dilakukan pihak sekolah dengan melaksanakan pembiasaan dan program kerja yang dimiliki sekolah serta strategi sekolah dalam menghadapi pemecahan masalah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif interaktif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Selain itu, metode analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Validitas Instrumen Penilaian Penguasaan Materi Pada Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar Bening Aulia Putri; Nicky Nurcahyani; Retti Rahmasari
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instrumen penilaian merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan evaluasi dalam proses pembelajaran. Instrumen penilaian dapat berupa instrumen tes dan instrumen nontes. Sebuah instrumen tes harus lulus uji validitas oleh para ahli sebelum instrumen tersebut diujicobakan pada siswa. Uji validitas isi yang digunakan peneliti untuk menguji instrumen tes adalah validitas logis dengan menggunakan rumus V Aiken. Uji validitas ini bertujuan untuk membuktikan keakuratan setiap item berdasarkan hasil penilaian para ahli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan 4D (Devine, Design, Develop, Disseminate). Penelitian ini menggunakan 40 item dan diuji validitasnya oleh 3 orang penilai (ahli). Dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus V Aiken dapat disimpulkan bahwa hasil analisis validasi semua penilai (pakar) terdapat 16 item yang dinyatakan valid (V > 0,70) dan 4 item yang dinyatakan tidak valid (V < 0,70). Sehingga soal-soal yang dinyatakan tidak valid perlu direvisi sebelum diujikan untuk menilai penguasaan materi pada siswa sekolah dasar.