Interaksi Peradaban: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Jurnal Interaksi Peradaban: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Januari-Juni dan Juli-Desember. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Bidang kajian yang dapat dimuat dalam jurnal ini antara lain: 1. Public Speaking; 2. Broadcasting; 3. Media and Gender Studies; 4. Media Cetak, Radio, Televisi (TV) atau Film; 5. New Media; 6. Integration of Da’wah and Communication Sciences; dan 7. Integration of Intercultural Communication and Da’wah Tsaqafah.
Articles
98 Documents
Sistem Kepercayaan, Sistem Nilai, dan Sikap Warga Kampus PENS Terhadap Mahasiswi Bercadar
Amarain Syahwa Zamalia;
Albanoza Tamyda;
Imamul Arifin
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (597.051 KB)
|
DOI: 10.15408/interaksi.v1i1.15808
This article describes the social interactions between residents of college students at the Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS) on veiled female, including lecturers.Differences of belief, values, and attitudes in cultural pattern influences perception, especially the veil and Gamis clothes are Arabic culture. It is dangerous for technical practice in Laboratium. Choosing students used purposive techniques with criteria as veiled college students of the EEPIS.The informants were 14 campus residents; 13 students and 1 lecturer. Data collection techniques has used questionnaires about their beliefs, values, and Attitude on veiled female college students in EEPIS. It found:1) four beliefs,2) four values, and various attitudes agree and disagree on the veil female students in EEPIS with their different arguments.
Ekspresi Keberagamaan Komunitas Terang Jakarta dalam Perspektif Popular Culture
Nurul Fadhila;
Tantan Hermansah;
Kiky Rizky
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.767 KB)
|
DOI: 10.15408/interaksi.v1i2.23900
The term "hijrah" is currently one of the models of religious expression that is trending in some urban youth. Hijrah is seen as a process of someone making a spiritual and religious leap. The "Terang Jakarta" (TJ) Community is one of the "hijrah" communities of the younger generation in Indonesia. TJ facilitates its community in a variety of Islamic study activities that are packaged in a structured, interesting, and up-to-date manner. So that in the TJ community, studying religion becomes fun or popular. This study wants to see how the religious expression of the TJ community is from the perspective of popular culture. The method used in this study is a qualitative method with an interpretive and naturalistic approach. The theory used is Emile Durkheim's religious expression and the theory of popular culture by Dominic Strineti. The results of this study indicate that the "hijrah" with all its supporting attributes which has been a trend is one of the religious expressions shown by the TJ community who adopted popular culture. The popular culture which is identical to something trendy, phenomenal, boisterous, hits, present, seems to lead to the expressions that exist in the management, members, and worshipers as well as various activities of the TJ community. Found many characteristics of popular culture adopted by this TJ community, so that the phenomenon of "hijrah" in this community can be said as part of popular culture.
Manajemen Privasi Komunikasi di Era Transparansi Informasi (Studi Pada Pelanggaran Privasi Dalam Hubungan Pertemanan)
Musfiah Saidah
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/interaksi.v1i2.24905
ABSTRAKTeknologi telah mengalami perubahan yang luar biasa dalam hal keamanan, teknik akses, protokol dan standar. Manusia sebagai makhluk pencerita identik untuk berbagi informasi ke orang yang dipercaya. Dengan perkembangan media digital, wadah bercerita berpindah ke media sosial. Hal tersebut akhirnya menimbulkan tantangan dari sisi pengelolaan privasi baik dari sisi pemilik informasi maupun penerima informasi. Penelitian ini akan menelisik lebih jauh terkait pengelolaan informasi berupa cerita pribadi dalam hubungan pertemanan.. Hal ini menjadi menarik karena pelanggaran privasi biasa terjadi karena tidak ada aturan dan kesepakatan dalam pertemanan maupun level kedekatan yang berbeda. Teori manajemen privasi komunikasi menjelaskan bahwa setiap orang memiliki hak atas informasi pribadinya. Sehingga, informasi pribadi menurut teori ini merupakan berbagai jenis informasi yang akan membuat seseorang berada pada kerentanan, oleh karenanya orang tersebut ingin mengontrol informasi yang dimiliki. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus. Dalam analisanya, penulis juga mengaitkan kajian dari sisi keislaman, sehingga diharapkan ditemukan pembahasan dan solusi secara kajian teoritis maupun sudut pandang Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan jika Manajemen privasi di era digital sangat penting. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini tantangan privasi dalam hubungan pertemanan adalah belum adanya kesepahaman dalam makna privasi.
Heteropia Taman Melati Kota Padang: Tinjauan Terhadap Teori Heteropia Foucault
Indah Sari Rahmaini
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/interaksi.v2i1.26619
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan heteropia Taman Melati Kota Padang dengan menggunakan teori heteropia Foucault melalui pendekatan kualitatif. Teori Heteropia melihat bahwa ruang publik mengindikasikan ruang alternatif atas keteraturan yang ada dengan komunitas yang berbeda-beda pemanfaatannya. Heterotopia memiliki normanya sendiri yang kadang berlawanan dengan norma yang berlaku di masyarakat. Hal ini sebagai akibat dari salah satu sifat heterotopia sebagai ruang alternatif atas keteraturan yang ada di dalam masyarakat. Hasil penelitian menjelaskan dalam ruang taman melati terdapat berbagai macam bentuk heteropia diantaranya adalah destinasi wisata anak, ruang sosio-historis, kegiatan ekonomi, hingga prostitusi keliling. Ruang heteropia taman melati tidak hanya berisi heteropia kritis, tetapi juga heteropia deviasi seperti transaksi prostitusi keliling pada malam hari.
Perilaku Baik itu Mudah atau Sukar? Representasi dalam Youtube Tontonan Anak Nussa dan Rara
Muhammad Fanshoby;
Muhammad Najmudin Hasbullah;
Tantan Hermansah
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/interaksi.v2i1.25544
Tontonan bagi anak di media sosial Youtube masih minim edukasi. Padahal saat ini, anak-anak memanfaatkan media sosial sebagai tontonan mereka. Beberapa studi menyebutkan bahwa perilaku anak dipengaruhi oleh apa yang mereka tonton. Dengan begitu, youtube menjadi salah satu platform media sosial yang memengaruhi perilaku anak. Penelitian ini akan menganalisis Nilai Akhlak dalam Media Sosial Youtube Nussa dan Rara, Episode Baik itu Mudah dengan menggunakan Pendekatan Representasi Stuart Hall. Tujuan penelitian ini untuk menjawab research questions bagaimana representasi akhlak anak pada video Nussa dan Rarra dari aspek budaya, bahasa, dan makna. Hasilnya menunjukkan bahwa video animasi Nussa dan Rarra merepresentasikan akhlak anak berdasarkan unsur budaya, bahasa dan makna yang sesuai dengan ajaran Islam. Itu didapat dari temuan pada 3 shot dalam video episode “Baik itu Mudah”. Video ini di upload Nussa Official pada 23 Mei 2019 yang berdurasi 06.53 menit dengan jumlah tayang 66.954.922 dan likes 451 ribu
Realitas Sosial Pemuda Lintas Agama di Indonesia
Vania Utamie Subiakto
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/interaksi.v2i1.25528
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanaa realitas sosial pemuda lintas agama dalam menjalankan peran dan etika dalam berdakwah di Indonesia sehingga mewujudkan sebuah tatanan kehidupan masyarakat majemuk yang harmonis antar umat beragama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial (social construction), pemikiran Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang mengidentifikasi mengenai proses realitas sosial tidak hadir begitu saja, tetapi diterima dan dimaknai melalui sebuah proses dialektis, feedback (timbal-balik) yang berlangsung dalam waktu lama dan berulang kali terjadi antara pelaku social. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian menggunakan metode pendekatan fenomenologis. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan yang menggunakan metode untuk menemukan secara khusus realitas yang tengah terjadi di masyarakat. Hasil dari penelitian ini ialah adanya realitas yang dibangun oleh pemuda lintas agama dalam melakukan dakwah berjalan dengan baik, dengan menggunakan metode dakwah sesuai dengan ajaran keyakinan masing-masing. Dimana pemuda lintas agama dibentuk oleh masyarakat beragama yang bertujuan untuk satu dengan yang lainnya, saling membantu satu dengan yang lainnya, saling mengasihi menyayangi satu dengan yang lainnya dan melakukan kerjasama dengan tujuan kebaikan bersama serta untuk melakukan kegiatan-kegiatan bersama agar tercipta kerukunan antar agama.
Analisis Proses Interaksi dan Perilaku Komunikasi dalam Kelompok Tarekat Tijaniyah di Zawiyah Serang Kabupaten Bekasi
Ellya Pratiwi;
Asep Usman Ismail;
Lilis Sukmawati
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/interaksi.v2i1.26287
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses interaksi dan perilaku komunikasi dalam kelompok tarekat Tijaniyah di Zawiyah Serang Kabupaten Bekasi. Pesan-pesan yang dipertukarkan dalam proses interaksi kelompok dapat membentuk peran dan kepribadian anggota kelompok serta karakter atau sifat kelompok secara keseluruhan. Proses interaksi dan dinamika komunikasi kelompok tarekat Tijaniyah ini dianalisis berdasarkan teori analisis proses interaksi oleh Robert Bales. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses interaksi pada kelompok Tijaniyah di Zawiyah Serang Kabupaten Bekasi membentuk peran dan kepribadian anggota kelompok secara keseluruhan. Muqaddam yang berperan sebagai pemimpin kelompok lebih dominan secara signifkan dibandingkan peran pemimpin sosioemosional. Baik para anggota kelompok (ikwhan Tijaniyah) maupun muqaddam menunjukkan tindakan positif yang dapat dilihat kategori pesan dan situasi komunikasi. Proses interaksi tersebut membuat permasalahan komunikasi pada kelompok ini secara umum terkendali dengan baik.
Strategi Rumah Dunia dalam Membangun Komunikasi Antarbudaya pada Peserta Kelas Menulis Rumah Dunia
Sobirin Sobirin
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/interaksi.v2i1.26615
Penelitian bertujuan untuk mengetahui Komunikasi Antarbudaya Diterapkan Pada Program Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD). Fokus penelitian pada KMRD diambil pada angkatan 1-5, yang berjumlah 12 orang sebagai narasumber, lewat pendekatan Komunikasi Antarbudaya. Penelitian ini untuk melihat para alumni KMRD banyak yang sukses menjadi penulis dari latar budaya yang berbeda. Serta bagaimana hasil dari gerakan Rumah Dunia dengan pendekatan Komunikasi Antarbudaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta studi pustaka. Teori komunikasi antarbudaya dalam penelitian menggunakan teori Stella Ting-Toomey. Toomey merumuskan komunikasi antarbudaya merujuk pada proses komunikasi antara anggota kelompok budaya yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan Rumah Dunia sebagai gerakan sosial. Komunitas ini banyak melahirkan penulis baru di Banten. Program KMRD banyak diikuti para peserta dari berbagai daerah, sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi antarbudaya di sana
Twitter Sebagai Media Speak Up Perempuan Dalam Kasus Pelecehan Seksual
Ainy Sucianti Marundha;
Aisha Andari Rahmiputri;
Nadiah Nur Fatina;
Safira Hasna;
Qoryna Noer Seyma
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/interaksi.v2i1.26616
Sexual harassment is not something that has just been heard or recently talked about. Sexual harassment is still a threat and taboo to be discussed and is not an easy thing to get rid of. This often happens to women in Indonesia, both in public places and on social media. However, along with the presence of social media, women can take advantage of the forum as a place where they express their opinions to voice issues of empowering women. Therefore, the objective of this research is to find out women victims of sexual harassment in utilizing social media Twitter as a forum for expression related to sexual harassment cases. This research used theory of feminism, cyberfeminism, sexual harassment and the relation between technology and women. This research used qualitative approach and constructivism strategy. The data was collected through in-depth interview with female victims of sexual harassment who dare to speak up on Twitter social media.
Makna Positif dalam Foto Selebgram Anak (Semiotika dalam Foto Instagram @aishwa_nahla, @ayashaputri dan @retnohening)
Muhammad Khaidar;
Taufiq Al Hakim
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/interaksi.v2i2.29414
Media sosial saat ini menjadi sarana komunikasi dalam bertukar pesan dengan yang lainnya. Salah satu cara bertukar pesan di media sosial adalah dengan menggunakan foto. Foto yang diunggah tentu memiliki makna yang ingin disampaikan oleh orang tua selebgram anak kepada followersnya. Berdasarkan konteks diatas, masalah penelitian tentang makna foto dalam status selebgram anak, karena saat ini terjadi fenomena dimana orang tua mengunggah foto anaknya di media sosial, terutama di Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna foto dalam status selebgram anak. Foto yang akan diteliti adalah foto dengan konten sharenting atau berbagi informasi tentang cara mendidik anak di Instagram. Selebgram anak yang menjadi objek penelitian ini adalah Aishwa (@aishwa_nahla), Ayasha (@ayashaputri) dan Kirana (@retnohening). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, menggunakan teori pemaknaan foto atau semiotika Roland Barthes yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Foto yang dipilih menggunakan purposive sampling, dengan syarat dan ketentuan sesuai kebutuhan penelitian. Peneliti mengambil tiga foto (sharenting) dari setiap selebgram anak, jadi ada sembilan foto pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna foto dalam status selebgram anak memiliki informasi yang positif bagi followers selebgram anak. Bahwa setiap orang tua memiliki cara terbaiknya dalam mendidik anak sesuai dengan kebutuhan anak dan orang tua.