cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Karakteristik Responden Terhadap Status Obesitas Remaja: A Quasy Eksperiment Yetti R, Erni; Tombeg, Zadrak; J. Hadi, Anto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.837 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i1.1396

Abstract

Status gizi remaja sangat dipengaruhi karakteristik keluarga dan merupakan salah satu masalah gizi kesehatan masyarakat. Remaja merupakan kelompok yang rentang terhadap gizi yang berdampak pada peningkatan prevalensi penyakit degeneratif akibat gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik responden terhadap status obesitas remaja di Tana Toraja. Desain quasy eksperiment dilakukan pada 64 responden yang terdiri dari 32 kelompok intervensi dan 32 kelompok kontrol serta pengambilan secara simple random sampling dengan analisis chi-square dan mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden bermakna terhadap status obesitas remaja dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan diperoleh bahwa ada pengaruh karakteristik responden terhadap status obesitas remaja. Bagi responden agar memperhatikan remaja yang mengalami obesitas agar dapat menerapkan pola makan yang sehat.
Kajian Ketepatan dan Kepatuhan Penggunaan Masker Bagi Pembeli di Pasar Tradisional Surakarta: Compliance and Accuracy of the Use of Face Masks by Buyers in Surakarta Traditional Market Hartono, Hartono; Damayanti, Prashinta Nita; Amin, Muhammad Saiful
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.946 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1436

Abstract

Latar Belakang: Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam pemutusan rantai penularan Covid-19 melalui berbagai strategi dan kebijakan yang dikeluarkannya. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan penerapan protokol kesehatan, salah satunya adalah kewajiban penggunaan masker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan ketepatan penggunaan masker bagi pembeli di 5 pasar tradisional kota Surakarta sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan survey deskriptif kualitatif terhadap 5 pasar tradisional di kota Surakarta meliputi pasar Gede, Nusukan, Jongke, Kadipolo, dan pasar Sidodadi. Sampel penelitian diambil dengan random sampling sebanyak 500 responden pembeli di 5 pasar tradisional Surakarta. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pembeli yang berinteraksi dan melakukan transaksi di 5 pasar tradisional di Kota Surakarta sudah baik, karena 94,2 % pembeli taat menggunakan masker sebagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19. Namun tingkat ketepatan penggunaan masker masih kurang baik, karena dari 471 pembeli yang memakai masker hanya 43,3% yang menggunakan masker dengan tepat. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan penggunaan masker oleh pembeli di 5 pasar tradisional di Kota Surakarta masuk dalam kategori patuh, namun tingkat ketepatan penggunaan masker masih kurang baik.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Postpartum Blues di RS “Y” Bekasi : Factors Related To the Incidence of Postpartum Blues at “Y” Hospital Bekasi Purwarini, Justina; Armaya, Linco Deby
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.772 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1455

Abstract

Postpartum blues merupakan kesedihan atau kemurungan yang dirasakan oleh ibu setelah melahirkan yang berlangsung pada hari ke-3 sampai hari ke- 5 dalam 14 hari pertama setelah melahirkan. Gejala-gejala yang terjadi pada depresi postpartum diantaranya adanya tangisan singkat, perasaan kesepian atau ditolak, cemas, bingung, gelisah, letih, pelupa, tidak konsentrasi, dan tidak dapat tidur. Gejala yang muncul dapat menyebabkan ibu menjadi pasif dan mengabaikan bayinya serta ketidakseimbangan hormon karena cemas dan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas, pendidikan dan pekerjaan dengan kejadian postpartum blues di RS “Y” Bekasi. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 93 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Edinburgh postpartum depression scale (EPDS). Analisis data menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 2 variabel yang berhubungan yaitu paritas (p value = 0,013) dan pekerjaan (p value = 0,003) dan 2 variabel menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan yaitu usia (p value = 0,934) dan Pendidikan (p value = 0,274) dengan kejadian postpartum blues. Peran perawat diperlukan untuk dapat mendampingi ibu sehingga dapat beradaptasi dengan kondisi post-partumnya sehingga secara fisiologis dan psikologis ibu dapat menerima peran barunya dengan positif.
Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap di Rs Ibnu Sina Makassar Tahun 2016, 2017, dan 2018 (Melalui Pendekatan Barber-Johnson) Herawaty, Andi Sulfiani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.694 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1484

Abstract

Efisiensi pelayanan rawat inap di rumah sakit dapat dinilai dengan menggunakan empat parameter Grafik Barber-Johnson yang berkaitan dengan pemanfaatan tempat tidur yang tersedia di rumah sakit. Nilai indikator efisiensi Barber-Johnson di RS Ibnu Sina Makassar pada tahun 2016 hingga 2018 belum efisien. Tahun 2016 diperoleh nilai BOR 60%, LOS 4 hari, TOI 3 hari, BTO 55 kali, tahun 2017 diperoleh nilai BOR 52%, LOS 4 hari, TOI 4 hari, BTO 46 kali, dan tahun 2018 diperoleh nilai BOR 48%, LOS 4 hari, TOI 4 hari, BTO 46 kali. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pelayanan rawat inap di RS Ibnu Sina Makassar dan faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam kepada delapan informan yang terdiri dari wakil direktur pelayanan medik, kepala bidang peayanan medik, staf SPI,  kepala ruang di ruang rawat inap, tenaga rekam medis, pasien rawat inap, dan menggunakan data sekunder dari rumah sakit. Hasill penelitian dan diskusi menunjukkan bahwa berdasarkan Grafik Barber-Johnson, dari lima ruangan pelayanan rawat inap tidak ada ruangan yang dikategorikan telah efisien. Efisiensi pelayanan rawat inap di tiap ruangan RS Ibnu Sina Makassar belum efisien dikarenakan jumlah tempat tidur tidak sesuai dengan jumlah pasien yang dirawat dan hari rawatan yang rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pelayanan rawat inap di rumah sakit adalah kurang memadainya sarana dan prasarana terutama fasilitas penunjang medis, kondisi pasien, dan kebijakan di era-JKN yang ada. Kesimpulan RS Ibnu Sina Makassar pada tahun 2018 masih belum masuk ke dalam daerah efisien Grafik Barber-Johnson. Strategi yang dapat dilakukan dengan mengadakan realokasi tempat tidur yang tersedia, dan memperbaiki kondsi alat-alat penunjang pelayanan medis agar pelayanan rawat inap menjadi efisien.
Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur di Puskesmas S. Parman Kotamadya Banjarmasin Inayah, Husnul Khatimatun
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.263 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1485

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2016  sebesar 258.986 jiwa dengan laju pertambahan penduduk mencapai 3,24 juta jiwa pertahun. Upaya pemeruntah untuk menekan laju pertambahan penduduk dengan menurunkan jumlah kelahiran melalui program Keluarga Berencana dan penundaan umur pernikahan pertama. Metode Kontrasepsi yang paling diminati di adalah metode kontrasepsi jangka pendek yaitu suntikan (52,8%) dan pil (23, 77%). Pil merupakan metode kontrasepsi yang paling banyak menjadi penyumbang angka drop aut. Sedangkan Alat kontrasepsi dalam Rahim (IUD) (4,73%), Alat kontrasepsi jangka panjang yang kurang diminati. Puskesmas S. Parmam memiliki Akseptor KB aktif 645 orang, tahun 2018 yang menggunakan kontrasepsi pil sebanyak 305 orang, suntikan sebanyak 292 suntikan dan kondom sebanyak 48 orang, sedangkan IUD tidak ada. Tahun 2019 dari bulan Januari–Agustus dari 575 KB aktif yang menggunakan kontrasepsi pil 257 dan suntikan 282, kondom 38 orang dan IUD 1 orang. Pemakaian kontrasepsi dipengaruhi factor pengetahuan, Pendidikan dan dukungan suami. Tujuan penelitian Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi pada wanita usia subur di Puskesmas S. Parman kotamadya Banjarmasin. Jenis penelitian adalah analitik dengan  Rancangan yang  cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kunjungan akseptor KB selama 1 bulan dalam masa penelitian. Hasil penelitian didapatkan hubungan antara Pendidikan, pengetahuan dan dukungan suami dengan pemakaian kotrasepsi pada WUS di Puskesmas S.Parman Banjarmasin.
Prevalensi Anemia Defisiensi Besi pada Remaja Putri di Kota Langsa Mirani, Nanda; Syahida, Ayunin; Khairurrozi, Muhammad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.859 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1486

Abstract

Remaja putri berisiko lebih tinggi mengalami anemia karena masa pertumbuhan fisik, pematangan reproduksi, dan transformasi kognitif  yang menuntut makro dan mikronutrien tinggi termasuk zat besi. Pada tahun 2016 menunjukkan bahwa anemia mempengaruhi 33% wanita usia subur secara global yaitu sekitar 613 juta wanita berusia antara 15 dan 49 tahun. Prevalensi anemia pada perempuan usia 15 tahun atau lebih pada tahun 2013 adalah sebesar 22,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anemia defisiensi besi pada remaja putri di Kota Langsa dan faktor penyebabnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di SMA yang berada di Kota Langsa dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi logistik berganda. Penelitian ini menunjukkan prevalensi anemia defisiensi besi sebesar 33,7%, berdasarkan analisis uji regresi logistik berganda didapatkan variabel status gizi dan asupan makanan (protein) dengan nilai p (sig) < 0,05. Variabel yang paling dominan memiliki pengaruh terhadap kejadian anemia defisiensi besi pada remaja putri yaitu status gizi dengan p (sig) 0,001 <0,05 dan memiliki nilai Exp (B) = 19,183. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh faktor status gizi dan asupan makanan (protein) dengan kejadian anemia defisiensi besi pada remaja putri di Kota Langsa.  
Pengaruh Putih Telur Rebus terhadap Peningkatan Taksiran Berat Janin pada Ibu Hamil Trimester III di Kota Samarinda Fitriana, Fitriana; Fauziah, Fauziah; Pramardika, Dhito Dwi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.043 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1487

Abstract

Data tahun 2018 jumlah kasus ibu hamil dengan KEK di Klinik Kusuma sebanyak 18 orang, Klinik Sinar Sehat sebanyak 16 Orang, Klinik Kartika Jaya Sebanyak 20 orang. Protein sangat dibutuhkan untuk perkembangan buah kehamilan yaitu untuk pertumbuhan janin, uterus, plasenta. Protein yang dianjurkan untuk ibu hamil yaitu protein hewani, salah satunya berasal dari telur. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh putih telur rebus terhadap kenaikan taksiran berat janin pada ibu hamil trimester III. Penelitian dilakukan dengan memberikan putih telur rebus kepada ibu hamil yang memiliki taksiran berat janin tidak sesuai dengan usia kehamilan, sebanyak 4 butir perhari selama 2 minggu setelah itu diukur tinggi fundus uterinya. Jenis penelitian eksperimen dengan metode pre-experimental designs (nondesigns) atau quasi eksperimen. Hasil penelitian  diuji menggunakan Paired T-Test. Hasil uji korelasi, bahwa nilai korelasi pada  variabel tersebut adalah 0,959 yang artinya hubungan kuat dan positif dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 artinya ada hubungan kenaikan berat badan janin sebelum dan sesudah diberikan putih telur rebus. Uji perbedaan, diketahui bahwa nilai Sig. (2 tailed) adalah 0,000 yang artinya ada perbedaan kenaikan berat badan janin antara sebelum dan sesudah diberikan putih telur rebus dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05. Kesimpulan ada pengaruh putih telur rebus terhadap kenaikan taksiran berat janin.
Penurunan Ansietas pada Remaja yang Mengalami Bullying Melalui Psikoedukasi di Sekolah Menengah atas/Kejuruan Kabupaten Gorontalo Firmawati, Firmawati; Sudirman, Andi Nur Aina
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.014 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1488

Abstract

Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang biasa dilakukan untuk menunjukkan kekuasaannya kepada individu lain yang bertujuan untuk mengganggu, menyakiti bahkan sampai mengancam keselamatan. Permasalahan ini menjadi sangat serius, karena dapat menyebabkan korban tindakan bullying antara lain seperti merasa cemas, kesepian, rendah diri, depresi, penarikan sosial, dan bunuh diri. Untuk mengatasi hal tersebut, perawat komunitas dapat memberikan intervensi terapi psikoedukasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh terapi psikoedukasi terhadap penurunan ansietas pada remaja yang mengalami bullying. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan design pre test and post test without control group. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja SMA/SMK. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan probability sampling dengan tekhnik sampling cluster sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 16 responden. Analisa data menggunakan paired t test dan regresi logistic. Hasil didapatkan nilai p value rata-rata perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi psikoedukasi  sebesar 0,001. Faktor dominan yang mempengaruhi penurunan tingkat kecemasan yaitu konsep diri dengan nilai koefisien B 12,368, sehingga variabel dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya berperan sebagai variabel pengontrol. Untuk menurunkan tingkat ansietas pada remaja korban bullying diperlukan penguatan kognitif, bimbingan konseling berkelanjutan serta penatalaksanaan manajemen kecemasan untuk meningkatkan koping yang adaptif.
Efektifitas Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Limboto Barat Sudirman, Andi Akifa; Modjo, Dewi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.365 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1489

Abstract

Diabetes Self Management Education (DSME) merupakan serangkaian intervensi khusus untuk membantu diabetisi dalam merubah gaya hidupnya sehingga menjadi patuh dalam manajemen perawatan diri. DSME diberikan secara berkesinambungan yang mengacuh pada pilar penatalaksanaan DM. Tujuan penelitian adalah diketahuinya efektifitas  Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Metode penelitian pre eksperimen desain dengan jumlah sampel 15 orang, teknik pengambilan sampling dengan probability sampling. Analisis menggunakan uji dependen t-test/uji paired t test. Hasil penelitian didapatkan perbedaan kadar glukosa darah yang bermakna pada pengukuran sesudah pemberian DSME pada responden dimana diperoleh nilai p < 0,05 (p = 0,00), dengan nilai t positif (4,67) yang berarti pengukuran kadar glukosa darah sebelum perlakuan lebih besar dari pengukuran sesudah perlakuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah intervensi penerapan Diabetes Self Manajement Education (DSME). Saran pada penelitian ini diharapkan penerapan  program edukasi (pendidikan kesehatan) untuk diabetisi diberikan dengan lebih sistematis dan berkesinambungan memuat materi-materi terkait dengan  menggunakan  media  dan metode yang menarik. 
Analisis Efektifitas Pelatihan Deteksi Tumbuh Kembang terhadap Kemampuan Kader Sekolah dalam Menstimulasi Tumbuh Kembang pada Anak Usia Prasekolah 5-6 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo Mosjo, Dewi; Sudirman, Andi Akifa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.326 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1490

Abstract

Rendahnya pelayanan kesehatan untuk anak khususnya deteksi tumbuh kembang pada balita berimplikasi terhadap tidak terdeteksinya kasus penyimpangan tumbuh kembang pada anak. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita khususnya Kabupaten Gorontalo masih jauh dari standar yang ditetapkan yaitu 90%. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis efektifitas pelatihan deteksi tumbuh kembang terhadap kemampuan kader sekolah dalam menstimulasi tumbuh kembang pada anak usia prasekolah (5-6 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang memberikan intervensi kepada subjek penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah desain pre post test group design. Waktu penelitian mulai dari awal tahun hingga diakhir tahun pelaksanaan. Hasil penelitian yang didapatkan dari uji statistik terdapat pengaruh pelatihan deteksi tumbuh kembang terhadap kemampuan kader sekolah dalam menstimulasi tumbuh kembang anak usia prasekolah (5-6 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan kader sekolah pada masing-masing variabel simulasi pertumbuhan dan varibel simulasi perkembangan terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. 

Page 12 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue