cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 480 Documents
POTENSI PREDATOR GENERALIS LABA-LABA (ARANEAE) PADA SENTRA PRODUKSI JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS L.) DI DUSUN AMOR-AMOR Ria Nurmaya Sari1; Tarmizi 2; Irwan Muthahanas3
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.866 KB)

Abstract

ABSTRAK Jarak pagar merupakan salah satu tanaman yang bisa dijadikan sebagai sumber energi alternatif, tetapi produksi biji jarak pagar masih rendah karena adanya kendala gangguan oganisme pengganggu tanaman (OPT). Penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama tersebut kurang efektif sehingga dicari alternatif, yaitu dengan menggunakan musuh alami. Laba-laba merupakan salah satu musuh alami yang ditemukan di pertanaman jarak pagar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi (Keanekaragaman, Kelimpahan, dan Dinamika Populasi) laba-laba sebagai predator generalis pada pertanaman jarak pagar. Penelitian dilakukan di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Lombok Utara dari bulan September sampai Desember 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif. Pengamatan dilakukan dengan pemasangan perangkap yellow pan trap dan pit fall trap masing-masing 12 dan 20 buah diletakkan secara acak di blok sampling secara diagonal. Konsep Shannon-Wiener dan Rumus michael 1995 digunakan untuk menghitung besarnya nilai indeks keragaman dan kelimpahan laba-laba, sedangkan gambaran dinamika populasi dibuat berdasarkan jumlah laba-laba yang ditemukan setiap pengamatan. Hasil penelitian ditemukan 19 spesies dari 6 famili laba-laba dengan indeks keragaman termasuk dalam katagori keragaman sedang (H’ 2,49). Oxyopes matiensis mendominasi dari spesies lainnya dengan nilai kelimpahan 25,25 % diikuti oleh Pardosa sumatrana (14,43%), sementara spesies lain kelimpahannya hampir seragam berkisar antara 0,66-5,25% . Dinamika populasi masing-masing famili laba-laba berfluktuasi selama pertumbuhan tanaman jarak pagar. ABSTRACT POTENCY OF SPIDERS (ARANEAE) AS GENERALIST PREDATOR IN CASTOR PLANT (Jatropha curcas L.) PRODUCTION CENTER IN AMOR-AMOR Castor is one of the plants that can be used as alternative energy resource. However, the yield of castor seed is still low caused of the pests. The use of pesticides is less effective to control pests so that alternative method to control pests needed such as using natural enemies. Spider is one of the natural enemies found in castor plantation. The aim of this research is to observe the potencies (diversity, abundance, and population dynamics) of the spiders as generalist predators in castor plantation. This research was conducted in Amor-amor, Gumantar Village, North Lombok Regency from September to December 2013. The method used in this research was descriptive method using 12 yellow pan traps and 20 pit fall traps. The traps were put randomly on the sampling block diagonally. Shannon-Wiener Concept and the formula to calculate variety index and abundance of spiders made by Michael (1995) were used, whereas the diversity index of population was made based on the number of spiders found in each observation. The results are 19 species of 6 families of spiders found with diversity index (H’) 2.49, which means that the diversity of spiders in the castor plantation was moderate. The abundance value of Oxyopes matiensis dominated other species with abundance value 25.25% followed by Pardosa sumatrana (14.43%) while the abundance of other species was about 0.66-5.25%. population dynamic of each family of spiders fluctuated during the growth of castor plant.
STRATEGI PEMASARAN KOPI RARAK SEBAGAI DAERAH WISATA DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Eko Supriastuti; Muhammad Nursan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.377 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i3.710

Abstract

Kabupaten Sumbawa Barat memiliki daerah yang ketinggiannya mencapai 586 - 800 m di atas permukaan laut, yaitu Desa Rarak Ronges. Daerah ini sangat berpotensi dalam mengembangkan komoditi kopi. Selain penghasil kopi terbesar di Sumbawa Barat, Desa Rarak Ronges juga dijadikan sebagai desa wisata Namun hasil produksi dan pengolahan hasil produksi kopi masih kurang maksimal. Terutama pada pemasaran hasil olahan kopi rarak, belum bisa bersaing dengan kopi saset luar daerah. Sedangkang permintaan kopi di masyarakat cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui strategi pemasaran Kopi Rarak sebagai daerah wisata di Kabupaten Sumbawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. berdasarkan hasil penelitian didapatkan prioritas strategi pada tingkat pengusaha kopi yaitu 1) meningkatkan sdm dalam mengelolah penawaran lokasi wisata dan menu variasi sajian kopi dengan menyesuaikan selera konsumen, 2) meningkatkan dan memperbaiki sarana penunjang lokasi wisata agar menarik konsumen wisata guna meningkatkan pemasaran kopi, 3) meningkatkan kualitas dan kuantitas olahan racikan kopi dengan jangkauan pemasaran yang luas, dan 4) meningkatkan pemasaran tampilan racikan kopi dengan varian rasa yang modern untuk meningkatkan daya saing. kemudian strategi di tingkat pemerinntah yaitu 1) meningkatkan produksi dan menciptakan pasar baru dengan teknologi untuk meningkatkan kualitas dengan memaksimalkan dukungan pemerintah agar dapat bersaing dengan produk luar, dan 2). meningkatkan berbagai lokasi wisata yang strategis, fasilitas penginapan, akses jalan dan racikan kopi siap saji agar tercapai kepuasan dan kenyamanan pelanggan untuk meningkatkan jumlah konsumen.
EFEKTIVITAS SELEKSI MASSA ATAS DASAR SATU SIFAT DAN DUA SIFAT PADA JAGUNG KETAN LOKAL BIMA IGP Muliarta Aryana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.574 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan seleksi massa yang berdasarkan satu sifat dan dua sifat terhadap hasil, dan mengetahui kenaikan daya hasil setelah dilakukan seleksi massa selama tiga siklus. Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat ulangan digunakan untuk menguji tiga populasi hasil seleksi satu sifat berdasarkan tinggi tanaman, tiga populasi hasil seleksi satu sifat berdasarkan berat kering tongkol, tiga populasi hasil seleksi dua sifat berdasarkan tinggi tanaman dan berat kering tongkol, dan satu populasi awal yang dilakukan mulai bulan Februari 1996 sampai Mei 1997. Sifat yang diamati meliputi; tinggi tanaman, saat keluar malai, saat keluar rambut, diameter tongkol, panjang tongkol, berat kering tongkol, dan berat kering biji. Hasil penelitian menunjukan bahwa: kemajuan seleksi massa per siklus yang berdasarkan seleksi dua sifat yaitu tinggi tanaman dan berat kering tongkol untuk berat kering biji per plot bersifat linear nyata dan lebih besar dari seleksi satu sifat berdasarkan berat kering tongkol maupun tinggi tanaman, yakni 0,268 kg. Sedangkan kemajuan seleksi satu sifat yang berdasarkan berat kering tongkol sebesar 0,218 kg, dan untuk seleksi berdasarkan tinggi tanaman sebesar 0,192 kg yang juga kedua cara ini bersifat linear nyata. Setelah tiga siklus seleksi untuk seleksi massa yang berdasarkan dua sifat, satu sifat berdasarkan tinggi tanaman, dan seleksi satu sifat berdasarkan berat kering tongkol, diperoleh hasil berat kering biji secara berurutan adalah 3,094 t/ha, 2,939 t/ha, 2,853 t/ha, dan hasil populasi awal 2,444 t/ha. ABSTRACT The aims of the research were to find out the selection advance of mass selection based on one or two traits, plant height and ear dry weight on yield, and to determine population yieldafterthreecyclesof selection. A Randomized Complete Block Design with four replications was used to evaluate the three populations obtained for each selection technique being studied and the base population from February 1996 to May 1997. The traits under consideration were: plant height, tasseling date, silking date, ear diameter, ear length, ear dry weight, and grain dry weight. The results indicated that genetic advance of mass selection based on plant height and ear dry weight percycle was significantly linear, and higher than that of selection for one trait, ear dry weight or plant height only. The selection advance for the three selection techniques of grain dry weight were 0,268 kg/plot, 0,218 kg/plot, and 0,192 kg/plot respectively. After three cycles of mass selection of the three selections yield population with grain dry weight of 3,094 t/ha, 2,939 t/ha and 2,853 t/ha respectively, compared to 2,444 t/ha for the base population.
2. SELEKSI BIAK RHIZOBIUM DARI GUNUNG HALIMUN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN Pterocarpus indicus DI RUMAH KACA Sri Purwaningsih
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.552 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang seleksi biak Rhizobium dari Gunung Halimun terhadap pertumbuhan Pterocarpus indicus di rumah kaca telah dilakukan, yang bertujuan untuk mendapatkan biak Rhizobium yang efektif dan efisien dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman P. indicus. Penelitian dilakukan di rumah kaca Bidang Mikrobiologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, dengan menggunakan tanah dalam pot-pot plastik. Biak Rhizobium yang digunakan terdiri dari: Nomor 2 GH, 3 GH,. 6 GH, 9 GH, 10 GH, 11 GH.12 GH, 15 GH, 16 GH, 17 GH, 18 GH.19 GH, 20 GH. Sebagai kontrol adalah tanaman tanpa diinokulasi dan tanpa dipupuk N (K1), dan tanaman tanpa diinokulasi dan dipupuk N setara dengan 100 kg/ha (K2). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan untuk tiap perlakuan. Pengukuran parameter tinggi tanaman dan jumlah daun dilakukan pada minggu ke 4,8,12 dan 16 setelah tanam. Tanaman dipanen pada umur 120 hari. Parameter yang diamati meliputi bobot kering tanaman bagian atas, akar dan bintil akar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa biak No 16 GH memberikan hasil pertumbuhan yang lebih baik terhadap tanaman P. indicus. ABSTRACT The research on selection of Rhizobium strain from Gunung Halimun on the growth of Pterocarpus indicus in greenhouse was performed. The study was conducted in the order to know the selection of Rhizobium strain from Gunung Halimun on the growth of Pterocarpus indicus in greenhouse. The purpose of the study was to get Rhizobium strain that effectiveand efficient to increase the growth of Pterocarpus indicus plant. The experiment was carried out in a greenhouse at Microbiology Division, Reseach Centre for Biology-LIPI, by using soils in plastic pot. The Rhizobium strains used as treatments were: Nnumber of 2 GH, 3 GH,. 6 GH, 9 GH, 10 GH, 11 GH.12 GH, 15 GH, 16 GH, 17 GH, 18 GH.19 GH, 20 GH. The controls were uninoculated and without N fertilizer (K1), and uninoculated with N fertilizer equal to 100 kg/ha (K2). The experiment was designedwith a Completely Randomized Design with three replications for each treatment. The growth measurement included plant height and number of leaves for 4,8,12 and 16 weeks after planting. The plants were harvested at 120 days after planting. The parameters of investigation were the dry weight of canopy, roots, root nodules.The results showed that the number of 16 GH strain has given the best result on the growth of P. indicus.
Gaharu dan Potensinya dalam Pengembangan Ekowisata di Nusa Tenggara Barat Robert Siburian
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.372 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i2.429

Abstract

Agarwood is a fragrant non-wood product. West Nusa Tenggara is a site for growing agarwood tree. In the world, especially in the Middle East, the Arabian people are the most consumptive to agarwood. For demand to agarwood is high but the agarwood in forest is rarely, making the price of agarwood in the market is expensive. Agarwood farmers in West Nusa Tenggara could not be able to supply the demand because agarwood product from natural forest is very little. In answering the high demand to natural agarwood, the farmers develop agarwood cultivation. Agarwood trees were planted in theirs yards and gardens, and after some years the agarwood trees inoculated with inoculation as a way to get aromatic resin. Developing agarwood plantation of farmer can become a potential tourism destination in West Nusa Tenggara to add pre-existing tourist attraction. Through this paper, I would like to explain why agarwood plantation and all activities following it become a potential tourism attraction which will improve welfare of agarwood farmers in West Nusa Tenggara, especially in Lombok Island.
PERBAIKAN MUTU KOMPOS BIO-SLURRY DENGAN PUPUK HIJAU DAN SUPLEMEN SILIKAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BUAH TANAMAN BLEWAH (CUCUMIS MELO VAR CANTALOUPENSIS) Karwati Zawani; Herman Suheri; Rukmini Kusmarwiyah; I Gusti Made Arya Parwata
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.424 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompos bio-slurry dengan penambahan pupuk hijau (Titonia sp. dan Crotalaria juncea) dan suplemen silikat (Silikat Plus) serta melihat pengaruh aplikasinya terhadap hasil buah blewah telah dilakukan dengan percobaan pot (polybag). Tanaman blewah turunan F1 hasil persilangan melon bulat kuning dengan belewah lonjong ditanam dalam polybag dan dipupuk dengan kompos bio-slurry dengan / atau tanpa penambahan bahan pupuk hijau yang berasal dari Titonia sp. dan / atau Crotalaria juncea.) dan dengan / atau tanpa penambahan pupuk silikat Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos bio-slurry yang diberi tambahan pupuk hijau dan suplemen silikat berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati, namun ada kecendrungan terjadinya penigkatan pertumbuhan vegetatif tanaman pada perlakuan penambahan Titonia dan Crotalaria kepada kompos bio slurry. Pupuk bio slurry yang ditambahi silikat cenderung meningkatkan jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan kadar gula pada buah blewah ABSTRACT A research with the purpose of improving the quality of bio-slurry compost by ammendment with biomasss of legumes (Titonia sp. and Crotalaria juncea), and addition of silicate – as Silikat Plus - as well as finding out the effects of their application the yield of local melon was carried out in polybag experiment. Melon plants derived from F1 generation of crossbreeding between local melon bearing spherical fruits and yellow flesh and the one bearing ovoid fruits with white flesh were planted in polybags containing compost of bio-sllury with /or without ammendment with green manures of Titonia sp. or Crotalaria juncea and with / without silicate supplements. The results indicates that threre were no significant effects of improved composts on all varieables tested. Nevertheless, there was a tendency that vegetative growth were promoted when the plants were planted on growing medium containing bio-slurry ammended with the green manures of Titonia or Crotalaria. In addition, plants growing on medium containing bio-slurry supplemented with silicate tends to bear more and larger fruits with higher brix than those without green manure ammendment nor silicate supplement
ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA Yunita Yunita; Efendy Efendy; Nuning Juniarsih
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.327 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i3.626

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, (2) untuk menganalisis efesiensi pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, dan (3) untuk meganalisis biaya yang dikeluarkan oleh masing – masing saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa. Penentuan responden secara random sampling sebanyak 30 orang dan responden lembaga pemasaran ditentukan dengan menggunakan snowball sampling pada 4 orang pedagang pengumpul, 3 orang pedagang pengecer dan 1 orang pedagang Antar Pulau. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi efesiensi pemasaran, dan analisis perilaku pasar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Ada 2 saluran pemasaran bawang merah yang ada di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa yaitu: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Antar Pulau – Konsumen dan Petani – Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir. (2) Pemasaran bawang merah di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa cukup efesien karena total biaya terhadap total nilai produk berkisar antara 3,32% - 4,86%. Terhadap saluran pemasaran II lebih efisien dari saluran pemasaran I dan bahwa perubahan harga ditingkat pedagang ditransimisikan dengan sempurna ke tingkat petani sehingga pemasaran bawang merah tersebut efesien. (3) Besarnya total biaya pemasaran, total marjin pemasaran dan total keuntungan pada saluran pemasaran I yaitu dengan total biaya pemasaran yg dikeluarkan sebesar Rp. 1.406 (7,79%), total margin pemasaran sebesar Rp. 10.594 (57,14%), dan total keuntungan sebesar Rp. 12.000 (66,11%). Sedangkan pada saluran pemasaran II yaitu total biaya pemasaran sebesar Rp. 724 (4,53%), total margin pemasaran sebesar Rp. 4.276 (26,72%) dan total keuntungan sebesar Rp. 5.000 (31,25%) yang dikeluarkan dan diterima pada pemasaran bawang merah di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK BAKSO IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) Yuli Ardianti1, Sri Widyastuti1, Rosmilawati2, Saptono W.,3 dan Dody Handito1
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.186 KB)

Abstract

ABSTRAK Bahan kimia seperti boraks seringkali ditambahkan pada pembuatan bakso sebagai pengawet juga sebagai gelling agent. Boraks bukan tambahan pangan sehingga berbahaya untuk manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mencari gelling agent yang aman, yaitu dari karagenan. Penelitian ini mempelajari pengaruh penambahan karagenan pada beberapa konsentrasi (0, 1, 2, 3, dan 4% b/b) terhadap sifat fisik dan organoleptik bakso ikan tongkol (Euthynnus affinis). Digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk parameter fisik dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada parameter organoleptik. Dilakukan tiga ulangan pada semua sampel. Semi refined carrageenan yang digunakan pada pembuatan bakso ikan tongkol diproduksi dengan skala petani di Gerupuk Lombok. Parameter fisik yang diukur mencakup kekenyalan, daya ikat air, dan warna. Parameter organoleptik mencakup rasa, kekenyalan, warna dan bentuk. Data dianalisis menggunakan analisis keragaman pada taraf p>5%, dan diuji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) p>5%. Hasil menunjukkan bahwa penambahan karagenan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter fisik seperti daya ikat air dan warna (p>5%), sedangkan kekenyalan tidak berbeda nyata (p>5%), namun berbeda nyata pada p>15%. Pada parameter organoleptik, kekenyalan dan warna (Scoring) saja yang berbeda nyata (p>5%). Penambahan karagenan 2% (b/b) dapat meningkatkan daya ikat air dan kekenyalan (Scoring) dibandingkan dengan kontrol. ABSTRACT A chemical substance such as Borax is often added into meat or fish ball processing as preservative also as a gelling agent. Borax is not a food additive and its use is harmfull to human. This study was aimed at exploring a safer gelling agent, carrageenan. This research studied the effect of addition of carrageenan at several concentration (0, 1, 2, 3 dan 4% w/w) on the physical and organoleptic properties of fish ball (Euthynnus affinis). The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) for physical and Randomized Complete Blocks Design (RCBD) for organoleptic. All samples were replicated three times. Semi refined carrageenan produced at farm level in Grupuk Lombok were used in processing fish ball made of fish (Euthynnus affinis). Physical parameter measured including Firmness, water holding capacity (WHC) and color. Organoleptic parameter observed were taste, firmness, color and shape. All data were analysed using Anova at p>5%, and tested using the Honestly Significant Different Test at p>5%. The results showed that the addition of carrageenan gives significant different to physical, WHC and color (p>5%), while it does not give a significant different to firmness (p>5%), but significant different at p>15%. Firmness and color (Scoring) are significantly different in organoleptic. The addition of carrageenan at 2% (w/w) increased WHC and firmness (Scoring) of the fish ball compared to the control.
Analisis Efisiensi Penggunaan Input Produksi Pada Usahatani Jagung di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat Muzamil Muzamil
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.084 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i1.174

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui biaya dan pendapatan usahatani jagung di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat; (2) Menganalisis tingkat Efisiensi penggunaan input produksi pada usahatani jagung di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat; (3) Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh petani dalam proses produksi usahatani jagung di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penentuan daerah sampel menggunakan purposive sampling dan dipilih 2 Kelurahan yaitu Kelurahan Gerung Utara dan Dasan Geres dengan pertimbangan masyarakat kedua kelurahan tersebut adalah yang paling aktif kelompok taninya. Penentuan jumlah sampel menggunakan quota sampling sehingga dipilih 30 petani sebagai responden. Hasil penelitian ini adalah (1) Pendapatan usahatani jagung di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat per LLG (0,80 Ha) sebesar Rp. 7.652.663,94 atau Rp. 10.295.008,60 per Ha; (2) Penggunaan input produksi X1 (Luas Lahan), X2 (Benih), X3 (Pupuk Urea), X4 (Pupuk NPK), X5 (Pestisida) dan X6 (Tenaga Kerja) secara serempak berpengaruh nyata terhadap hasil produksi jagung di Kecamatan Gerung. Namun, secara parsial hanya variabel X1 (Luas Lahan) dan X2 (Benih), yang berpengaruh nyata terhadap hasil produksi jagung. Tingkat efisiensi penggunaan input produksi X2 (Benih), X3 (Pupuk Urea) dan X6 (Tenga Kerja) tidak efisien sehingga perlu adanya pengurangan jumlah penggunaan masing-masing input produksi tersebut, sedangkan tingkat efisiensi penggunaan input produksi X1 (Luas Lahan), X4 (Pupuk NPK) dan X5 (Pestisida) belum efisien sehingga perlu adanya penambahan jumlah penggunaan input produksi lahan. Kendala terbesar yang dialami oleh petani jagung di Kecamatan Gerung adalah ketersediaan air dan penyakit tanaman. Kendala yang lain adalah ketersediaan pupuk, perubahan cuaca, hama, modal dan tenaga kerja.
PENGENDALIAN HAYATI PENYAKIT BUSUK BATANG SCLEROTIUM PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) DENGAN MENGGUNAKAN MIKORIZA INDIGENUS Wahyu Astiko; I Nyoman Soemeinaboedhy; Novi Ekayanti
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.136 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isolat mikoriza indigenus dalam mengendalikan penyakit busuk batang sclerotium pada tanaman kedelai dan untuk mengetahui efektivitas pengendalian penyakit Sclerotium rolfsii pada tanaman kedelai dengan menggunakan mikoriza indigenus. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan Rancangan Acak Kelompok, dengan 8 perlakuan inokulasi isolat mikoriza dari beberapa rizosfer tanaman dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi mikoriza dari beberapa rizosfer tanaman dapat menekan intensitas serangan dari S. rolfsii pada tanaman kedelai, dan perlakuan yang lebih efektif menurunkan intensitas penyakit busuk batang sclerotium tersebut ialah perlakuan i1 (inokulasi mikoriza dari rizosfer tanaman ubi kayu). ABSTRACT The study aims of this study is to determine the effect of mycorrhizal isolates indigenus controlling sclerotium stem rot disease on soybean plants and to determine the effectiveness of disease to control Sclerotium rolfsii on soybean plants using mycorrhizal indigenus. The Randomized Completely Block Design was used in this research with 8 treatments of isolates mycorrhizal inoculation of some plant rhizosphere and every trearment repeated 3 times. The results showed that mycorrhizal inoculation rhizosphere of several plants can reduce the intensity of the attack of S. rolfsii on soybean plants, and the treatment is more effective in lowering the intensity of the Sclerotium stem rotten disease found at i1 (mycorrhizal inoculation of cassava plant rhizosphere).

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025 Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue