cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 480 Documents
ANALISIS RISIKO PRODUKSI CABAI BESAR DI KECAMATAN SIKUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR Silvia Devi Kharisma Putri; Amiruddin Amiruddin; Abdullah Usman
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.393 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i1.587

Abstract

This study aims to: (1) determine the production of large chili farming in Sikur Subdistrict, East Lombok Regency; (2) analyzing production risk in large chili farming in Sikur District, East Lombok Regency; (3) analyzing the factors that affect production risk in large chilli farming in Sikur District, East Lombok Regency; (4) determine recommendations for handling production risks in large chili farming in Sikur District, East Lombok Regency. This research uses a descriptive method. Determination of the sample area is done by puposive sampling method. The number of respondents was determined by a quota sampling of 40 chilli farmers. The results showed that: (1) The average large chili production was 12,245 kg / ha; (2) The risk of large chili production is relatively high with a coefficient of variation (CV) of 0.51; (3) Factors that increase the risk of positive production or opportunity are manure, growth regulators, and irrigation intensity. Whereas seeds, chemical fertilizers, and the intensity of HPT attacks are factors that reduce the risk of positive production or opportunity. Factors that increase the risk of negative production are chemical fertilizers, irrigation intensity, and pest plant disease attack intensity. Whereas seeds, manure, and growth regulators are factors that reduce the risk of negative production. Recommendations for handling production risks to increase the risk of positive production (opportunity), namely by reducing the amount of use of seeds, chemical fertilizers, increasing the amount of use of manure, growth regulators, irrigation intensity, and controlling pest plant disease properly. Whereas recommendations to reduce the risk of negative production are to increase the amount of use of seeds, manure, growth regulators, reduce the amount of use of chemical fertilizers, irrigation intensity, and control pest plant disease properly.
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING KOMODITAS KENTANG (Solanum tuberosum) DI DESA SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Dwi Marianti 1); Arifuddin Sahidu 2); I Wayan Suadnya 2)
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.745 KB)

Abstract

ABSTRACT Potato is one of the commodities of superior commodity which is very commercial. In order to maintain it, it is demand to increase the competitiveness of potato commodity. The purpose of this research is to formulate and determine the right strategy to increase the competitiveness of potatos commodities (Atlantic variety and Granola varietiy) through AHP. This research uses descriptive method and the data collection techniques used are survey and interview. The analysis of data used are: descriptive analysis, SWOT analysis, and analytical hierarchy process (AHP). The results shows that there are five structural potato supply chains, internal factors and external factors have each eight criteria as alternative strategies and AHP shows that the strategies of internal factors that improve infrastructure to potato production, increase the availability of seed potatoes, expand information market, optimize the use of cultivation Sembalun potential area, enhance and utilize the experience cultivation of potato farmers, improve the quality of the potatoes, take advantage of the availability of labor in potatoes post-harvest processing, and reduce over-production and strategies of external factors employing the skills of potato farmers, follow the level competition, increase production opportunities in the dry season, reduce the level of extreme climate, take advantage of the government policy, increase production to meet consumer demand, reduce pests and diseases and reduce and minimize the occurrence of fluctuations in the potatoes price level. ABSTRAK Kentang merupakan salah satu komoditas pangan unggulan yang sangat komersial.untuk mempertahankannya maka dituntut adanya upaya peningkatan daya saing terhadap komoditi kentang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data adalah survei dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah: analisis deskriptif, SWOT, dan analisis hierarki proses (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima struktur rantai pasok komoditas kentang, faktor internal dan faktor eksternal memiliki masing-masing delapan kriteria sebagai alternatif strategi dan AHP menunjukkan bahwa strategi dari faktor internal yaitu meningkatkan sarana dan prasarana produksi kentang, meningkatkan ketersediaan bibit kentang, memperluas informasi pasar, mengoptimalkan penggunaan areal budidaya Sembalun yang potensial, meningkatkan dan memanfaatkan pengalaman budidaya petani kentang, meningkatkan kualitas kentang, memanfaatkan ketersediaan tenaga kerja dalam proses pasca panen kentang, dan mengurangi over produksi serta strategi dari faktor eksternal yaitu memanfaatkan ketrampilan petani kentang, mengikuti tingkat persaingan, meningkatkan peluang produksi pada musim kemarau, mengurangi tingkat iklim ektrim, memanfaatkan adanya kebijakan dari pemerintah, meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan konsumen, mengurangi hama dan penyakit serta mengurangi dan meminimalisir terjadinya tingkat fluktuasi harga kentang.
4. REAKSI IMUN PADA SERANGGA YANG TAHAN TERHADAP BACILLUS THURINGIENSIS M. Sarjan Sarjan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.911 KB)

Abstract

ABSTRACT Insecticidal crystal proteins (ICPs) from Bacillus thuringiensis (Bt) in sprays and transgenic crops are extremely useful for environmentally sound pest management. However, some important agricultural insect pests show increasing resistance to Bt-toxin. This resistance problem has prompted intensive investigation on the mechanisms of resistance to Bt including genetic and molecular aspects of the mode of asction. This study demonstrates a possible resistant mechanism by using an immunological approach. Based on the assumption that Bt-toxin is a tetramertic lectin, a model of Drosophila immune receptor has been used to explore Bt- resistance as a result of glycosilation modification. Findings in this study suggest that increase of soluble Bt-binding molecules in the gut lumen of resistant insects correlates with increased resistance against other pathogens. This is compatible with the assumption that the Bt-binding protein in resistant insects is an immune complex. ABSTRAK Crystal protein dari Bacillus thuringiensis (Bt) dalam penyemprotan dan tanaman transgenik adalah sesuatu yang sangat bermanfaat dari aspek linmgkungan dalam program pengelolaan hama. Namun beberapa hama penting pertanian telah menunjukkan peningkatan ketahanan terhadap Bt-toxin. Masalah ketahanan tersebut mendorong penelitian yang intensif tentang mekanisme ketahanan termasuk dari aspek genetika dan molekuler . Penelitian ini menunjukkan kemungkinan mekanisme ketahanan dengan menggunakan pendekatan imunologi. Berdasarkan asumsi bahwa Bt-toxin merupakan lectin tetramerik, suatu model reseptor imun Drosophila telah digunakan untuk eksplorasi ketahanan serangga terhadap Bt sebagai akibat terjadinya modifikasi glykosilasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatnya molekul pengikat Bt yang terlarut pada cairan usus serangga tahan berkaitan dengan meningkatnya ketahanan terhadap patogen lainnya. Hal ini sesuai dengan asumsi bahwa protein yang mengikat Bt pada serangga tahan merupakan suatu komplek imun.
4. PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN GANDUMYANG DITANAM SETELAH TANAMAN KACANG TANAH DAN SETELAH BERO Ahmad Tahmid; Akhmad Zubaidi; Karwati Zawani
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.988 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman gandum yang ditanam setelah tanaman kacang tanah dibandingkan dengan setelah bero, serta pengaruh penambahan sisa tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Santong Dusun Mekar Jati Kabupaten Lombok Utara NTB pada tahun 2016, menggunanakan rancangan petak terbagi (splitplot. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa Varietas (V) memberikan pengaruh nyata pada fase pertumbuhan umur 65 hari setelah tanam, tinggi tanaman umur 72 hari setelah tanam, jumlah biji/spikelet, berat biji/m2, berat berangkasan kering, berat 1000 biji, dan hasil (ton/ha). Sedangkan pada tanaman sebelumnya (TS) hanya memberikan pengaruh nyata pada berat 1000 biji, serta pada penggunaan bahan organik (PBO) tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter pertumbuhan vegetatif maupun generatif. Pada interaksi anatara varietas dengan tanaman sebelumnya (V*TS), interaksi varietas dengan penggunaan bahan organik (V*PBO), interaksi penggunaan bahan organik dengan tanaman sebelumnya (PBO*TS), serta interaksi antara varietas dengan tanaman sebelumnya dengan penggunaan bahan organik (V*TS*PBO) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan vegetatif maupun generatif yang diamati artinya ketiga faktor perlakauan berdiri sendiri tidak saling mendukung satu sama lainnya dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman gandum sehingga perlakuan tersebut memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata. ABSTRACT This study aims to determine the growth and yield of wheat crops planted after peanut plants compared to after bero, and the effect of adding crop residues. This research was carried out in Santong Village, Mekar Jati Hamlet, North Lombok Regency, NTB in 2016. The design used was split plot design, previous land use as the main plot, then variety and use of organic material as subplots. Each treatment combination was repeated 3 times to obtain 24 experimental units. The results of this experiment showed that Varieties (V) had a significant effect on the growth phase aged 65 days after planting, plant height aged 72 days after planting, number of seeds / spikelet, seed weight / m2, dry weight, 1000 seeds weight, and yield ( ton / ha). Whereas in the previous plants (TS) only gave a significant effect on the weight of 1000 seeds, as well as on the use of organic matter (PBO) did not give a significant effect on all vegetative and generative growth parameters. In the interaction between varieties with previous plants (V * TS), the interaction of varieties with the use of organic matter (V * PBO), the interaction of the use of organic materials with previous plants (PBO * TS), as well as the interaction between varieties with previous plants with the use of organic materials ( V * TS * PBO) does not give a significant effect on all observed vegetative and generative parameters, meaning that the three stand-alone factors do not support each other in influencing the growth and yield of wheat plants so that the treatment gives an effect that is not significantly different.
KERAGAAN DAN HUBUNGAN ANTAR SIFAT BEBERAPA POPULASI JAGUNG LOKAL KEBO HASIL SELEKSI MASSA DALAM SISTEM TUMPANGSARI Lestari Ujianto
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.176 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i1.583

Abstract

ABSTRAK Hubungan antar suatu sifat dengan sifat lainnya pada tanaman mempunyai arti penting dalam program pemuliaan tanaman untuk menentuan kriteria tak langsung. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan dan hubungan antar sifat populasi jagung lokal kebo hasil seleksi massa dalam sistem tumpang sari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2018 di Lahan Percobaan Universitas Mataram Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 7 perlakuan yaitu C0= populasi awal jagung local kebo, C1 = populasi siklus pertama, C2 = populasi siklus kedua, C3 = populasi siklus ketiga, C4 = populasi siklus keempat, C5 = populasi siklus kelima, dan G = varietas unggul Gumarang, yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 21 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan sifat umur keluar bunga jantan, umur keluar bunga betina, jumlah daun, diameter batang, umur panen, dan diameter tongkol menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada taraf 5 % sedangkan pada sifat tinggi tanaman, bobot tongkol kering, panjang tongkol, jumlah biji per tongkol, jumlah baris per tongkol,bobot biji pipil kering per tongkol, dan bobot 1000 biji tidak berbeda nyata pada taraf 5%, pada hasil koefisien korelasi bobot biji pipil kering dipengaruhi oleh sifat jumlah daun, panjang tongkol, diameter tongkol, dan bobot 1000 biji, pada populasi jagung lokal kebo dari siklus awal sampai pada siklus ke lima menunjukkan umur genjah dan memiliki daya hasil yang sama dengan varietas unggul Gumarang dan keragaan pada populasi Jagung Lokal kebo tidak berbeda dengan varietas Gumarang.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPON PETANI TERHADAP PENYEDIAAN BENIH UPBS BPTP GORONTALO Ari Widya Handayana; Andi Yulyani Fadwiwati; Hatta Muhammad
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.939 KB)

Abstract

Ringkasan UPBS BPTP Gorontalo sebagai salah satu unit perbanyakan benih sumber (UPBS) melakukan kerja sama dengan Balai Benih tanaman pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo dan Balai sertifikasi Tanaman Pangan dan Hortikultura diharapkan dapat mempercepat pengembangan perbenihan di Provinsi Gorontalo, khususnya dalam penyediaan benih sumber dan benih sebar dengan mutu fisik, fisiologi, genetik dan saniter yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon petani terhadap kegiatan penyediaan benih yang telah dilakukan oleh UPBS BPTP Gorontalo serta faktor – faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey. Pengambilan sampel kelompok tani secara purposif dan pengambilan 48 sampel petani secara pengambilan acak sederhana. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji proporsi, uji regresi linier berganda, dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki respon yang tinggi terhadap kegiatan penyediaan benih UPBS BPTP Gorontalo. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap respon petani adalah peran penyuluh pertanian lapangan. Faktor yang tidak berpengaruh nyata adalah umur, tingkat pendidikan, luas lahan garapan, pengalaman usaha tani, dan keaktifan petani. Selain itu respon petani tidak mempengaruhi produktivitas hasil.
KAJIAN PEMBERIAN HARA MIKRO UNTUK TANAMAN PADI PADA USTIFLUVENTS KAKIANG - SUMBAWA Baharuddin Abubakar; Joko Priyono
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.804 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang pemberian hara mikro pada tanaman padi di Kakiang - Sumbawa telah dilakukan dengan tujuan untuk me-ngetahui dosis pemberian pupuk Fe, Zn, dan Cu untuk tanaman padi di lahan sawah yang kahat unsur tersebut. Penelitian di-lakukan di Desa Kakiang dan Ngeru pada jenis tanah Ustifluv­ents, dengan menerapkan rancangan petak terpi­sah. Petak utama adalah takaran kombinasi P + S, yaitu: (P + S)1: 25 kg P205.ha- + 7.5 kg S.ha-, dan (P + S)2: 50 kg P2O5.ha- + 15 kg S.ha-. Sebagai anak petak adalah dosis masing-masing pupuk Fe, Zn, dan Cu. Dosis Fe: 0, 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 kg Fe.ha-; dosis Zn: 0, 2.5, 5, 7.5, 10, 12.5, dan 15 kg Zn.ha-; sedangkan dosis Cu: 0, 2.5, 5, 7.5, 10, 12.5, dan 15 kg Cu. ha-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk Fe saat ini be-lum diperlukan di Kakiang, sedangkan pupuk Zn diperlukan ter-utama pada lahan di Ngeru dengan dosis sekitar 15 kg Zn.ha-. Pupuk Cu diperlukan di lahan berstatus agak sampai cukup kahat, dengan dosis sekitar 10 kg Cu.ha-. Peningkatan hasil dari pemupukan tersebut sekitar 15 - 20 %. ABSTRACT A research on the application of micronutrient fertilizer for rice in Kakiang - Sumbawa was conducted with objective to determine appropriate rates of Fe, Zn, and Cu fertilizers for rice on the nutrient-deficient land. The research was conduct­ed in Kakiang and Ngeru on a Ustifluvent, by employing a split plot design. The main plot was the rates of combined P + S, e.g., (P + S)1: 25 kg P205.ha- + 7.5 kg S.ha-, and (P + S)2: 50 kg P2O5.ha- + 15 kg S.ha-. The sub plot was rates of Fe, Zn,, and Cu applied separately. The rates for Fe were 0, 5, 10, 15, 20, 25, and 30 kg Fe.ha-; that of Zn were 0, 2.5, 5, 7.5, 10, 12.5, and 15 kg Zn.ha-; and that for Cu were 0, 2.5, 5, 7.5, 10, 12.5, and 15 kg Cu.ha-. Result indicated that at present day, Fe fertilizer was not required in Kakiang, while 15 kg Zn.ha- was required in Ngeru. A 10 kg Cu.ha- fertilizer was required in the land that slightly to fairly deficient of the nutrient. The increase of yield resulting from the fertilizer application was about 15 - 20 %.
4. KAJIAN BEBERAPA JENIS KEMASAN TERHADAP DAYA SIMPAN MELINJO KERNEL (Gnetum gnemon L.) Siti Permatasari; Ahmad Alamsyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.419 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kemasan yang tepat dalam mempertahankan daya simpan kernel melinjo. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan Jenis Kemasan (Plastik PE, Plastik PP, Aluminium foil, Karton lipat dan Karung terigu). Setiap perlakuan diulang tiga kali. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis keragaman dan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Hasil penel;itian menunjukkan bahwa : Pengemasan yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap kadar air dan warna kernel melinjo pada penyimpanan 60 hari, dan aroma pada penyimpanan 90 hari. Selama penyimpanan total mikroba tertinggi diperoleh pada kernel melinjo yang dikemas dengan kemasan karung terigu dan terendah pada kemasan Aluminium foil. Sampai dengan penyimpanan 90 hari pengemasan kernel melinjo dengan menggunakan aluminium foil memberikan pengaruh terbaik terhadap daya simpan dibandingkan dengan kemasan plastik PE, PP, karton lipat dan karung terigu, ditinjau dari parameter kadar air (12%), warna kuning kecoklatan, aroma disukai dan total mikroba 1,8 x 104 koloni/g kernel melinjo. ABSTRACT The aim of this research is to find out the suitable packaging extend the storage life kernel of melinjo. The treatments are arranged by Completely Randomized Designed that consist kind of packaged treatment (Poly Ethylene plastic, Poly Propylene plastic, Aluminium foil, folding cartoon, and wheat flour sack). Each treatments is repeated three times. Data were analyzed by Analysis a variance and continued by Honestly Significant Difference at 5% significane levels. The result showed that the different packaged give the defferent effect of the water content and colour of kernel melinjo at the 60 days storage, and flovour up to 90 days storage. During the storage, the highestof total mikrobe content achieved at the kernel melinjo which packaged in wheat flour sack and the lowest at the aluminium foil. By the 90 day storage, the package of kernel melinjo by using aluminium foil give the best effect through the storage life compared by PE plaetic package, PP, folding cartoon and wheat flour sack, observed by the paremeter of water content ( 12 % ), the yellowish brown colour, prefered flavour and the total mikrobe is 1,8 x 104 kolonies/g kernel melinjo.
Analisis Ekonomi dan Pemasaran Usahatani Cabai Rawit di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Rina Novita Sari
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.916 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i3.239

Abstract

Cabai rawit (Capsicum fritescens L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak mendapatkan perhatian karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi karena hampir semua jenis masakan menggunakan cabai rawit untuk menambah rasa pedas pada masakan, selain itu dapat digunakan sebagai obat-obatan dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis biaya, penerimaan, pendapatan, efisiensi usahatani, saluran dan efisiensi pemasaran serta masalah yang dihadapi oleh petani cabai rawit di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilaksanakan di dua Desa yaitu Desa Penedagandor dan Desa Korleko. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada petani dan ditambah dengan data pendukung lain yang dapat menunjang dari studi literatur dan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya dan pendapatan usahatani cabai rawit di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur adalah sebesar Rp. 8.494.778/LLG atau Rp. 36.668.108/Ha dengan penerimaan sebesar Rp 48.464.917/LLG atau Rp 209.201.079/Ha dan pendapatan sebesar Rp 39.970.139/LLG atau Rp 172.532.971/Ha. R/C ratio usahatani cabai rawit di Kecamatan Labuhan Haji adalah sebesar 5,70 yang berarti bahwa usahatani cabai rawit layak untuk diusahakan karena memiliki nilai R/C ratio ≥ 1. Pemasaran cabai rawit sudah efisien karena share petani lebih dari 60% yaitu 66% dan 73% dengan margin Rp 11.607/kg dan Rp 8.654/kg dan distribusi keuntungan 0,78 dan 0,89. Masalah usahatani yang dihadapi oleh petani cabai rawit di Kecamatan Labuhan Haji yaitu fluktuasi harga, keterbatasan saprodi, hama dan penyakit.
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI KAKAO DALAM RANGKA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KAKAO DI KABUPATEN LUWU SULAWESI SELATAN Abd. Gaffar Tahir1; Andi Yulyani Fadwiwati2
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.199 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu komoditi perkebunan yang sangat penting dalam menyumbang devisa negara adalah kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kakao dan menganalisis kelayakan usahatani kakao yang diusahakan petani terhadap produksi kakao. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Luwu yang merupakan sentra pengusahaan kakao di Sulawesi Selatan atau sekitar 60% dari total luas lahan kakao. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yakni : menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga macam cara, yakni teknik observasi, wawancara dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Produksi usahatani kakao, dipengaruhi oleh luas lahan, umur petani, tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani dan tenaga kerja. (2) Usahatani kakao di Kabupaten Luwu layak untuk diusahakan oleh petani. (3) Usahatani kakao di Kabupaten Luwu menguntungkan. ABSTRACT One of the plantation commodities which is very important in contributing to the country's foreign exchange is cocoa. This study aims to determine the factors that influence the production of cocoa and analyze the feasibility of farming cultivated cocoa farmers on cocoa production. This research was conducted in Luwu which is the center of cocoa cultivation in South Sulawesi, or about 60% of the total land area of cocoa. The collection of data is done in two ways, namely: using primary data and secondary data. Data collection technique used in three different ways, namely observation, interview and record keeping. The results showed that (1) Production of cocoa farming, affected by land area, farmers age, level of education, experience and manpower to farm. (2) cocoa farming in Luwu feasible for cultivated by farmers. (3) cocoa farming in Luwu profitable.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025 Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue