cover
Contact Name
Reni Suryanti
Contact Email
jpppolbangtanbogor@gmail.com
Phone
+628128822179
Journal Mail Official
renisuryanti@pertanian.go.id
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pertanian
ISSN : 19075893     EISSN : 25990403     DOI : https://doi.org/10.51852/jpp.v16i1.460
This journal contains the results of research related to developing issues in the field of agricultural extension based on the needs of the community or farmer groups. published articles include research articles and literature studies.
Articles 241 Documents
PERSEPSI DAN ADOPSI PENGENDALIAN HAMA TERPADU LALAT BUAH PADA TANAMAN MANGGA DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON PROVINSI JAWA BARAT -, Chandra Saputra; -, Oeng Anwarudin; -, Dwiwanti Sulistyowati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.293 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v13i2.118

Abstract

ABSTRAKPemerintah telah berupaya meningkatkan produksi dan mutu buah mangga di Kabupaten Cirebon dengan inovasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) lalat buah. Penelitian bertujuan menganalisis secara deskriptif persepsi dan adopsi PHT lalat buah serta menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi dan adopsi PHT lalat buah pada tanaman mangga. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon pada April sampai Juni 2018. Sampel penelitian adalah 59 orang petani mangga yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis korelasi Rank Spearman, dan analisis Kendall’s W. Variabel penelitian meliputi karakteristik petani, dukungan pemerintah, persepsi dan adopsi petani terhadap PHT lalat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap PHT lalat buah tergolong cukup baik (50,8%.) dan tingkat adopsi petani terhadap PHT lalat buah tergolong sedang (83,1%.). Faktor yang berhubungan dengan persepsi petani adalah luas lahan dan dukungan pemerintah. Faktor yang berhubungan dengan tingkat adopsi petani adalah fasilitas bahan dan persepsi petani. Strategi untuk meningkatkan adopsi PHT lalat buah dapat dilakukan dengan meningkatkan fasilitasi bahan PHT dan memperkuat persepsi petani melalui dukungan pemerintah yang semakin intensif. ABSTRACTThe government has sought to increase the production and quality of mangoes in Cirebon Regency with the innovation of Integrated Pest Management (IPM) of fruit flies. The aim of the study was to analyze descriptively the perception and adoption of fruit fly IPM and analyze the factors related to the perception and adoption of fruit fly IPM in mango plants. The study was conducted in Greged District, Cirebon Regency in April to June 2018. The study sample was 59 mango farmers taken by cluster random sampling technique. The analysis technique used was descriptive analysis, Rank Spearman correlation analysis, and Kendall’s W. analysis. Research variables included farmer characteristics, government support, farmers' perceptions and adoption of fruit fly IPM. The results showed that farmers' perceptions of fruit fly IPM were quite good (50.8%) and the level of farmer's adoption of fruit fly IPM was moderate (83.1%). Factors related to farmers' perceptions are land area and government support. Factors related to farmer adoption rates are material facilities and farmers' perceptions. Strategies to increase IPM adoption of fruit flies can be done by increasing facilitation of IPM materials and strengthening farmers' perceptions through increasingly intensive government support.
SIKAP PETANI DALAM PENGAPLIKASIAN RHIZOBAKTERI PADA TANAMAN BAWANG MERAH DI PLEMAHAN KEDIRI JAWA TIMUR Yuli Ika Wati; Umi Wahjuti -; Rika Despita -
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.238 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v13i2.119

Abstract

ABSTRACTAttitude is one of the determinants of farmer's behavior towards an innovation. This study aims to: 1) determine the attitude of farmers in the application of Rhizobakteri, 2) knowing the relationship between internal factors and external factors with the attitude of farmers in the application of Rhizobakteri. This research was carried out in February-May 2018 in Puhjarak Village, Plemahan Subdistrict, Kediri Regency, East Java Province. The method used is a quantitative survey method. Research respondents were 59 people who were shallots farmers. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and correlation Pearson Product Moment statistics. The results of the study showed that farmers' attitudes were at the rate of 52.5%, while internal factors and external factors have a relationship with the attitude of farmers in the application of Rhizobakteri on shallots. ABSTRAKSikap adalah salah satu faktor penentu prilaku petani terhadap suatu inovasi. Tujuan penelitian untuk: 1) mengetahui sikap petani dalam pengaplikasian Rhizobakteri, 2) mengetahui hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan sikap petani dalam pengaplikasian Rhizobakteri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2018 di Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitaif. Responden penelitian berjumlah 59 orang yang merupakan petani bawang merah. Data yang diperoleh dianalisis secara statitstik deskriptif dan analisis korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan sikap petani berada pada tingkatan menilai yaitu sebesar 52,5%. Faktor internal dan faktor eksternal memiliki hubungan
MOTIVASI ANGGOTA KELOMPOKTANI DALAM PENERAPAN GP-PTT PADI SAWAH (Oryza Sativa L.) DI DESA PANANJUNG KECAMATAN PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT Julianto Ramdani -; Azhar - -; Wida Pradiana -
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.099 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v13i2.168

Abstract

ABSTRACT Motivation is a process that explains the intensity, direction and perseverance of an individual in achieving his goals. Basically, motivation comes from within, outside factors are only triggers for the emergence of motivation. External motivation is the motivation whose trigger comes from our own initiative. Integrated Crop Management (PTT) is a system / approach in assembling technology packages that is synergistic between technological components, carried out in a participatory manner by farmers and is site-specific. GP-PTT is a national program to increase production, through innovative approaches in bulk to farmers / farmer groups. The purpose of this study was to analyze the motivation of group members in applying GP-PTT lowland rice and analyze indicators in providing extension materials. This activity starts from April 15 to June 15, 2017. Sampling stratification is 58 people who have participated in GP-PTT. The data obtained were analyzed using Kendall's tau-b correlation and Kendall's W. analysis. The results of Kendall's tau-b analysis of motivation of farmer group members in the application of GP-PTT in paddy rice generally included in the low category. Indicators of motivation that need to be improved in the application of GP-PTT Paddy Fields are indicators of the willingness of mean rank values of 1.78 in rank III and GP-PTT variables in pest control indicators in 4 groups of farmers assisted, problems facing rat pests and rice blast disease (oryza sativa L.) as an extension material. implementation in Pananjung village, Serbalaksana farmer group, Sawanan Kidul, Mekarsari and Mitra Tani Jaya. ABSTRAK Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu dalam mencapai tujuannya. Pada dasarnya motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari inisiatif diri kita. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) adalah suatu pendekatan inovatif dalam upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani melalui perbaikan sistem/pendekatan dalam perakitan paket teknologi yang sinergis antar komponen teknologi, dilakukan secara partisipatif oleh petani serta bersifat spesifik lokasi. GP-PTT adalah Salah satu teknologi yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah adalah Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu yang selanjutnya disebut GP-PTT adalah program nasional untuk meningkatkan produksi, melalui pendekatan inovatif secara massal kepada Petani/Kelompok Tani .Tujuan Pengkajian ini adalah menganalisis motivasi anggota kelompoktani dalam penerapan GP-PTT padi sawah dan menganalisis indikator dalam pemberian materi penyuluhan. Kegiatan di mulai tanggal 15 April s/d 15 Juni 2017. Stratifikasi sampling sebanyak 58 orang yang telah mengikuti GP-PTT. Data yang diperoleh dilakukan analisis dengan menggunakan korelasi Kendall's tau_b dan analisis Kendall’s W. Hasil analisis Kendall's tau_b motivasi anggota kelompoktani dalam penerapan GP-PTT padi sawah secara umum termasuk dalam kategori rendah. Indikator motivasi yang perlu ditingkatkan dalam penerapan GP-PTT padi sawah adalah indikator kemauan nilai mean rank 1,78 berada pada peringkat III dan variabel GP-PTT pada indikator pengendalian OPT nilai mean rank 3,09 berada pada peringkat III sehingga dalam kegiatan penyuluhan kelompoktani diberikan pengetahuan tentang pengendalian OPT di 4 Kelompoktani binaan, masalah dihadapi hama tikus dan penyakit blast tanaman padi (Oryza sativa L.) sebagai materi penyuluhan. Pelaksanaan di Desa Pananjung poktan Serba Laksana, Sawoan Kidul, Mekarsari dan Mitra Tani Jaya.
USAHA KELOMPOK WANITA TANI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA TANI MELALUI PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KECAMATAN TELAGASARI, KABUPATEN KARAWANG Endang Lumban Tobing; Eti Suminartika -; Lucyana Trimo -
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.871 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v13i2.170

Abstract

ABSTRACTCommunity land has potential in realizing food security. Food security can be realized by optimizing the land area by growing sustainable food crops. In addition, the land can play a role to increase farmers' income to reduce consumption expenditure and environmental sustainability. This study was used to describe the role of women farmer groups, describing the constraints faced by farmer women groups and analyzing the differences in yard income before and after the KRPL program in Telagasari District. The research method used is a survey technique using primary and secondary data. The sampling method uses saturated sampling with a total of 45 respondents in the group of women farmers. The results of this study indicate that the increase in income from the yard in the KRPL program. The average respondent before managing the yard is Rp. 23,442.22 per year, After the KRPL program the yard is managed properly into income of Rp. 455,855.56 per yearwith R / C = 19.06. Based on this, the yard is managed by increasing income, reducing consumption expenditure, utilizing the yard and preserving the environment. The obstacle faced by KWT in the KRPL program was the availability of water, the level of education, the attack of pests and diseases and the difficulty in applying technology and capital. Therefore, a technique is needed for the government's role to overcome these obstacles in improving welfare. ABSTRAKKetahanan pangan dapat diwujudkan dengan cara optimalisasi lahan pekarangan, yaitu dengan cara menanam tanaman pangan lestari. Selain itu lahan pekarangandapat berperan untuk meningkatkan pendapatan petani mengurangi pengeluaran konsumsi dan kelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan peran kelompok wanita tani, kendala yang dihadapi kelompok wanita tani serta menganalisis perbedaan pendapatan pekarangan sebelum dan sesudah program KRPL di Kecamatan Telagasari. Metode penelitian yang digunakan yaitu teknik survei dengan menggunakan data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 45 orang dalam kelompok wanita tani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan pendapatan dari pekarangan pada program KRPL. Rata-rata responden sebelum dikelolanya lahan pekarangan dengan baik sebesar Rp. 23.442,22 per tahun, Setelah program KRPL lahan pekarangan dikelola dengan baik menjadi pendapatan sebesar Rp. 455.855,56 pertahundengan nilai R/C = 19,06.Berdasarkan hal tersebut bahwa pekarangan dikelola dengan meningkatkan pendapatan, mengurangi pengeluaran konsumsi, memanfaatkan pekarangan dan melestarikan lingkungan. Kendala yang dihadapi oleh KWT dalam program KRPL adalah ketersediaan air, tingkat pendidikan, serangan hama dan penyakit dan kesulitan dalam menerapkan teknologi dan modal. Oleh karena itu, diperlukan teknik untuk peran pemerintah dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam meningkatkan kesejahteraan.
UPAYA PEMBERDAYAAN KELOMPOKTANI DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PADI SAWAH (Oryza sativa L.) MELALUI PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) DI DESA CIMALAKA KECAMATAN CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT . Azhar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.314 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.173

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani pada agribisnis padi sawah mengenai agroinput, agroproduksi, dan pascapanen dengan menggunakan pendekatan PTT; (2) Meningkatkan pengetahuan petani mengenai administrasi kelompoktani dan kerjasama kelompoktani; dan (3) Menyusun rencana kegiatan pengembangan agribisnis. Penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 09 Maret 2009 sampai dengan tanggal 09 Mei 2009. Penelitian dilaksanakan di desa Cimalaka Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sasaran penelitian adalah seluruh petani padi. Kajian petak pembelajaran dilakukan dengan menggunakan uji t dua arah, sedangkan kajianpenyuluhan menggunakan persentase peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan pupuk bokashi dari 36,5% menjadi 63,5%, pembuatan pestisida nabati dari 41% menjadi 63%, PTT dari 40,5% menjadi 63,5%, dan pasca panen dari dari 39% menjadi 62%. Adapunpeningkatan pengetahuan kerjasama dan administrasi kelompok tani dari 35,5% menjadi 57,5% dimana kerjasama kelompok tani dilakukan dengan pemupukan modal dan pengadaan sarana. Adapun administrasi kelompoktani dilakukan dengan menyusun rencana kegiatan kelompok dan membuat buku-buku dalam kelompoktani. Pengembangan perencanaan kegiatan agribisnis dapat dilaksanakan dalam program jangka pendek, jangka menengah, danjangka panjang.
PERSEPSI PETANI TENTANG KEPENTINGAN DAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP AGROPRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) MELALUI System Rice of Intensification (SRI) Endang Krisnawati; Anshar Oemar; Hanif Gusrianto
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.558 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani tentang kepentingan dan kinerja penyuluh pertanian terhadap agroproduksi tanaman padi (Oryza sativa) melalui System Rice of Intensification (SRI). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2007.di Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Pengumpulan data primer diperoleh melalui interview, wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap 48 responden. sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Metode analisis data menggunakan Importance Performance Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel yang berada pada kuadran A yang berarti penting bagi petani dan tingkat kinerja penyuluh tinggi (baik) sehingga harus tetap dipertahankan. Variabel tersebut adalah penyiapan bahan tanam, pengolahan tanah, penanaman dan pemeliharaan. Sebanyak 2 variabel terdapat pada kuadran C yang berarti tidak penting bagi petani dan kinerja penyuluh rendah, ini merupakan kinerja yang harus ditingkatkan lagi sehingga dapat menyakinkan petani bahwa semua kegiatan yang dilakukan penting. Variabel tersebut adalah pemeliharaan persemaian dan panen.
FUNGSI KELOMPOKTANI DALAM AKSESIBILITAS INOVASI TEKNOLOGI MUTU PAKAN TERNAK DOMBA DI WILAYAH KABUPATEN GARUT Maspur Makhmudi; Chifayah Astuti
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.655 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v14i1.177

Abstract

Pada umumnya petani terkendala rendahnya kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilannya untuk memecahkan permasalahan kelompok dalam usahataninya. Produktivitas ternak masih rendah karena minimnya kapasitas para peternak seperti memecahkan masalah dalam proses usahataninya secara lebih efektif dalam akses informasi, dan teknologi. Tujuan penelitian: (1) mengkaji karakteristik responden mengenai fungsi kelompoktani dalam aksebilitas inovasi teknologi mutu pakan ternak; (2) mengkaji kemampuan responden mengenai pengetahuan fungsi kelompoktani dalam aksebilitas inovasi teknologi mutu pakan ternak; (3) menganalisis hubungan antara karakteristik responden dengan kemampuan responden mengenai pengetahuan fungsi kelompoktani dalam aksebilitas inovasi teknologi mutu pakan ternak. Sasaran penelitian adalah Kelompoktani Barokahtani dan Pakasaban Desa Haruman Kecamatan Leles dengan teknik “purposive” pada bulan Maret -Mei 2018. Penetapan sampel berjumlah 60 orang dengan teknik “sensus” berdasarkan kriteria peternak yang memiliki ternak domba jantan usia pertumbuhan antara 8-12 bulan. Analisis data dengan statistik deskriptif dan korelasi person product moment. Hasil penelitian adalah (1) sebagian besar responden (57%) berpendidikan SD dan dominasi pengalaman usaha responden (≥11 tahun) berjumlah 90% yang diindikasikan rendahnya kemampuan mereka saling pengertian antar anggota kelompoknya, disisi lain mereka mampu beradaptasi dan mudah menerima serta menerapkan inovasi teknologi mutu pakan ternak;(2) Kemampuan pengetahuan dan keterampilan sebagian besar responden (57%) sangat memadahi seperti keinginan bekerjasama dan menciptakan suasana keterbukaan untuk menyatakan pendapat dalam aksesibilitas inovasi teknologi mutu pakan ternak; (3) Hubungan antara karakteristik responden dengan fungsi kelompoktani lemah (r = 0,360) diartikan kemampuan responden agar bisa merubah pola pikir untuk menyusun rencana kegiatan usaha dan pengambilan keputusan masih lemah dalam aksesbilitas inovasi teknologi mutu pakan ternak.
KERAGAAN DINAMIKA KELOMPOK TANI (Studi Kasus di Wilayah Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi) Purwanto Purwanto; Wardani Wardani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.427 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v1i1.192

Abstract

Dengan adanya kebijakan penyuluhan pertanian yang berubah, terutama sejak SKBMenteri Pertanian dan Menteri Dalam Negeri tahun 1991, menjadikan kondisi penyuluhanguncang. Peran dan fungsi kelompok tani di daerah bervariasi tergantung kebijakan padaotonomi daerah masing-masing.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan dinamika kelompok tani yangdidasarkan atas tiga fungsi kelompok tani dan alasan-alasan bila terjadinya penurunan dinamikakelompok tani.Materi penelitian ini adalah keragaan kelompok tani di wilayah Kecamatan SukarajaKabupaten Sukabumi, menggunakan kuesioner dengan responden 18 kelompok tani dari 9 desayang ada.Pengumpulan data dengan wawancara langsung kepada responden dengan tingkatankriteria dinamika 1 sampai 5, skor tiga fungsi kelompok 0-800, sehingga bila ketiga fungsitersebut digabungkan skor tertinggi adalah 2.400. Untuk mengetahui persentase hasildipergunakan rumus P = ( F / N ) x 100%. Hasil yang didapat dari keragaan kelompok tanitergolong rendah (skor = 456), yang disebabkan rendahnya peran pengurus kelompok tani.
PERFORMANS MUTU AYAM BURAS PEDAGING HASIL PERSILANGAN AYAM PELUNG JANTAN DENGAN AYAM LOKAL BETINA Purwanti, Maya; Ace, Iis Soriah; Krisna, Rizal; Wahyuningsih, Wahyuningsih
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.851 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v1i1.193

Abstract

Saat ini ayam buras juga telah berhasil menerobos monopoli ayam boriler di pasarswalayan. Karkasnya dikemas sama cantiknya dengan karkas broiler, bedanya karkas ayamburas nampak lebih kurus, dagingnya lebih tipis dan bobotnya kurang dari 1 kg dengan hargayang lebih mahal. Ayam buras yang digemari umumnya berumur 4 – 6 bulan dengan bobotkarkas 0,7 – 1 kg. Pada umur ini dagingnya masih lunak dan tulangnya manis. Aromanya tidakmerangsang dan rasanya sangat gurih.Pengkajian ini bertujuan untuk mengamati performans ayam hasil silangan pelung jantandengan ayam betina lokal dan nilai ekonominya pada umur 12 minggu. Penelitian dilaksanakandi STPP Bogor Jurusan Penyuluhan Peternakan selama 6 (enam) bulan.Pengamatan dan pengukuran dilakukan terhadap bobot badan ayam, pengukurankonsumsi pakan, mortalitas dan perhitungan ekonomi.Pada pengamatan sampai umur 12 minggu, pertambahan bobot badan menunjukkanpengaruh yang nyata (P>0.05), konsumsi pakan berbeda sangat nyata (P<0.01) dan konversipakan berbeda sangat nyata (P<0.01). Pada perhitungan ekonomi diperoleh keuntungan padaayam silangan pelung sebesar 23,57 persen dan untuk ayam buras sebesar 18,81 persen.
ANALISIS DINAMIKA KELOMPOK PADA KELOMPOK TANI MEKAR SARI DESA PURWASARI KECAMATAN DRAMAGA KABUPATEN BOGOR Leilani, Ani; Hasan, OD. Subhakti
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.608 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v1i1.194

Abstract

Pengamatan dari analisis ini bertujuan untuk mengetahui kedinamisan Kelompok TaniMekar Sari Desa Purwasari Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, dan untuk memberikansaran dan rekomendasi terhadap perbaikan-perbaikan kelompok yang perlu dilakukan olehKelompok Tani Mekar Sari Desa Purwasari Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor yangberkaitan dengan kedinamisan kelompok. Hasil pengamatan analisis dinamika Kelompok Tani“Mekar Sari” menunjukkan rata-rata pencapaian skor adalah 3,61; berarti dinamika KelompokTani “Mekar Sari” dapat diklasifikasikan dalam kategori baik. Beberapa elemen dikategorikansangat baik adalah kesesuaian tujuan kelompok dengan tujuan individu, kewenangan, aktivitas,koordinasi, kepemimpinan, keterpaduan, lingkungan fisik, demokrasi, tingkat kepuasananggota, dan adanya tingkat pengaruh maksud terselubung. Sedangkan elemen yangmemperoleh skor sedang adalah partisipasi anggota dan aspek ketegangan kelompok.

Page 2 of 25 | Total Record : 241