cover
Contact Name
Reni Suryanti
Contact Email
jpppolbangtanbogor@gmail.com
Phone
+628128822179
Journal Mail Official
renisuryanti@pertanian.go.id
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pertanian
ISSN : 19075893     EISSN : 25990403     DOI : https://doi.org/10.51852/jpp.v16i1.460
This journal contains the results of research related to developing issues in the field of agricultural extension based on the needs of the community or farmer groups. published articles include research articles and literature studies.
Articles 240 Documents
FAKTOR PENENTU PARTISIPASI PETANI PADA PROGRAM UPAYA KHUSUS (UPSUS) PADI DI KABUPATEN MANOKWARI, PAPUA BARAT Anwarudin, Oeng
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.319 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v12i1.342

Abstract

Desa dengan mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani masih menjadi kantong utama kemiskinan. Upaya mengurangi kemiskinan telah dilakukan melalui program upaya khusus padi untuk mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian bertujuan menganalisis secara deskriptif partisipasi petani dalam program upaya khusus padi, menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi. Penelitian telah dilaksanakan di Distrik Masni, Manokwari, Papua Barat pada 2015. Sampel penelitian adalah petani yang menjadi anggota kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) sebanyak 60 orang menggunakan teknik stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi. Hasil penelitian mengenai tingkat partisipasi petani adalah tinggi. Status sosial, status ekonomi, perilaku inovatif dan moral ekonomi petani dapat menjadi penentu partisipasi petani. Penguatan kelompok tani, gabungan kelompok tani dan keterlibatan dinas terkait dapat menjadi faktor penentu partisipasi petani. Penyuluh pendamping dan pendamping eksternal dapat menjadi penentu partisipasi petani. Partisipasi petani juga ditentukan oleh faktor program yaitu upaya khusus padi
PERANAN KELOMPOKTANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHATANI (KASUS DI WILAYAH BP3K SUKALARANG, SUKABUMI ) Wardani Wardani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.158 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v12i1.343

Abstract

Penguatan kelembagaan petani telah dilakukan pada peran kelompoktani untuk meningkatkan produktivitas usaha tani. Penelitian bertujuan (1) menganalisis pemahaman petani tentang peranan kelompoktani, (2) menganalisis produktivitas usaha tani dan (3) menganalisis pengaruh peranan kelompoktani terhadap produktivitas usaha tani. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi selama enam bulan pada Juni sampai November 2016. Populasi penelitian adalah petani yang menjadi anggota kelompoktani dan gabungan kelompoktani (Gapoktan) dan sampel dalam penelitian ini adalah 80 orang yang diambil menggunakan teknik acak bertingkat. Data diambil menggunakan kuesioner dengan isntrumen skala likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik regresi berganda. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penampilan peran kelompoktani dan pencapaiannya masing-masing untuk variabel kelas belajar 71,2%, wahana kerja sama 68% dan unit produksi 66%. Penampilan produksi usaha tani berada pada pencapaian 63,2 %. Variabel kelas belajar dan wahana kerja sama tidak berpengaruh terhadap produktivitas usaha tani, sementara peranan kelompoktani sebagai unit produksi berpengaruh nyata terhadap produktivitas usaha tani dengan persamaan Y = 14,77 + 1,618 X3.
EFISIENSI USAHATANI PADI DI INDONESIA Efri Junaidi; Wasrob Nasruddin
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.605 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v11i2.344

Abstract

Ketersediaan pangan terutama padi selalu menjadi fokus utama tiap rezim pemerintahan. Peran penyuluh pertanian menjadi salah satu faktor penting disamping faktor produksi lainnya untuk meningkatkan efisiensi usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi secara nasional dan mengetahui tingkat efisiensi ekonomi usahatani padi nasional. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data cross section 33 provinsi di Indonesia. Analisis data menggunakan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi lahan, benih, pupuk urea, dan jumlah penyuluh pertanian PNS bidang pangan berpengaruh nyata terhadap produksi padi secara nasional, sedangkan faktor produksi pupuk SP-36 dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata. Faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata tersebut penggunaannya belum efisien secara ekonomi. Penggunaan aktual faktor produksi tersebut harus ditambah atau dikurangi sehingga mencapai penggunaan faktor produksi optimal.
PREFERENSI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH PADI VARIETAS UNGGUL DI KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT Siti Syamsiah; Rita Nurmalina; Anna Fariyanti
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.724 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v11i2.345

Abstract

Peningkatan produksi padi nasional dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas, luas tanam dan penggunaan varietas unggul. Faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan padi varietas unggul adalah preferensi petani untuk memilih dan menggunakan benih yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis proses keputusan pembelian petani terhadap benih padi varietas unggul, dan (2) untuk menganalisis preferensi petani terhadap benih padi varietas unggul. Sampel dari penelitian ini adalah 100 petani padi (pernah menggunakan benih padi varietas Ciherang, IR 64 dan IR 42). Analisis Conjoint digunakan untuk menganalisis preferensi petani terhadap penggunaan benih padi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses keputusan pembelian petani terhadap benih padi menyatakan bahwa alasan utama atau motivasi petani dalam budidaya padi adalah untuk mendapatkan keuntungan. IR42 adalah benih padi yang sering digunakan oleh petani, (2) Preferensi petani menunjukkan bahwa petani lebih menyukai benih padi varietas unggul yang memiliki beberapa karakteristik, seperti jenis beras pera, harga gabah Rp 650 000/ku, tingkat produktivitas 7-8 ton, kemasan benih 10 kg dan membeli di kios.
KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL GUNA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PUSAT PELATIHAN MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN PERTANIAN Sumarno Sumarno
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.708 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v11i2.346

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kontribusi gaya kepemimpinan situasional guna peningkatan produktivitas kerja karyawan PPMKP Ciawi-Bogor. Dalam pengkajian ini hipotesis yang diuji adalah terdapat kontribusi positif antara gayakepemimpinan situasional dengan produktivitas kerja. Pengkajian ini bersifat kuantitatif eksplanatif yang berusaha menjelaskan faktor yang menyebabkan suatu fenomena dengan menggunakan data berupa gejala yang diangkakan. Subyek pengkajian adalah para karyawan PPMKP Ciawi-Bogor tahun 2016 sebanyak 58 (lima puluh delapan) orang dengan teknik pengambilan sampel secara acak sederhana proporsional atau proporsional random sampling dari total populasi yang ada. Pernyataan analisis data diuji dengan normalitas populasi (Uji Chi Kuadrat) dan dengan homogenitas varians populasi (Uji Bartlett). Berikutnya dilakukan teknik korelasi sederhana dan parsial, serta teknik regresi sederhana. Hasil pengkajian menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: Pertama, pengkajian ini menemukan bahwa terdapat kontribusi positif antara gaya kepemimpinan situasional dengan produktivitas kerja karyawan yang dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi Ŷ= 114,36 + 0,19 X, koefisien korelasi adalah r Y1 = 0,3714 adalah sangat signifikan. Variabel produktivitas kerja dapat dijelaskan oleh gaya kepemimpinan situasional adalah sebesar 13,79 %. Kedua, pengkajian juga membuktikan bahwa berdasarkan besarnya koefisien korelasi parsial ternyata kekuatan hubungan antara gaya kepemimpinan situasional dengan produktivitas kerja cukup kuat. Implikasi dari hasil pengkajian adalah produktivitas kerja dapat ditingkatkan dengan upaya melakukan penyesuaian gaya kepemimpinan sesuai situasi pada karyawan PPMKP Ciawi-Bogor 
MOTIVASI PETANI DALAM PENERAPAN PTT PADI SAWAH (Oryza sativa L.) TADAH HUJAN DI DESA KALUKKU BARAT KECAMATAN KALUKKU KABUPATEN MAMUJU Marwati Nas; Dedy Kusnadi; Ait Maryani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.752 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v11i2.347

Abstract

Komponen dasar teknologi (PTT) Padi sawah tadah hujan terdiri dari: (1) Penggunaan varietas unggul baru (VUB), (2) Penggunaan benih unggul berlabel berdaya hasil tinggi, bernilai ekonomi tinggi, (3) Pemberian unsur hara P dan K berdasarkan PUTS, (4) Pemberian bahan organik berupa kompos dan pupuk kandang sebagai penyedia hara dan pembenah tanah, (5) Pengendalian gulma secara terpadu (Balitbang Pertanian, 2014). Penerapan PTT akan dapat terlaksana dan berjalan dengan baik jika motivasi dan tingkat adopsi petani terhadap PTT itu tinggi. Motivasi dapat mendorong seseorang mengaktifkan, menggerakkan dan mengerahkan prilakunya untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau usaha untuk mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengkaji sejauh mana motivasi petani dalam penerapan PTT padi sawah tadah hujan dan apa sajakah faktor-faktor motivasi PTT padi sawah tadah hujan.Tujuan penelitian (1) Mengidentifikasi motivasi petani dalam penerapan PTT padi sawah tadah hujan, (2) Menganalisis faktor-faktor motivasi petani dalam penerapan PTT padi sawah tadah hujan. Penelitian dilakukan di tiga kelompoktani kelas lanjut yang mengikuti program Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi sawah tadah hujan. Dari setiap kelompoktani dipilih 15 orang petani yang ditentukan berdasarkan propotional, sehingga total sampel berjumlah 45 petani. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan Uji Non Parametric Kendall’s W. Hasil analisis data dan wawancara mendalam memperlihatkan motivasi petani dalam penerapan PTT padi sawah (Oryza sativa L.) tadah hujan secara umum termasuk baik, hanya saja dari segi kemampuan petani dalam menerapkan teknologi tergolong masih rendah. Berdasarkan analisis non parametric Kendall’s W diperoleh peringkat indikator motivasi petani dalam penerapan PTT Padi Sawah tadah hujan yaitu : I. Kemauan: 2, 57; II. Kebutuhan: 4,41; III. Kemampuan: 1,02.
HUBUNGAN FUNGSI KERJASAMA KELOMPOK DENGAN SISTEM TATANIAGA TELUR AYAM RAS DI KECAMATAN PAYAKUMBUH KABUPATEN LIMAPULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT Esi Witria; Wardani Wardani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.649 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v11i2.348

Abstract

Sistem tataniaga telur merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan usaha. Sistem tataniaga tersebut sangat erat hubungannya dengan pendapatan peternak karena semakin panjang saluran tataniaga maka hargayang diterima olehpeternak (farmer’s share) semakin rendah.Permasalahan yang dihadapi para peternak ayam ras petelur di Kelompoktani Peru Saiyo adalahkeuntungan usaha peternakan ayam ras petelur (farmer’s share) masih rendah. Hal tersebut disebabkan panjangnya saluran tataniaga karena kurang berfungsinya kelompok dalam hal kerjasama.Kelompoktani belum melaksanakan hubungan melembaga dengan koperasi maupun pihak lain dalam melaksanakan pemasaran hasil. Penelitianbertujuan: 1) Mengetahui hubungan kerjasama kelompok dengan sistem tataniaga telur ayam ras, 2) Mengetahui kerjasama kelompok dengan farmer’s share, 3) Mengetahui kerjasama kelompok dengan marjin tataniaga.Metode penelitian dilakukan dengan wawancara terhadap 30 peternak sebagai responden untuk dijadikan sampel. Penentuan sampel secara sengaja (purposif sampling). Pengumpulan data dengan kuesioner berupa pernyataan kemudian hasilnya ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan uji konkordasi Kendall’s W dengan mencari mean rank/mencari peringkat (ranking) terlemah, dan uji korelasi rank Spearman. dengan bantuan program SPSS versi 17.Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan mean rank terendah adalah hubungan melembaga dengan koperasi lain 1,80 kemudian kelompoktani sebagai tempat pelayanan 2,13 dan system tataniaga telur ayam ras 2,07, sehingga materi penyuluhan yang ditekankan hubungan fungsi kelompoktani sebagai wahana kerja sama dengan sistem tataniaga telur ayam ras. Khususnya mengenai hubungan melembaga dengan koperasi atau pihak lain. Kerja sama antar kelompoktani dengan pihak lain yang merupakan lembaga pemasaran akan memberikan pengaruh kesetabilan harga telur sehingga pedagang besar tidak mudahuntuk mengendalikan harga.
TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOKTANI DALAM PENYUSUNAN RENCANA DEFENITIF KELOMPOK DAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA CIBEUTEUNG MUARA KECAMATAN CISEENG KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Heriyadi Heriyadi; M. Tassim Billah; Dayat Dayat
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.712 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v11i2.349

Abstract

Petani merupakan pelaku utama untuk menyukseskan pertanian Indonesia sehingga perlu partisipasi petani dalam penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk membantu kebutuhan mereka sendiri. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis partisipasi anggota kelompoktani dalam penyusunan RDK dan RDKK dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat partisipasi anggota kelompoktani dalam penyusunan RDK dan RDKK. Populasi penelitian merupakan anggota kelompoktani yang ada di Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Sampel di dalam penelitian diwakili oleh empat kelompok-tani yaitu Kelompoktani Sumber Rizky yang berjumlah 20 orang, Kelompoktani Lembah Cisadane berjumlah 25 orang, Kelompoktani Cipta Mandiri I berjumlah 26 orang dan Kelompoktani Cipta Mandiri II berjumlah 20 orang sehingga total populasi adalah 91 orang. Responden dipilih dengan teknik penarikan simple random sampling dan penetapan jumlah sampel dengan rumus Slovin. Hasil analisis aspek dasar partisipasi (X) menunjukkan Kemampuan petani untuk berpartisipasi dalam penyusunan RDK dan RDKK tergolong rendah dan termasuk kategori kurang berpartisipasi (mean rank 1.88) dan aspek implementasi Penyusunan RDK dan RDKK menunjukkan pelaksanaan penyusunan (RDK) dan RDKK tergolong rendah (mean rank 1.91). Faktor penghambat partisipasi terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Tingkat partisipasi petani dalam penyusunan RDK dan RDKK tergolong rendah atau kurang berpatisipasi.
MOTIVASI PETANI DALAM PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DI KECAMATAN TALANG EMPAT KABUPATEN BENGKULU TENGAH PROVINSI BENGKULU Wahyuningsih Hidayat; Dedy Kusnadi; Ismi Puji Ruwaida
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.807 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v11i2.350

Abstract

Sebagian besar masyarakat Indonesia bermata pencaharian sebagai petani, khususnya komoditas padi sawah. Dalam rangka meningkatkan produktivitas padi sawah tersebut, dilakukan melalui pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) Padi Sawah. Pendekatan PTT merupakan suatu pendekatan inovatif dalam upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani melalui perbaikan sistem/pendekatan dalam perakitan paket teknologi yang sinergis antar komponen teknologi, dilakukan secara partisipatif oleh petani serta bersifat spesifik lokasi. Penerapan pengelolaan tanaman terpadu padi sawah, pada kenyataannya masih menemui beberapa kendala. Oleh karena itu diperlukan motivasi petani dalam hal penerapan PTT padi sawah ini. Penelitian bertujuan menjelaskan motivasi petani dalam menerapkan PTT padi sawah, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam menerapkan PTT padi sawah. Hasil analisis uji mean rank Kendall’s W menunjukkan bahwa indikator pengalaman merupakan indikator terendah dengan nilai mean rank 1,57. Indikator inilah yang perlu ditingkatkan melalui kegiatan penyuluhan yaitu salah satunya dengan materi ciri-ciri varietas benih dan sistem tanam.
ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI PADI SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION) DENGAN PTT (PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU) “Studi Kasus di Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi Jawa Barat” Yaya Sukarya; Engkan Suhendi F; Imas Daswati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.196 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v11i2.351

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diramalkan akan terus meningkat pada masa lima tahun mendatang, dan peningkatan ini akan memacu peningkatan konsumsi. Sektor produksi pertanian harus melakukan antisipasi peningkatan tersebut, terutama untuk menghindarkan pengurangan cadangan devisa untuk impor beras, mengingat Indonesia saat ini termasuk dalam negara yang mempunyai nilai impor lebih besar daripada nilai ekspornya. Kebijakan pembangunan pertanian ditempuh melalui empat kebijakan, yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, diversivikasi dan rehabilitasi. Khususnya program intensifikasi diprioritaskan pada sektor tanaman pangan, antara lain dengan pemakaian benih bermutu, pupuk, dan teknologi tersebut diantaranya teknologi SRI dan PTT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem usahatani, analisa usahatani dan perbedaan pendapatan petani padi SRI dengan PTT yang dilakukan di kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengujian perbandingan sistem usahatani dan analisis usahatani padi SRI dan padi PTT menggunakan cara deskriptif, sedangkan untuk menguji perbedaan pendapatan dilakukan dengan menggunakan alat analisis uji beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sistem usahatani SRI dengan PTT dalam hal teknik budidaya, pemupukan dan pemeliharaan, selain itu terdapat perbedaan nyata antara pendapatan SRI dengan pendapatan PTT..