cover
Contact Name
Rd. Nia Kania Kurniawati
Contact Email
kurniawati@untirta.ac.id
Phone
+6287823388879
Journal Mail Official
jsc@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Jakarta km. 4 Pakupatan - Serang
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Scientific Communication (JSC)
ISSN : 27226972     EISSN : 2721608X     DOI : https://doi.org/10.31506/jsc
Core Subject : Education, Social,
Journal of Scientific Communication (JSC) adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang komunikasi perubahan sosial pembangunan, dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan cakupan komunikasi kesehatan, komunikasi lintas budaya, komunikasi antar pribadi, komunikasi massa, komunikasi politik, komunikasi pemasaran dan hubungan masyarakat.
Articles 67 Documents
PROTAGONIST SURVIVOR IN TELEVISION DRAMA SCENE Novi Andayani; Zulfahmi Yasir Yunan
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 2 Issue 1, April 2020
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.16 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v2i1.7872

Abstract

This research discusses about message meaning of breast cancer in Korean Drama called Jealousy Incarnate. The concept is taken because breast cancer in men is still considered taboo in the society. Author uses Charles Sanders Peirce’s Semiotic Theory to analyze the meaning of messages in the South Korean television drama Jealousy Incarnate. The method use for this research is qualitative method. Author took data from SBS television drama, that is Wednesday and Thursday slots titles Jealousy Incarnate which the authors took from sources of indoxxi.tube, textbooks, electronic articles and publications related to the television drama Jealousy Incarnate, breast cancer, and Charles Sanders Peirce’s Semiotic Theory. The results of the analysis of this study indicate that in the Korean television drama Jealousy Incarnate there are scenes that contain messages about the protagonist survivor breast cancer in men. The drama made people aware, especially men, to be more cautious against breast cancer.
Representasi Perempuan dalam Persfektif Gender (Analisa Wcana Kritis Van Dijk Pada Pemberitaan Kasus Hoaks Ratna S, Paet dalam Media Massa Republik dan Kompas.com Een Irianti; Tania Adesari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 2, Oktober 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.764 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i2.7803

Abstract

This Research criticize biased gender news on cases hoax Ratna S. Paet in the mass media. Conducted by review text in the news content of mass media Republika and Kompas.com selected,by analysis critical discourse Van Dijk as a method of research used. How media represent Ratna S. Paet at dimension text, practices discourse, and sosiocultural by putting forward the feminine side. Given that language (text) in a critical view, is a place of discourse and practice of certain class powers, and the media helped strengthen it in society to shape social reality. Penelitian ini mengkritisi bias gender pada pemberitaan kasus hoaks Ratna S. Paet yang disajikan media. Dilakukan dengan menelaah isi teks pemberitaan media massa Republika dan Kompas.com terpilih, melalui analisis wacana kritis Van Dijk sebagai metode penelitian yang digunakan. Bagaimana media disini merepresentasikan Ratna S. Paet pada dimensi teks, dimensi praktik wacana, serta dimensi sosiokultural dengan mengedepankan sisi perempuan didalamnya. Mengingat bahwa bahasa (teks) dalam pandangan kritis, merupakan tempat terjadinya wacana dan praktik kekuasaan kelas tertentu, dan media turut memperkuatnya di masyarakat hingga membentuk realitas sosial.
PERSETERUAN DENISE DAN UYA KUYA: TRASH-TALKING SEBAGAI PERSONAL DIGITAL BRANDING Muhamad Husni Mubarok
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 2, Oktober 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.37 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i2.12323

Abstract

The conflict between Denise Chariesta and Uya Kuya has become a byword for Indonesian netizens. This dispute certainly makes a question about what was being happened. Most of the netizens suppose that this case is merely a part of the setting. It is because Uya Kuya's image was already known as the king of pranks. As a newcomer in the entertainment industry, Denise was bravely against Uya Kuya by herself. Denise always uses her trashy words to humiliate and mock Uya Kuya’s family, who were well-known as top Indonesian celebrities. This study focuses on the case of their enmity by examining specifically the application of Denise’s Digital Personal Branding as her strategic self-marketing. The method in this study uses qualitative discourse analysis. This research shows that Denise uses trash-talking as her personal brand. It can be found in some aspects of personal branding such as the law of personality, the law of distinctiveness, the law of visibility, the law of unity, and the law of persistence. Mostly Denise uses the aggressive contexts of trash-talking in the form of insults, gossip, and various contexts such as satire, hyperbole, and sarcasm. Research also reveals that trash-talking as personal branding was effective as self-strategic marketing to increase someone's popularity. Recently, she becomes a popular celebrity and product endorser who was hunted by advertisers.
Breaking the Communication Barrier: Peran Analis Kebijakan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Ona Martha Nurron
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 2 Issue 2, Oktober 2020
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.568 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v2i2.9343

Abstract

A classic problem of public policy is an inaccurate formulated policy. One of the main causes is the disruption in communication which creates ineffective dissemination of information from the government to policy maker and vice versa. The impact is a degrading quality of the policy itself as well as dissatisfaction of the public towards policy maker. Generally, policy analyst is a cluster of relatively new position in Indonesia’s civil servant. In Indonesia Institute of Science, this infant position would bridge the officials in making better policies. This article analyses the history, obligations, roles and responsibilities of policy analyst as one of the solutions to the problem previously mentioned. The methods use is descriptive qualitative utilizing literature studies of textbooks and scientific journals and observing the media which examined through public policy theories. The result shows that policy analyst is essential to achieve LIPI’s goal and purposes in the future.  Hopefully, this research would be beneficial for the government to formulate the essence of policy analyst as well as revealing information to general public on the importance of policy analyst.  Permasalahan klasik dari kebijakan publik adalah tidak tepatnya suatu kebijakan setelah diformulasikan. Salah satu penyebabnya adalah terganggunya komunikasi yang membuat tidak efektifnya penyaluran informasi dari pemerintah kepada para pembuat kebijakan dan juga sebaliknya. Dampaknya adalah penurunan kualitas dari kebijakan yang dibuat sehingga mengakibatkan munculnya kekecewaan masyarakat sekaligus menurunkan tingkat kepercayaan mereka kepada para pembuat kebijakan. Secara umum, Jabatan Fungsional Analis Kebijakan merupakan jabatan yang relatif baru diperkenalkan pada manajamen aparatur sipil negara di Indonesia.  Sementara, di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, keberadaan Analis Kebijakan yang baru berusia satu tahun dapat menjadi jembatan yang menghubungkan para pejabat fungsional kepada para pembuat kebijakan. Dengan adanya jabatan ini, diharapkan kebijakan yang dihasillkan akan menjadi jauh lebih baik. Penelitian ini mengupas sejarah, uraian tugas, peran dan tanggung jawab dari analis kebijakan sebagai salah satu solusi dari perbaikan kualitas kebijakan. Metode yang digunakan adalah qualitatif deskriptif, studi literatur buku teks dan jurnal ilmiah dengan melihat apa yang terjadi pada media cetak terkait permasalahan untuk kemudian dianalisis menggunakan teori-teori kebijakan  publik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan jabatan analis kebijakan sangat diperlukan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam mencapai visi dan misinya di masa yang akan datang. Penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah sebagai dasar pertimbangan formulasi  analis kebijakan,  dan juga untuk menyebar informasi kepada masyarakat umum mengenai pentingnya jabatan analis kebijakan.
HUBUNGAN ANTARA SAJIAN INFORMASI PENYULUHAN CITARUM BESTARI DENGAN SIKAP PESERTA TERHADAP GERAKAN “LIMA TIDAK” Ryan Ramadhan; Suwandi Sumartias; Yustikasari Yustikasari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 2 Issue 1, April 2020
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.895 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v2i1.8033

Abstract

Abstract This research uses quantitative method of correlational research type. The theory used is Martin Fishbein's Information Integration Theory. The analytical technique used is descriptive analysis by calculating frequency, categorization, and rating scale, as well as inferential analysis using rank spearman formula. The sample of this research is 62 people from 794 participants of activity taken by way of proportional strata sampling technique. The results of this study indicate that the significant relationship between Citarum Bestari and the participants' attitude to the five movements is not. Based on the result of the research, the researcher suggested that the information about the achievement of programs that have been done by government for normalization of Citarum River must be proven through photo, video or coverage of Citarum River improvement so that the participants believe any information submitted, then information in Citarum Program Bestari uses a pyramidal system, where information provides the best arugemtation at the beginning and end of the sentence, so that the participants give attention to the extension material from beginning to end, as well as the information in the Citarum Bestari Program also presents two-sided arguments, namely the government's shortcomings and government strength in the realization of the Citarum River normalization project, in order for the participants to trust the information conveyed as a truth  AbstrakPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian korelasional. Teori yang digunakan adalah Teori Integrasi Informasi dari Martin Fishbein. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menghitung frekuensi, kategorisasi, dan rating scale, serta analisi inferensial dengan menggunakan rumus rank spearman. Sampel dari penelitian ini adalah 62 orang dari 794 peserta kegiatan yang diambil dengan cara teknik sampling strata proporsional. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terhadap hubungan yang cukup berarti antara kegiatan Citarum Bestari dengann sikap peserta terhadap gerakan lima tidak. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar informasi mengenai pencapaian program-program yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk normalisasi Sungai Citarum harus dibuktikan melalui foto, video, atau liputan dari perbaikan Sungai Citarum tersebut agar para peserta meyakini setiap informasi yang disampaikan, kemudian informasi dalam Program Citarum Bestari menggunakan sistem piramidal, yaitu dimana informasi menyajikan arugemtasi paling baik di awal dan akhir kalimat, agar para peserta memberikan perhatian pada materi penyuluhan dari awal hingga akhir, serta informasi dalam Program Citarum Bestari juga menyajikan argumentasi dua-sisi, yaitu kekurangan pemerintah serta kekuatan pemerintah dalam realisasi proyek normalisasi Sungai Citarum, agar para peserta mempercayai informasi yang disampaikan sebagai suatu kebenaran. Keywords: Teori Integrasi Informasi, Sungai Citarum, Pemprov Jabar, Gerakan Lima Tidak
Ragam Pendekatan Penelitian Kualitatif Yoki Yusanto
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 1, April 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.53 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i1.7764

Abstract

Research is a mandatory task for bachelor, master, doctoral degrees, in completing lectures at various universities in Indonesia. Several approaches in research methods are used by researchers who focus on qualitative research. Each study program has a different perspective on technical research concepts, as well as different methods with different objectives. Researchers characterized by naturalistic characteristics with a subjective perspective become a way to conduct research in the natural realm. Many quantitative researchers are considered unscientific, but by strengthening field data and observations to the point of saturation, qualitative research is valuable and also meaningful. In this study, the case study approach, phenomenology and ethnography will be elaborated in a research context that is relevant to the phenomena that occur today in real life.  Penelitian adalah tugas wajib bagi para sarjana S1, S2, S3, dalam menyelesaikan perkuliahan di pelbagai Universitas di Indonesia, beberapa pendekatan dalam metode penelitian digunakan peneliti yang fokus pada penelitian Kualitatif. Setiap program studi memiliki perbedaan cara pandang pada konsep penelitian secara teknis, begitupun metode berbeda-beda dengan tujuannya yang berbeda pula. Peneliti yang berciri khas naturalistik dengan cara pandang subjektif menjadi cara untuk melakukan penelitian pada ranah alamiah. Banyak peneliti kuantitatif di anggap tidak ilmiah, namun dengan penguatan data-data lapangan dan observasi hingga titik jenuh justeru penelitian kualitatif menjadi bernilai dan juga bermakna. Pada kajian ini, pendekatan studi kasus, fenomenologi dan etnografi akan dijabarkan dengan konteks penelitian yang relevans dengan fenomena yang terjadi dewasa ini dalam kehidupan nyata. 
Konstruksi Pengalaman Komunikasi dan Konsep Diri Perempuan Berambut Keriting dalam Perspektif Fenomenologi Haiva Nurani; Evi Novianti
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 1, April 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.834 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i1.11202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan berambut keriting memaknai rambutnya dan serta mengungkap pengalaman komunikasi antarpribadi dan konsep diri perempuan berambut keriting. Paradigma yang digunakan dalam penelitian adalah paradigma interpretif dengan pendekatan kualitatif dan tradisi studi fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari lima orang perempuan berambut keriting yang dipilih secara purposive. Kemudian pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada awalnya perempuan berambut keriting memiliki konsep rambut keriting yang negatif baik itu secara kelihatannya maupun secara dirasakannya. Namun seiring berkembangnya pengalaman yang dimiliki dan konsep diri, perempuan berambut keriting kini memaknai rambutnya secara positif sebagai berkat, identitas keunikan fisik dan seperti mahkota yang bisa menginspirasi orang lain. Pengalaman komunikasi perempuan berambut keriting meliputi pengalaman komunikasi yang menyenangkan dengan adanya penerimaan, pertemanan dan motivasi. Serta pengalaman komunikasi tidak menyenangkan berupa pelecehan verbal dan non verbal serta perlakuan diskriminatif. Pengalaman tersebut diterima dari interaksi dengan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pekerjaan, masyarakat umum dan lawan jenis. Berbagai pengalaman komunikasi, interaksi dan pengetahuan tersebut secara retrospeksi dimaknai sehingga membentuk konsep diri perempuan berambut keriting yang awalnya negatif secara fisik, psikis dan sosial menjadi positif secara fisik, psikis dan sosial.Kata kunci:  Konsep diri, Perempuan berambut keriting, Pengalaman komunikasi
Hubungan Antara Kegiatan Pelatihan Learning Corner Dengan Kinerja Karyawan di Pt Chandra Asri Petrochemical Tbk Nisrina Malihah; Wawan Setiawan; Yustikasari Yustikasari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 2 Issue 2, Oktober 2020
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.744 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v2i2.7810

Abstract

Program pelatihan penting diadakan dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan. Pelatihan learning corner di PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. diadakan karena karyawan kurang mampu memahami produk dan service knowledge perusahaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kegiatan pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan yang meliputi aspek pembicara, materi, metode serta media pelatihan dengan kinerja karyawan yang meliputi aspek pemahaman, apresiasi serta kemampuan karyawan. Metode penelitian adalah korelasional, teknik analisis data secara deskriptif dan analisis inferential Rank Spearman. Teori yang diujikan yaitu teori pengalaman dari Michalak & Yeger. Sampel penelitian adalah 72 orang peserta pelatihan yang terpilih secara strata proporsional. Teknik pengumpulan data dari dua sumber yakni data primer yaitu angket; dan data sekunder yaitu wawancara, observasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat atau tinggi antara pembicara, metode pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan. Serta terdapat hubungan yang cukup berarti antara materi dan media pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Simpulan penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., dengan koefisien korelasi sebesar 0.942 (hubungan yang sangat tinggi, kuat sekali, dapat diandalkan). The important things of training programs are held in an effort to improve employee performance. Learning corner training at PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. held because employees are less able to understand the company's products and service knowledge. The research objective is to determine the relationship between learning corner training activities with employee performance which includes aspects of speaker (trainer), material, methods and media with employee performance which includes aspects of, understanding, appreciation and ability. The research method using correlational, descriptive as data analysis techniques and inferential analysis with Spearman's Rank. The theory tested is theory of experience from Michalak & Yeger. The research sample are 72 training participants who selected proportionally. Data collection techniques from two sources are primary data trough questionnaire and secondary data with interviews, observation, study of literature. The results showed that there are strong or high relationship between speakers (trainer) and method of learning corner training with employee performance. Other that, there are quite strong relationship between content material and media of learning corner with employee performance of PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. The conclusion of the research shows that there is a significant relationship between learning corner training and employee performance of PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. with a correlation coefficient of 0.942 (very high, very strong, reliable relationship).
Culture Shock Relawan Asing di Kabupaten Karawang, Jawa Barat Satria Ali Syamsuri; Fajar Hariyanto; Fardiah Oktariani Lubis
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 2, Oktober 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.854 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i2.7804

Abstract

Culture shock is pyschology name to describe the circumstance and feeling of someone facing different socio-culture environmental condition. This research examines the phenomenon of culture shock in the foreign volunteers in Karawang Regency, they are incorporated in an official government agency from United States namely Peace Corps. The foreign volunteers who become research informants in Indonesia are in teaching program for two years in school, in Batu Jaya and Cilamaya, Karawang Regency. This research using descriptive qualitative method to observe social phenomenon which produces descriptive data on the phenomenon that occurs in the foreign volunteers related to culture shock they experienced. The result of this research shows that the foreign volunteers experiencing level of culture shock on their new cultural environment in Indonesia, where the optimistic phase, the cultural problem phase, and the recovery phase are experienced by them. Until now, the foreign volunteers have entered the adjustment phase. Culture shock atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan gegar budaya merupakan istilah psikologis untuk menggambarkan keadaan dan perasaan seseorang menghadapi kondisi lingkungan sosial budaya yang berbeda. Penelitian ini mengkaji fenomena culture shock pada relawan asing yang berada di Kabupaten Karawang, para relawan asing dalam penelitian ini tergabung dalam suatu lembaga resmi pemerintah yang berasal dari negara Amerika yaitu Peace Corps. Para relawan asing yang menjadi informan penelitian berada di Indonesia dalam program mengajar selama dua tahun di sekolah yang berada di Batu Jaya dan Cilamaya, Kabupaten Karawang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dekriptif kualitatif untuk mengamati fenomena sosial yang menghasilkan data deksriptif atas fenomena yang terjadi pada para relawan asing terkait gegar budaya atau culture shock yang dialaminya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para relawan asing mengalami tingkatan culture shock pada lingkungan budaya barunya di Indonesia, dimana fase optimistik, fase masalah kultural dan fase recovery dialami oleh para relawan asing, hingga pada saat ini para relawan asing memasuki fase penyesuaian.
Analisis Semiotika Roland Barthes pada Iklan Burger King Versi “Pesanlah dari McDonald’s” Regita Nur Safitri; Muhammad Ruslan Ramli; Ballian Siregar
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 2, Oktober 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.666 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i2.12440

Abstract

Kajian ini membahas tentang iklan Burger King versi “Pesanlah dari McDonald’s” yang tayang pada Media Sosial Instagram @BurgerKing.id. Iklan yang rilis pada November 2020 ini menggabungkan kekuatan visual dan teks. Daya tarik pesannya ini ada pada ajakan membeli produk kepada publik Burger King. Kepada publik, Burger King justru mendorong pembelian kepada pesaing utamanya yaitu McDonald’s. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna di balik iklan tersebut dengan menggunakan semiotika model Roland Barthes.  Pendekatannya memakai kualitatif-deskriptif untuk menjelaskan makna pesan melalui tiga tahapan yang ditawarkan oleh Barthes yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotasi iklan Burger King Versi “Pesanlah dari McDonald’s sebagai ajakan normatif Burger King kepada public untuk membeli produk McDonald’s. Makna konotasinya mengandung arti adanya kompetisi alot antara Burger King dan McDonald’s pada produk yang sama. Sedangkan mitosnya bermakna terjaganya tradisi persaingan yang turun temurun Burger King dan McDonald’s.