cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua, Kota Padangsidimpuan.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)
ISSN : -     EISSN : 27150178     DOI : https://doi.org/10.51933/jpma.v6i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) menyediakan media bagi mereka yang ingin mempublikasikan artikel ilmiahnya dari hasil pengabdian masyarakat atau inovasi di bidang Kesehatan, Pendidikan, Humaniora.
Articles 504 Documents
Mengenalkan Gamifikasi kepada Guru-Guru di Sasanupatham Bangkok Guna Mendukung Keterampilan Siswa Abad 21 FAHMI, SYARIFUL; Widyanesti P., Soffi Widyanesti; Wirawati, Denik; Destriana, Arivianti; Husna Arifah, Diah; Nur Mukhlishoh, Fatimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2061

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh semakin dibutuhkannya keterampilan abad ke -21 bagi siswa sehingga menuntut guru untuk dapat menguasai strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkan keterampilan tersebut. Salah satu cara strategi pembelajaran tersebut adalah dengan menambahkan game saat proses pembelajaran, namun, guru -guru di Sekolah Sasana Sasanupatham Mullanithi Bangkok belum pernah mengenal mengenai proses pembelajaran yang berbasis gamifikasi. Sehingga diperlukan kegiatan pelatihan untuk mengenalkan gamifikasi dan mengembangkan media yang berbasis gamifikasi. Kegiatan pelatihan berlangsung satu hari penuh, diikuti oleh 16 guru tingkat SMA. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar gamifikasi, teori pembelajaran abad ke-21, dan penggunaan platform digital, khususnya Blooket. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap tiga topik utama. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, mulai dari konsep dasar gamifikasi yaitu sebesar 46%, teori belajar abad ke-21 sebesar 41,2 %, sedangkan pengetahuan mengenai platform digital meningkat sebesar 39,4%. Selain itu peserta dapat menggunakan fitur-fitur dalam aplikasi untuk mengembangkan media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran yang berbasis gamifikasi.
Sekolah Lapang Swadaya: Peningkatan Kapasitas Petani dalam Produksi PGPR dan MOL untuk Pengendalian Hayati di Lahan Padi Rawa Lebak. Fadli, Rahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2082

Abstract

Rice farming in lowland swamp areas still relies heavily on synthetic chemical pesticides, posing serious risks to the environment and farmers' health. This also reflects the limited adoption of biological technologies such as PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) and MOL (Local Microorganisms). To address this, a community service program was conducted to strengthen farmers' capacity to produce and use PGPR and MOL as biological agents for pest and disease control. Implemented through a self-help field school model, the program emphasized local wisdom and farmer independence. Activities included training, practical demonstrations, and on-site mentoring, with participatory and hands-on approaches. MOL was produced using rice washing water and golden apple snails, while PGPR was isolated from bamboo roots. The program led to positive behavioral changes, including reduced dependence on chemical pesticides and increased use of biological agents. Rice plants treated with PGPR and MOL appeared healthier and more resistant to pests and diseases. Farmers also gained the skills to independently produce these agents. Overall, the Swadaya Field School proved effective in promoting sustainable farming practices and received positive feedback from participants enthusiastic about applying PGPR and MOL biotechnology in their fields.
Bimbingan Belajar Akademik Siswa dan Parenting di MI Sunan Pandanaran Kusumaningrum, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2085

Abstract

Adanya paguyuban wali siswa kelas 2A MI Sunan Pandanaran menunjukkan komitmen orangtua dalam mendukung keberhasilan akademik dan non akademik anak. Namun, berbagai permasalahan seperti rendahnya hasil belajar, keterbatasan waktu dan kompetensi orangtua dalam mendampingi anak belajar, kendala finansial untuk bimbingan tambahan, serta minimnya wawasan pengasuhan menjadi alasan perlunya intervensi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa dan memperkuat peran orang tua melalui program bimbingan belajar dan parenting. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan dengan dua belas sesi bimbingan belajar untuk siswa dan satu sesi parenting bagi orangtua. Pelaksanaan melibatkan guru sekolah, pelatih parenting, dan asisten mahasiswa. Metode pembelajaran meliputi pendekatan bermain, diskusi, ice breaking, dan media audiovisual. Materi parenting disampaikan dalam bentuk ceramah interaktif dengan pendekatan psikologi Islam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, peningkatan kemampuan memahami materi pelajaran, serta tumbuhnya kesadaran orangtua dalam mendampingi anak secara emosional dan spiritual. Program ini terbukti efektif dalam menciptakan kolaborasi antara sekolah, siswa, dan orangtua sebagai dukungan bersama dalam keberhasilan pendidikan anak.
Pengenalan dan Psikoedukasi Fenomena Star Syndrome pada Kalangan Remaja Akhir di MAN 1 Jombang Putri, Ardelia Nandifa Cantika; Binti Fatimatul Zahro; Fadia Soraya Rochmatillah; Lika Wahyu Oktavianti; Mahendra Bagas Utama; Tajah Jamilah Kamalat Syah; Ummu Nailassalamah; Wadhuha Fa Ag'na Ghofaro; Wardatul Mufidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2095

Abstract

ABSTRAK Pada remaja akhir terdapat fase perkembangan yang secara psikis berada pada posisi hanya memikirkan dirinya sendiri, menganggap semua orang tertarik pada dirinya, merasa unik dan tidak terkalahkan. Star syndrome merupakan fenomena dimana seorang menganggap dirinya sebagai pusat perhatian, spesial, luar biasa, sehingga menuntut privilege atau sesuatu yang lebih. Remaja akhir adalah tahap perkembangan pada remaja dengan rentang usia 17 hingga 21 tahun, transisi dari remaja menuju dewasa. Oleh sebab itu, OSIS MAN 1 Jombang dan pengurusnya yang berjumlah 25 orang menjadi sasaran dalam kegiatan ini karena cenderung populer dan memiliki kekuasaan di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan metode psikoedukasi dan diskusi, bertujuan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kesadaran tentang fenomena Star Syndrome serta dampaknya. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup terlihat pada pemahaman dari psikoedukasi yang dilakukan. Maka dari itu, kegiatan ini bermanfaat agar dapat mencegah konflik sosial, kesadaran diri siswa, dan menyadari dampak yang ditimbulkan dari star syndrome, serta efektifitas yang dapat digunakan. Kata kunci : Star Syndrome, Narsisme, Psikoedukasi, Remaja akhir ABSTRACT Late adolescence is a developmental phase characterized by a psychological tendency to be self-centered, perceive oneself as unique and invincible, and assume that others are highly interested in them. Star syndrome refers to a phenomenon in which individuals perceive themselves as the center of attention—special, extraordinary, and thus entitled to certain privileges or elevated treatment. This stage typically occurs between the ages of 17 and 21, marking the transition from adolescence to adulthood. Given this context, the student council (OSIS) members of MAN 1 Jombang, totaling 25 individuals, were selected as participants in this study due to their popularity and perceived authority within the school environment. This study employed psychoeducational and discussion-based methods with the objective of enhancing participants’ knowledge and fostering awareness regarding the phenomenon of star syndrome and its potential impacts. The findings indicate a significant improvement in participants’ understanding as a result of the psychoeducational interventions. Consequently, the program demonstrated its utility in promoting social awareness, preventing interpersonal conflicts, and increasing students' comprehension of the psychological effects associated with star syndrome, as well as the effectiveness of appropriate preventive strategies. Keywords: Star Syndrome, Narcissism, Psychoeducation, Late Adolescence
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Makanan Pendamping ASI (MPASI) Berbasis Regulasi Hukum Kesehatan Dalam Pencegahan Stunting Nurlia, Risna; Essy Zulfiani; Farida Duriyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2100

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini mengevaluasi efektivitas edukasi pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) berbasis regulasi hukum kesehatan sebagai strategi pencegahan stunting melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Melalui pendekatan kombinasi evaluatif, data dikumpulkan melalui pretest–posttest, wawancara, observasi, dan studi dokumen hukum. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam sikap positif peserta terhadap praktik MP-ASI (p = 0.002), namun tidak disertai peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik (p = 0.129). Analisis Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa perubahan sikap tidak berbeda signifikan antar jenjang pendidikan, sedangkan perubahan pengetahuan menunjukkan kecenderungan perbedaan. Wawancara memperkuat bahwa pendekatan partisipatif dan praktik langsung meningkatkan pemahaman aplikatif, meskipun tidak tercermin dalam skor posttest. Temuan menunjukkan bahwa regulasi hukum dapat diinternalisasi secara sosial melalui edukasi kontekstual, namun tantangan kognitif seperti beban informasi dan disonansi nilai memengaruhi transfer pengetahuan. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi edukasi berbasis pengalaman, visual, dan naratif untuk mengoptimalkan efektivitas. Kegiatan ini memberikan rekomendasi berupa penguatan peran kader, adaptasi metode penyuluhan, serta penyusunan instrumen evaluasi multidimensional sebagai pendekatan berkelanjutan dalam implementasi regulasi kesehatan dan penanggulangan stunting. Kata kunci : Stunting, MP-ASI, Edukasi berbasis regulasi, Pemberdayaan masyarakat, Kesehatan anak
Pengetahuan Dan Sikap Remaja Terhadap Pernikahan Dini Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pringsewu Lampung Tahun 2025 Wayan, Wayan Aryawati; Gustina, Reza; Rahmah, Siti Aulia Nur; Anggraini, Dewi; Dyah Ayu, Veronica; Indri Yagi S.A, Shelly; May Rizka S.A, Shella
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2123

Abstract

Pernikahan dini merupakan salah satu permasalahan kesehatan dan sosial yang masih marak terjadi di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pernikahan dini. Kegiatan dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pringsewu, Lampung, dengan melibatkan 26 siswi kelas X dan XI. Metode penyuluhan yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi, dengan media berupa pamflet dan presentasi visual. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil kuesioner pre dan post penyuluhan. Hasil menunjukkan bahwa 65,4% responden memiliki pengetahuan kurang baik, dan 46,2% menunjukkan sikap yang kurang mendukung pencegahan pernikahan dini. Meskipun sebagian besar responden memahami dampak negatif pernikahan dini, seperti komplikasi kehamilan dan putus sekolah, masih terdapat pandangan yang menyetujui pernikahan dini sebagai solusi untuk mencegah zina (42,3%) serta adanya pengaruh kuat dari perjodohan orang tua (73,1%) dan media massa (50%). Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan berperan penting dalam membentuk kesadaran remaja, namun intervensi yang dilakukan satu kali belum cukup untuk mengubah persepsi secara menyeluruh. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan lintas sektor, termasuk keluarga, sekolah, dan tokoh masyarakat, untuk menanggulangi praktik pernikahan dini secara efektif. Kata Kunci: pernikahan dini, penyuluhan
PENINGKATAN KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN PEMBERIAN AROMATERAPI LEMONGRASS Wahyuni, Iin; Maria, Atik; Elly Agustina, Citra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2128

Abstract

Pregnancy is a physiological process, but in some conditions it can turn into pathological, and if not treated appropriately will result in mischief for the mother and fetus. (Yuliani, 2021) physiological discomfort during pregnancy that is often experienced is vomiting (emesis gravidarum) and difficulty sleeping (insomnia). (Carlin, 2022 ) in pregnancy, Other than physical changes, but also psychologically caused by hormonal.Pregnant women need enough rest, This is because most pregnant women have difficulty sleeping (insomnia) entering the end of pregnancy. Physical and emotional changes during pregnancy are the cause of complaints of difficulty sleeping in pregnant women. (Yuniata, 2022). Aromatherapy sereh effective in reducing lemons and improve the quality of sleep for pregnant women third trimester.Roll on the lemongrass aromaterapi provided directly as she visited and then during the week to evaluate in 13 other than pregnant women, 10 pregnant women (77 % ) good category 3 and pregnant women (23 %) bad category.And concluded the pregnant women reduced or mother felt more relaxed and care will be by the mother at home.
EDUKASI PENGGUNAAN ROLL ON AROMATERAPI LEMONGRASS UNTUK MENGATASI KELUHAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL Utaminingtyas, Farida; Ana Mufidaturrosida; Serafina Damar Sasanti; Aditya Nuryanto Saputro; Diyan Indah Sri Ambarwati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2129

Abstract

ABSTRAK Ketidaknyamanan fisiologis pada masa kehamilan yang sering dialami adalah mual muntah (emesis gravidarum). Penanganan emesis gravidarum dapat menggunakan terapi nonfarmakologi, salah satunya dengan Roll On Aromaterapi Lemongrass. Tujuan pengabdian, pemberian edukasi tentang penggunaan Roll On Aromaterapi Lemongrass untuk mengatasi keluhan Emesis Gravidarum pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian ini di Kelas Ibu Hamil Kelurahan Kutowinangun Lor Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kidul pada tanggal 28 Juni 2025. Pengabdian diikuti 11 orang yang mengikuti kelas ibu hamil, dan 6 orang diantaranya mengeluh mengalami mual muntah pada Trimester II dan III. Hasil menunjukkan bahwa, ibu hamil setelah diberikan edukasi, paham dan mengerti tentang cara penggunaan dan manfaat produk yang dijelaskan, cocok dan suka dengan bau aromaterapinya, merasakan lebih rileks setelah mencium bau aromaterapi. Hasil catatan observasi yang diperoleh tim pengabdian selama tiga hari, beberapa ibu hamil menuliskan dan menyebutkan bahwa merasa lebih rileks, merasa cocok, keluhan mual muntah yang dikeluhkan berkurang, dan tidak ada keluhan lain yang ditimbulkan. Kata Kunci: Roll On, Aromaterapi, Lemongrass, Emesis Gravidarum ABSTRACT Emesis gravidarum (nausea and vomiting) is a physiological discomfort often experienced during pregnancy. Emesis gravidarum can be managed by applying non-farmacological therapy, one of which is lemongrass aromatherapy roll on. The current community service aims to provide education on the use of lemongrass aromatherapy roll on to manage emesis gravidarum among pregnant women. The community service activity was performed at the Pregnancy Class of Kutowinangun Lor Village in the Work Area of ​​Sidorejo Kidul Community Health Center on 28 June 2025. Such activity was attended by 11 women who took part in the pregnancy class, wherein 6 of them experienced nausea and vomiting complaints during the II and III trimesters. The results revealed that after being given education, the women understood about how to use and the benefits of the product described, they liked the smell of aromatherapy, and felt more relaxed after using the aromatherapy. The observation notes obtained by the team for three days showed that some pregnant women wrote and mentioned that they felt more relaxed, they were convenient, the nausea and vomiting complaints were relieved, and no other complaints emerged. Keywords: Roll On, Aromatherapy, Lemongrass, Emesis Gravidarum
PELATIHAN PEMBUATAN POP-UP BOOK TATA CARA SHALAT BAGI ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA PERTEGUHAN KECAMATAN SIMPANG 4 KABUPATEN KARO ANAS, NIRWANA; HARTONO, ADI
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2135

Abstract

Urgensi penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman anak usia sekolah dasar di Desa Perteguhan, Kecamatan Simpang 4, Kabupaten Karo, terhadap tata cara shalat yang sesuai tuntunan. Minimnya media pembelajaran yang menarik dan kontekstual menjadi salah satu faktor penyebab. Oleh karena itu, pengembangan media Pop-Up Book sebagai sarana edukatif diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mempermudah proses pembelajaran tata cara shalat bagi anak-anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya guru TPQ dan orang tua, dalam membuat media Pop-Up Book sebagai alat bantu pembelajaran tata cara shalat bagi anak usia sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan pelatihan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap sosialisasi, pelatihan pembuatan Pop-Up Book, pendampingan, dan evaluasi hasil karya peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini mendapat respon positif dari peserta, dengan 85% peserta mampu membuat Pop-Up Book yang sesuai dengan standar yang ditentukan. Media yang dihasilkan dinilai menarik secara visual, mudah dipahami anak, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran praktik shalat. Peserta juga menyatakan adanya peningkatan motivasi dan pemahaman mereka terkait pentingnya media kreatif dalam pendidikan agama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatihan pembuatan Pop-Up Book terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan media pembelajaran tata cara shalat yang edukatif dan menarik bagi anak usia sekolah dasar. Diharapkan program ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pendidikan keagamaan anak di Desa Perteguhan.
GERAKAN MASYARAKAT SADAR GULA: UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS MELALUI POLA MAKAN SEHAT DI POSBINDU DUKUH 3A KELURAHA SEPATAN KABUPATEN TANGERANG Dwi Ananda, Bian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2143

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan yang efektif. Prevalensi diabetes di Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan signifikan yang memerlukan intervensi pencegahan berbasis komunitas. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kesehatan tentang pola makan sehat kepada masyarakat di Posbindu Dukuh 3A Kelurahan Sepatan untuk mencegah diabetes melitus. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2025 menggunakan metode ceramah interaktif dengan dukungan media leaflet yang melibatkan 30 peserta berusia di atas 30 tahun. Evaluasi efektivitas program dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan juga meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu sebagai upaya deteksi dini diabetes melitus. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan dari nilai rata-rata 8,4 pada pre-test menjadi 9,6 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 14,3%. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Pemeriksaan gula darah memberikan gambaran kondisi kesehatan peserta secara real-time yang meningkatkan motivasi untuk menerapkan pola makan sehat. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan diabetes melitus melalui pola makan sehat dan pemeriksaan gula darah rutin. Kegiatan edukasi kesehatan dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan diabetes melitus. Diabetes mellitus is a global health problem that requires prevention efforts through effective health education. The prevalence of diabetes in Tangerang Regency has increased significantly, requiring community-based prevention interventions. The purpose of this activity was to provide health education about healthy eating patterns to the community at Posbindu Dukuh 3A Sepatan Village to prevent diabetes mellitus. The activity was carried out on May 16, 2025 using interactive lecture methods supported by leaflet media involving 30 participants aged over 30 years. Program effectiveness evaluation was conducted through pre-test and post-test to measure participants' knowledge improvement. The activity also included random blood sugar examination as an early detection effort for diabetes mellitus. Evaluation results showed significant improvement in participants' knowledge from an average score of 8.4 in pre-test to 9.6 in post-test, representing a 14.3% increase. All participants showed high enthusiasm and active participation in discussion and question-and-answer sessions. Blood sugar examination provided real-time health condition overview that increased motivation to implement healthy eating patterns. This program successfully increased community awareness about the importance of diabetes mellitus prevention through healthy eating patterns and routine blood sugar examinations. Health education activities with participatory approaches proved effective in increasing community knowledge and awareness about diabetes mellitus prevention.