cover
Contact Name
Bramianto Setiawan
Contact Email
snhrp2021@gmail.com
Phone
+628562805580
Journal Mail Official
snhrp2021@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Dukuh Menanggal, Kec. Gayungan, Kota SBY, Jawa Timur 60234
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP)
ISSN : -     EISSN : 27765105     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) merupakan salah satu ajang mempertemukan para peneliti disemua bidang pada tingkat nasional. Tujuan diadakan kegiatan ini agar peneliti akan mampu mengembangkan jaringan sosial, bertukar pengetahuan dan membangun jaringan yang kuat antara komunitas riset Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Adi Buana
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 970 Documents
Analisis Penggunaan Gaya Belajar Auditori Dan Visual Dalam Pembelajaran Daring Pada Siswa Kelas IV SDN Gagang Kepuh Sari Alfian Barkah Rahmadini
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Gaya Belajar Auditori dan Visual yang dimiliki oleh Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran daring di SDN Gagangkepuh Sari. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini untuk mengetahui kecendrungan gaya belajar auditori dan visual dalam pembelajaran daring pada siswa kelas IV SDN Gagangkepuh sari. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Gagangkepuh Sari dengan jumlah 7 anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket, obervasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dan instrument adalah catatan lapangan, angket, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan cara reduksi, display, dan generalisasi atau kesimpulan.
Pengaruh Metode Stroytelling Terhadap Minat Baca Siswa Maria Agnes
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Iperkembangan Ipeserta Ididik Ipada Isaat Iini kurang menggemari Ibuku, Iminat Ibaca Itidak Imenonjol, Idan Imereka Ilebih Imeluangkan Iwaktu untuk Imenonton Itelevisi Idan Ibermain Igadget. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan menggunakan desain Non-Randomize Control Group Pre-angket – post-angket Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II A dan II B yang berjumlah 54 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah lembar angket dan dokumentasi. Menggunakan metode analisis statistik deskriptif yang sesuai dengan judul Pengaruh Metode Storytelling Terhadap Minat Baca Siswa. Digunakan Non-Randomize Control Group Pre-angket – post-angket maka dengan uji hipotesis/uji-t menggunakan aplikasi software SPSS versi 25.0.
Perlunya Penanaman Pendidikan Karakter Pada Anak Sekolah Dasar Dalam Mata Pelajaran PPKn Pada Era Generasi Milenial Alfredo Ibara Febriant Utomo; Aliya Mayang Nanda Rosa Budianti; Hilda Aulia Riswama; Dwimartin Bella Hapsari; Sinta Fitrianah; Widia Putri Aditya
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan berpikir kritis dan mengetahui cara mendidik karakter pada anak sekolah dasar dalam mata pelajaran PPKn pada era generasi milenial agar menjadi generasi yang berkarakter. Sehingga mampu bersaing dengan masyarakat di era globalisasi saat ini. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Nilai-nilai yang ditanamkan pada pendidikan karakter ini seperti Religious, Mandiri, Nasionalis, Integritas, dan Gotong Royong. Penanaman pendidikan karakter ini dapat diimplementasikan dalam muatan pembelajaran. Hasil penelitian menemukan bahwa karakter yang baik berkaitan dengan mengetahui yang baik, mencintai yang baik, dan melakukan yang baik. Dengan mengaitkan penanaman pendidikan karakter dalam mata pelajaran PPKn yang mana nantinya diharapkan agar dapat membentuk karakter anak sekolah dasar menjadi lebih baik melalui konsep-konsep PPKn serta semua tenaga pendidik untuk menciptakan generasi milenial yang tidak hanya cerdas tetapi memiliki karakter yang baik
Mempersiapkan Profil Pelajar Pancasila Dalam Pembelajaran PKn Di Sekolah Dasar Auliya’ Ayu Fatichah Sari; Dinda El Maskhuriyah; Erist Galih Fatchan; Varissa Sarahma Murti; Wulan Maulidia
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membahas mempersiapkan profil pelajar pancasila dalam pmebelajaran PKN di Sekolah Dasar. Dengan hadirnya Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar, diharapkan mampu membentuk karakter murid dan mampu membantu murid memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi karakter warga negara yang baik, cerdas, terampil, dan bertanggung jawab. Penguatan pendidikan karakter dalam mewujudkan Pelajar Pancasila pada dasarnya adalah mendorong lahirnya manusia yang baik, yang memiliki enam ciri utama, yaitu bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global. sebab itu, pendidikan karakter menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan. Salah satu pendidikan karakter adalah melalui Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila telah dijadikan sebagai salah satu visi dan misi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Implementasi Peningkatan Nilai Karakter Toleransi Melalui Pembelajaran PPKn Di Sekolah Dasar Daffa Carissa Putri Bayu; Khalimatus sa’diyah; Lilis Amilia Safitri; Risma Khabibah Dzulkarnaen; Ni’matul Hi’mah
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Rangka Peningkatan Sikap Toleransi Beragama Antar Siswa Melalui Pembelajaran PPKn. Implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan wujud dari sika yang ditunjukkan oleh siswa selama proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah, di rumah, maupun dalam lingkungan masyarakat. Penulis bertujuan untuk memaparkan Peran Guru dalam mengimplementasi peningkatan penanaman nilai karakter toleransi kepada siswa dengan menggunakan metode deskriptif melalui membaca buku dan jurnal yang mendapatkan hasil bahwa ada implementasi peningkatan nilai karakter toleransi melalui pembelajaran PKN di Sekolah dasar bagi guru dan hasil pembelajaran.
Penerapan Program Roleplaying Pada Pendidikan Kewarganegaraan Lailatul Masturoh; Srie Zahra Nur Nadiya P.U; Aulia Putri Eka F; Shendy Alfiana Putri; Ita Alfia Masruroh
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode role playing merupakan suatu cara yang ditempuh dalam mempelajari PPKN dengan mengabstraksikan kenyataan yang ada dalam bentuk pemeranan. Menurut Greenblat (Suparno 2007) simulasi adalah model dinamika yang menggambarkan atau mengungkapkan system fisik (non manusia) atau social (manusia) yang diabstraksikan dari kenyataan dan disederhankan untuk proses belajar. .Metode simulasi atau role playing merupakan metode belajar yang menyenangkan.Metode penelitian yang digunakan dalam metode ini adalah metode kualitatifdengan pendekatan classroom action research, dimana peneliti ikut terjun langsung pada objek penelitian. Dengan demikian peneliti dapat melihat kesenjangan antara keadaan nyata dengan keadaan yang diharapkan, sehingga peneliti mengerti, memahami dan mengatasi masalah yang terjadi pada objek penelitian. Banyak definisi tentang roleplaying yang diberikan oleh para ahli pendidikan. Beberapa diantaranya adalah adalah sebagai berikut: Bermain peran/role playing adalah salah satu bentuk bermain peran pendidikan (education games) yang dipakai untuk menjelaskan perasaan, sikap,tingkah laku dan nilai dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandangan dan cara berpikir oranglain dengan memerankan orang lain. Pembangunan nasional dibidang pendidikan adalah suatu upaya yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat adil, maju dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang memungkinkan warganya mengembangkan diri sebagai manusia Indonesia seutuhnya. Penerapan metode roleplaying memberikan pengaruh yang cukup tinggi terhadap peserta didik.
Pengaruh Perkembangan Teknologi Dalam Pembelajaran Abad 21 Pendidikan Kewarganegaraan Di Indonesia Natasya Amalia Mokol; Fioren Juni Kurnia Putri; Mailisa Tri Wulandari; Rifda Aini Waluyo; Maria Herawati Suni
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perkembangan teknologi dalam pembelajaran abad 21 pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan atau studi literatur. Berdasarkan pada hasil pembahasan, perkembangan teknologi yang merata di setiap bidang kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan memaksa manusia untuk mengikuti laju perkembangan teknologi. Pada pendidikan abad 21 ini teknologi telah menjadi pelengkap utama dalam setiap kegiatan pembelajaran. Pentingnya teknologi dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yaitu agar dapat memudahkan siswa dalam menyerap materi yang disampaikan oleh guru dan proses pembelajarannya menjadi lebih efektif. Oleh karena itu, Guru Pendidikan kewarganegaraan dituntut untuk menjadikan anak didiknya menjadi warga negara yang berpikiran aktif dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di abad 21 ini.
Pelaksanaan Pendidikan Keberagaman Melalui Permainan Peran Di Sekolah Dasar Adhisti Rizqita Amaliya; Ayu Rosyidah; Nurul Aulia Listya Mastuti; Putri Rachma Wahyuni KH
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang ditemukan di kelas IV SD Negeri Putat Jaya Surabaya yaitu: (1) sikap toleransi siswa masih rendah; (2) proses pembelajaran PKN masih berlangsung secara klasikal (Teacher Center); dan (3) kurangnya pemanfaatan model/metode pembelajaran. Dengan demikian tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mendeskripsikan bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran sikap toleransi keragaman suku bangsa dan budaya dengan penerapan metode role playing; dan (2) untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan sikap toleransi siswa kelas IV dengan penerapan metode role playing dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain model Kemmis dan MC. Taggart yang dilakukan selama dua siklus yang dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas IV SD Negeri Putat Jaya Surabaya tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu: (1) lembar observasi; dan (2) angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara umum aktivitas siswa kelas IV dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan mengenai sikap toleransi keragaman suku bangsa dan budaya mengalami perkembagan positif. Hal ini didasarkan pada rata-rata aktivitas siswa pada siklus I yaitu 56persen dan pada siklus II menungkat menjadi 90 persen ; dan (2) secara umum peningkatan sikap toleransi keragaman suku bangsa dan budaya siswa kelas IV dengan menggunakan metode role playing dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan mengalami perembangan positif. Hal ini didasarkan pada data N-Gain pada siklus I yaitu o,38 dan pada siklus II meningkat menjadi 0,58. Adapun data persentase ketuntasan yang diperoleh pada siklus I yaitu 86 persen , setelah melakukan refleksi dan menindaklanjuti pada siklus II meningkat sangat baik menjadi 100 persen.
Penerapan Pendidikan Karakter Dan Budi Pekerti Dalam Kurikulum K13 Yang Berlandaskan Pancasila Sebagai Pembentukan Karakter Siswa Di Sekolah Dasar Muhammad Viqqih Vinanda; Muhammad Ihya’ Ulumuddin; Zain Mahirul Ulum Ulum; Tasya Shalsabilla Firdhaus; Dinda Prameswari; Anggita Noerma Ramadhani; Rachma Safira Adiawati Wijaya
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian pembentukan karakter siswa melalui pendidikan budi pekerti yang dilakukan yaitu melalui berbagai kegiatan, seperti kegiatan pembelajaran PPKN, pembelajaran Agama Islam dan pembelajaran yang lainnya yang disisipkan pendidikan budi pekerti, penanaman nilai-nilai karakter, tata tertib sekolah, penanaman kebiasaankebiasaan baik,. Pendidikan yang selama ini dialami siswa di sekolah masih bersifat kognitif. Padahal, untuk dapat mewujudkan hasil didikan yang maksimal, siswa haruslah memiliki pengetahuan secara intelektual dan pendidikan budi pekerti untuk membangun karakter bangsa. Hasil penelitian pembentukan karakter siswa melalui pendidikan budi pekerti yang dilakukan yaitu melalui berbagai kegiatan, seperti kegiatan pembelajaran PPKN, pembelajaran Agama Islam dan pembelajaran yang lainnya yang disisipkan pendidikan budi pekerti, penanaman nilai-nilai karakter, tata tertib sekolah, penanaman kebiasaankebiasaan baik,. Pendidikan yang selama ini dialami siswa di sekolah masih bersifat kognitif.. Padahal, untuk dapat mewujudkan hasil didikan yang maksimal, siswa haruslah memiliki pengetahuan secara intelektual dan pendidikan budi pekerti untuk membangun karakter bangsa.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Syavira Yuri Auridhea; Kornelia Septiana Kusuma; Muflikha Layli; Firda Nabillah; Dea Marcelya; irma Dwi; sella rofita
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dilaksanakan saat proses belajar berlangsung. Namun pada kenyataannya kemampuan berpikir kritis pada siswa masih tergolong sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian meta analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian artikel-artikel di Google Cendekia. Dari hasil pencarian artikel di Google Cendekia didapatkan 20 artikel yang konkret. Uji hipotesis menggunakan uji ancova yang menunjukkan f hitung > f tabel yaitu 3,462 > 3,20 dan signifikasinya 0,079 > 0,05 yang berarti Hₒ ditolak dan Hₐ diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan dalam menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving dalam kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa kelas IV SD. Hasil analisis Effect Size menggunakan uji ancova pada model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving diperoleh hasil Correct Model yang diketahui Partical eta Squared sebesar 0,161 dengan nilai signifikasi 0,079 yang berarti model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving memberikan pengaruh yang tergolong kecil. Berdasarkan pengolahan data, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving untuk kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa kelas IV SD.