cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28081447     EISSN : 28081307     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Nama terbitan berkala : Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Bulan dan tahun pertama kali terbit : Agustus (2021) Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Vol. 1, No. 2, Aguatus (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Cetak dan Elektronik Alamat url terbitan : http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/Ajsh
Articles 867 Documents
Tradisi Mengket Rumah Mbaru Suku Karo di Desa Barus Jahe Franata Barus, Roy Martin; Dasfordate , Aksilas; Ramaino, Almen S.
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2315

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tahapan-tahapan pelaksanaan Tradisi Mengket Rumah Mbaru. Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi Budaya, dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian di Desa Barus Jahe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mengket Rumah Mbaru adalah bagian dari kebudayaan suku Batak Karo yang merupakan warisan dari masa lampau yang diwariskan kepada masa kini. Mengeket Rumah Mbaru (memasuki rumah baru), Mengket (dalam bahasa karo) dapat diartikan sebagai awal, dan Mbaru berarti Baru, sehingga Mengket Rumah Mbaru secara harfiah berarti memasuki Rumah Mbaru. Tradisi ini merupakan upacara sukacita karena sebagai ekspresi sukses untuk seseorang yang dapat mendirikan Rumah Baru. Pesta biasanya dilakukan pada Nggara Sepuluh Aditia Naik, Beras Pati Sepuluh atau Cukura Dua Puluh Sada (Nama hari dalam Bahasa Karo). Tradisi ini juga menekankan makna kesopan santunan, gotoroyong, kesetiakawanan sosial, kerukunan, komitmen, pemikiran posotif, rasa syukur, kerjakeras, disiplin, pelestarian budaya, dan peduli lingkungan.  
Urgensi Penerapan Manajemen Keuangan dan Pembiayaan pada UMKM di Lingkungan Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan Intan Arsitia Djafri; Dian Prilia; Lulu Febriany; Mahar Malindo; Mutia Takdir Purnama
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2317

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, banyak UMKM di lingkungan Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, masih menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan usaha, terutama terkait penerapan manajemen keuangan dan akses pembiayaan. Rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pencatatan keuangan, perencanaan anggaran, serta pengelolaan arus kas menyebabkan kesulitan dalam menilai kinerja usaha dan menghambat keberlanjutan bisnis. Selain itu, keterbatasan akses terhadap sumber pembiayaan formal menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha, baik untuk modal kerja maupun ekspansi bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penerapan manajemen keuangan yang efektif dan optimalisasi pembiayaan pada UMKM di Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen keuangan yang sederhana namun sistematis mampu meningkatkan transparansi keuangan, membantu pengambilan keputusan usaha, serta memperkuat kepercayaan lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan kepada UMKM. Oleh karena itu, sinergi antara peningkatan literasi keuangan, pendampingan manajemen usaha, dan perluasan akses pembiayaan menjadi faktor kunci dalam mendorong keberlanjutan dan daya saing UMKM di Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan.
Transformasional Leadership dalam Meningkatkan Kinerja Pelayanan di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan Decilia Yauwalata
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2318

Abstract

Kecamatan Kebayoran Baru, sebagai unit pelayanan publik di wilayah Jakarta Selatan, menghadapi sejumlah tantangan, seperti ketimpangan mutu pelayanan, komunikasi internal yang belum optimal, serta pemberdayaan pegawai yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan kepemimpinan transformasional dapat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pelayanan publik di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru. Teori yang digunakan adalah teori kepemimpinan transformasional dari Bass dan Avolio, yang terdiri atas empat dimensi utama: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan camat dan pegawai, serta dokumentasi kebijakan dan aktivitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa camat telah menerapkan keempat dimensi kepemimpinan transformasional secara nyata, yang berdampak pada peningkatan semangat kerja pegawai, kedisiplinan, inovasi pelayanan, dan profesionalisme dalam menghadapi masyarakat. Namun demikian, penelitian ini juga telah menemukan sejumlah kendala, antara lain ialah koordinasi antarbagian yang masih lemah, keterbatasan sarana prasarana pendukung, serta akses pelatihan yang belum menjangkau seluruh pegawai secara merata. Untuk itu, disarankan agar instansi kecamatan memperkuat sinergi internal, mengembangkan budaya kerja kolaboratif dan adaptif, serta menyediakan forum inovasi yang mendorong partisipasi semua elemen organisasi. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk dilibatkan dalam proses evaluasi pelayanan guna menciptakan akuntabilitas bersama. Pegawai juga diharapkan lebih proaktif dalam meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas kerja, dan menjaga integritas sebagai bagian dari transformasi birokrasi pelayanan publik yang berkelanjutan.
Peran Badan Penghubung dalam Peningkatan Pariwisata di Sumatera Barat Defi Prasdila
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Penghubung Provinsi Sumatera Barat dalam peningkatan pariwisata daerah. Badan Penghubung berfungsi sebagai perwakilan pemerintah daerah di luar wilayah administratif provinsi, yang memiliki tugas strategis dalam promosi, fasilitasi kerja sama, serta menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma fenomenologis, yang memungkinkan peneliti memahami makna dan pengalaman subjektif para aktor terkait. Teknik Pengumpulan Data dengan  Kepustakaan, Dokumentasi, Wawancara, Observasi dan Undercover Interviewing (Wawancara terselubung). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Badan Penghubung dalam promosi pariwisata telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat, meskipun masih dihadapkan pada berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, minimnya SDM yang kompeten, dan kurang optimalnya penggunaan teknologi digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antarlembaga, penguatan kapasitas kelembagaan, dan inovasi promosi berbasis media digital untuk meningkatkan efektivitas peran Badan Penghubung dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumatera Barat.
Implementasi Kebijakan E-Goverment dalam Meningkatkan Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan Safitri, Jeany Dwi; Sunarto; Nenobais , Harry; Soemartono , Triyuni
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2320

Abstract

Kemajuan teknologi informasi berdampak bagi banyak pihak, termasuk para pelaku pelayanan publik. Implementasinya dikenal dengan E-Government. Namun implementasi di kantor Kecamatan Kebayoran Baru, belum optimal. Hal ini yang mendorong peneliti untuk melakukan analisis lebih dalam. Penelitian diawali dengan memahami hakikat Kebijakan Publik, Pelayanan Publik, Implementasi dan Proses Kebijakan Publik. Selanjutnya analisis menggunakan model Implementasi Kebijakan Publik Edward Gerston dan Teori E-Government. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Maka perlu dilakukan wawancara beberapa pihak dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Implementasi E-Government di kantor Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, terbukti dapat mendukung pelayanan publik, transparansi informasi, akuntabilitas dan meningkatkan tatakelola manajemen internal. (2) Hal-hal yang menjadi hambatan-hambatan secara umum berupa pengembangan ke depan. Seperti keterbatasan infrastruktur perangkat, literasi digital yang rendah di kalangan lansia, kemudian lemahnya koordinasi dan integrasi sistem antar instansi dan isu keamanan data. (3) Solusi dapat berupa peningkatan sosialisasi dan edukasi, penguatan sarana dan prasarana infrastruktur teknologi, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang efisien, peningkatan fitur aplikasi yang user-friendly, pendampingan dan bantuan teknis berkelanjutan serta peningkatan keamanan dan keandalan sistem.
Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tahun 2024 di Kementerian dalam Negeri Qaedy, Rahmat
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelaksanaan anggaran di Kementerian Dalam Negeri Tahun Anggaran 2024 berdasarkan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA). IKPA digunakan sebagai instrumen evaluasi yang dikembangkan Kementerian Keuangan untuk menilai kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran satuan kerja pemerintah. Fokus evaluasi mengacu pada model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang memungkinkan analisis menyeluruh terhadap konteks perencanaan anggaran, input sumber daya, proses pelaksanaan, hingga hasil yang dicapai. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, wawancara mendalam, serta observasi terhadap proses pelaksanaan anggaran di berbagai satuan kerja di lingkungan Kemendagri.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui analisis regulasi, dokumentasi, serta hasil wawancara dengan pejabat dan pengelola anggaran di lingkungan Kemendagri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IKPA Kemendagri pada tahun 2024 sebesar 94,89, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 sebesar 96,48 dan tahun 2023 sebesar 95,37. Penurunan ini bukan disebabkan oleh hambatan regulasi, karena peraturan dari Kementerian Keuangan maupun internal Kemendagri telah memberikan kerangka kerja yang cukup jelas. Faktor utama yang memengaruhi adalah dinamika internal organisasi, seperti arahan pimpinan yang mendadak, lemahnya koordinasi antarunit, kompleksitas pengelolaan anggaran pada unit dengan pagu besar, serta kendala administratif internal dalam pengajuan dokumen ke KPPN. Selain itu, kesadaran pegawai mengenai pentingnya IKPA sebagai indikator institusional juga belum merata, khususnya di satuan kerja daerah. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas koordinasi, penguatan kapasitas SDM, optimalisasi penggunaan aplikasi SAKTI, serta monitoring dan evaluasi yang lebih konsisten agar pencapaian IKPA di Kemendagri dapat terus ditingkatkan.
Partisipasi Politik Generasi Muda dalam Demokrasi Modern: Menggali Dinamika dan Aspirasi Politik Generasi Muda dalam Merespons Demokrasi yang Terus Berubah Aminuddin; Wulandari , Desy
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2322

Abstract

Struktur politik mencakup berbagai komponen, seperti pemerintahan, kekuasaan, institusi politik, serta peraturan dan kebijakan yang mengatur kehidupan masyarakat. Komponen tersebut dikerucutkan menjadi trias politica: Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, struktur inilah yang paling tepat menjadi pondasi dan/atau pilar pelaksanaan ketatanegaraan, yang membangun atau mendorong sikap partisipatif masyarakat sipil, ketika posisi tersebut diperebutkan di kalangan masyarakat elite terutama pemilihan eksekutif dan legislatif. Sehingga dari struktur ini menciptakan sistem politik dalam pencapaian kekuasaan yang dimaksud. Melalui perilaku partisipatif tersebut membawa keterlibatan individu dalam kegiatan politik yang berakar pada sosial ataupun budaya dalam suatu negara tertentu, bahkan dapat mempengaruhi kebijakan publik. Kerangka partisipasi masyarakat ini dalam kegiatan politik terbuka (demokrasi) sangat bergantung pada mobilisasi, jejaring dan rasisme. Nah, lebih lanjut bagaimana eksistensi generasi muda mempengaruhi gejolak dinamika dalam merespons demokrasi yang terus berubah. Dampak tersebut sehingga menarik perhatian penulis untuk menganalisis perilaku partisipatif generasi muda dalam negara demokratis. Adapun metodologi analisis dalam tulisan ini mengunakan metode pengumpulan data dari berbagai sumber literasi buku yang bertema tentang perilaku politik masyarakat dan dampak yang ditimbulkan.
Analisis Bibliometrik Dengan Vosviewer: Faktor-Faktor Penentu Keputusan Pembelian Berdasarkan Kualitas Produk Dan Harga Telaumbanua, Putra Hidayat; Zega, Asokhiwa
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2324

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam perilaku konsumen, khususnya dalam proses pengambilan keputusan pembelian pada konteks belanja daring. Kondisi ini menuntut pelaku usaha untuk memahami secara komprehensif faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian agar mampu bersaing secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan perkembangan kajian ilmiah terkait faktor-faktor penentu keputusan pembelian dengan menitikberatkan pada kualitas produk dan harga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis bibliometrik. Data diperoleh dari publikasi ilmiah terindeks Scopus yang dikumpulkan melalui aplikasi Publish or Perish dengan rentang tahun 2018–2026, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas produk dan harga merupakan determinan utama keputusan pembelian yang berinteraksi dengan variabel lain seperti citra, persepsi keadilan harga, pengalaman, dan hubungan konsumen. Pemetaan bibliometrik juga memperlihatkan adanya pergeseran fokus penelitian dari atribut produk menuju pengalaman dan hubungan konsumen, meskipun kualitas produk dan harga tetap menjadi fondasi utama dalam keputusan pembelian. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya kajian pemasaran serta implikasi praktis bagi pelaku usaha dalam merumuskan strategi pemasaran yang berorientasi pada konsumen dan dinamika pasar digital.
Identifikasi Potensi Wisata Air Terjun Burai Indah sebagai Destinasi Wisata Alam di Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Agustina, Nada Selfia; Helmi, Rahmadhona Fitri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2326

Abstract

Wisata Alam merupakan salah satu wisata yang memanfaatkan potensi alam yang dimiliki suatu daerah, salah satu wisata alam yang paling digemari yaitu wisata air terjun. Nagari Mungka merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Nagari mungka adalah wilayah yang secara fisik didominasi oleh perbukitan dengan kondisi lingkungan yang masih alami. Wilayah yang lebih didominasi oleh perbukitan sehingga bentuk lahannya tidak datar dan memiliki kontur yang beragam membuat nagari mungka terdiri atas dataran rendah dan dataran tinggi. Kondisi lingkungan yang didominasi perbukitan menjadi salah satu faktor terbentuknya air terjun. Selain itu, kondisi tanah dan bebatuan di kawasan perbukitan juga mempengaruhi aliran air. Keberadaan vegetasi alami di sekitar kawasan perbukitan membantu menjaga aliran air tetap mengalir secara alami sehingga membuat terbentuknya Air Terjun Burai Indah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, merupakan penelitian yang dilakukan untuk menjawab sebuah permasalahan secara mendalam mengenai konteks destinasi wisata air terjun. Penelitian terhadap potensi yang dimiliki air terjun burai indah dianalisis dengan menggunakan lima aspek penting dalam pengembangan sebuah destinasi wisata  diantaranya aspek atraksi, aksesbilitas, amenitas, ancillary, dan kelembagaan. Diharapkan dari penelitian ini dapat untuk mengindentikasi potensi yang dimiliki Air Terjun Burai Indah sebagai destinasi wisata alam yang terkelola secara berkelanjutan.
Faktor-Faktor Penentu Pemberlakuan Work From Anywhere (Wfa) Penunjang Kinerja Pegawai Biro Kepegawaian Kejaksaan RI Syaiful Fatah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2337

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong perubahan pola kerja menuju fleksibilitas waktu dan tempat yang dikenal sebagai Work From Anywhere (WFA). Namun, penerapan WFA di sektor publik masih menghadapi berbagai tantangan dan memerlukan kajian mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu pemberlakuan Work From Anywhere (WFA) dalam menunjang kinerja pegawai di Biro Kepegawaian Kejaksaan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Biro Kepegawaian dan dianalisis menggunakan teknik statistik untuk menguji pengaruh masing-masing faktor penentu. Faktor yang dianalisis meliputi literasi digital pegawai, kompetensi digital pegawai, desain pekerjaan berbasis output, budaya organisasi dan kepemimpinan digital, kebijakan pemerintah dan dinamika lingkungan global, keamanan data dan risiko siber, dukungan infrastruktur digital nasional, penerapan sistem e-HRM, tata kelola dan strategi digital organisasi, serta manajemen perubahan dan pengembangan kapasitas pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberlakuan WFA dipengaruhi oleh sinergi antara kesiapan teknologi, kapabilitas organisasi, dan dukungan lingkungan eksternal. Kompetensi digital, desain pekerjaan berbasis output, budaya organisasi, dan tata kelola digital terbukti sebagai faktor penentu utama, sementara dukungan infrastruktur dan manajemen perubahan berperan sebagai faktor penguat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia dan transformasi digital sektor publik, serta menjadi dasar rekomendasi kebijakan bagi pimpinan dalam merumuskan implementasi WFA yang efektif dan berkelanjutan guna meningkatkan kinerja pegawai.