cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 442 Documents
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN PRODUKSI PADI PADA POLA SL-PTT DENGAN POLA NON SL-PTT DI KECAMATAN WOJA KABUPATEN DOMPU Ahwan Akbar; Ir. Farida Puspa, MP.
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan keuntungan, tingkat efisiensi, dan hambatan - hamabatan yang terdapat pada usahatani padi pola SL-PTT dan non SL-PTT. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik survei yaitu wawancara (interview) secara langsung dengan responden dan berpedoman pada daftar pertanyaan. Dengan analisis deskriftif disimpulkan bahwa (i) Perbandingan keuntungan usahatani padi pola SL-PTT dan usahatani padi pola non SL-PTT adalah berbeda nyata, disebabkan oleh Penggunaan benih berlabel dan penggunaan pupuk organik. Hal ini sesuai dengan pendapat Dharmawan, dengan Inovasi LEISA FP yang telah dapat meningkatkan produktifitas dengan biaya rendah. LEISA FP saat ini sedang diterapkan di Propinsi Riau. Hal ini juga sesuai dengan System of Rice Intensification, yakni suatu teknologi yang intensif ruang dan efisien. Siklus ruang dalam hal ini dibangun oleh bahan organik kompos dan siklus kehidupan yang dibangun oleh semaian mikroorganisme lokal (MOL). Pengaruh penerapan pola SL-PTT dan Non SL-PTT terhadap peningkatan produksi tidak terlalu signifkan karena kita sama-sama mengetahui pengaruh manajemen tidaklah sebesar pengaruh penggunaan benih berlabel dan penggunaan pupuk organik. (ii) Tingkat efisiensi ekonomi usahatani padi pola SL-PTT dan petani padi pola non SL-PTT sama-sama tidak efisien. Hal ini dilihat dari hasil analisis ekonomis terhadap variabel benih, variabel pupuk dan variabel tenaga kerja pada usahatani padi Pola SL-PTT maupun pada usahatani padi pola Non SL-PTT menunjukan bahwa penggunaan variabel tersebut tidak efisien karena semua variabel tersebut lebih kecil dari 1, artinya penggunaan input-input pada kegiatan usahatani padi pola SL-PTT maupun usahatani Padi pola Non SL-PTT di Kecamatan woja Kabupaten Dompu MT 2010/2011 perlu dikurangi. (iii) Hambatan – hambatan pada usahatani padi pola SL-PTT dan padi pola non SL-PTT adalah keterbatasan modal, kemampuan mengadopsi teknologi-teknologi baru terhadap usahatani Padi relatif rendah misalnya system penanaman, jenis pupuk yang digunakan, pemilihan benih serta pasca panen. ABSTRACT The aimed of this reserch are the identity the comparison income, efficiency level, and barriers which is gain in farmfirm standard paddy at open intergrated school of plant management (SL-PTT). Data collecting by using survey tehnique that is interview the respondents diectly and based on the questionere which is prepared early based on descriptive analysis, the researcher conclude (i) Comparison of farm firm income standard paddy SL-PTT and Farm firm standard paddy non SL-PTT which is definitely different. Defined differently caused by: Using labelled seed and using organic fertillizer. This is same with Dharmawan say, with LEISA FP innovation which can improve productivity with low fee. Leisa FP is doing in Riau province now. This is also same with System of Rice Intensification, there are one of intensive technology and efficeient. The cycles room in this case is constructed by compose organic and the cycles of life which is constructed by local microorganism (MOL). The influence of practice SL-PTT standard and Non SL-PTT standard with improve productions, not v ery significantly because we together know the influence of management not very significantly than using labelled seed and using organic fertilizer. (ii) The farm firm financial efficiency level standard paddy SL-PTT and the standard paddy non SL-PTT not efficient in pair. This can we see from economic output analysis with seed variable, fertilizer variable and labour variable in paddy farm firm SL-PTT standard, also in paddy farm firm Non SL-PTT standard show, using that variable not efficiently because all of variable paddy more little than 1, it is meaning using input in paddy farm firm SL-PTT standard and Non SL-PTT standard in Woja, Dompu MT 2010/2011 must be reduce. (iii) The barriersin farm firm standard paddy SL-PTT and standard paddy non SL-PTT are limited invest, insect plant disease, the usage of seeds and fertilizer influented production result.
ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI BERBAGAI KOMODITI HORTIKULTURA DI KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT Abdul Kadir; Anwar Anwar; Ridwan Ridwan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.815 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i2.574

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Biaya dan Pendapatan Usahatani berbagai komoditi hortikultura di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriftif, Penentuan desa sampel dilakukan secara Purposive sampling dan Penentuan jumlah petani responden dilakukan secara quota sampling sebanyak 75 orang . Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Rumus analisis biaya dan pendapatan. Sementara untuk menghitung Kelayakan Usaha, rumus yang digunakan adalah Revenue Cost Ratio (R/C). Berdasarkan hasil penelitian diketahui usahatani berbagai komoditi hortikultura layak diusahakan, karena nilai R/Cdari semua komoditi yang diteliti lebih dari satu. Adapun permasalahan yang dihdapai oleh petani responden berbagai jenis sayuran di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat diantaranya adalah hama/penyakit, pengairan, pupuk, obat-obatan, harga, dan iklim ABSTRACT Research aims to know the cost and income farming various horticultural commodities in District Gerung West Lombok Regency. This research is done by the method of Deskriftif, sample village determination is done in Purposive sampling and determination of the number of farmers conducted by quota sampling as much as 75 people. The data analysis method used in this study is to use the formula for cost and income analysis. While calculating the business feasibility, the formula used is the Revenue Cost Ratio (R/C). Based on the results of the research is known farming various horticultural commodities are worth the effort, because the value of R/Cfrom All commodities are examined more than one. The problems that were struck by farmers respondents various types of vegetables in the district Gerung West Lombok District among others are pests/diseases, irrigation, fertilizer, medicines, prices, and climate
INVENTARISASI ARTHROPODA YANG BERASOSIASI PADA BEBERAPA GALUR HARAPAN PADI BERAS MERAH (Oryza sativa L) DENGAN MENGGUNAKAN DUA TEKNIK BUDIDAYA Rini Agustin1; Ruth Stella Petrunela Thei2; AAK. Sudharmawan3
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.741 KB)

Abstract

ABSTRAK Beras merah sebagai salah satu makanan pokok yang kandungannya ternyata melebihi dari beras putih yang biasa kita konsumsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman Arthropoda yang berasosiasi pada beberapa galur harapan padi beras merah tipe ideal pada teknik budidaya Konvensional dan SRI. Penelitian ini dilakukan di Desa Nyurlembang Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat dari bulan Februari sampai Juni 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Experimental, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dua Faktor. Pengamatn dilakukan dengan pemasangan perangkap pit fall trap dan yellow pan trap masing-masing di pasang 30 buah yang diletakkan pada tiap-tiap plot percobaan. Hasil penelitian ditemukan 632 populasi dari 36 famili pada SRI dan 474 populasi dari 32 famili pada Konvensional sementara untuk nilai indeks H’ termasuk dalam kategori sedang untuk kedua budidaya (H’ 2,905 SRI dan 2,961 Konven) sedangkan untuk nilai E (kemerataan) kedua budidaya dikatakan merata
1. PERBAIKAN DAYA HASIL JAGUNG KETAN LOKAL BIMA MELALUI SELEKSI MASSA DALAM UPAYA MENDAPATKAN VARIETAS UNGGUL LOKAL LAHAN KERING I Gusti Putu Muliarta Aryana; I Wayan Sutresna; Bambang B. Santoso
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.54 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : mengetahui kemajuan seleksi massa yang berdasarkan satu sifat (tinggi tanaman; berat kering tongkol) dan dua sifat (tinggi tanaman dan berat kering tongkol) terhadap hasil; serta mengetahui daya hasil jagung ketan lokal Bima setelah dilakukan seleksi massa selama tujuh siklus. Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan digunakan untuk menguji tujuh populasi setiap cara seleksi dan populasi awal. Percobaan dilakukan mulai bulan Maret sampai September 2001, Sifat-sifat yang diamati meliputi; saat keluar malai, saat keluar rambut, tinggi tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, berat kering tongkol, berat 1000 butir biji, serta berat kering biji per plot. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Kemajuan seleksi massa didasarkan atas dua sifat, maupun satu sifat terhadap berat kering biji per plot bersifat linear nyata. Nilai kemajuan seleksi per siklus tertinggi diperoleh pada seleksi dua sifat, kemudian diikuti oleh satu sifat didasarkan berat kering tongkol, kemudian seleksi satu sifat berdasarkan tinggi tanaman, secara berurutan sebesar 104,1399 gram/siklus; 104,013 gram/siklus, dan 82,987 gram/siklus per plot. Daya hasil populasi setelah tujuh siklus seleksi untuk seleksi massa yang berdasarkan dua sifat, satu sifat berdasarkan berat kering tongkol, dan seleksi satu sifat berdasarkan tinggi tanaman, secara berurutan adalah 3,167 t/ha, 2,957 t/ha, 2,910 t/h, dan lebih tinggi dari daya hasil populasi awal 1,894 t/ha. ABSTRACT A research was done to find out the selection advance of mass selection based on one or two traits, of plant height and/or ear dry weight on yield, to determine population yield of local Bima Glutinuous corn after seven cycles of selection. Randomized Complete Block Design with three replications was used to evaluate the seven population obtained for each selection technique being studied and the base population. The research has been performed from Marcht – September 2001. The traits under consideration were : tasseling date. Silking date, plant height, ear diameter; ear length, ear dry weight, 1000 grain, weight, and grain dry weight. The results indicated that genetic advance of mass selection based on plant height and ear dry weight per cycle was significantly linear, and higher than that of selection for one trait, ear dry weight or plant height only, e.g., 104.399 gram/cycle. 104.012 gram/cycle and 82.987 gram/cycle respectively. Then, after seven cycles, the yield was 3, 167 t/ha, 2,957 t/ha, and 2.910 t/ha respectively, It was higher than base population, 1,894 t/ha.
KOMPARATIF PENDAPATAN PETAMBAK GARAM RAKYAT TEKNIK PRODUKSI PEREBUSAN DENGAN TEKNIK PRODUKSI LADANG DI DESA SEKOTONG BARAT KECAMATAN SEKOTONG KABUPATEN LOMBOK BARAT Ulil Amri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.931 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v28i3.94

Abstract

The purpose of this research are (1) Comparison of income between folk salt farmers who use techniques boiling production and who use techniques agricultural field production; (2) identifying the constraints which is faced by farmers in producing folk salt; and (3) Identifying of the factors that affect the income of farmers and analyzing the influence of these factors on the income salt farmers in West Sekotong village. The results of this research indicate that (1) There is a real difference between income of salt farmers who use techniques boiling production with income of salt farmers who use techniques agricultural field production; (2) Constraints that are faced by salt farmers who use techniques boiling production are firewood and weather. Whereas the constraints that are faced by salt farmers who use techniques agricultural field production are the prices, weather and land limitedness; and (3) The factors which affect the amount of income that would be received by the salt farmers is the day of the employment and experience.
THE ADDED VALUE MEASUREMENT METH METODE PENGUKURAN NILAI TAMBAH: KASUS PADA UNIT BISNIS MINYAK KELAPA DARA “ANDANA”DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.289 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i1.584

Abstract

Abstrak Penggunaan metode Hayami dalam pengukuran nilai tambah sudah lazim dilakukan untuk mendapatkan nilai tambah per unit input, namun untuk pengukuran nilai tambah per unit output belum banyak dilakukan oleh para peneliti. Atas dasar pertimbangan itu, artikel ini menggagas metode pengukuran nilai tambah per unit output. Pengukuran nilai tambah menggunakan metode harga pokok parsial dengan cara membagi total nilai tambah dengan jumlah unit produksi. Dengan menggunakan data empiris unit bisnis agroindustri minyak kelapa dara “Andana” di Kabupaten Lombok Utara menunjukkan bahwa pengukuran nilai tambah menggunakan metode harga pokok parsial memudahkan dalam menghitung nilai tambah per unit output, nilai tambah per unit input dan nilai tambah per periode; serta parameter nilai tambah berubah dinamis dan dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah jumlah dan harga bahan baku, jumlah dan harga bahan penolong, serta jumlah dan harga produk minyak kelapa dara.
KERAGAAN HASIL DAN KOMPONEN HASIL BEBERAPA GALUR KEDELAI BIJI COKLAT PADA KONDISI CEKAMAN NAUNGAN Kisman .; I Wayan Sutresna; IGP Muliarta A.; Idris .; AAK Sudharmawan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.28 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan hasil dan komponen hasil beberapa galur kedelai biji coklat hasil persilangan kedelai hitam x kedelai kuning pada kondisi cekaman naungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan lapang menggunakan pot percobaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor: faktor genotype (G) yang terdiri atas tujuh galur kedelai biji coklat, hasil persilangan tetua kedelai hitam (Ceneng, Detham-1) dengan kedelai kuning (Lokal Godek, Burangrang), dan faktor naungan (N) yang terdiri atas naungan 65% dan tanpa naungan. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 42 pot percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Keragaan hasil dan komponen hasil galur kedelai biji coklat mengalami perubahan (penurunan) hingga 50% pada kondisi naungan 65% dibandingkan pada kondisi tanpa naungan. (2). Galur G1, G2, G3, dan G4 hasil persilangan Ceneng x Lokal Godek dan Ceneng x Burangrang tergolong tahan terhadap naungan 65%, sedangkan G5, G6, dan G7 hasil persilangan Detham-1 x Lokal Godek dan Detham-1 x Burangrang tergolong rentan atau peka terhadap cekaman naungan 65%. ABSTRACT The objective of this study was to know the performance of yield and yield components of brown seeded soybean lines under shade stress. The experimental method and Completely Randomized Design with two factors were used in this study. These two factors were 7 lines of brown seeded soybean and shading factors. Each of combination factors were in three replicates. The results of this study showed that: (1). Performance of yield and yield components of brown seeded soybean lines changed (decreased about 50%) under 65% shading compare to no shading. (2). Four lines (G1, G2, G3, G4) were relatively tolerant to shade stress, while G5, G6, and G7 were relatively susceptible to shade stress.
PENGARUH CARA PENGOLAHAN TANAH DAN SISTEM ROTASI TANAMAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAH ALFISOL DI DAERAH TRANSMIGRASI LABANGKA KABUPATEN SUMBAWA C.S. Rahardjo1; I. Yasin1; I G.M. Kusnarta1
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.109 KB)

Abstract

ABSTRAK Sistem pengelolaan tanah dan tanaman yang tepat akan menjamin kelestarian produktivitas tanah dan pembangunan pertanian berkelanjutan. Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan tanah dan pola rotasi tanaman terhadap produktivitas lahan dan besarnya kehilangan tanah telah dilaksanakan pada musim tanam 1995/1996 pada tanah Alfisol (Haplustalf) di Labangka III, Plampang, Kabupaten Sumbawa. Percobaan lapang tersebut menggunakan rancangan acak lengkap kelompok dengan penataan faktorial 3 x 3. Faktor pertama adalah cara pengolahan tanah yang terdiri atas tanpa olah (TOT); pengolahan minimum (OTM), dan pengolahan sempurna (OTS). Faktor kedua adalah pola rotasi tanaman yang terdiri atas padi IR 36+cabe/bawang merah; padi IR 74+cabe/ubi jalar; dan kacang tanah+cabe/kacang hijau. Peubah yang diamati meliputi hasil tanaman dan berat tanah tererosi. Data dianalisis dengan sidik ragam pada P < 5% dan uji BNJ pada P < 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara pengolahan tanah tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil tanaman musim hujan (padi IR 36, IR 74 dan kacang tanah) dan hasil tanaman musim kemarau (bawang merah, ubi jalar dan kacang hijau); akan tetapi berpengaruh sangat nyata pada kehilangan tanah. Dengan penerapan tanpa pengolahan tanah kehilangan tanah dapat ditekan menjadi 53% dibanding dengan dengan pengolahan konvensional. Dengan demikian, sistem tanpa olah tanah lebih unggul ditinjau dari kecilnya jumlah tanah yang tererosi. Kacang tanah adalah tanaman musim hujan yang memberikan penghasilan tertinggi, sedangkan kacang hijau merupakan tanaman musim kemarau lebih menguntungkan dibandingkan dengan bawang merah dan ubijalar. Penumpangsarian cabe disela-sela tanaman musim hujan yang dilanjutkan dengan penumpangan tanaman palawija disela-sela cabe merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan hasil suatu usahatani.. Secara keseluruhan, rotasi tanaman yang terbaik dari tiga macam rotasi yang diteliti ditinjau dari sumbangan nilai ruapiahnya adalah kacang tanah + cabe//cabe + kacang hijau. Selain itu, ditinjau dari segi produktivitas tanah, sistem rotasi di atas adalah yang paling besar mengembalikan nitrogen ke dalam tanah. ABSTRACT Appropriate land management and cropping system may ensure long term soil productivity and agricultural sustainability. A research to study the effects of soil tillage methods and crop rotation on land productivity, amount of soil loss, and farmer income and to find the best combination of crop rotation and soil tillage method was conducted in 1995/1996 cropping season on a sloping-dry land of an Alfisol (Type Haplustalf) in Transmigration Settlement Unit (TSU) Labangka III, Sub-district of Plampang, the Regency of Sumbawa. The field experiment was designed into a Randomised Complete Block Design (RCBD) in a 3x3 factorial lay out. Three levels of soil tillage (zero tillage, minimum tillage, and conventional tillage) were combined with three levels of crop rotation (IR36+chili/onion, IR74+chili/sweet potato, and peanut+chili/mungbean). The variables measured include plant growth, yields and soil loss. The data were then analysed statistically using ANOVA at P < 0.05, continued with Tukey test at P < 0.05. The results of experiment showed that tillage methods were not significantly affected the growth and yield of both rainy season crops and dry season crops; they did affect soil loss. With the application of notillage the soil loss could be reduced up to 53% compared to with conventional tillage. Thus, notillage management system is superior in dry-sloping land, such as in Labangka. Peanut gave the highest income for farmer in rainy season, while in dry season with very little rain mungbean evidently gave the best yield. Chilli intercropped with peanut resulted in the highest chilli population after peanut harvest, accordingly resulted in the highest yield after it intercropped with mungbean.. Over all, the best rotation found in this research was peanut + chilli continued with chilli + mungbean. The intercropping of chilli with rainy season crops continued with dry season crops may become the best strategy to improve total income of farmers.
4. PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI YANG DITANAM DENGAN KERAPATAN DAN ORIENTASI BERBEDA I Komang Damar Jaya
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.499 KB)

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini melaporkan hasil penelitian pengaruh kerapatan dan orientasi tanam terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis dan hasil jagung semi. Sebuah percobaan dengan menggunakan rancangan petak terbagi yang melibatkan perlakuan kerapatan dan orientasi tanam telah dilaksanakan di Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Kerapatan tanam yang diuji adalah 143.000 tanaman/ha, 95.000 tanaman/ha, 71.000 tanaman/ha, dan 48.000 tanaman/ha, serta orientasi penamanam utara-selatan dan timur-barat. Orientasi penanaman diletakkan pada petak utama dan kerapatan tanam diletakkan pada anak petak. Semua pelakuan memiliki tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya kerapatan tanam yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jagung manis (indeks luas daun dan biomassa) dan hasil jagung semi. Indeks luas daun, biomassa dan hasil tertinggi diperoleh dari perlakuan kerapatan 143.000 tanaman/ha diikuti berturut-turut oleh perlakuan kerapatan 95.000 tanaman/ha, 71.000 tanaman/ha, dan 48.000 tanaman/ha. Tidak ada tanda-tanda terjadi kompetisi, baik di bawah permukaan tanah maupun di atas permukaan tanah pada kerapatan tanaman tertinggi dalam menghasilkan jagung semi. ABSTRACT This article reports on the effect of population densities and row irientations on growth of sweet corn and yield of baby corn. An experiment employing a split-plot design was conducted in Narmada district, West Lombok. The population densities tested were 143,000 plants ha-1, 95,000 plants ha-1, 71,000 plants ha-1, and 48,000 plants ha-1, while the row orientations were north-south and east-west. Row orientations were allocated as the main plots and population densities were assigned as sub plots. All treatments were replicated three times. The results show that only population densities affected plant growth (leaf area index and plat biomass) and baby corn yield. The highest leaf area index, biomass and yield were gained from the highest population density followed by the population densities of 95,000 plants ha-1, 71,000 plants ha-1, and 48,000 plants ha-1, respectively. In producing sweet corn, there were no signs of competition, both below and above the ground in the highest population density.
Partisipasi Perempuan Tani pada Kegiatan Usahatani dan Penyuluhan Tanaman Pangan di Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur baiq lina andriyani
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.638 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i2.445

Abstract

Partisipasi Perempuan tani pada kegiatan usahatani dan penyuluhan tanaman pangan di Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur ditujukan untuk mengetahui partisipasi perempuan tani dalam kegiatan usahatani tanaman pangan, mengetahui partisipasi perempuan tani penyuluhan, menhetahui kendala-kendala yang dihadapi perempuan tani dalam kegiatan penyuluhan. Jumlah responden penelitian sebanyak 45 orang yang ditentukan secara random. Data primer dikumpulkan melalui wawancara yang menggunakan kuisioner. Tahapan analisis data terdiri dari uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi perempuan tani dalam kegiatan usahatani tanaman pangan tinggi sebanyak 71%, tingkat partisipasi perempuan tani dalam penyuluhan tanaman pangan rendah sebanyak 91%, kendala-kendala yang mempengruhi rendahnya partisipasi responden dalam kegiatan penyuluhan yaitu jarak yang jauh, waktu yang kurang tepat dan tempat yang kurang nyaman, tidak bisa membaca dan menulis.

Page 5 of 45 | Total Record : 442


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue