Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam
Bayan lin Naas: Jurnal Dakwah Islam is a scientific publication that efforts to facilitate academic articles and scholarly writings of a number studies in empirical research in the field of Dakwa and Communication. Bayan lin Naas is open to academics, students, researchers, and practitioners who are interested in contributing their thoughts, especially in the field of Dakwa and Communication.The main focus of Bayan lin Naas is on the exploration of dynamics propagation in Islamic proselytizing, studies of communication science, and the development of contemporary media in theoretical realm as well as practical one, especially the scope of local, national, and global. Bayan lin Naas is published twice in a year, in January June and July December in online and printing version, managed by Open Journal system of the Faculty of Dakwah IDIA Prenduan Sumenep. Sub themes and scope in the scientific publications of Bayan lin Naas include: 1. Dakwa and Islamic propagation: a. Studies in the science of dakwa, such as history of dakwa, philosophy of dakwa, and methodology of dakwa, include in culturally, economically, and politically. b. Management of dakwa that related to make a plan and strategy for Islamic proselytizing, Islamic global tourism, and Islamic management and religious tourism. c. Dakwa, especially in the analysis of social and psychological, Islamic counseling, and the relationship between dakwa and socio-cultural studies. 2. Communication science: a. Studies in communication science in general, communication theory, and approaches in communication, interpersonal communication, group communication, and organizational communication. b. Political communication, including the strategies of political communication, political campaigns, political marketing, governance, public policy, and political parties. c. Development of communication, such as the communication planning, communication and contemporary issues, and communication management. d. Communication science in the study of psychology and social culture, include in the field of sociology of communication, psychology of communication, communication and local wisdom, and intercultural communication. e. Media studies, including the scope of journalism, mass communication, mass media management, media content analysis, and new media studies. f. Public Relations (PR), consisting of human relations, corporate social resposibility (CSR), media relations, public affair, marketing communications, and advertising.
Articles
46 Documents
ANALISIS FILM TRILOGI CINTA SUBUH PRODUKSI DARUL QUR`AN (DAQU) MOVIE TAHUN 2014-2015 MELALUI ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Nanda Lifia Pratiwi;
Tawvicky Hidayat
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v4i2.587
AbstractResearch this purposeful for know dakwah messages in the film Love Dawn Movie Daqu production by way of semiotic. researchers use semiotics as a tool of analysis methods. Semiotics is a technique researching and interpreting signs or text.Scene dakwah messages contained in the film Trilogy of Love Dawn. Among them : Dakwah messages that to be pertient with islamic law and ethics, denotation of meaning contained in the film Love Dawn Movie Daqu production is to visualize symbols when lift scene, Ratih to break off Angga, behave a connaction with type a rival, about love that real just to god and prophet, certainty that god`s guedance just ownership god`s, and morals to propose marriage. While meaning connotations dakwah messages to approach adultery, dakwah messages to be muslima woman dutiful, to add love to god and prophet`s, to add certainty god`s guedance just ownership god`s, and morals to propose marriage. Key Words : Dakwah, Love Dawn, Semiotic.
PENGARUH PELATIHAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI ORGANISASI BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN PRENDUAN
Ardi Binurillah
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v4i1.585
Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen adalah sebuah interaksi yang bernilai normatif, Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen merupakan suatu proses yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan. Tujuannya adalah sebagai pedoman ke arah mana komunikasi dalam organisasi akan dibawa. Komunikasi akan berhasil bila hasilnya mampu membawa perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap dalam diri pengurus organisasi. Namun hal itu tidak akan pernah terlepas dari kemampuan komunikasi yang merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi seorang pemimpin. Pelatihan seperti itu sangat penting, karena bakat tanpa latihan tidak akan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pelatihan kepemimpinan dan manajemen terhadap Kemampuan Komunikasi Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan. Dan apabila ada maka seberapa besarkah pengaruh tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional. Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 60 orang responden. Sedangkan tehnik pengumpulan datanya menggunakan kueseoner atau angket. Analisis datanya menggunakan product moment korelasi pearson. Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen memiliki pengaruh Terhadap Kemampuan Komunikasi Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura Tahun 2016/2017. Adapun besaran pengaruhnya sebesar 0,486. Diperoleh kesimpulan bahwa Pengaruh Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Terhadap Kemampuan Komunikasi Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura Tahun 2016/2017, Sebesar 0,486 berada di antara 0,400 sampai dengan 0,600 yang memiliki nilai kategori agak rendah, dan dapat disimpulkan bahwa Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen memiliki pengaruh terhadap Kemampuan Komunikasi Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura tahun 2016/2017. Kata kunci : Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen, Kemampuan Komunikasi.
MODEL KOMUNIKASI TASARO GK DALAM MEREPRESENTASIKAN KISAH NABI MUHAMMAD DAN KHULAFAU AL-RASYIDIN (STUDI ATAS SERIAL NOVEL MUHAMMAD KARYA TASARO GK)
Mohammad Rifai
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v4i2.589
ABSTRAK Kisah atau perjalanan dakwah Nabi Muhammad dan Khulafãu al-Rasyidîn merupakan proses pembangunan hukum syari’at Islam yang sampai sekarang ini diikuti oleh semua umat islam. Maka dari itu, kisah ini sangat penting dikomunikasikan, baik secara lisan atau pun tulisan.Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia yang menjadi instrumen untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi), pesan atau informasi yang ingin disampaikan. Dari itu, komunikasi memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia, sehingga dari berbagai jenis komunikasi yang dilakukan manusia, lahirlah model komunikasi.Tasaro GK merupakan salah seorang yang mengkomunikasikan kisah Nabi Muhammad dan Khulafãu al-Rasyidîn melalui tulisan: novel. Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan kisah Nabi Muhammad dan Khulafãu al-Rasyidîn dalam serial novel Muhammad karya Tasaro GK.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa model komunikasi yang digunakan Tasaro GK dalam merepresentasikan kisah Nabi Muhammad dan Khulafãu al-Rasyidîn yaitu komunikasi stimulus-respon, model komunikasi satu arah, model komunikasi dua arah, model komunikasi transaksi, model komunikasi ritual dan ekspresif, model komunikasi publisitas, serta model komunikasi resepsi.
ANALISA NILAI-NILAI DAKWAH DI WARUNG KOPI DUSUN SASAR DESA KAPEDI KECAMATAN BLUTO
Lailin Nikmah
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v4i2.582
AbstrakKeberadaan warung kopi di tengah-tengah masyarakat menjadi instrumen dalam menstimulasi kesadaran sosial dan formasi sebagai wujud penjelmaan dari kenyataan eksistensi bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa berada dalam kebersamaan dengan manusia lain ataupun dengan dirinya sendiri. Fenomena minum kopi dan menghabiskan waktu di warung kopi ini juga sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di pedesaan guna untuk mempererat tali silaturrahmi atau rasa solidaritas antar sesama. Warung kopi menjadi media bagi masyarakat untuk bertemu dan berbincang mulai dari masalah pribadi, sosial, agama, danpolitik. Warung kopi bukan lagi hanya sekedar tempat tongkrongan namun juga banyak sekali peristiwa penting yang berawal dari meja warung kopi dan menjadi ruang sosial tempat tukar-menukar informasi dan menyampaikan dakwah. Dalam hal ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriftif. Kata-kata, tindakan serta data tertulis dilapangan akan dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi yang semuanya dimasukan dalam catatan lapangan. Kemudian dilakukan analisis data tentang nilai dakwah di warung kopi ini melalui reduksi, kategorisasi, sintesisasi dan penyusunan hipotesis kerja terkait fukus penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Warung kopi adalah wadah bagi masyarakat sebagai tempat untuk menyambung tali silaturrahmi dan juga tempat berbagi informasi terbaru bahkan juga sebagai tempat berdiskusi dalam dakwah. Warung kopi adalah madrasah masyarakat yang mana dalam penyampain materi akan selalu berkesinambungan tidak perlu memakai absensi peresentase kehadirannya tak bisa di ragukan datang tanpa di undang bahkan selau konsisten dan tepat waktu. Para kiai aktif diwarung kopi dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya mempertahankan nilai-nilai keagamaan yang tumbuh ditengah-tengah masyarakat sebagai suatu wadah untuk mengikat silaturrahmi dan mempertahankan nilai-nilai keagamaan tetap berkembang. Seperti adanya silaturrahmi yang berkesinambungan, membudayakan saling menghormati antar setiap warga masyarakat, membudayakan sikap jujur di warung kopi bahkan membiasakan mengucapkan salam saat datang ataupun pergi dari warung kopi.
DAKWAH KH. D. ZAWAWI IMRON (METODE DAKWAH MELALUI SASTRA)
Faik Faik
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v5i2.583
Abstrak Hakikat dakwah adalah mengajak kepada jalan yang benar. Namun, pemahaman masyarakat umumnya mengartikan dakwah itu hanya sebagai aktivitas yang bersifat oral communication (tabligh) sehingga aktivitas dakwah lebih berorientasi pada kegiatan-kegiatan ceramah atau tabligh, padahal dakwah tidak mesti dicapai melalui kegiatan-kegiatan ceramah untuk mengajak kepada jalan yang benar, seorang da’i seharusnya mempunyai kompetensi berupa metodologi agar mampu memberikan penyadaran sehingga misi dakwah dapat tercapai secara efisien dan efektif..Aktivitas dakwah seharusnya diartikan lebih luas bukan hanya acara-acara keislaman. Karena di luar masjid, di luar pesantren itu banyak yang harus di sentuh rohaninya, salah satunya dengan sastra yang berbentuk puisi utuh bukan ceramah pada umumnya. Maka dari itu sebagai cerminan, peneliti disini akan memfokuskan tujuan dalam penelitian untuk mengetahui bagaimana dakwah KH. D. Zawawi Imron melalui sastra sebagai salah satu siraman rohani dan syiar islam dengan bait syairnya.Metode Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan tokoh teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan: 1). Pandangan dakwah menurut KH. D. Zawawi imron secara umum searah dengan hukum islam yang bermanfaat sebagai siraman rohani bagi pembacanya dan pendengarnya karena sastranya bernuansa religius tersimpan tentang keagamaan yang disampaikan dengan bahasa simbol yaitu puisi secara terucap maupun tertulis. 2). Berdasarkan tekhnik dalam penyampaian puisinya syairnya dapat disampaikan melalui lisan dan tulisan yang dari masing masing mempunyai keunikan tersendiri dalam menyampaikan pesanya, yaitu syairnya menjadi bumbu dikala bertausiyah dan ketika menulis puisi mengandung nilai keagamaan yang digambarkan dengan lukisan alam dan kejadian budaya sosial yang menjadi dasar dalam menulis kemudian dipadu dengan pengetahuan tentang keislaman sehingga puisi yang ditulis cenderung terhadap fenomena sosial dalam beragama 3). Keistimewaan sastra dan kelemahan yaitu aspek kehidupan menekankan aspek kelebihan jika bahasa ilmiah yaitu bahasa yang pas, beda dengan bahasa sastra menggelembung nuansanya susah ditangkap persis karena menggunakan bahasa simbol tapi keindahanya terasa dan meresap pada jiwa maknanya susuah ditangkap. Itu semua bukan kekurangan akan tetapi sebuah tantangan agar dakwah dengan sastra dapat menjadi dakwah yang strategis.
STRATEGI DAKWAH MELALUI RADIO (Studi Terhadap Program Hikmah Fajar di Radio Swara Dakwah Al-Amien)
Moh Yunus;
Tawvicky Hidayat
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v5i2.586
Da'wah is an iltizam that every Muslim should do. In this case, da'wah should be able to provide solutions to the problems faced by humans, as well as the methods presented in accordance with the situation and conditions of honey. It shows that there is a special strategy to convey da'wah so that the object of da'wah can receive the content of the message of dakwah well. Where radio, is one of the media that is very urgent in delivering the message of da'wah done by dai to his honey. Radio with all its advantages can be reached by various layers of society, both upper and lower, or who are educated or not literate. Related to that, the radio that became the object of this research is Radio Swara Da'wah Al-Amien, especially the program of Wisdom Dawn. Where the program of wisdom dawn is a da'wah program that is carried out in the morning with the concept of lectures with the material conveyed in the form of actual events that occur in society and in accordance with the situation and conditions in society from the perspective of Islam.The problems raised in this research is how the Da'wah Strategy on the program of Hikmah Fajar in Radio Swara Dakwah Al-Amien which is evidenced in two focuses of research are: 1. Researcher Want to know the Strategy of Da'wah on the program of Hikmah Dawn in Radio Swara Dakwah Al-Amien 2. then the researcher Want to know constraints faced during the process of broadcasting the program Hikmah Dawn in Radio Swara Dakwah Al-Amien.To find out more about it, the researcher uses a qualitative field approach. The method of data collection used is the method of interviewing, observation, and documentation. From this method then researchers though and analysis to obtain data or information. The subjects of this study researchers took from the Radio Manager Swara Dakwah Al-Amien, Dai Fajar Morning program, and listeners of the program Hikmah Dawn. For the validity of the data the researcher uses triangulation with two ways: comparing the observation data with the result of interview with triangulation between method that is comparing the state and perspective of someone with various opinions and views of others.From the data obtained, the researchers found that the Da'wah Strategy on the program of Wisdom Dawn in Radio Swara Dakwah Al-Amien covers five principles, namely: philosophical, ability and expertise, sociological, psychological, effectiveness and efficiency. While the obstacles encountered during the process of broadcasting the program Hikmah Dawn in Radio Swara Dakwah Al-Amien namely: Professional Dai and Technical error.
TRADISI KOMUNIKASI DI PESANTREN (Studi tentang Model Komunikasi Kiai dengan Santri dalam Perspektif Komunikasi Intrabudaya di Pondok Pesantren As-Sulthaniyah Banyuates Sampang)
Ahmad Zulfikar Ali
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v6i1.688
Komunikasi sebagai suatu proses mengandung arti bahwa kegiatan komunikasi itu berlangsung secara beruntun serta berkaitan antara satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu. Implikasi dari terjadinya komunikasi adalah adanya model komunikasi yang selalu menyertai tindak komunikasi.Penelitian ini mendeskripsikan model komunikasi kiai dengan santri. Pesantren sebagai sub-budaya yang spesifik mempunyai tata nilai yang berbeda dengan budaya dominan yang berkembang di masyarakat sekitarnya. Tata nilai tersebut membentuk homogenitas prilaku dan sikap yang berkembang di lingkungan pesantren.Fenomena model komunikasi di Pesantren As-Sulthaniyah dideskripsikan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini fokus pada model dan proses perilaku komunuikasi sebagai salah satu bagian dari sistem budaya, yang berfungsi di dalam keseluruhan konteks budaya.Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses komunikasi yang terjadi antara kiai dan santri di pondok pesantren As-Sulthoniyah Banyuater Sampang terjadi pada tahap yang berbeda, yaitu tahap ankulturasi, tahap akulturasi, dan tahap asimilasi. Adapun model komunikasi yang terjadi di pesantren As-Sulthoniyah dapat dikelompokkan dalam model Komunikasi Transaksi, Model Komunikasi Ritual dan Ekspresif, Model Komunikasi Publisitas, Model Komunikasi Resepsi.
KOMUNIKASI EFEKTIF (STUDI PEMIKIRAN WAHBAH AZ-ZUHAILI DALAM TAFSIR AL-MUNIR)
Zumrodi Zumrodi
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v6i1.689
Manusia adalah makhluk sosial, oleh karena itu butuh berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia yang lain. Namun tidak semua manusia bisa berkomunikasi dengan baik. Al-Qur’an merupakan kitab petunjuk yang mengatur segala aspek kehidupan manusia yang termasuk di dalamnya tentang komunikasi. Penelitian ini ingin mengeksplorasi pemikiran Wahbah Az-Zuhaili tentang komunikasi efektif dalam tafsir “Al-Munir” yang difokuskan pada penafsiran term : qaulan baligha, qaulan ma’rufa, qaulan karima, qaulan sadida dan qaulan maisura. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode kualitaf deskriptif dan analisis konten (content analysis). Adapun sumber datanya meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primernya kitab tafsir Al-Munir, sedangkan sumber data sekunder meliputi: kitab-kitab tafsir, jurnal dan berbagi buku yang ada relevansinya. Adapun temuan-temuannya: pertama, qaulan baligha adalah kata-kata yang dapat berpengaruh dalam hati. Kedua, qaulan ma’rufa adalah kata-kata yang patut, benar dan baik. Ketiga, qaulan maisura adalah kata-kata yang pantas dan lembut. Keempat, qaulan sadida, adalah kata-kata yang benar dan lurus. Kelima, qaulan layina adalah kata-kata lembut. Keenam, qaulan kariman adalah kata-kata yang baik disertai penghormatan pada penerima pesan.Kata Kunci : Wahbah, Komunikasi Efektif.
TELAAH PEMETAAN HADIS BERDASARKAN KUANTITAS SANAD
Moh. Jufriyadi Sholeh
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v6i1.700
ABSTRAK: hadis-hadis Nabi mulai dibukukan oleh para ulama pada abad ke satu hijriah atas gagasan khalifah Umar bin Abdil Aziz. Pada abad kedua dan ketiga hijriah para ulama melakukan pembukuan besar-besaran terhadap hadis-hadis Nabi, sehingga kitab-kitab induk hadis yang menjadi rujukan primer dalam kajian hadis merupakan hasil pembukuan para ulama pada kedua abad tersebut. Dilihat dari jarak waktu antara masa Rasulullah sebagai pemilik hadis dan masa para ulama yang membukukan hadis-hadis beliau, tentunya ada mata rantai periwayatan karena penulis yang membukukan hadis tidak semasa dengan beliau. Dari banyaknya para ulama yang membukukan hadis dengan jalur periwayatan mereka masing-masing, maka sebuah hadis bisa jadi memilki dua , tiga, empat, lima jalur sanad atau lebih, walaupun dalam faktanya juga ada yang hanya memiliki satu jalur sanad. Dari fakta ini, para ulama hadis melakukan pemetaan macam-macam hadis ditinjau dari kuantitas sanad atau banyak tidaknya jalur sanad yang dimiliki. Pemetaan hadis berdasarkan kuantitas sanad sangat urgen dalam kajian kualitas hadis, karena kualitas sebuah hadis juga banyak yang ditentukan bedasarkan kuantitas sanad yang dimilikinya. Dari pemetaan yang dilakukan oleh ulama menyatakan bahwa hadis dilihat dari kuantitas sanad secara garis besar dibagi dua yaitu, hadis mutawatir dan ahad. Hadis mutawatir adalah hadis yang memiliki jalus sanad yang sangat banyak, sedangkan hadis ahad adalah hadis yang memiliki jalur sanad yang lebih sedikit. Apabila memiliki tiga jalur sanad tiga atau lebih selama tidak sampai pada batas mutawatir maka hadis ahad tersebut dikenal dengan hadis masyhur, kalau memiliki dua jalur sanad diistilahkan dengan hadis aziz dan kalau hanya memiliki satu jalur sanad saja maka dikenal dengan hadis gharib.
METODE KESHAHIHAN HADITS “AL-MUSTADRAK” DALAM KITAB AL-MUSTADRAK ‘ALA SHAHIHAIN
Mohammad Fattah;
Muridatul Qutsiyah;
Indri Maryani
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v4i1.701
This research article examines the method of authenticity of the hadith "al-mustadrak" in the book of al-mustadrak 'ala sahihain. The research method used is the library research method, namely research carried out through collecting data or scientific writings that are literary in nature to solve a particular problem or study. The focus and purpose of this research is to know and describe a brief biography of Imam al-Hakim Al-Naysaburi, and to know the method of authenticity of the hadith "al-mustadrak" in the book of al-mustadrak 'ala sahihain. The results of the study show that first, Imam al-Hakim Al-Naysaburi is a person who studies hadith which in the course of his life which lasted for approximately 84 years, al-Hakim has made many contributions in the field of hadith through his monumental work al-Mustadrak 'ala Shahihain. Second, in determining the validity of the hadith, al-Hakim uses a pure method of ijtihad reasoning and divides the concept of ijtihad into four points of view, namely: (1) judging from the criteria for the validity of the hadith; (2) seen from the classification of hadith; (3) seen from the approach of sanad and matan status; and (4) seen from the standard of determining the validity of the hadith.