Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan
Journal of Kajian Pembelajaran dan Keilmuan (JKPK) is a peer-reviewed journal which focuses on topics related to education and science in various teaching and learning fields. JKPK invites researchers, lecturers, teachers from various levels such as elementary and secondary levels of education, school principals, school supervisors, and students of Bachelor/Postgraduate/Doctoral programs to publish their research reports or literature review articles. JKPK receive all manuscripts related to original empirical research, theoretical or methodological contributions, literature reviews, and meta analyses on the topics related to teaching and learning in various field such as: 1. Teaching and Learning Mathematics 2. Teaching and Learning Science 3. Teaching and Learning Social Science 4. Teaching and Learning Language and Literature 5. Teaching and Learning Art and Music 6. Teachers and pre-service teachers’ knowledge 7. Theory and Practice in learning 8. Classroom management 9. Education policy
Articles
204 Documents
AKTIVITAS BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE DI KELAS VI SEKOLAH DASAR
Juniarni, Epi
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jurnalkpk.v2i1.38078
AbstrakAktivitas siswa merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara spontan baik jasmani maupun rohani dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses pembelajaran IPA. Aktivitas belajar sangat mempengaruhi hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Kondisi real di SDN 09 Kenanai hasil pembelajaran IPA dan aktivitas belajar siswa kelas VI tergolong rendah disebabkan beberapa hal. Pertama, siswa kurang terlibat dalam pembelajaran. Kedua, guru mengajar terasa menjenuhkan. Ketiga media dan metode yang digunakan guru kurang menarik. Menyimak dari tiga menyebab tersebut, perlu adanya satu inovasi dalam pembelajaran. Salah satu yang dapat ditawarkan yakni dengan menggunakan Model Pembelajaran Take and Give. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pelajaran IPA dengan model pembelajaran Take and Give. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan sifat penelitian kualitatif, artinya berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Peneliti memilih rancangan penelitian tindakan kelas yang terbagi kedalam dua siklus. Tiap siklus terdiri empat kegiatan pokok yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sedangkan subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN 9 Kenanai. Teknik analisis yang digunakan adalah pengumpulan data, pendistribusian data, reduksi data, menganalisis data dan verifikasi/menarik kesimpulan.kesimpulan yang diperoleh bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Take and Give terbukti mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pelajaran IPA. Kata Kunci: Model Pembelajaran Take and Give, Aktivitas Belajar Siswa dan   Pembelajaran IPA
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYAJIKAN TEKS DISKUSI MELALUI PEMANFAATAN “ASAM PEDAS†SISWA SMP NEGERI 11 BINTAN
Aprilyana H, Selly
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jurnalkpk.v4i1.40876
AbstrakTujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan menyajikan teks diskusi pada siswa dengan memanfaatkan “ASAM PEDASâ€. Untuk meningkatkan kemampuan siswa, peneliti merancang inovasi pembelajaran baru yang penulis sebut “ASAM PEDAS†(Aplikasi Anak Melayu Pembelajaran Diskusi Asyik). Aplikasi khusus ini terdiri dari webex sebagai ruang untuk pelaksanaan presentasi dan proses diskusI. Canva untuk pembuatan flyer guna menginformasikan materi apa yang akan disampaikan, jadwal pelaksanaan, dan pelaksana diskusi. Google form untuk membuat presensi online, dan studio barcode untuk membuat kode QR guna mempermudah peserta masuk ke room. Fitur guru untuk mengunggah soal dan fitur siswa untuk menjawab tugas yang diberikan guru. Untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang direncanakan dalam 2 siklus. Sampel penelitian ini 29 siswa kelas IXC SMP Negeri 11 Bintan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “ASAM PEDAS†dapat meningkatkan kemampuan menyajikan teks diskusi pada siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kemampuan awal siswa 64,07 menjadi 72,17 pada siklus I dan meningkat menjadi 87,55 pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa “ASAM PEDAS†mampu meningkatkan kemampuan menyajikan teks diskusi pada siswa karena mudah digunakan dan proses pelaksanaan diskusi yang unik.Kata Kunci: “ASAM PEDASâ€, Kemampuan Menyajikan, Teks Diskusi
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI METODE KERJA KELOMPOK KELAS XI IIS3 SMAN 1 MENJALIN
Suyono, Suyono
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 3, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jurnalkpk.v3i2.41209
Abstrak Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Kerja Kelompok pada Mata Pelajaran Geografi Materi Sebaran dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia pada Kelas XI IIS 3 SMA Negeri 1 Menjalin Kabupaten Landak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Kerja kelompok dengan kerja kelompok terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi di kelas XI IIS 3 SMA Negeri 1 Menjali Kabupaten Landak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitin ini adalah penelitian tindakan (action research). Adapun bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). (1) Pembelajaran dengan pembelajaran dengan gabungan metode Kerja kelompok dengan kerja kelompok pada materi pelajaran memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I 17 orang ( 54,55%), siklus II 28 orang (84.84 %), (2) Pembelajaran gabungan metode Kerja kelompok dengan kerja kelompok pada materi pelajaran efektif untuk mengingatkan kembali materi ajar yang telah diterima siswa selama proses pembelajaran, sehingga mereka merasa siap untuk menghadapi ulangan umum bersama . Kata kunci: Kerja kelompok, Hasil Belajar dan Geografi
SUPERVISI MODEL KONTEMPORER UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENYUSUN INSTRUMEN PENILAIAN
Munjirah, Munjirah
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jurnalkpk.v4i2.43126
Abstrak Dalam penyusunan instrumen penilaian atau soal sebagaian besar guru SDN 10 Sungai Kakap belum sesuai dengan ketentuan atau kaidah penyusunan soal. Oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun instrumen penialian atau soal dengan melakukan supervisi model kontemporer. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kompetensi pedagogik Guru SDN 10 Sungai Kakap Dalam menyusun Instrumen Penilaian Tertulis dengan penerapan supervisi Model Kontemporer. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Penelitian dilakukan di SD Negeri 10 Sungai Kakap dengan subjek penelitian yaitu para guru. Instrumen penelitian menggunakan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa supervisi Model Kontemporer terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun Instrumen Penilaian Tertulis di SD Negeri 10 Sungai Kakap. Kata Kunci: Supervisi Model Kontemporer, Kompetensi Pedagogik, Instrumen Penilaian Tertulis
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA DENGAN TEKNIK PEMODELAN
Ratnawati, Eny
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jurnalkpk.v5i2.50227
AbstractOne of the problems in the world of education today is the low quality of education caused by several factors including the low quality of learning caused by the ability of teachers who are still lacking, not using methods that are in accordance with the material being taught, an evaluation system that is not appropriate, and the ability of teachers. in learning activities is still lacking because the learning strategies carried out by teachers are still monotonous. Modeling technique is a learning concept that can help teachers improve students' writing skills so that they can be applied in their lives as family and community members. The purpose of this Classroom Action Research (CAR) is to determine the extent to which learning through modeling techniques improves the poetry writing skills of class VIII B students at SMP Negeri 5 Sungai Raya. In this Classroom Action Research (CAR) carried out in 2 cycles, from the results of the actions taken, the modeling technique is proven to be able to improve students' poetry writing skills in Indonesian lessons by reaching the KKM standard of 70. From 64.46% in cycle I, it can increase to 78.75% in cycle 2. The results of this action research show that learning Indonesian through modeling techniques is effective and can improve the poetry writing skills of class VIII B students at SMP Negeri 5 Sungai Raya.  Keywords: Modeling Techniques, Writing Poetry
KONSEP DAN INDIKATOR PEMBELAJARAN EFEKTIF
Bistari, Bistari
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 1, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jurnalkpk.v1i2.25082
Abstrak Untuk mengkaji keefektifan suatu fokus pembelajaran yang umum dilakukan yakni berupa uji statistik seperti uji beda dengan melihat signifikansi efektifitasnya. Namun demikian, dapat juga dilakukan dengan memperhatikan kualitas pembelajaran yang dilakukan. Suatu penerapan pembelajaran yang memfokuskan pada model, metode, pendekatan, strategi, trik, teknik dan media, dapat dilakukan suatu kajian tentang keefektifan penggunaan salah satu bentuk pengkondisian pembelajaran tersebut. Ada lima indikator pembelajaran efektif, yaitu: (1) pengelolaan pelaksanaan pembelajaran, (2) proses komunikatif, (3) respon peserta didik; (4) aktifitas belajar, (5)   hasil belajar. Untuk kelima indikator pembelajaran efektif saling terkait dan saling mendukung. Pembelajaran dikatakan efektif bila semua indikator dimaksud mencapai kategori minimal baik.Kata kunci: Konsep, Indikator, Pembelajaran Efektif
PEMBELAJARAN MATERI VOLUME PRISMA SEGITIGA DAN TABUNG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD KELAS VI SD
Triyanti, Irma
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jurnalkpk.v2i1.38071
Abstract: The lack of knowledge about how to imply mathematics in daily life, the lack of students’ readiness to follow mathematics lesson, and the lack of the teacher’s mathematical ability became the obstacles in learning mathematics. The purposes of this paper were to describe the conditions of SDN 22 Seladu and Mathematics learning scenarios in class VI SDN 22 Seladu by applying STAD learning model, with steps as follows; (1) The teacher formed groups, 4 members were heterogeneous; (2) The teacher presented the lessons; (3) The teacher assigned the task to the groups to be done by members of the groups. (4) The students that could answer the questions, explained to other group members, so that all members in the group understood ; (5) The teacher gave the quiz to all students. At the time of answering the quiz, they were not allowed to help each other. (6) The teacher rewarded the group with points; (7) The teacher gave the evaluation; (8) closing. It was concluded that the application of STAD cooperative learning model could make students active in learning.Keywords: STAD Learning Model, Material of Triangle Prism Volume and Tube
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH
Agustina, Dwi
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 2, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jurnalkpk.v2i2.38324
AbstrakKeterbatasan-keterbatasan yang dimiliki guru dan siswa dalam pembelajaran biologi mengakibatkan rendahnya perolehan belajar siswa kelas X SMA Negeri 10 Pontianak. Untuk itu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model kooperatif tipe Make A Match yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran biologi. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dengan 3 pertemuan di siklus I dan 2 pertemuan di siklus II. Pemilihan materi yang akan diujicobakan dilakukan dengan berbagai pertimbangan, diantaranya adalah keluasan materi dengan waktu pembelajaran yang terbatas dan materi dirasakan cukup sulit karena ada beberapa sub materi yang sifatnya abstrak. Penelitian dikatakan berhasil jika terdapat peningkatan aktivitas belajar dengan predikat minimal “aktifâ€. Setelah dilakukan penelitian, hasil yang diperoleh di siklus I adalah aktivitas belajar dengan rata-rata 59,34 dengan predikat “cukup aktifâ€. Kemudian pada siklus II, nilai rata-rata 82,05 dengan predikat “aktif†Terdapat peningkatan yang signifikan di siklus II dan hasil akhir sudah melebihi indikator keberhasilan tindakan yang dipersyaratkan sehingga penelitian tindakan tidak dilanjutkan untuk siklus berikutnya. Kata Kunci : Make A Match, Aktivitas Belajar SiswaÂ
PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SARANA PENDUKUNG GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Kastro, Alexander
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jurnalkpk.v4i1.40887
AbstrakPemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Bersamaan dengan itu, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah mengembangkan Gerakan Litarasi Sekolah untuk meningkatkan daya baca siswa dan menggerakkan literasi bangsa dengan menerbitkan buku pendukung bagi siswa yang berbasis kearifan lokal. Gerakan Literasi Nasional ini telah dilaksanakan secara menyeluruh dan serentak, mulai dari ranah keluarga sampai ke sekolah yang dikenal sebagai Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah sendiri sudah disosialisaikan bersamaan dengan diberlakukannya Kurikulum 13, meskipun tidak semua sekolah sudah melaksanakannya secara maksimal dikarenakan belum didukung oleh sarana prasarana yang memadai. Berbagai sarana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah ini, misalnya : sudut baca, taman baca, area ramah anak (peserta didik), dan perpustakaan sekolah. Perpustakaan Sekolah merupakan salah satu sarana fisik dalam menunjang Gerakan Literasi Sekolah. Perpustakaan tidak hanya berkaitan dengan gedung dan buku saja, namun juga sistem penyimpanannya, pemeliharaannya, si pengguna dan bagaimana cara menggunakan dan menfaatkannya.Kata kunci : Gerakan Literasi Sekolah, Sarana Prasarana, Perpustakaan Sekolah
PENERAPAN KOMBINASI MODEL KOOPERATIF DAN DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL DAN AKTIVITAS BELAJAR PKN SISWA SEKOLAH DASAR
Liswati, Liswati
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jurnalkpk.v4i2.43120
Abstrak Hasil survey di lapangan menunjukkan bahwa kondisi hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn di kelas V SDN 04 Pangkalan Buton belum sesuai dengan harapan guru. Hal ini di tunjukkan dari hasil pembelajaran PKn yang telah dilakukan selama ini dengan menggunakan model pembelajaran ceramah. antara lain : (1) siswa kesulitan untuk memahami konsep akademik dalam menggambarkan sesuatu yang abstrak; (2) suasana belajar menjadi membosankan bagi siswa. Apakah dengan kombinasi model pembelajaran kooperatif dan discovery di kelas V SDN 04 Pangkalan Buton tahun ajaran 2019/2020 dapat meningkatkan interaksi sosial dan aktivitas belajar siswa ?. Pada hasil belajarpun mengalami peningkatan, kalau kita melihat dari data hasil belajar siswa serta membandingkan dari pra PTK, samapi dengan pelaksanaan siklus II sebagai kelanjutan dari pelaksanaan perbaikan dari siklus I, yang mana pada hasil belajar pada pra PTk siswa mendapatkan hasil belajar kategori kurang ada 4 orang (21%), setelah melaksanakan PTK pada siklus I menjadi 3 orang (16%) dan pada siklus II siswa yang tergolong nilai hasil pembelajarannya kurang menjadi 0 (0%) Kata Kunci : Metode, Kooperatif, Discovery