cover
Contact Name
Yani Osmawati
Contact Email
jurnaldeviance@budiluhur.ac.id
Phone
+6221-5853753
Journal Mail Official
jurnaldeviance@budiluhur.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Deviance: Jurnal Kriminologi
ISSN : 25803158     EISSN : 25803166     DOI : -
Core Subject : Social,
Deviance Jurnal Kriminologi (ISSN 2580-3158 for printed version and ISSN 2580-3166 Online version), is a peer-reviewed, open-access journal published by Universitas Budi Luhur. This journal publishes twice a year (June and December). Deviance Jurnal Kriminologi publishes articles on criminological Issue. The journal invites scholar to submit original articles from variety of persperctives (sociological, philosophical, geographical, psychological, jurisprudential, cultural, political, policy standpoints, etc), focusing on crime and society
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024)" : 7 Documents clear
Dampak Judi Online pada Remaja Penjudi: Literature Review Widhiatanti, Kadek Tina; Tobing, David Hizkia
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.2759

Abstract

Judi merupakan permainan yang melibatkan penggunaan uang maupun benda sebagai taruhan, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan yang lebih besar dibandingkan jumlah uang yang dimiliki sebelumnya. Seiring berkembanganya zaman, permainan judi saat ini dimainkan secara online menggunakan handphone atau gadget lainnya, dan diakses melalui jaringan internet. Kaum remaja yang tumbuh besar di era digital membuat kaum remaja menjadi salah satu penyumbang tingginya kasus judi online. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan tipe narrative review yang bertujuan untuk mengetahui dampak yang dialami remaja penjudi akibat bermain judi online. Literature review ini mengkaji 10 jurnal kualitatif dengan rentang waktu 8 tahun terakhir (2015-2023). Hasil literature review ini menunjukkan bahwa judi online membawa berbagai dampak negatif pada remaja penjudi, diantaranya berdampak negatif pada finansial, sosial, psikis, kepribadian, kesehatan, akademik dan keagamaan.
Media Baru sebagai Ruang Emosional Publik: Diskursus Penyalahgunaan KIP-K di Media Sosial X Periode April-Mei 2024 Sayidah, Vira Nurul; Joella, Amaris; Lestari, Gregoria Maisy Dwi; Ramdany, Regina Habibah
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3012

Abstract

Artikel ini menganalisis bagaimana media baru, khususnya platform media sosial X, berfungsi sebagai ruang emosional publik dalam merespons diskursus penyalahgunaan KIP-K (Kartu Indonesia Pintar-Kuliah) selama periode April-Mei 2024. Penyalahgunaan KIP-K, seperti penggunaan dana beasiswa untuk barang-barang mewah oleh mahasiswa yang tidak memenuhi syarat, memicu reaksi emosional yang kuat dari masyarakat, yang diungkapkan melalui media sosial. Diskusi publik ini menyoroti kelemahan dalam sistem verifikasi dan pengawasan penerima beasiswa, mengundang kritik terhadap kebijakan pemerintah dan perguruan tinggi terkait. Menggunakan metode discourse analysis dari berbagai kasus viral dan berita, penelitian ini menunjukkan bahwa media baru memperkuat pengawasan dan mendorong tindakan kolektif masyarakat sebagai reaksi dari permasalahan tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan dinamika interaksi antara emosi publik, menghasilkan ruang publik emosional yang ditunjukkan dengan berbagai reaksi negatif dari masyarakat seperti memunculkan hate speech hingga doxing, serta menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas program bantuan pemerintah, khususnya mengenai KIP-K.
Analisis Semiotika terhadap Fenomena Online Identity Theft (OIT) dalam Film Searching (2018) Larasati, Devita; Siregar, Inez Annabel Gabriella; Arifianto, Mutiara Syifa; Dhati, Theresia Roro
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3013

Abstract

Fenomena pencurian identitas online atau Online Identity Theft (OIT) merupakan bentuk kejahatan yang seringkali ditemukan dalam sosial media. Kerentanan serta kompleksitas yang dimiliki oleh media baru menjadi sebuah ancaman nyata bagi keamanan masyarakat digital. Melalui analisis semiotika terhadap film Searching (2018), peneliti menyoroti representasi bentuk kejahatan Online Identity Theft yang tergambarkan dalam visual dan narasi film. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap adegan-adegan kunci dalam film yang menggambarkan aspek-aspek penting dari Online Identity Theft. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tanda dan makna yang digunakan dalam visual, audio, serta teks, dalam ada dalam film melalui konsep dan pendekatan kriminologi visual. Film Searching (2018) menggambarkan penyalahgunaan media sosial yang terjadi dalam fenomena Online Identity Theft, serta dampaknya terhadap korban untuk menekankan pentingnya kewaspadaan dan keamanan digital. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman terhadap representasi kejahatan di media baru dan implikasinya terhadap kesadaran perilaku masyarakat digital.
Fenomena Kekerasan Orangtua terhadap Anak dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masa Pandemi COVID-19 Haliza, Nur; Gusnita, Chazizah
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.2721

Abstract

Pada awal tahun 2020 Indonesia dikagetkan dengan kemunculan virus COVID-19, virus tersebut menyebar dengan cepat keseluruh wilayah Indonesia dan berbagai sektor ikut terkena imbasnya, salah satunya bidang pendidikan. Untuk menekan penyebaran tingkat virus COVID-19 pemerintah memberikan kebijakan berupa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di seluruh tingkat pendidikan dari PAUD sampai perguruan tinggi. Pada kenyataanya, metode PJJ justru meningkatkan kasus kekerasan anak yang dilakukan oleh orang tuanya. Tulisan ini mengkaji dan mendalami faktor penyebab maraknya fenomena kekerasan orang tua terhadap anak dalam penerapan PJJ. Peneliti juga berbicara mengenai reaksi orang tua, guru, dan anak dalam menghadapi penerapan PJJ; pengaplikasian sistem PJJ; hambatan, kendala, manfaat dan kerugian dalam penerapan PJJ; tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang tua; reaksi anak dan dampak dalam tindakan kekerasan pada anak yang dilakukan orang tuanya; peran lembaga sosial dan pihak sekolah dalam menyikapi fenomena ini; penyelesaian kasus dan jumlah kasus; pola asuh orang tua yang baik untuk anak tanpa melakukan kekerasan. Metode yang digunakan peneliti yaitu Observasi lapangan, wawancara, olah jurnal dan karya ilmiah dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan PJJ masih belum  berjalan optimal dan cenderung lebih banyak kerugian dari berbagai pihak.
Perubahan Perilaku Narapidana dengan Pembinaan Community-Based Treatment di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Terbuka Ciangir Arto, Budi
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3058

Abstract

Pembinaan narapidana dilakukan untuk merubah perilaku terpidana dalam menjalani masa pidana. Narapidana memiliki potensi yang dapat dikembangkan sehingga dapat bermanfaat untuk menjadi modal bagi mereka setelah selesai menjalani hukuman. Pembinaan akan menghasilkan perubahan perilaku narapidana ke arah yang lebih positif. Perubahan perilaku Narapidana melalui pembinaan community-based treatment sangat diperlukan untuk membangun karakter yang mengarah kepada kemandirian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sehingga banyak berhubungan  dengan data yang bersifat kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah menggunakan metode deskriptif, karena mempunyai tujuan mendiskripsikan atau memaknai sesuatu hal apa adanya yang ada dilapangan. Reintegrasi digunakan sebagai analisis narapidana dalam perubahan perilaku dengan peran serta lingkungan, wajib dipenuhi sebagai suatu kesatuan pengembalian warga binaan. Penelitian ini menemukan bahwa pembinaan narapidana dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek: pertama, narapidana yang telah menjalani pembinaan di Lapas diharapkan tidak mengulangi tindak kejahatan dan mampu menjadi individu yang bermanfaat serta berinisiatif; kedua, pembinaan mendorong narapidana menjadi inovatif demi terciptanya tatanan negara yang tertib dan meningkatkan kesadaran diri dalam aspek spiritual; ketiga, mencapai ketentraman dan keselarasan hidup baik fisik maupun mental. Perlu dibuka akses dan kesempatan bagi narapidana untuk menjalin kembali hubungan sosial, melakukan introspeksi, serta berkomitmen tidak kembali melakukan pelanggaran hukum untuk mendukung reintegrasi ke dalam masyarakat. Reintegrasi ini bertujuan agar mantan narapidana diterima dengan baik oleh masyarakat dan dapat berkontribusi dalam pembangunan, dengan pengalaman hidup yang bermakna sebagai landasan untuk tanggung jawab pribadi dan harmoni sosial.
Identitas Transpuan dalam Pusaran Berita Kriminal (Studi Kasus Framing Media terhadap LL dalam Kasus Narkotika di Tahun 2020) Larasati, Devita; Anjarina, Elysa; Sumarsono, Intan Shabira; Setyaputri, Jasmine Rizqi Kartika; Tjahyana, Jessica; Anthonia, Reynee Joyvina Freeina
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.2746

Abstract

Dalam liputan mengenai kasus kriminal yang melibatkan individu queer sebagai pelaku, media cenderung menekankan identitas gender sebagai isu utama. Penggunaan diksi dan konten yang merendahkan individu dengan identitas gender dan orientasi seksual yang berbeda pun menciptakan framing berita yang bias. Penelitian ini akan membahas mengenai metode pembingkaian yang dapat membentuk suatu naratif pada transpuan, dan dalam studi kasus ini, dilakukan oleh media terhadap LL, seorang transpuan yang terlibat dalam kasus narkotika pada tahun 2020. Analisis dilakukan terhadap enam artikel berita yang dipublikasikan di situs web yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa pemberitaan yang dianggap dapat mendatangkan sensasi lebih banyak menekankan identitas gender, berbau seksual, dan isu pinggiran dari subjek berita. Hal ini pun mengarahkan pada pelanggaran hak privasi seseorang dapat berujung pada diskriminasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat sikap media terhadap LL sehingga pemberitaan terhadap individu dengan ragam identitas gender dan seksualitas dapat lebih berperspektif SOGIESC. Untuk dapat lebih memahami temuan data, penelitian ini menggunakan kerangka queer criminology theory dan metode Analisis Framing Goffman.
KATA PENGANTAR DEVIANCE JURNAL KRIMINOLOGI VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 Larasati, Nadia Utami
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3189

Abstract

Deviance Jurnal Kriminologi kembali menyapa pembaca dengan terbitnya Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024 pada bulan Juni ini. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi sehingga edisi ini dapat terbit tepat waktu.Pada kesempatan kali ini, Deviance Jurnal Kriminologi menghadirkan tulisan dengan tema-tema yang cukup beragam sehingga pembahasan setiap isu menjadi semakin menarik dan berwarna. Isu pemberitaan media, pembinaan narapidana, kekerasan terhadap anak dan perjudian hadir menyapa pembaca.  Artikel pertama yang berjudul “Media Baru sebagai Ruang Emosional Publik: Diskursus Penyalahgunaan KIP-K di Media Sosial X PEriode April-Mei 2024” karya Vira Nurul Sayidah, Amaris Joella, Gregoria Maisy dan Regina Habibah mengenai platform media sosial X dalam merespons diskursus penyalahgunaan KIP-K (Kartu Indonesia Pintar-Kuliah) mengungkapkan bahwa dinamika interaksi antara emosi publik, menghasilkan ruang publik emosional yang ditunjukkan dengan berbagai reaksi negatif dari masyarakat seperti memunculkan hate speech hingga doxing, serta menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas program bantuan pemerintah, khususnya mengenai KIP-K.Artikel kedua dalam terbutan kali ini ditulis oleh Budi Arto dengan judul “Perubahan Perilaku Narapidana dengan Pembinaan Community-Based Treatment di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Terbuka Ciangir”. Tulisan ini berupaya menjelaskan bahwa pembinaan narapidana dilakukan untuk merubah perilaku terpidana dalam menjalani masa pidana. Oleh karenanya, perubahan perilaku Narapidana melalui pembinaan community-based treatment sangat diperlukan untuk membangun karakter yang mengarah kepada kemandirian agar narapidana dapat berreintegrasi secara utuh, juga membuka akses atau kesempatan untuk menjalin kembali kehidupan bermasyarakat, sehingga narapidana bertaubat, berusaha memperbaiki diri dan tidak mengulangi lagi tindak pidana.Isu pemberitaan berita kejahatan muncul pada edisi kali ini melalui artikel “Identitas Transpuan dalam Pusaran Berita Kriminal (Studi Kasus Framing Media terhadap LL dalam Kasus Narkotika di Tahun 2020)” yang ditulis oleh Devita Larasati, Elysa Anjarina, Intan Shabira Sumarsono, Jasmine Rizqi Kartika Setyaputri, Jessica Tjahyana, dan Reynee Joyvina Freeina Anthonia. Artikel ini mengemukakan bahwa dalam liputan mengenai kasus kriminal yang melibatkan individu queer sebagai pelaku, media cenderung menekankan identitas gender sebagai isu utama. Penggunaan diksi dan konten yang merendahkan individu dengan identitas gender dan orientasi seksual yang berbeda pun menciptakan framing berita yang bias. Artikel ini mencoba melihat sikap media terhadap LL, seorang transpuan yang terlibat dalam kasus narkotika pada tahun 2020 menggunakan kerangka queer criminology theory dan metode Analisis Framing Goffman.Artikel berikutnya “Fenomena Kekerasan Orangtua terhadap Anak dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masa Pandemi COVID-19” ditulis oleh Nur Haliza dan Chazizah Gusnita. Tulisan ini mengkaji dan mendalami faktor penyebab maraknya fenomena kekerasan orang tua terhadap anak dalam penerapan PJJ di Masa Pandemi COVID-19. Peneliti juga berbicara mengenai reaksi orang tua, guru, dan anak dalam menghadapi penerapan PJJ; pengaplikasian sistem PJJ; hambatan, kendala, manfaat dan kerugian dalam penerapan PJJ; tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang tua; reaksi anak dan dampak dalam tindakan kekerasan pada anak yang dilakukan orang tuanya; peran lembaga sosial dan pihak sekolah dalam menyikapi fenomena ini; penyelesaian kasus dan jumlah kasus; pola asuh orang tua yang baik untuk anak tanpa melakukan kekerasan.Analisis film diangkat dalam artikel karya Devita Larasati, Inez Annabel Gabriella Siregar, Mutiara Syifa Arifianto, dan Theresia Roro yang berjudul :Analisis Semiotika terhadap Fenomena Online Identity Theft (OIT) dalam Film Searching (2018)”. Artikel ini menggunakan analisis semiotika terhadap film Searching (2018). Peneliti menyoroti representasi bentuk kejahatan Online Identity Theft yang tergambarkan dalam visual dan narasi film. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap adegan-adegan kunci dalam film yang menggambarkan aspek-aspek penting dari Online Identity Theft. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tanda dan makna yang digunakan dalam visual, audio, serta teks, dalam ada dalam film melalui konsep dan pendekatan kriminologi visual.Edisi kali ini ditutup oleh artikel yang ditulis oleh Kadek Tina Widhiatanti dan David Hizkia Tobing. Artikel yang berjudul “Dampak Judi Online pada Remaja Penjudi: Literature Review” ini melakukan sebuah metode narrative review yang bertujuan untuk mengetahui dampak yang dialami remaja penjudi akibat bermain judi online. Literature review ini mengkaji 10 jurnal kualitatif dengan rentang waktu 8 tahun terakhir (2015-2023). Hasil literature review menunjukkan bahwa judi online membawa berbagai dampak negatif pada remaja penjudi, diantaranya berdampak negatif pada finansial, sosial, psikis, kepribadian, kesehatan, akademik dan keagamaan.Akhir kata, tak ada gading yang tak retak. Kami memohon maaf kepada seluruh pihak jika masih terdapat kekurangan dalam hal substansi maupun penyajian artikel yang terbit dalam edisi kali ini. Masukan konstruktif dari para pembaca tentunya akan menjadi penyemangat yang berharga bagi kami untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut pada terbitan yang akan datang. Tidak lupa kami mengundang semua pihak dari berbagai kalangan untuk mengirimkan buah pemikirannya dalam bentuk naskah artikel dengan topik-topik dari berbagai disiplin ilmu yang bersinggungan dengan perspektif kriminologi. Salam hangat,Editor in Chief Jurnal DevianceNadia Utami Larasati    

Page 1 of 1 | Total Record : 7