cover
Contact Name
Agus Sukirno
Contact Email
dedikasi.journal@uinbanten.ac.id
Phone
+6282175525454
Journal Mail Official
dedikasi.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/dedikasi/editorialteam
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27160319     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/dedikasi
Dedikasi is a journal published by the LP2M of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Indonesia. This journal focuses on studies in the empowerment of Indonesian society, with special reference to culture, politics, society, economics, history, and humanities. It cordially invites contributions from scholars of related disciplines. The languages used in this journal are Indonesian and English
Articles 89 Documents
MEMBANGUN CITRA MADRASAH DI PROVINSI BANTEN Naf’an Tarihoran
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2008): (Januari - Desember) 2008
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madarasah memiliki peranan yang sangat penting dan menentukan dalam keberhasilan pembangunan sumber daya manusia Indonesia, karena pembangunan yang berkelanjutan memerlukan sumberdaya manusia yang berkualitas serta mampu memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai iimu pengetahuan dan teknologi. Peranan madrasah, secara mendasar adalah men didik kecerdasan siswa, moral dan akhlaq, untuk dapat meraih peluang-peluangyang tersedia dimasayang akan datang.Paper ini bertujuan untuk. menjelaskan bagaimana mengangkat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah pajang. Madrasah secara umum telah kehilangan akar sejarahnya, madrasah telah kehilangan citra sebagai model pembaharauan pendidikan di Indonesia. Paper ini awalnya merupakan ringkasan dari presentasi penulis, dan diskusi dengan colon guru-guru teladan tingkat madarasah yang dilaksanakan oleh Kandepag Cilegon beberapa waktu lain.Kesimpulan dalam makalah adalah membangun citra madrasah merupakan hal tidak dapat dihindari dalam era globalisasi yang semakin menguat dewasa ini, dimana persaingan yang semakin kuat dan proses transfaransi disegala bidang merupakan salah satu ciri utamanya. Guru madrasah sebagai sebuah profesi yang sangat strategis dalam pembentukan citra dan pemberdayaan anak-anak penerus bangsa serta memiliki peran dan fungngsi yang akan semakin signifikan dimasa yang akan datang. Oleb sebab itu, untuk membangaun citra madrasah, pemberdayaan dan peningkatan kualitas guru madrasah sebagai tenaga pendidik, merupakan sebuah keharusan yang memerlukan penangan lebih serius. Kata Kunci: Madrasah, Citra dan Pendidikan
PERKENALAN SINGKAT DENGAN FILSAFAT PENDIDIKAN PAULO FREIRE Marzuki Wahid
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan aktif bertindak dan berpikir sebagai pelaku, dengan terlibat langsung dalam permasalahan yang nyata, dan dalam suasana yang dialogis, maka pendidikan kaum tertindasnya Freire dengan segera menumbuhkan kesadaran yang menjauhkan seseorang dari "rasa takut akan kemerdekaan" (fear of freedom). Dengan menolak penguasaan, penjinakan dan penindasan, maka pendidikan kaum tertindasnya Freire secara langsung dan gamblang tiba pada pengakuan akan pentingnya peran proses penyadaran (konsentrasi). Pembebasan dan pemanusiaan manusia, hanya bisa dilaksanakan dalam artian yang sesungguhnya jika seseorang memang benar-­benar telah menyadari realitas dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya. Seseorang yang tidak menyadari realitas dirinya dan dunia sekitarnya, tidak akan pernah mampu mengenali apa yang sesugguhnya ia butuhkan, tidak akan pernah bisa mengungkapkan apa yang sesungguhnya ia ingin lakukan, tidak akan pernah dapat memahami apa yang sesungguhnya yang ingin ia capai. Kata Kunci: Paulo Freire, Pendidikan, Kaum tertindas
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA Hendrieta Ferieka
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengorganisasian masyarakat dapat dijelaskan sebagai suatu upaya masyarakat untuk saling mengatur dalam mengelola kegiatan atau program yang mereka kembangkan. Disini masyarakat dapat membentuk panitia kerja, melakukan pembagian tugas, saling mengawasi, merencanakan kegiatan, dan lain-lain. Lembaga-lembaga adat yang sudah ada sebaiknya perlu dilibatkan karena lembaga inilah yang sudah mapan, tinggal meningkatkan kemampuannya saja. Pemberdayaan sering juga disamakan dengan perolehan daya, kemampuan dan akses terhadap sumber daya untuk memenuhi kebutuhannya. Prinsip dasar manajemen keuangan rumah tangga adalah pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan. Seperti halnya manajemen keuangan dunia usaha bahwa pendapatan (penerimaan) harus lebih besar dari biaya (pengeluaran), bila tidak maka perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan atau bahkan akan merugi. Kata Kunci: Masyarakat, Manajaemen, Keuangan. Rumah Tangga
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG KETENTUAN PENYELENGGARAAN WAJIB BELAJAR MADARASAH DINIYAH AWALIYAH DIKABUPATEN SERANG (Telaah terhadap proses dan implementasinya) Zakaria Syafe'i
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2010): Vol. 1 No. 2 (Januari - Juni) 2010
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG KETENTUAN PENYELENGGARAAN WAJIB BELAJAR MADARASAH DINIYAH AWALIYAH DIKABUPATEN SERANG (Telaah terhadap proses dan implementasinya)
MEMBANGUN BUDAYA PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN BERKESADARAN GENDER Dedi Sunardi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2009): Vol 1 No 1 (2009): (Januari-Desember) 2009
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandangan-pandangan yang bias gender telah mengakar dalam wacana dan praktek keberagamaan dengan atau tanpa legitimasi ajaran agama, akan menjadi lebih sulit untuk dibongkar atau didekonstruksi jika peran-peran tiap elemen mayarakat terutama kyai atau ulama sebegai tokoh agama tidak diperhitungkan. Sebab para kyai/ulama dengan kelebihan pemahamannya terbadap masalah-masalah agama, seringkali dilihat sebagai orang yang selalu dapat memahami keagungan Tuhan dan rahasia alam, sehingga mereka dianggap memiliki kedudukan yang tidak terjangkau, terutama oleh orang awam. Pemindahan kompetensi dalam bidang agama ke tangan para kyai dalam suatu masyarakat bukan merupakan suatu realitas yang muncul dengan tiba-tiba, melainkan sudah melalui historisisme seusia dengan umur masyarakat itu sendiri. Sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia, pesantren telah lama menjadi lembaga yang memiliki kontribusi yang penting sebagai: agen perubahan sosial {agent of social change). Banyaknya jumlah pesantren di Indonesia, serta besarnya jumlah santri pada tiap pesantren menjadikan lembaga pendidikan tradisional ini layak diperhitungkan dalam kancah pembangunan bangsa di bidang pendidikan dan moral Kata Kuna: Gender, Pendidikan Pesantren, Kesetaraan
Pengembangan Masyarakat Desa Terpadu Berbasis Potensi Lokal di Jambean Kalibeber Mojotengah Wonosobo Agus Riyadi; M. Mudhofi; Nur Hamid; Hatta Abdul Malik
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/dedikasi.v16i1.7915

Abstract

Development which has been oriented towards the growth paradigm so far has been applied in Indonesia, apart from having produced a number of significant changes, there have also been a number of dark portraits that have contributed to worsening the image of development with the above orientation. The benefits of development are more widely felt by the upper strata of society, so that the gap in social and economic inequality is widening. The growth orientation only encourages the development of large-scale businesses and industries, resulting in a widening gap between small and micro scale enterprises (SMEs) and large medium enterprises (UMB). This Lecturer Service Work aims to provide assistance to the community in Jambean Kalibeber Mojotengah Wonosobo based on local potential. The implementation of the Lecturer Service Work program uses the following approaches: a group-based approach and a family-based approach. The results of the dedication show that: 1) community development work is not an ad hoc activity, but an ongoing activity, so as to build productive and sustainable social cohesiveness in the long term, 2) Integrated village community development is an effort to carry out social change that emphasizes multi sectoral, by prioritizing local participation and bottom-up planning
Sosialisasi Pengenalan Teknologi Informasi Beserta Manfaat dan Bahayanya di SDN 1 Banturejo Helmi Noor Hafidz; Alifah Shofia Fuadah; Amirah Salsabila S.F.D; Ashri Shabrina Afrah
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/dedikasi.v16i1.7888

Abstract

In this era of rapid technological development, Information Technology (IT) needs to be taught at all levels of education, including at the elementary school level. The introduction of Information Technology at SDN 1 Banturejo was carried out by holding Information Technology socialization which was held on Saturday, January 7 2023 at 08.00-11.00 WIB. Participants in this activity were students in grades 4 and 5 of SDN 1 Banturejo, totaling 46 students. This activity includes presentation of material, games, and mentoring as well as practice using Microsoft Word and Canva. The method used is a survey technique with test instruments in the form of pre-test and post-test. From the pre-test results, 84% of them did not know the dangers and benefits of information technology, 82% did not know about the Microsoft Word application, and 78% did not know about the Canva application. Meanwhile, from the results of the post-test after the socialization, almost all students at SDN 1 Banturejo already know the dangers and benefits of information technology and how to use Microsoft Word and Canva.
Meningkatkan Kesadaran akan Bahaya Pernikahan Dini pada Remaja di Pedesaan melalui Teknik Sosialisasi di SMP PGRI 1 Ngantang Ayu Shafira Puspitasari; Ashri Shabrina Afrah
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/dedikasi.v16i1.7894

Abstract

Marriage is the right of every human being. Human instinct to continue civilization. Marriage is the key word for the development of a nation's civilization. Marriage becomes the foundation for better social engineering (Julianto, 2015). Early marriage is a serious case in Indonesia. Early marriage is a social phenomenon that occurs in many regions. The phenomenon of early marriage is like an iceberg phenomenon that only appears a small part on the surface, very little exposed in the public sphere, but in fact it occurs so much among the wider community (Rifiani, 2011). This phenomenon is motivated by several factors such as economic factors, education, customs / culture, religion and because of pregnancy out of wedlock. The impact obtained after early marriage is mostly very detrimental to the perpetrators, such as stress, depression, social conditions such as increasing levels of poverty, the population in Indonesia is increasing, and the impact on health such as pregnant women in adolescence are vulnerable to anemia, babies born to adolescent mothers are at risk of prematurity and low birthweight, babies born to mothers under 20 years old are at risk of malnutrition and stunting, and the risk of dying during childbirth is higher and much more. This community service activity aims to provide proper socialization for adolescents, at which age early marriage often occurs. The method used in this socialization is to use the lecture method, where the speaker delivers the material directly with power point slides. Before and after socialization, the speaker gave questionnaires to students of SMP PGRI 1 Ngantang. This service activity is carried out to provide insight / knowledge to students about early marriage and its harmful effects, as well as preventive ways that can be done to prevent early marriage  
Tofu Dregs Crackers, Innovation of Industrial Solid Waste Utilization Know Ampeldento Village, Malang Regency Trisna Martha Nur Susila Kusuma Candra; Rifki Muhamad Azam; Intan Isnaeni; Nurul Maulida Ulviah; Syaidatul Fiza Ma'arif; Nur Fitriyah Ayu Tunjung Sari
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/dedikasi.v16i1.7910

Abstract

The tofu industry located in Ampeldento Village, Malang Regency is one of the scale industries MSMEs in the surrounding environment which were founded in 2017. Every day, this industry is able to produce 100 kg tofu with 25 kg of solid waste which is often called tofu dregs. Currently solid waste generated from Tofu production process has been used as a mixture of animal feed. Utilization of solid waste that has not been optimal results in a large volume of tofu solid waste that is wasted. Where does it arise problems in the surrounding environment, namely the emergence of unpleasant odors around the waste disposal site. Based on these conditions required new innovations in the utilization of tofu solid waste. Through the dedication program university community, an innovation is made to utilize tofu solid waste into processed crackers. which method applied to the implementation of service is a society participant. The formulated innovation is expected to be able be a solution to existing conditions. In addition, tofu dregs crackers are expected to become a new commodity to add value to the tofu industry in Ampeldento Village.
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Sidilem Melalui Kegiatan Budaya Cinta Lingkungan Demi Menciptakan Kepedulian Terhadap Lingkungan Sekitar Dalilatul Muparikhah; Khairul Anam; Siti Aelina; Dimas Setiawan; Erna Septiana; Ilfatul Uyun; Annisa Nurul Fitri; Siti Romiza; Ofa Ari Oktavian
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/dedikasi.v16i1.8436

Abstract

Community empowerment is one of the community's social research activities that contains social values ​​that are people-centered, participatory. Communities must be able to build social networks with the people around them in order to create a harmonious and peaceful life. The purpose of this research is to foster a sense of love and care for the people of Kampung Sidilem for the environment around them through the Culture of Love for the Environment or BCL. The research method used is a qualitative method with data obtained through interviews and supplemented by literature. The subjects of this research are the people of Kampung Sidilem. And the results of this study indicate that the people of Kampung Sidilem are at least able to understand their roles and functions in the community. So as to build a harmonious community life fabric.