Articles
256 Documents
Pentingnya Penguasaan TPACK Bagi Guru SD dalam Pelaksanaan PPG
Khairul Umam;
Refa Tiwi Alia Fatin;
Rizi Suci Litundzira
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Guru merupakan tokoh utama di dunia pendidikan dikarenakan guru sangat berperan penting dalam memfasilitasi dan merancang pembelajaran, selain itu guru juga berperan sebagai akademis dan peneliti. Guru merupakan pendidik yang harus memiliki berbagai kemampuan, bukan hanya materi saja yang harus dimiliki namun mereka harus memiliki kemampuan untuk mengajar, dengan pesatnya perkembangan jaman, hal ini berpengaruh pula pada bidang pendidikan, salah satunya pada pengajaran di kelas, sudah hampir seratus persen siswa pasti mengenal dengan gadgetnya, maka seorang guru diharapkan bisa memanfaatkan keadaan ini untuk pembelajaran di kelas. Penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik deskriptif analitik, metode yang digunakan studi kepustakaan. Pesatnya perkembangan teknologi, dapat berdampak pada semua bidang, bidang pendidikan termasuk didalamnya, fasilitas yang belum memadai merupakan salah satu problematika guru dalam mengajar, sedangkan guru dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman. Hal ini merupakan sebuah problematika yang terjadi dikalangan pengajar, walaupun tidak semua guru mengalami hal ini. Para ahli pendidikan menyebutnya dengan kemampuan Technologi Pedagogic and Content Knowledge (TPACK), karena pengetahuan ini mensinyalir dapat meningkatkan profesionalisme guru.
Peranan “Gelaran” Terhadap Perkembangan Motorik Anak di Kelas Inklusi SDS Irnanda
Siti Laelatul Anita;
Rena Roudhotusyifa;
Santi Kurniawati
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang paling mendasar. Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan terutama ditentukan oleh proses belajar mengajar yang dialami oleh siswa. Perbedaan tingkat daya serap antara siswa yang satu dengan yang lainnya terhadap materi pembelajaran menuntut seorang guru untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran agar tidak hanya sekedar menyajikan materi saja, tetapi juga perlu menggunakan metode yang sesuai, disukai, dan memudahkan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Gelar karena sekolah yang kami teliti adalah Sekolah Inklusi Irnanda, dimana banyak yang harus diadaptasi dan diterapkan pada siswa. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan mereka. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif interaktif dalam teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Judul model pembelajaran sebagai evaluasi pembelajaran merupakan inovasi evaluasi pembelajaran yang tidak hanya dapat diterapkan di kelas inklusi tetapi juga dapat diterapkan di sekolah umum yang tidak menerapkan sistem inklusi. Karena dengan judul tersebut, pembelajaran menjadi lebih kreatif dan inovatif. Hal ini juga akan meningkatkan motivasi belajar siswa dan menjadikan siswa memiliki pemikiran kritis atau pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Karena acara tersebut mengandung unsur-unsur yang dapat meningkatkan perkembangan motorik dan kreativitas serta berpikir kritis.
Peranan Media Wayang Dalam Keberhasilan Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar
Desi Apriani;
Sipa Ulailiah;
Siti Lutfiyani
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam penelitiannya disebutkan bahwa tujuan penelitian adalah pengembangan media wayang karakter manusia sebagai salah satu bentuk inovasi media pembelajaran tematik dan pencapaian keberhasilan belajar siswa. Kemudian dikatakan bahwa hasil penelitian pengembangan media pembelajaran wayang karakter berdasarkan penilaian ahli materi menunjukkan hasil yang “baik”. Selanjutnya dilihat dari hasil posttest diperoleh hasil 78,57% yang berarti media pembelajaran efektif digunakan dalam pembelajaran tematik kelas IV SD karena persentase siswa yang tuntas belajar lebih dari 75%. Sebagaimana temuan penelitian yang ditemukan oleh Oktavianti & Wiyanto (2014:68) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa dengan penerapan wayang sebagai media pembelajaran, selain dapat membuat siswa tertarik dan langsung mengajarkan budaya Indonesia, media wayang juga dapat diadaptasikan. terhadap materi yang akan dipelajari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, dimana peneliti mengumpulkan dan menganalisis berbagai literasi tentang penggunaan media wayang sebagai media pembelajaran bagi siswa di sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di perpustakaan, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian. Artikel ini diadaptasi dalam prosiding dan jurnal khusus tingkat sekolah dasar tentang pembelajaran tematik. Analisis dilakukan dengan cara menentukan suatu masalah atau menganalisis sesuatu, merancang solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut, kemudian menentukan KD dan SK yang akan digunakan dalam pembelajaran. Perancangan dilakukan sebagai penentuan media yang harus sesuai dengan KD dan SK untuk nantinya dapat merancang media yang akan dikembangkan, merancang kertas karton sebagai media wayang, menentukan bahan dan alat yang dibutuhkan dan terakhir membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP dalam pembelajaran. Wayang sebagai salah satu inovasi media pembelajaran khususnya pada pembelajaran tematik di sekolah dasar sudah cukup banyak diterapkan, melalui penelitian dan pengembangan media pembelajaran wayang. Menunjukkan bahwa wayang sebagai media pembelajaran merupakan salah satu media alternatif yang dapat menunjang keberhasilan siswa dalam belajar karena materi asli wayang adalah konkrit atau nyata yang sangat cocok diterapkan pada siswa sekolah dasar.
Peranan Pembelajaran Digital Dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Elsa Febri Damayanti;
Rizki Balfakih
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masa pandemi ini sudah berlangsung kurang lebih dua tahun. Orang tersebut dituntut dan dapat menguasai teknologi untuk mendukung aktivitas kerjanya. Teknologi digital yang sudah menguasai dunia ini berdampak berbahaya jika tidak ada pembatasan penggunaan teknologi. Semua sektor terkena dampaknya, termasuk sektor pendidikan. Pendidikan seharusnya dilakukan secara intensif karena adanya Covid-19. Karakter mulai di luar kendali oleh orang tua dan seharusnya memperhatikan apa yang dilakukan anak-anak mereka. Teknologi digital telah menguasai dunia dan akan ketagihan jika terus menggunakannya. Akan berdampak berbahaya jika tidak ada pembatasan penggunaan teknologi. Oleh karena itu, guru berusaha mengembalikan pendidikan karakter yang tertinggal dengan metode pembelajaran digital ini. Hasil analisis adalah pentingnya melaksanakan pendidikan karakter siswa di abad 21 dengan penerapan era digital yang berperan penting pada anak-anak yang cenderung lebih tertarik pada hal-hal teknologi, youtube, dan media sosial lainnya serta dapat digunakan oleh guru atau pendidik sebagai wadah untuk menyalurkan pengembangan nilai-nilai karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pendidikan karakter di era digital perlu pengawasan dari orang tua dan guru dengan memberikan atau membatasi etika digital agar siswa terhindar dari dampak negatif. Masa pandemi ini sudah berlangsung kurang lebih dua tahun. Orang tersebut dituntut dan dapat menguasai teknologi untuk mendukung aktivitas kerjanya. Teknologi digital yang sudah menguasai dunia ini berdampak berbahaya jika tidak ada pembatasan penggunaan teknologi. Semua sektor terkena dampaknya, termasuk sektor pendidikan. Pendidikan seharusnya dilakukan secara intensif karena adanya Covid-19. Karakter mulai di luar kendali oleh orang tua dan seharusnya memperhatikan apa yang dilakukan anak-anak mereka. Teknologi digital telah menguasai dunia dan akan ketagihan jika terus menggunakannya. Akan berdampak berbahaya jika tidak ada pembatasan penggunaan teknologi. Oleh karena itu, guru berusaha mengembalikan pendidikan karakter yang tertinggal dengan metode pembelajaran digital ini. Hasil analisis adalah pentingnya melaksanakan pendidikan karakter siswa di abad 21 dengan penerapan era digital yang berperan penting pada anak-anak yang cenderung lebih tertarik pada hal-hal teknologi, youtube, dan media sosial lainnya serta dapat digunakan oleh guru atau pendidik sebagai wadah untuk menyalurkan pengembangan nilai-nilai karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pendidikan karakter di era digital perlu pengawasan dari orang tua dan guru dengan memberikan atau membatasi etika digital agar siswa terhindar dari dampak negatif.
Peran Buku Bacalah dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas 3 di SDN Florida
Salwa Luthfi;
Silvi Meliyanti Wijaya;
Zahra Fauziah
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemahiran membaca diperlukan untuk memperoleh pengalaman, pengetahuan, dan untuk mengembangkan penalaran seseorang. Ketika seorang siswa usia sekolah tidak memiliki kemampuan membaca, ia akan mulai belajar di tingkat kelas berikutnya. Di sekolah dasar, pembelajaran membaca dikelompokkan menjadi pembagian kelas atas dan kelas bawah. Pembelajaran membaca awal adalah pembelajaran di kelas bawah. Penambahan tanda suara, juga dikenal sebagai tanda suara atau tanda suara, ke alfabet mengajarkan anak-anak bagaimana mengubah huruf-huruf kata menjadi suara dan memperluas pemahaman mereka tentang alfabet. Masih ada beberapa anak yang kesulitan mengenali huruf pada tahap awal membaca, ada juga yang kurang kosa kata, kesulitan mengubah huruf menjadi kata, dan kesulitan mengubah kata menjadi kalimat dasar. Untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran membaca awal, ada upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan media pembelajaran buku bacaan. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan membaca awal siswa kelas 3 SD Florida. menggunakan metode wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data untuk penelitian ini.
Peran Mahasiswa Kampus Mengajar dalam Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SDN 1 Tunas Jaya
Lilo Fachri Hussein
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali informasi tentang peran siswa yang mengikuti Kampus Pengajaran dalam Gerakan Literasi Sekolah di SD N 1 Tunas Jaya. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Lokasi penelitian di SD N 1 Tunas Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Waktu penelitian adalah 26 Maret 2021. Sumber data dalam penelitian ini adalah Guru Kelas, Guru Motivator, dan siswa SD N 1 Tunas Jaya. Sumber data lainnya adalah mahasiswa peserta program Teaching Campus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah (1) Program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) di SD N 1 Tunas Jaya berada pada tahap pembiasaan dan pengembangan, untuk tahap pembelajaran belum tercapai karena waktu yang singkat dan membutuhkan kekompakan elemen sekolah. (2) Peran siswa peserta Teaching Campus dalam program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) di SD N 1 Tunas Jaya yaitu: (a) membuat program kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran, (b) bersama-sama dengan guru mengemudi membuat pojok baca di setiap kelas di SD N 1 Tunas Jaya, (c) pengayaan dengan mengajukan pertanyaan setelah kegiatan membaca 15 menit, (d) bersama guru mengemudi melaksanakan kegiatan mendongeng sebagai bagian dari GLS (School Literacy Gerakan) aktivitas pada tahap perkembangan. (3) Program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) dapat berjalan maksimal hingga tahap pembelajaran berbasis literasi asalkan seluruh warga sekolah berperan aktif dan memiliki kesempatan waktu yang cukup
Peran UKS Dalam Penanaman Nilai Kemanusiaan pada siswa SDN Malaka Jaya 01 Pagi
Ina Meilani;
Putri Dwi Ciska Anggraini;
Andira Valenti Nasyahrum
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu program pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah adalah dengan diadakannya UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Unit Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan wahana pembelajaran bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan memungkinkan perkembangan yang harmonis dalam rangka membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Dalam pelaksanaan UKS sendiri banyak mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, diantaranya mengajarkan siswa untuk memiliki dan menerapkan adab, sopan santun, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dengan menggabungkan dan menganalisis data induktif. Tujuan penelitian yang dilakukan peneliti adalah untuk mengetahui awal mula terbentuknya UKS untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung UKS, untuk mengetahui sistem evaluasi, dan untuk mengetahui peran penting UKS (Unit Kesehatan Sekolah) di Malaka Jaya SD Negeri 01 Pagi, sehingga dapat menumbuhkan nilai Dapat dikatakan bahwa di Indonesia rasa kemanusiaan telah melemah atau rendah akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan.
Problematika dan Solusi PPG Untuk Meningkatkan Kompetisi dan Kualitas Guru SD
Siti Lia Nurjannah;
Annisa Nur Rohmah
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Guru merupakan salah satu komponen dalam sistem pendidikan yang perannya sangat penting. Guru dapat dikatakan sebagai motor penggerak proses pembelajaran, terutama yang terjadi dalam lingkup sekolah. Peran dan tugas guru telah berkembang seiring dengan perkembangan zaman, menjadi guru di era sekarang tidak sama dengan menjadi guru sepuluh atau lima belas tahun yang lalu. Kebutuhan siswa yang harus dipenuhi di dalam kelas semakin meningkat, kurikulum yang terus berubah, tuntutan inovasi dan reformasi juga semakin meningkat. Pada penulisan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan jenis dokumen dan sumber data yang digunakan adalah sumber pustaka. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan sumber kajian pustaka dengan mengkaji penelitian-penelitian sebelumnya. Keberhasilan PPG sangat tergantung pada persiapan kurikulum PPG yang matang. Berdasarkan pengamatan kurikulum PPG aspek struktur kurikulum, sistem pembelajaran, dan penilaian siswa, disimpulkan bahwa kurikulum telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan mendasarkan pada kurikulum berbasis kompetensi. Tuntutan profesional suatu pekerjaan pada dasarnya menggambarkan sejumlah persyaratan yang harus dimiliki oleh seseorang yang memegang jabatan tersebut. Solusinya guru sebagai salah satu komponen pendidikan harus mampu beradaptasi termasuk guru SD, langkah awal yang harus dilakukan adalah menumbuhkan minat guru terhadap teknologi informasi melalui rangsangan yang mengharuskan guru bersentuhan langsung dengan teknologi informasi.
Problematika dan Tantangan PPG SD dalam Menguasai 4 Kemampuan Kompetensi Guru Abad 21
Dinda Nuria Utami;
Gusti Indrawan;
Putri Ayu Lestari
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perubahan abad 21 ini ditanggapi dengan perkembangan arus teknologi yang semakin maju. Hal ini ditandai dengan maraknya masyarakat dari segala usia dalam menggunakan media sosial dalam kehidupan sosial. Dalam program PPG khususnya untuk sekolah dasar terdapat tuntutan yang harus dikuasai dan dimiliki bagi seorang guru yang akan melaksanakan program PPG. Tuntutan yang harus dikuasai dan harus dimiliki adalah menguasai empat kompetensi dasar berupa kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi dasar guru profesional tersebut menjadi prasyarat ketika hendak mendaftar dan juga setelah lulus dari program PPG. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kepustakaan. Metode ini memanfaatkan sumber kepustakaan berupa buku, jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan diteliti. Nantinya, peneliti akan mencari sumber tertulis mengenai permasalahan dan tantangan PPG SD dalam menguasai empat kompetensi guru abad 21. Untuk meningkatkan kualitas guru, keempat kompetensi tersebut harus diperhatikan. Peningkatan kualitas guru dapat dilakukan melalui pengembangan profesional dalam bentuk seminar dan workshop maupun yang dilakukan secara online melalui media sosial. Selain itu, di era revolusi digital, guru juga perlu meningkatkan keterampilan dalam penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pembelajaran.
Problematika Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Anggi Gustiani Putri;
Sulistyaningsih;
Charissa Ramadhani
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): DIDAKTIS 7: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2022
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian artikel ini dilatarbelakangi oleh upaya peningkatan kualitas pendidikan suatu bangsa melalui program pendidikan profesi guru di sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran PPG dalam meningkatkan profesionalisme guru. PPG merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S-1 pendidikan dan non kependidikan untuk menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar pendidikan. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru di era pendidikan 4.0 adalah kompetensi profesional. Seorang guru sebagai seorang profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik dapat diperoleh melalui program pendidikan profesi atau Pendidikan Profesi Guru (PPG). Melalui PPG, guru dapat meningkatkan kemampuannya dalam memilih dan menguasai bahan ajar, merencanakan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan proses belajar mengajar yang produktif. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka. Maka tujuan dari pembuatan artikel ini sangat penting bagi calon guru untuk mengetahui tentang program pendidikan profesi guru khususnya di sekolah dasar. serta apa saja tantangan dan permasalahan yang terjadi dalam program pendidikan profesi guru.