cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28081447     EISSN : 28081307     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Nama terbitan berkala : Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Bulan dan tahun pertama kali terbit : Agustus (2021) Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Vol. 1, No. 2, Aguatus (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Cetak dan Elektronik Alamat url terbitan : http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/Ajsh
Articles 848 Documents
Implementasi Business Model Canvas (BMC) dalam Upaya Pengembangan Usaha Beddo Chingu Septyani, Tri Wahyu; Magenda, Maududi Lamparawi; Alamsyah, Andi Indra Saputra; Asmar, Kurniati; Risnawati
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1921

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan keberlanjutan kinerja UMKM berbasis komunitas di era digital, khususnya pada sektor perlengkapan tidur. Beddo Chingu, UMKM yang mengusung konsep bedding bertema estetik budaya Korea, mengalami fluktuasi penjualan selama enam bulan terakhir sehingga diperlukan evaluasi terhadap model bisnis yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis Beddo Chingu berdasarkan sembilan elemen Business Model Canvas (BMC) serta merumuskan rancangan model bisnis yang lebih inovatif dan adaptif terhadap karakteristik pelanggan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis yang berjalan saat ini memiliki beberapa kelemahan, antara lain kurangnya inovasi desain produk, tingginya ketergantungan pada tren media sosial, serta belum optimalnya proposisi nilai dan strategi hubungan pelanggan dalam segmen berbasis komunitas. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model bisnis alternatif yang menekankan inovasi produk, kolaborasi berbasis komunitas, perluasan saluran pemasaran digital, serta penguatan nilai emosional bagi pelanggan.
Hubungan antara Keterlibatan Ayah dengan Subjective Well-Being pada Perempuan Dewasa Awal Surjana, Cindy Aurielle; Basaria, Debora
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1922

Abstract

Dewasa awal merupakan tahap perkembangan yang berlangsung setelah masa remaja, individu mulai memasuki kehidupan mandiri, mengambil tanggung jawab atas keputusan pribadi, sosial, dan ekonomi, serta membangun hubungan yang lebih matang. Pada fase ini Perempuan sering menghadapi tekanan psikologis yang berkaitan dengan tuntutan akademik, sosial, dan keluarga, sehingga kehadiran ayah yang terlibat secara emosional dan sosial diyakini dapat memberikan rasa aman, dukungan, serta kepercayaan diri yang berdampak positif terhadap kesejahteraan subjektif pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan ayah dengan subjective well-being pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan partisipan perempuan berusia 18 tahun hingga 25 tahun yang tinggal bersama ayah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kuesioner disebar secara daring di beberapa platform sosial media yang peniliti miliki. Instrumen yang digunakan meliputi Perceived Father Involvement Inventory (PFII) dari Saliha dan Jayan (2018) untuk mengukur keterlibatan ayah, serta Satisfaction with Life Scale (SWLS) dari Diener (2012) untuk mengukur subjective well-being. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya hubungan positif antara keterlibatan ayah dan subjective well-being, yang berarti semakin tinggi keterlibatan ayah, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif perempuan dewasa awal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi keluarga, serta menjadi masukan praktis bagi orang tua dan pendidik dalam memperkuat peran ayah dalam mendukung kesejahteraan psikologis anak perempuan.
Inovasi Usaha dan Faktor Penentu Keberhasilan Peternak Ayam Kampung: Studi Usaha di Desa Bontolangkasa Kecamatan Bontonompo Dahrun, Alfian; Syahruni, Nurul; Ridha , M. Rasyid; Suhaeb, Firdaus W
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk inovasi usaha dan faktor penentu keberhasilan peternak ayam kampung di Desa Bontolangkasa, Kecamatan Bontonompo, dalam konteks sosial dan ekonomi pedesaan. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung, dengan partisipan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan analisis tematik dalam kerangka model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama: adaptasi inovatif berbasis pengalaman lokal, optimalisasi modal sosial, manajemen usaha yang fleksibel, strategi mitigasi risiko, dan persepsi keberhasilan yang berorientasi kebutuhan keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi peternak tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dipengaruhi nilai budaya dan struktur sosial komunitas. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan pemberdayaan peternak dan menegaskan pentingnya pendekatan lokal dalam meningkatkan keberlanjutan usaha ayam kampung.
Sistem Kekerabatan Masyarakat Pantai dan Gunung dalam Membangun Solidaritas Sosial di Desa Pandai Kecamatan Pantar Kabupaten Alor Arifin, Amri Adha
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1931

Abstract

Kekerabatan merupakan unsur penting dalam struktur sosial, berupa jaringan hubungan kompleks yang terbentuk melalui ikatan darah atau perkawinan. Seseorang dianggap kerabat bila memiliki pertalian darah atau hubungan genealogis dengan anggota lain. Dalam kehidupan sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri; hubungan antarmanusia maupun antarkelompok menjadi dasar terciptanya kerja sama dan ketergantungan sosial. Pada masyarakat Pandai kekerabatan terwujud melalui kehidupan berkelompok dan kerja sama lintas wilayah. Pola kekerabatan ini diwariskan secara turun-temurun dan masih terjaga hingga kini. Penelitian ini bertujuan menggambarkan sistem kekerabatan masyarakat pantai dan gunung di Desa Pandai, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kerangka interaksionisme simbolik, penelitian ini menampilkan gambaran perilaku dan tindakan sosial terkait pola kekerabatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan sistem suku serta praktik gotong royong yang memperkuat solidaritas. Kekerabatan tercermin dalam rasa kebersamaan, kesatuan kepentingan, simpati, dan identitas kelompok yang mengutamakan kepentingan kolektif dibandingkan individu. Norma dan aturan adat menjadi pedoman interaksi sehari-hari. Ungkapan tradisional “watang nong karajang woto tobo” dan “woto nong karajang watang tobo” menegaskan bahwa pekerjaan penting harus dilakukan bersama oleh masyarakat pantai dan gunung. Prinsip saling membutuhkan ini menjadi inti kekerabatan yang tetap bertahan hingga kini.
Fear of Missing Out sebagai Prediktor Self-Esteem pada Dewasa Awal yang Belum Memiliki Pasangan Budiono, Richard Febrian; Basaria, Debora
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1932

Abstract

Penggunaan media sosial yang semakin intens pada dewasa awal berpotensi memunculkan fear of missing out (FoMO), terutama ketika individu melihat pengalaman sosial maupun romantis orang lain. FoMO dipahami sebagai rasa cemas atau takut tertinggal dari momen berharga yang dialami orang lain, dan kondisi ini kerap diasumsikan dapat memengaruhi self-esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FoMO terhadap self-esteem pada dewasa awal yang belum memiliki pasangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 201 dewasa awal yang aktif menggunakan media sosial dan belum memiliki pasangan, kemudian dilakukan pengecekan kelayakan data sehingga diperoleh 129 data yang dianalisis. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Fear of Missing Out Scale (FOMOS) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Karena data tidak berdistribusi normal, hubungan antarvariabel diuji menggunakan korelasi Spearman, serta dilanjutkan dengan regresi linear sederhana untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara FoMO dan self-esteem (r = 0,027; p = 0,759). Analisis regresi juga memperlihatkan bahwa FoMO tidak berpengaruh signifikan terhadap self-esteem (F = 0,091; p = 0,764) dengan kontribusi yang sangat kecil (R² = 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa FoMO bukan prediktor utama self-esteem pada dewasa awal yang belum memiliki pasangan, sehingga self-esteem pada kelompok ini cenderung dipengaruhi oleh variabel lain di luar FoMO.
Pengaruh Penggunaan Financial Technology terhadap Keberlangsungan Umkm di Pasar Beringin Kecamatan Gunungsitoli Telaumbanua, Arisman; Idarni Harefa; Serniati Zebua; Gulo, Heniwati
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1934

Abstract

Perkembangan Financial Technology (FinTech) telah membawa perubahan fundamental dalam ekosistem transaksi keuangan, termasuk bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan FinTech terhadap keberlangsungan UMKM di Pasar Beringin (Eks Terminal Lama), Kecamatan Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 64 pelaku UMKM yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linear sederhana melalui bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan FinTech berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan UMKM, yang ditunjukkan oleh nilai uji t yang lebih besar dari t tabel pada taraf signifikansi 5%. Selain itu, koefisien determinasi mengindikasikan bahwa variasi keberlangsungan UMKM secara substansial dipengaruhi oleh intensitas pemanfaatan FinTech. Temuan ini mengonfirmasi bahwa FinTech berperan strategis dalam meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing UMKM. Dengan demikian, optimalisasi pemanfaatan FinTech perlu terus didorong melalui penguatan literasi digital, penyediaan infrastruktur teknologi, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan guna memperkokoh keberlangsungan dan kemandirian UMKM di tingkat lokal.
Hubungan Nilai Moral dengan Kualitas Pertemanan pada Mahasiswa Julian, Welvin; Basaria, Debora
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai moral dan kualitas pertemanan pada mahasiswa. Nilai moral diukur menggunakan Moral Foundations Questionnaire (MFQ), sedangkan kualitas pertemanan diukur menggunakan Friendship Qualities Scale (FQS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan mahasiswa pada rentang usia dewasa awal. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi serta analisis tambahan untuk menguji perbedaan berdasarkan karakteristik demografis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara nilai moral dan kualitas pertemanan. Analisis tambahan menunjukkan perbedaan signifikan kualitas pertemanan berdasarkan jenis kelamin, di mana mahasiswa perempuan melaporkan kualitas pertemanan yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa laki-laki. Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan karakteristik demografis lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai moral, khususnya yang bersifat prososial, berperan penting dalam pembentukan hubungan pertemanan yang berkualitas pada mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian psikologi sosial dan perkembangan serta menjadi dasar pengembangan upaya untuk mendukung relasi pertemanan yang sehat di lingkungan perguruan tinggi.
Pengaruh Customer Experience dan Service Quality terhadap Loyalitas Konsumen di Kesiangan X Fat boy Club Batam Annisa, Putri; Rais, Syafruddin; Alhamdi, Rezki; Dailami
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1936

Abstract

Usaha kuliner mengalami perkembangan yang pesat, karna makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Salah satunya cafe yang banyak diminati dan dijadikan tempat untuk berkumpul, bekerja dan melakukan kegiatan lainnya. Bisnis ini juga harus mengahadapi tantangan untuk tetap bertahan terhadap perubahan tren yang mempengaruhi loyalitas konsumen kepada suatu brand. Kesiangan X Fat Boy Club Batam merupakan cafe yang berdiri dan sedang mengahadapi tantangan tersebut, dimana pada penelitian ini peneliti tertarik mengambil Customer Experience dan Service Quality sebagai variabel indenpedent dan Loyalitas Konsumen sebagai variabel dependent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Customer Experience dan Service Quality terhadap loyalitas konsumen pada Kesiangan X Fat Boy Club Batam. Upaya strategis dalam meningkatkan loyalitas konsumen menjadi fokus utama, dengan turut mempertimbangkan pentingnya fasilitas pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilengkapi data dari dokumentasi serta wawancara singkat di Kesiangan x Fat Boy Club Batam. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepada 100 pengunjung, yang ditetapkan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Data yang diperoleh selanjutnya diolah menggunakan IBM SPSS Statistics Version 19 dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil uji hipotesis, dapat disimpulkan bahwa secara parsial hanya service quality yang berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen, sedangkan customer experience tidak berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan keduanya memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen di Kesiangan Café × Fat Boy Club.