cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua, Kota Padangsidimpuan.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)
ISSN : -     EISSN : 27150178     DOI : https://doi.org/10.51933/jpma.v6i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) menyediakan media bagi mereka yang ingin mempublikasikan artikel ilmiahnya dari hasil pengabdian masyarakat atau inovasi di bidang Kesehatan, Pendidikan, Humaniora.
Articles 504 Documents
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pencegahan Dan Edukasi Penyakit Tuberkulosis di SMP Negeri 3 Kecamatan Cikupa DWI MAYASARI, RITA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2146

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global dengan Indonesia menduduki posisi kedua dunia dalam beban penyakit ini. Puskesmas Pasir Jaya mencatat 110 kasus pada tahun 2024, menunjukkan prevalensi signifikan yang memerlukan intervensi edukasi komprehensif. Menganalisis efektivitas penyuluhan kesehatan tentang pencegahan tuberkulosis dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 3 Kecamatan Cikupa. Penelitian quasi-experimental dengan desain pre-post test melibatkan 30 siswa. Intervensi berupa penyuluhan selama 60 menit menggunakan ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan distribusi leaflet edukasi. Terjadi peningkatan dramatis pengetahuan dari kategori rendah 60% menjadi 3,3%, sedangkan kategori tinggi meningkat dari 6,7% menjadi 66,7%. Rata-rata skor meningkat dari 48,3 menjadi 84,6 (p<0,05). Program penyuluhan kesehatan terbukti sangat efektif meningkatkan literasi kesehatan tuberkulosis siswa. Integrasi program edukasi berkelanjutan dalam kurikulum pendidikan formal sebagai strategi pencegahan primer yang cost-effective. ABSTRACT Tuberculosis represents a global health problem with Indonesia ranking second worldwide in disease burden. Puskesmas Pasir Jaya recorded 110 cases in 2024, indicating significant prevalence requiring comprehensive educational intervention. To analyze the effectiveness of health education about tuberculosis prevention in improving knowledge among students of SMP Negeri 3 Cikupa District. Quasi-experimental study with pre-post test design involving 30 students. Intervention consisted of 60-minute health education using interactive lectures, group discussions, and educational leaflet distribution. Dramatic improvement occurred from low knowledge category 60% to 3.3%, while high category increased from 6.7% to 66.7%. Mean scores improved from 48.3 to 84.6 (p<0.05). Health education program proved highly effective in improving students' tuberculosis health literacy. Integration of continuous educational programs in formal education curriculum as cost-effective primary prevention strategy.
AQIQAH TANPA ASAP ROKOK: GERAKAN BERSAMA TOKOH ADAT, AGAMA, DAN MASYARAKAT UNTUK BAYI SEHAT Siregar, ganti tua
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2176

Abstract

Aqiqah merupakan tradisi religius dan budaya yang penting sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran bayi. Namun, dalam pelaksanaannya, sering ditemukan kebiasaan merokok di sekitar lokasi aqiqah yang dapat membahayakan kesehatan bayi Baru lahir. Asap rokok mengandung zat berbahaya yang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, gangguan tumbuh kembang, dan bahkan kematian bayi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi gerakan "Aqiqah Tanpa Asap Rokok" melalui pendekatan kolaboratif bersama tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, dan kampanye lingkungan bebas asap rokok pada saat aqiqah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang bahaya asap rokok bagi bayi Baru lahir. Gerakan "Aqiqah Tanpa Asap Rokok" menjadi pendekatan promotif-preventif yang relevan dengan nilai budaya dan spiritual, serta dapat menjadi model edukasi kesehatan keluarga yang berkelanjutan untuk melindungi bayi dari paparan zat berbahaya sejak awal kehidupannya. Diharapkan Gerakan ini dapat menjadi budaya Baru dalam pelaksanaan Aqiqah dimasyarakat, dan bisa dijadikan sebagai peraturan daerah Aqiqah tanpa asap rokok di Kota Padangsidempuan.
PENYULUHAN PENYULUHAN TENTANG KEPUTUHAN PADA REMAJA DI DESA GUNUNG TUA PARGARUTAN JAE TAHUN 2025: KEPUTIHAN PADA REMAJA rangkuti, nur aliyah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2203

Abstract

Keputihan merupakan suatu pengeluaran lendir bening pada alat genetalia. Keputihan bukan merupakan sebuah penyakit merupakan sebuah manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan dan reproduksi. Kegiatan yang dilaksanakan berupa penyuluhan pendidikan kesehatan mengenai Keputihana, khususnya ditujukan kepada Remaja. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan kerja sama antara kecamtan Angkola Timur, Puskesmas Pargarutan dan Program Studi Kebidanan Diploma Tiga Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan. Hasil pengabdian masyarakat dapat peningkatkan pengetahuan remaja khususnya remaja putri tentang keputihan serta menyadari pentingnya penanganan yang dilakukan jika mengalami keputihan yang tidak normal. Penyuluhan kesehatan tentang keputihan pada remaja dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat remaja putri dalam menjaga kesehatan reproduksi. Diperlukan tindak lanjut berupa penyuluhan rutin serta pembentukan kelompok sebaya agar remaja lebih nyaman berbagi pengalaman.Kepada remaja putri diharapkan untuk melakukan pencegahan terhadap keputihan dengan cara rutin mencuci vagina setelah BAK dan BAB, mengganti pembalut selama 4 jam sekali ketika haid dan menghindari pemakaian celana ketat serta membagikan informasi yang telah disampaikan selama penyuluhan kepada teman sebaya dan lingkungan sekitar.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN ORANGTUA DALAM PEMBUATAN VARIASI BEKAL SEHAT BAGI ANAK USIA DINI DI TK AS-SA’ADAH DESA PURBATUA KOTA PADANGSIDIMPUAN HARAHAP, LENA JULIANA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2208

Abstract

Pemahaman orang tua terhadap prinsip gizi seimbang masih rendah, sehingga bekal anak lebih banyak didominasi karbohidrat dengan protein dan serat yang kurang. Kondisi ini dipengaruhi keterbatasan ekonomi, wawasan gizi yang minim, serta variasi pangan lokal yang terbatas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam penyusunan bekal sehat berbasis gizi seimbang melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan bahan pangan lokal. Subjek penelitian adalah 35 orang tua murid TK As-Sa’adah Desa Purbatua yang memiliki anak usia 4–6 tahun. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen one group pre-test post-test melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan edukasi dan pelatihan, serta evaluasi. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan gizi dan lembar observasi keterampilan pengolahan pangan lokal. Hasil pre-test menunjukkan 38,4% peserta menjawab benar, meningkat signifikan menjadi 94,2% pada post-test. Selain itu, seluruh peserta (100%) mampu mengolah bahan pangan lokal menjadi menu bekal sehat yang menarik dan disukai anak-anak. Peningkatan pengetahuan sebesar 55,8% menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan pengolahan pangan lokal efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua. Kesimpulan penelitian ini adalah program edukasi gizi berbasis pangan lokal layak direplikasi di wilayah lain untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan percepatan penurunan stunting.