cover
Contact Name
Teguh Ansori
Contact Email
teguhanshory586@gmail.com
Phone
+6281231445793
Journal Mail Official
jcd@insuriponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Batara Katong No 32 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Community Development and Disaster Management
ISSN : -     EISSN : 28081390     DOI : https://doi.org/10.37680/jcd
Core Subject : Economy, Social,
Journal of Community Development and Disaster Management menerbitkan artikel dari hasil kajian literatur dan penelitian lapangan yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat dan penanggulangan bencana. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan tempat bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan karya asli tentang penelitian dan pelibatan komunitas. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik kajian sosial dan kebencanaan: Pemberdayaan Masyarakat Pembangunan dan Kebijakan Sosial Kesejahteraan Sosial Sosial Budaya dan Lingkungan Hidu Manajemen Kebencanaan Pembangunan Pasca Bencana Teknologi Tepat Guna Kewirausahaan
Articles 180 Documents
Tinjauan Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat Di Kampung Nelayan Sungailiat Kepualauan Bangka Belitung Rizki Maulana, Ali; Nita Anggi Felisha2
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v7i2.7706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi di Kampung Nelayan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kampung ini merupakan komunitas pesisir yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Dalam konteks modernisasi dan perkembangan teknologi, masyarakat nelayan menghadapi berbagai tantangan seperti ketidakpastian hasil tangkapan, rendahnya tingkat pendidikan, kerusakan lingkungan laut, serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap nelayan aktif, nelayan tidak aktif, serta tokoh lingkungan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial dan ekonomi masyarakat nelayan berjalan lambat namun menunjukkan adaptasi bertahap, terutama melalui kegiatan diversifikasi ekonomi seperti pengolahan hasil tangkapan, usaha mikro, jasa wisata lokal, serta budidaya laut. Keberadaan koperasi dan kelompok usaha bersama mulai terbentuk sebagai bentuk respons kolektif terhadap tantangan ekonomi. Selain itu, masyarakat menunjukkan kohesi sosial yang tinggi meskipun berasal dari latar belakang etnis yang beragam. Rendahnya tingkat pendidikan menjadi hambatan utama dalam mengadopsi inovasi teknologi, namun kekuatan budaya lokal, gotong royong, dan kearifan tradisional menjadi potensi besar dalam upaya pemberdayaan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor dalam mendorong transformasi sosial-ekonomi di komunitas nelayan
Dakwah Bil Hal Melalui Hijab Mahasiswi Insuri Ponorogo Tahun 2017 Suwanti, Suwanti
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 2 No. 2 (2020): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v2i2.1022

Abstract

Abstrak Menutup aurat bagi seorang muslimah adalah kewajiban, Pakaian adalah salah satu kebutuhan dasar/ hidup manusia melalui pakaian simbol-simbol budaya manual. Hijab bagian dari pakaian, hijab awalnya merupakan sebuah kewajiban agama namun kini terjadi pergeseran makna dan memandang hijab. Penelitian ini mengangkat masalah hijab ditinjau dari prespektif dakwah, khususnya pandangan mahasiswi INSURI Ponorogo terhadap hijab. penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi.dari penelitian yang dilakukan bahwa tren hijab memang dirsa karena pengarus dari salah satu tokoh. Selain itu juga karena memang menjadi kewajiban oleh setiap muslim. Pengaruh dari tokoh ini yang lebih mendominasi dari adanya hijab. Hal ini disebutkan karena ingin meniru gaya tokoh tersebut. Kata kunci: Dakwah Bil hal, Hijab Mahasiswi, tokoh abstract Covering the genitals for a Muslim woman is an obligation. Clothing is one of the basic needs of human life through manual cultural symbols clothing. Hijab is part of clothing, hijab was originally a religious obligation but now there is a shift in meaning and view of hijab. This study raises the issue of hijab in terms of the perspective of da'wah, especially the views of INSURI Ponorogo students on hijab. This study uses a phenomenological approach. From the research conducted, the hijab trend is indeed felt because of the influence of one of the characters. In addition, because it is an obligation by every Muslim. The influence of this figure is more dominating than the hijab. This is mentioned because they want to imitate the character's style. Keywords: Bil Hal's Da'wah, Student Hijab, figures
Penerapan Metode Dakwah Mauidzoh Hasanah Dalam Pembinaan Akhlak Santri Pondok Pesantren Sendang Drajat Jambon Ponorogo Tahun 2017 Samitun, Samitun
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 2 No. 2 (2020): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v2i2.1023

Abstract

Abstract Islam is da’wah. The meaning religion always encourage followers to always do da’wah actively, even back and forth Muslim are highly dependent and closely related to the activities of da’wah that he did. Cause the holy Qur’an says the activity da’wah with Ahsanu Qaula. With the other word can we conclude by da’wah is potition in the hall and happiness to the best Moslim religion. This article report from research, with some problem : How to doing da’wah at the Sendang Drajat Islamic Boarding School Jambon Ponorogo 2017?, What the method to make da’wah at the Sendang Drajat Islamic Boarding School Jambon Ponorogo 2017?, How to implement da’wah Mauhidzah Hasanah to guidance of santri morality at Sendang Drajat Islamic Boarding School 2017?. This research doing according kualitatif at education of religious, with procedure data collection by tecnic observer, interview, and documentation. Data in collection concerned with problematic teacher in process studying is dianalysis with descriptive kualitative to use concept is given from Miles and Huberman as data reduction, data presentation, anf conclution. Grounded of analysis data providable conclution : Implement da’wah at the Sendang Drajat Islamic Boarding School Jambon Ponorogo covers some institution social, Islamic boarding school has played an important role in several countries. In carrying out moral character of santri Sendang Drajat Islamic Boarding School, the boarder of the lodge use method al-mauhidzah hasanah because having searched the Mau’idzah Hasanah is contains a word into heart with loving full and into feeling with full of tenderness, don’t dismantle or expose the faults of others because of the gentle weakness in advising always can to melt a hard heart and tame a wild heart. Method is often to use mauhidzah hasanah with purpose to give advice with tenderness. This hope santri can accept advices from father in the boarding. The step for to implementation method da’wah mauhidzah hasanah to guidance character santri at Islamic Boarding School calling santri problem and giving a punishment to not repeat the false again. And then to give punishment to get the best. Key word Method Da’wah, Morality Guidance
Strategi Dakwah Islam Pengurus Jama’ah Pengajian Rutin Malam Sabtu Kliwon Di Dusun. Kresek, Desa. Pandak, Kec. Balong, Kab. Ponorogo Rivai, Muh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 2 No. 2 (2020): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v2i2.1024

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian strategi dakwah islam jama’ah pengajian rutin setiap malam sabtu kliwon Dusun Kresek Desa Pandak untuk mengetahui bagaimana strategi dakwah para da’i khususnya dan para pengurus jama’ah yang dituntut menyesuaikan keadaan masyarakat yang semakin berkembang, rumusan masalah penelitian sebagai berikut : Apa strategi yang digunakan jama’ah pengajian rutin malam sabtu kliwon untuk menyebarkan agama Islam di Dusun Kresek Desa Pandak. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sosiologis dengan dengan melakukan observasi partisipan dan wawancara sebagai metode dalam pengumpulan data. Sedangkan metode kualitatif diskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik sumber data langsung, deskriptif bersifat triangulation yaitu teknik pemeriksaan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain sebagai perbandingan diluar data yang ditemukan, pengambialan subyek di Dusun Kresek Desa Pandak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi dakwah jama’ah pengajian rutin setiap malam sabtu kliwon Dusun Kresek Desa Pandak dalam mensyi’arka Islam yang dituntut untuk menyesuaikan dengan faktor keberagaman masyarakat dan perkembangan Zaman yang semakin maju, baik dari segi politik, ekonomi, pendidikan, budaya dan sebagainya, mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kelancaran proses Dakwah Islam. Mulai dari subyek dakwah, obyek dakwah, materi, metode, dan media dakwah harus menggunakan strategi yang benar-benar sesuai keadaan masyarat sekarang. Kata Kunci : Dakwah Islam, Jama’ah Pengajian, Rutinan Abstract The purpose of the research on Islamic da'wah strategies for the congregation's regular recitation every Saturday night, Kliwon Kresek, Pandak Village, is to find out how the da'i strategy of the da'i in particular and the congregation's administrators are required to adapt to the growing conditions of society, the formulation of the research problem is as follows: What is the strategy used by the congregation for the regular Saturday night recitation of Kliwon to spread Islam in the Kresek Hamlet, Pandak Village. In this study, the authors used a sociological approach by conducting participant observation and interviews as a method of data collection. While descriptive qualitative methods are used to determine the characteristics of direct data sources, descriptive triangulation is a technique of examining data by utilizing something else as a comparison outside of the data found, taking subjects in Dusun Kresek, Pandak Village. The conclusion of this research is the strategy of preaching the congregation's regular recitation every Saturday night, Kliwon Dusun Kresek, Pandak Village in mensyi'arka Islam which is required to adapt to the diversity factor of society and the development of an increasingly advanced era, both in terms of politics, economy, education, culture. and so on, have a very large influence on the smooth process of Islamic Da'wah. Starting from the subject of da'wah, the object of da'wah, materials, methods, and media of da'wah must use a strategy that really fits the current state of society. Keywords: Islamic Da'wah, Study Congregations, Routines
Nilai Dakwah Dalam Tradisi Maulid Nabi Muhammad Saw Pada Jama’ah Masjid Al – Huda Desa Karang Joho Kecamatan Badegan Fatmawati, Fenti
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 2 No. 2 (2020): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v2i2.1025

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian nilai dakwah dalam tradisi maulid nabi jama’ah masjid al huda untuk mengetahui bagaiman pelaksanaan tradisi maulid nabi dan nilai dakwah apa saja yang terkandung di dalam tradisi tersebut, ta’mir masjid yang bertanggung jawab atas pelaksanaan mauid nabi tersebut harus mengetahui bagaiman alatar belakang jama’ah masjid al huda, agar pelaksanaan maulid nabi tudak hanya sekedar agenda tahunan bagi mereka. Melalui hal itu pelaksanaan maulid nabi lebih mengesankan dan mempunyai kesan baik pada jam’ah masjid al huda, hal ini tentunya adanyaa nilai yang terkandung didalamnya Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sosiologis dengan melakukan observasi partisipisan dan wawancara sebagai metode utama pengumpulan datanya. Sedangkan metode yang digunakan kualitatif diskriptif yang memiliki karakteristik sumber data langsung, deskriptif .bersifat triangulation yaitu teknik pemeriksaan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain sebagai pembanding diluar data yang ditemukan, pengambilan subjek di lingkungan jama’ah masjid al huda.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Latar belakang pendidikan dan minimnya wadah informasi pada waktu itu yang membuat para jama’ah kurang memahami atau memaknai dengan baik maulid nabi sebenarya. melalui hal hal yang kecil dalam pelaksanaan maulid nabi di lingkungan masjid al huda membuat jamaah lebih mengambil nilai di dalamnya, kesederhanaan ambengan (makanan) misalnya. Dan melalui susunan acara maulid nabi ini pula jamaah masjid al huda dapat mengambil nilai dakwah yang kemudian dapat di aplikasikan dalam kehidupan nyata. Nilai dakwah tersebut antara lain nilai keagamaan, nilai pengetahuan, nilai solidaritas, nilai ekonomi dan nilai kesenian. Nilai nilai tersebut terkandung dalam susunan acara maulid nabi jamaah masjid al huda desa karang joho kecamatan badegan Kata Kunci : Nilai Dakwah, Maulid Nabi , Masjid Al – Huda Abstract The purpose of researching the value of da'wah in the tradition of the Prophet Jama'ah Jama'ah Masjid Al Huda is to find out how the Maulid Nabi tradition is carried out and what da'wah values ​​are contained in the tradition. behind the Al Huda mosque congregation, so that the implementation of the Prophet's birthday is not just an annual agenda for them. Through this, the implementation of the Prophet's birthday is more impressive and has a good impression on the congregation of the Al Huda mosque, this is of course the value contained therein. In this study the author uses a sociological approach by conducting participatory observations and interviews as the main method of data collection. While the method used is descriptive qualitative which has the characteristics of direct data sources, descriptive. Triangulation is a technique of examining data by utilizing something else as a comparison outside of the data found, taking the subject in the environment of the Al Huda mosque congregation. The conclusion of this study is Background The background of education and the lack of information containers at that time made the congregation not understand or properly interpret the real prophet's birthday. through small things in the implementation of the Prophet's birthday in the Al Huda mosque environment, the congregation takes more value in it, the simplicity of ambengan (food) for example. And through this arrangement of the Prophet's birthday, the Al Huda mosque congregation can also take the value of da'wah which can then be applied in real life. The da'wah values ​​include religious values, knowledge values, solidarity values, economic values ​​and artistic values. These values ​​are contained in the arrangement of the birthday of the Prophet Jama'at Al Huda Mosque, Karang Joho Village, Badegan District Keywords: Value of Da'wah, Maulid Nabi, Masjid Al-Huda
Strategi Negosiasi Masyarakat Muslim Pedesaan Atas Tradisi Perkawinan Lusan (Studi Kasus Di Desa Duri Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo) Musthofa, Arifin; Dwijayanto, Arik
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 2 No. 2 (2020): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v2i2.1028

Abstract

The custom of prohibiting marriage after marriage has become its own dynamic, especially for the current generation. However, the ban on the customary marriage after marriage can still be implemented with several efforts and alternatives that are in accordance with applicable customs. This is the background of this research. The purpose of this study is to find out the rationalization/reasons of the people of Duri Village in carrying out the tradition of marriage after marriage, to describe the practice of marriage after marriage in Duri Village, Slahung District, Ponorogo Regency, to analyze the strategy in carrying out the marriage after marriage, and to be able to carry out the marriage without any obstacles. Data collection techniques in this study by interview, observation, documentation. Data analysis techniques in this study using data reduction, data presentation, drawing conclusions / verification. The results of this study indicate that the prohibition of late marriage in Duri Village is still firmly held by the community. However, the practice of marriage after marriage is carried out in the presence of ruwatan. As a negotiation strategy regarding the existence of marriages, the community held a ruwatan to find children, there was no female guardian, there was no term besanan. Keywords: Negotiation Strategy, Rural Muslim Community, Tradition, Marriage.
Peran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya dalam Membentuk Keluarga Sakinah para Tunagrahita Qomariah, Siti; Ansori, Teguh
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 3 No. 2 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v3i2.1031

Abstract

Abstrak Desa merupakan unit pemerintahan terkecil yang mewujudkan pembangunan melalui pemberdayaan yang memiliki konsep dan tahapan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat dimulai dari komponen terkecil yaitu keluarga. Dalam kehidupan berkeluarga terdapat setiap fungsi dan tanggung jawab setiap anggota keluarga untuk mencapai kehidupan yang harmonis. Keluarga memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan perjalanan kehidupan yang berbeda pula. Maka dari itu penelitian ini membahas tentang fenomena yang ada di Dusun Tanggungrejo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo tentang masyarakat tunagrahita yang diberdayakan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Pemberdayaan ini memiliki peran dalam membentuk keluarga sakinah para tunagrahita. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan memperhatikan teori Fungsinalisme Struktural oleh Talcott Parson yang menganalogikan bahwa masyarakat seperti halnya makhuk hidup yang terus tumbuh dan melihat empat fungsi imperatif AGIL dalam menganalisis tatanan sosial. Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya di Dusun Tanggungrejo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo merupakan tempat pemberdayaan masyarakat tunagrahita dan masyarakat miskin. Kegiatan yang dilakukan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya adalah pemberdayaan di bidang keterampilan dan bidang peternakan. Masyarakat tunagrahita merupakan masyarakat yang memiliki keterbatasan intelektual yang menyebabkan mereka berada pada kondisi dibawah normal. Masyarakat tunagrahita yang ada di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya merupakan tunagrahita dengan kategori ringan dan sedang. Keluarga tunagrahita dapat memenuhi kebutuhan pokok anggota keluarga dengan penghasilan dari pemberdayaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Keluarga sakinah para tunagrahita dapat terwujud melalui pembinaan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Harapan Mulya. Kata Kunci: Peran, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Keluarga sakinah Abstract The village is the smallest government unit that realizes development through empowerment which has concepts and stages aimed at the welfare of the community. In realizing the welfare of society, it can be started from the smallest component, namely the family. In family life there are every function and responsibility of each family member to achieve a harmonious life. Families have different characteristics with different life journeys. Therefore, this study discusses the phenomena that exist in the Hamlet of Responsibilities, Karangpatihan Village, Balong District, Ponorogo Regency about the mentally retarded community who are empowered through the Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya. This empowerment has a role in forming a sakinah family for the mentally retarded. This research is a qualitative research by paying attention to the theory of Structural Functionalism by Talcott Parson which makes an analogy that society is like a living being that continues to grow and sees the four imperative functions of AGIL in analyzing social order. The Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya in the Hamlet of Responsibilities, Karangpatihan Village, Balong District, Ponorogo Regency is a place for empowering mentally retarded and poor communities. Activities carried out through the Social Welfare Institution (LKS) Rumah Harapan Mulya are empowerment in the field of skills and the field of animal husbandry. The mentally retarded community is a society that has intellectual limitations that cause them to be in a below normal condition. The mentally retarded community in the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS) is mentally retarded with mild and moderate categories. Mentally retarded families can meet the basic needs of family members with income from empowerment at the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS). The sakinah family of the mentally retarded can be realized through guidance from the Rumah Harapan Mulya Social Welfare Institution (LKS). Keywords: Role, Social Welfare Institution, Sakinah Family
PERAN PESANTREN AL-BUKHORI PONOROGO DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS MASYARAKAT MUSLIM PEDESAAN MELALUI PENCAK SILAT NAHDLATUL ULAMA' PAGAR NUSA GASMI Muslih, Ahmad
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 3 No. 2 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v3i2.1032

Abstract

Abstrak Fenomena perubahan sosial-keagamaan yang terjadi di dukuh Pilang, desa Tulung, kecamatan Sampung kabupaten Ponorogo karena adanya peran pesantren Al-Bukhori Ponorogo dalam meningkatkan religiusitas dan spirirualitas masyarakat muslim melalui pencak silat NU Pagar Nusa Gasmi. Perubahan tersebut tidak merubah kondisi fisik di lingkungan sekitar tetapi karena ada keterkaitan kegiatan-kegiatan Pencak Silat NU Pagar Nusa GASMI dengan masyarakat muslim yang berpengaruh terhadap kehidupan religiusitas dan spiritualitas yang secara langsung atau tidak langsung membawa dampak tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Analisis penelitian menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens yang menjelaskan konsep agen dan struktur, ruang dan waktu serta hubungan struktur dengan praktik sosial. Metodologi peneltian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data menggunakan observasi yakni mengamati kondisi lingkungan sekitar pesantren Al-Bukhori Ponorogo dan berbagai praktik sosial-keagamaan agen yang berkaitan dengan konteks penelitian, wawancara terhadap informan utama dan tambahan serta berbagai dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat tiga orang agen dari masyarakat di dukuh Pilang yang mengawali perubahan dengan kesadaran diskursifnya. Perannya dalam perubahan sosial dengan sosialisasi, pemberian materi dan berkoordinasi. Struktur berasal dari masyarakat tersebut beserta praktik sosial-keagamaan sesuai kesadaran praktis dan diskursifnya, peran Pemda Ponorogo dan pemerintah desa Tulung melalui kebijakan strukturalnya. Hubungan antara agen dengan struktur terjadi melalui skema dominasi (penguasaan agen terhadap struktur), signifikansi (ajakan agen pada struktur) dan legitimasi (pembenaran atas upaya agen oleh struktur). Kata kunci: peran pesantren, pagar nusa gasmi, religiusitas, strukturisasi perubahan sosial. Abstract The phenomenon of socio-religious change that occurred in Pilang hamlet, Tulung village, Sampung sub-district, Ponorogo district was due to the role of the Al-Bukhori Ponorogo Islamic boarding school in increasing the religiosity and spirituality of the Muslim community through the NU Pagar Nusa Gasmi pencak silat. These changes do not change the physical conditions in the surrounding environment, but because there is a connection between NU Pagar Nusa GASMI's Pencak Silat activities with the Muslim community which has an effect on religious life and spirituality which directly or indirectly brings its own impact in social life. The research analysis uses Anthony Giddens' structuration theory which explains the concept of agency and structure, space and time and the relationship of structure to social practice. The research methodology uses a descriptive qualitative approach and data collection uses observation, namely observing environmental conditions around the Al-Bukhori Ponorogo Islamic boarding school and various socio-religious practices of agents related to the research context, interviews with key and additional informants and various documentations. Based on the results of data analysis, it shows that there are three agents from the community in Pilang hamlet who initiated the change with their discursive awareness. Its role in social change is by socializing, providing materials and coordinating. The structure comes from the community along with socio-religious practices according to their practical and discursive awareness, the role of the Ponorogo Regional Government and the Tulung village government through their structural policies. The relationship between the agent and the structure occurs through the scheme of domination (the agent's control over the structure), significance (the agent's invitation to the structure) and legitimacy (justification for the agent's efforts by the structure). Keywords: the role of pesantren, the fence of Nusa Gasmi, religiosity, structuring social change.
Peran Pondok Pesantren Dalam Melestarikan Tradisi Barzanji (Studi Kasus Pondok Pesantren Darussalam Pucang Kradinan Dolopo Madiun) Ibrahim, Ahmad; Wathoni, Syamsul
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 3 No. 2 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v3i2.1033

Abstract

Abstrak Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para santrinya tinggal secara bersama dan belajar di bawah asuhan dan bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya pemeluk agama islam. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya tradisi dan budaya islam nusantara yang ada dalam masyarakat kita saat ini. Terdapat bermacam-macam tradisi, salah satunya yaitu pembacaan kitab Maulid Al-Barzanji. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh simpulan bahwa Pelaksanaan pembacaan kitab Maulid Al-Barzanji tidak hanya di lingkup pondok, tetapi juga bersama dengan warga masyarakat sekitar pondok pesantren. Peran pembaacaan Maulid Al-Barzanji sebagai media untuk mengimitasi dan menauladani akhlak dan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Dimana Nabi Muhammad SAW yang mempunyai sifat shiddiq, amanah, tabligh, fathonah. Kemudian media kultural barzanji memiliki peran untuk menyatukan dan mempererat masyarakat, baik nasionalisme, rasa persatuan, dan juga ukhuwah islamiyah sehingga terjadi persatuan antara pondok pesantren dengan masyarakat dan juga antara pondok peantren dengan organisasi Nahdlatul Ulama beserta Banomnya. Kata Kunci : Pesantren, Tradisi, Al-Barzanji Abstract Pesantren is a traditional education in which the students live together and study under the care and guidance of a teacher who is better known as a kyai and has a dormitory for students to stay. Indonesia is a country where the majority of the population is Muslim. This can be seen from the many Islamic traditions and cultures of the archipelago that exist in our society today. There are various traditions, one of which is the reading of the book of Maulid Al-Barzanji. Based on the results of data analysis, it was concluded that the implementation of reading the book of Maulid Al-Barzanji was not only in the scope of the boarding school, but also with the community around the Islamic boarding school. The role of reading Maulid Al-Barzanji as a medium for imitating and imitating the morals and characteristics of the Prophet Muhammad. Where is the Prophet Muhammad SAW who has the characteristics of Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah. Then the Barzanji cultural media has a role to unite and strengthen the community, both nationalism, a sense of unity, and also ukhuwah Islamiyah so that there is unity between Islamic boarding schools and the community and also between Islamic boarding schools and the Nahdlatul Ulama organization and its Banom. Keywords: Islamic Boarding School, Tradition, Al-Barzanji
Peran Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Mukti Wibawa Ponorogo dalam Membentuk Life Skill Anak Asuh Melalui Pelatihan Kewirausahaan Sungkono, Sungkono; Khotimah, Khusnul
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 3 No. 2 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v3i2.1050

Abstract

Anak sebagai pejuang masa depan bangsa serta turut menentukan kelangsungan hidup dan kejayaan suatu bangsa dimasa yang akan datang, sebagai generasi muda penerus cita-cita, perjuangan bangsa dan juga insan pembangunan nasional. Anak merupakan aset utama dan tumbuh kembang anak sejak dini adalah tanggung jawab keluarga, masyarakat dan negara. Namun dalam proses tumbuh kembang anak banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik biologis, psikis, sosial, ekonomi maupun kultural yang menyebabkan tidak terpenuhinya hak-hak anak tersebut. Perjalanan hidup seorang anak tidak selamanya berjalan dengan mulus. Beberapa anak dihadapkan pada pilihan yang sulit bahwa individu harus berpisah dari keluarga karena suatu alasan, menjadi yatim, piatu atau yatim-piatu bahkan mungkin menjadi anak terlantar. Oleh sebab itu, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Mukti Wibawa memiliki peranan yang sangat penting dalam menyiapkan anak asuh (yatim dan dhuafa) untuk dibekali dengan pendidikan kecakapan hidup (life skills) dengan harapan setelah beranjak dewasa mereka dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Hal tersebut menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian dengan cara yaitu pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Pada Subjek penelitian menggunakan teknik analisis data melalui ketua, pengasuh dan pengajar di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Mukti Wibawa Ponorogo. Dalam menganalisa data peneliti menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang didapat adalah LKSA Mukti Wibawa Ponorogo memberikan pelatihan kewirausahaan kepada anak asuh (yatim dan dhuafa) dalam membentuk life skill-nya. Dalam menyukseskan tujuannya tersebut LKSA Mukti Wibawa Ponorogo memberikan program life skill yang berbentuk soft skill (nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan dan pengembangan kepribadian) dan hard skill (menjahit, pembuatan roti/kue dan pembuatan tas berbahan baku plastik). Dengan adanya kegiatan-kegiatan life skill tersebut diharapkan dapat memberikan efek positif pada masa depan mereka

Page 11 of 18 | Total Record : 180


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management Vol 7 No 1 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Community Development and Disaster Management Vol 6 No 2 (2024): Journal of Community Development and Disaster Management Vol 6 No 1 (2024): Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Community Development and Disaster Management Vol 5 No 2 (2023): Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Community Development and Disaster Management Vol 5 No 1 (2023): Journal of Community Development and Disaster Management Vol 4 No 2 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 4 No. 1 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management Vol 4 No 1 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management Vol 3 No 2 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 3 No. 2 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 3 No. 1 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management Vol 3 No 1 (2021): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 2 No. 2 (2020): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management Vol 2 No 2 (2020): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management Vol 2 No 1 (2020): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management Vol 1 No 2 (2019): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management Vol 1 No 1 (2019): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management More Issue