cover
Contact Name
Tulus Burhannudin Sitorus
Contact Email
jurnaldinamis@gmail.com
Phone
+6281361719718
Journal Mail Official
jurnaldinamis@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Engineering, University of Sumatera Utara J17 Building 3rd Floor Mechanical Engineering Department Jl. Almameter Kampus USU Medan Telp.061-8213250, Fax 061-8213250
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Dinamis
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : 02167492     EISSN : 28093410     DOI : https://doi.org/10.32734/dinamis
Focus and Scope Dinamis Journal is a national electronic journal as a means to publish scientific works in Mechanical engineering and other relevant fields. This journal has strengths and focuses on the sub-fields of energy conversion, structural materials and materials engineering, production processes, and maintenance systems which are all part of mechanical engineering science. This journal is managed by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University of Sumatera Utara. Scientific works published in the Dinamis Journal are the results of research, both experimental, literature reviews, and simulations and contribute significantly to the development of science and technology. The Dinamis Journal publishes scientific papers in the field of Mechanical engineering related to the following fields of study: Experimental and Computational Mechanical Systems Solar Energy Fuel Cell Noise and Vibration Alloy and Processing
Articles 237 Documents
STUDI EKSPERIMENTAL TEGANGAN-REGANGAN PADA CONNECTING JOINT ALAT PEMANEN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN MODUL AKUSISI BF 350 AA Sitanggang, Mailando; Muhammad Sabri; Nasution, Arif Fadillah
DINAMIS Vol. 9 No. 1 (2021): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2145.766 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v9i1.8451

Abstract

Untuk mengatasi krisis energi masa depan, beberapa alternatif sumber energi sudah banyak dikembangkan, salah satunya adalah energi matahari, energi matahari dapat digunakan menjadi sumber energi panas yang pemanfaatannya sudah sangat banyak digunakan, salah satunya adalah pada mesin pendingin siklus adsorpsi. Mesin pendingin siklus adsorpsi adalah suatu alat yang digunakan untuk mendinginkan sesuatu misalnya seperti buah-buahan, air, vaksin dan sebagainya dengan memanfaatkan sinar matahari untuk menjalankan siklusnya. Mesin pendingin siklus adsorpsi memiliki 3 komponen utama yaitu kolektor, kondensor, dan evaporator. Pada pengujian ini ketiga komponen utama tersebut terbuat dari bahan alumunium karena memiliki nilai konduktivitas thermal yang tinggi dan tahan terhadap korosi akibat dari air maupun refrijeran yang digunakan. Pasangan adsorben dan refrijeran yang digunakan adalah karbon aktif serbuk sebanyak 10 kg dan metanol sebanyak 3 liter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui temperatur maksimum pada kolektor, temperatur minimum pada air yang di dinginkan, efesiensi kolektor dan nilai COP sistem. Prosedur pengujian dengan memanaskan kolektor surya (desorpsi) dari pukul 08.00 WIB - 17.00 WIB, sedangkan proses pendinginan alamiah (adsorpsi) berlangsung dari pukul 17.00 WIB – 08.00 WIB. Dari hasil pengujian dan perhitungan yang telah dilakukan didapat bahwa temperatur maksimum kolektor 126,56 oC, temperatur minimum vaksin -0,09 oC, efisiensi kolektor tertinggi 53,399 % dan nilai COP tertinggi adalah 0,000956.
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI MAGNESIUM (Mg) TERHADAP SIFAT MEKANIK CORAN ALUMUNIUM (Al) ALLOY DENGAN MENGGUNAKAN METODE CETAKAN PASIR Wardana, Aditya Indra; Mahadi
DINAMIS Vol. 9 No. 1 (2021): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1986.939 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v9i1.8453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari kekuatan mekanik tertinggi pada paduan Aluminium dengan menambahkan logam Magnesium.Pengecoran paduan ini menggunakan metode cetakan pasir, variasi unsur Magnesium yaitu sebesar 1%, 4% dan 7%, kemudian hasil coran diuji dengan pengujian mekanik, yaitu pengujian hardness, pengujian tensil, pengujian impact, pengujian bending dan pegujian metalografi. Dari hasil penelitian terlihat bahwa paduan Al 99% Mg 1% memiliki kekuatan mekanik tertinggi dan porositas rendah, sedangkan Al 93% Mg 7% menghasilkan nilai mekanik terendah, dan kadar porositas yang tinggi, semakin banyak persentase unsur Magnesium maka semakin melemah kekuatan mekanik paduan logam tersebut.
ANALISA EKSPERIMENTAL GAYA POTONG, TERMAL DAN GETARAN PADA AKTUATOR TELESKOP GALAH PMANEN KELAPA SAWIT Simanjorang, Padan E; Muhammad Sabri; Nasution, Arif Fadillah
DINAMIS Vol. 9 No. 1 (2021): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2014.175 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v9i1.8454

Abstract

Salah satu faktor yang paling banyak mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit adalah faktor panen. Besarnya frekuensi panen dibutuhkan suatu inovasi alat pemanen untuk memenuhi kebutuhan panen agar dapat meningkatkan efektivitas dalam proses panen kelapa sawit. Oleh karena itu penulis akan menganalisa Linear Aktuator teleskop galah pemanen kelapa sawit yang telah dirancang oleh tim harvesting palm tool. Jenis aktuator ini dirancang dengan menggunakan baterai sebagai sumber tegangan listrik yang disalurkan pada koil dan berubah menjadi energi mekanik yang menggerakkan poros secara linear yang berguna untuk menggerakkan pisau potong. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan potong dari Linear Aktuator, mengukur fluktuasi temperatur pada poros dan casing serta mengetahui pola getaran tanpa beban dari aktuator. Dari hasil penelitian yang dilakukan, energi yang dihasilkan aktuator adalah 7126 Nm dimana aktuator ini masih belum mampu melakukan proses pemotongan. Saat dilakukan pengukuran temperatur, fluktuasi tertinggi temperatur pada poros ada pada lokasi uji 2 dengan suhu 65,67°C dan fluktuasi tertinggi pada casing 64,55°C dimana lokasi uji 2 ini merupakan lokasi yang bersentuhan langsung dengan koil
ANALISIS KARAKTERISTIK VIBRASI PADA CASING BAGIAN TRANSMISI SLUDGE SEPERATOR DENGAN FEA Napitupulu, Donal Fresly P; Muhammad Sabri; Surbakti, Prakarsa A P
DINAMIS Vol. 9 No. 1 (2021): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2614.699 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v9i1.8456

Abstract

Transmisi (sludge separator) berfungsi untuk memindahkan dan mengubah tenaga dari motor yang berputar, yang digunakan untuk memutar roda gigi (worm gear) pada sludge separator poros yang menuju bowl disck. Tingkat getaran yang terjadi dalam transmisi sangat penting agar tidak terjadi kegagalan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui fenomena getaran dan mode getaran yang terjadi pada transmisi. Material dan kondisi batas yang digunakan mempengaruhi frekuensi natural dan mode getaran yang terjadi. Metode yang akan digunakan dalam analisis getaran ini adalah dengan menggunakan analisis modal berdasarkan FEA. Perangkat lunak digunakan dalam membangun bentuk CAD dan proses FEA. Model numerik bercirikan matriks kekakuan struktur dibangun untuk menyelidiki getaran transmisi beserta casing. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu frekuensi natural pada casing sludge separator percobaan pertama (138,26-366,14) Hz, percobaan kedua (139,45-675,54) Hz, percobaan ketiga (243,65-761,10) Hz, percobaan keempat (243,64-764,67) Hz, percobaan kelima (243,75-786,34) Hz, percobaan ke enam (243,75-786,34) Hz, pada penelitian ini didapatkan frekuensi natural terkecil terjadi pada percobaan pertama yaitu 138,26 Hz, sedangkan frekuensi natural terbesar terbesar pada percobaan keenam 786,34 Hz. Hal ini terjadi dikarenakan hubungan kontak yang terjadi pada percobaan ke enam diberikan rpm lebih besar yaitu 6500 rpm sehingga kontak antar roda gigi lebih besar dan menghasilkan frekuensi natural yang lebih besar.
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS PADA PENGELASAN BAJA AISI 1050 TERHADAP KARAKTERISTIK BAJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE LAS SMAW DAN TIG Manihuruk, Rindam Pranata
DINAMIS Vol. 8 No. 1 (2020): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.397 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v8i1.8458

Abstract

Salah satu teknik penyambungan logam dengan cara pengelasan adalah dengan pengelasan TIG (Tungsten Inert gas) dan SMAW (Shild Metal Arc Welding). Dengan las tersebut kita dapat menyambung logam seperti: Aluminium, Tembaga, Carbon Steel, dan Stainless Steel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh cacat las dengan pengelasan TIG dan SMAW terhadap sifat mekanik, struktur mikro, dan kekuatan sambungan las pada Baja AISI 1050. Pengelasan dilakukan dengan menggunakan tungsten AWS EWTh2 filler TGS50 dan elektroda E6013, kekuatan arus 80 A, 100 A,120 A dengan sambungan kampuh V 60o. Metode pengujian yang dilakukan adalah uji kekerasan dengan metode Brinell Hardness Tester, uji tarik dengan Tensile Tester, dan uji struktur mikro dengan Metallurgycal Microscope. Hasil rata-rata dari uji kekerasan didapat Sifat mekanik baja AISI 1050 las SMAW pada daerah las dengan elektroda E 6013 pada variasi arus 80 A adalah 127,82 BHN ; 100 A adalah 139,61 BHN dan 120 A adalah 159,01 BHN dan las TIG dengan filer TG-S50 pada variasi arus 80 A adalah 149,49 BHN ; 100 A adalah 151,36 BHN dan 120 A adalah 164,44 BHN dari data di atas di ketahui bahwa nilai rata-rata kekerasan brinell terbesar terdapat pada variasi arus 120 A dengan nilai 159,01 BHN untuk pengelasan SMAW dengan nilai 164,44 BHN untuk TIG. Nilai tegangan TIG adalah spesimen dengan las 120 A yaitu sebesar 628,93 N/mm2 dan sebaliknya paling rendah adalah pada spesimen las 80 A sebesar 566,53 N/mm2 dimana nilai regangan tertinggi terdapat pada variasi arus 80 A dengan 4,8 %.Dan nilai tegangan paling tinggi pada las SMAW adalah spesimen dengan las 120 A yaitu sebesar 606 N/mm2 dan sebaliknya paling rendah adalah pada spesimen las 80 A sebesar 501,33 N/mm2 dimana regangan tertinggi terdapat pada arus 120 A dengan regangan 9,6. Bentuk struktur mikro pada baja AISI 1050 sebelum pengelasan adalah struktur mikro Feritte, pada pengelasan TIG dititik las (filler) dan SMAW di titik las (elektroda) adalah cementite, dan pada daerah HAZ (Heat Affective Zone) di SMAW maupun TIG memiliki struktur mikro yang sama dengan sebelum dilas yakni feritte, namun dengan ukuran yang berbeda
STUDI PERBANDINGAN VARIASI ARUS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI P20 DENGAN METODE PENGELASAN SMAW (SHIELDED METAL ARC WELDING) Yusuf, Muhammad; Mahadi, Mahadi
DINAMIS Vol. 8 No. 1 (2020): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.205 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v8i1.8459

Abstract

Penentuan besarnya arus pengelasan untuk penyambungan logam pada las busur listrik akan mempengaruhi kualitas hasil sambungan las. Pada penelitian ini menggunakan baja karbon menengah dengan metode pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW), arus pengelasan 80 A, 100 A dan 120 A, serta jenis elektroda E6013 diameter 3,2 mm. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan terhadap kekuatan tarik dan foto mikro pada baja AISI P20. Konsep penelitian ini adalah dengan menguji kekuatan tarik pada pengelasan baja AISI P20. Pada penelitian ini, baja AISI P20 dilas dengan menggunakan jenis kampuh V groove dan posisi pengelasan mendatar atau bawah tangan. Hasil dari penelitian ini pada arus pengelasan 80 A diperoleh kekuatan tarik rata – rata 426,757 N/mm2, regangan rata-rata sebesar 1,59 % dan rata-rata nilai modulus elastisitasnya sebesar 29370,97 N/mm2. Pada arus 100 A memiliki nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 533,664 N/mm2, regangan rata-rata sebesar 3,28% dan ratarata nilai modulus elastisitasnya sebesar 17017,49 N/mm2. Pada arus 120 A diperoleh nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 616,678 N/mm2, regangan rata-rata sebesar 4,52 % dan rata-rata nilai modulus elastisitasnya sebesar 13791,04 N/mm2. Secara keseluruhan, kekuatan tarik yang dihasilkan dari pengelasan baja AISI P20 dengan variasi arus 80 A, 100 A, dan 120 A mengalami penurunan dari kekuatan baja tanpa lasnya yaitu 616,678 N/mm2 (kekuatan tarik hasil pengujian tertinggi) dan 784,8 N/mm2 (tanpa las). Adapun hasil foto mikro menunjukkan butiran semakin halus dan berkurangnya porositas pada daerah lasan diakibatkan peningkatan variasi arus pengelasan.
ANALISIS NUMERIK ANALISIS NUMERIK TERHADAP SAMBUNGAN PROTOTIPE PENGGANTI TULANG PANGGUL PATAH PADA MANUSIA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK SOLIDWORKS: TERHADAP SAMBUNGAN PROTOTIPE PENGGANTI TULANG PANGGUL PATAH PADA MANUSIA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK SOLIDWORKS Yusuf Siahaan, Muhammad Yusuf Rahmansyah Siahaan; Siregar, Rakhmad Arief
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.8974

Abstract

Implan panggul membutuhkan bentuk geometris yang kompleks untuk merekonstruksi area cacat tulang yang tidak biasa, serta kekuatan mekanik yang tinggi untuk menahan beban tekan yang tinggi. Desain fiksasi penting pada implan panggul, mengingat bahwa fiksasi mengamankan implan panggul ke tulang yang tersisa, sementara juga menanggung sejumlah besar beban yang ditempatkan pada tulang. dalam penelitian ini, klasifikasi model sambungan dirancang untuk meningkatkan stabilitas mekanis implan panggul dan menganalisis sambungan protptipe panggul menggunakan simulasi solidworks. Dengan mengklasifikasikan suatu model sambungan. simulasi yang dilakukan dan distribusi tegangan antara daerah tegangan yang tinggi diamati daerah sambungan pada tulang panggul bagian pubis.
ANALISIS ENGINE TIDAK BISA RUNNING PADA UNIT DUMP TRUCK HOWO 371 Purwono, Hendro; Rasma; Effensi, Riki
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.8993

Abstract

Dump Truck Howo 371 adalah salah satu alat berat yang digunakan dalam pertambangan bauksit yang memiliki fungsi sebagai pengangkut material bauksit dari penambangan menuju washing. Oleh karena adanya beberapa faktor mengakibatkan timbulnya masalah pada engine yang tidak bisa running pada saat di starting. Hal ini disebabkan oleh adanya indikasi penyumbatan pada saringan bahan bakar, pemisah air, dan nipple. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa penyebab engine tidak bisa running dengan cara melakukan pengumpulan data primer atau informasi yang baru dan terkait dengan kondisi kenyataan yang berada dilapangan dan beberapa data sekunder sebagai pendukung. Penelitian yang dilakukan menggunakan prosedur untuk menemukan dan memecahkan permasalahan yang ada di lapangan agar unit dapat dilakukan perbaikan dengan tepat dan benar. Dalam melakukian prosedur tersebut penelitian menggunakan 8 step troubleshooting. Pengecekan gejala timbulnya masalah dengan melihat troubleshooting chart. Setelah melalui serangkaian proses ditemukan penyebab terjadinya engine tidak bisa running adalah karena adanya penyumbatan pada fuel filter, water separator, dan nipple pada unit Howo 371. Untuk langkah pencegahan maka perlu dilakukan perawatan berkala terhadap unit dengan aturan yang sudah ditentukan oleh perusahaan atau fabrikasi.
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TIPE MONOCRYSTALLINE DENGAN MEMANFAATKAN ATAP GEDUNG SEBAGAI MEDIA PEMANTUL PANAS MATAHARI Eko Julianto; Nasution, Ahmad Yunus; Ripandu Sasmeidy; Fuazen; Eko Sarwono; Doddy Irawan
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.9021

Abstract

Pada umumnya pemasangan panel surya berada di bagian paling atas (rooftop) dari sebuah bangunan atau gedung, yang permukaannya datar dan tidak ditutupi oleh langit-langit, sehingga pancaran sinar matahari tidak terhalangi. Dikawasan perkotaan khususnya di Kalimantan Barat, sebagian besar ruangnya dipenuhi dengan bangunan-bangunan besar, sehingga memiliki potensi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Desain pembangkit tenaga surya ini menggunakan empat bagian utama, bagian pertama yaitu solar panel Monocrystalline 110 wp untuk sumber utama dari energi matahari menjadi tegangan awal DC, bagian kedua yaitu charger controller sebagai pengatur arus dari panel pada battery atau penyimpanan daya dan ke beban yang dihasilkan dari solar panel tersebut, bagian ketiga yaitu inverter salah satu pengubah tegangan DC ke AC, serta bagian ke keempat yaitu beban untuk penerangan (lampu LED). Dari pengujian pada skripsi ini, penggunaan panel surya belum cukup efisien dan menghasilkan daya rata-rata pada cuaca cerah sebesar 75,03 Watt, sedangkan pada cuaca berawan sebesar 46,3 Watt. Dari segi ekonomis untuk menggantikan PLN.
ANALISA DESAIN KOMPOR BIOMASSA BERBAHAN BAKAR TEMPURUNG KELAPA MENGGUNAKAN ANSYS Nasution, Ahmad Yunus; Hiro, Fernando; Tarigan, Louis
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.9072

Abstract

Bahan bakar konvensional seperti minyak tanah dan gas yang terus meningkat harganya akan menyebabkan banyak penduduk mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan energi keluarga mereka sehari hari karena keterbatasan ekonomi. Pemanfaatan limbah biomasa sebagai sumber bahan bakar disebabkan karena limbah tersebut mempunyai kandungan energi yang cukup signifikan. Keuntungan dari Kompor biomassa ini adalah menggunakan bahan bakar tempurung kelapa, sehingga dapat mengurangi limbah tempurung kelapa yang banyak tidak dimanfaatkan. Selain itu, kinerja alat kompor biomassa sudah cukup baik dibanding kompor konvensional. Pada penelitian ini dilakukan analisa menggunakan Ansya software untuk mengetahui laju aliran massa yang terjadi pada kompor biomassa. Dari spesifikasi kompor biomassa dimana D = 40 cm, T = 50 cm, diperoleh volume V = 62,4m3, dan energi yang diperoleh dari analisa Ansys adalah 34 KJ.