cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS" : 11 Documents clear
E-Commerce and Ethical Business Practices: The Role of DSN-MUI Fatwa Nugroho, Randhy; Nurhayati, Ely
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.23296

Abstract

In light of the rapid expansion of e-commerce, this study critically examines the role of the National Sharia Board-Indonesian Council of Ulama (DSN-MUI) fatwas (No. 144 and 146) in fostering ethical business practices within online marketplaces. With the ongoing digital transformation, aligning business practices with Islamic ethical standards has become increasingly critical. This research critically evaluates the practical implementation of Sharia-compliant consignment contracts on two leading platforms, Shopee and Tokopedia, using a document analysis approach. Findings indicate that current consignment contracts largely comply with DSN-MUI guidelines despite the absence of explicit contractual formulations. Furthermore, both Shopee and Tokopedia have implemented preventive and corrective mechanisms to deter prohibited transactions, such as tadlis (concealment of defects) and ghisy (quality mismatch). However, a notable gap exists in measures addressing tanajusy (demand engineering) transactions. The study suggests that issuing additional fatwas specifically targeting tanajusy transactions, along with adopting Islamic compliance labeling, could further strengthen the ethical framework of the e-commerce sector.========================================================================================================ABSTRAK - E-Commerce dan Praktik Bisnis Beretika: Peran Fatwa DSN-MUI. Seiring dengan pertumbuhan e-commerce yang pesat, kebutuhan untuk menyelaraskan praktik bisnis dengan standar etika Islam semakin mendesak. Penelitian ini mengkaji peran fatwa DSN-MUI (No.144 dan 146) dalam mendorong perilaku bisnis beretika di platform ritel daring. Penelitian ini secara kritis mengevaluasi implementasi kontrak konsinyasi pada dua platform e-commerce terkemuka, yaitu Shopee dan Tokopedia. dan menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Dengan menggunakan pendekatan analisis dokumen, penelitian ini menguji kesesuaian praktik kontraktual dengan kedua fatwa DSN-MUI tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan kontrak konsinyasi saat ini secara substansial telah memenuhi persyaratan DSN-MUI meskipun tidak ada formulasi kontrak eksplisit. Selain itu, kedua platform telah menerapkan mekanisme preventif dan korektif untuk mencegah transaksi terlarang seperti tadlis (penyembunyian cacat) dan ghisy (ketidaksesuaian kualitas). Namun, penelitian juga mengungkapkan adanya kekurangan dalam mekanisme yang mengatasi transaksi tanajusy (rekayasa permintaan). Penelitian ini menyarankan untuk penerbitan fatwa tambahan yang khusus mengatur transaksi tanajusy, serta penerapan label kepatuhan syariah, sehingga dapat memperkuat iklim etis di sektor e-commerce.
Islamic Banking and Agricultural Development in Aceh: A Strategic Partnership Model Using ANP Methodology Al Amin, Haris; Ramadhan, Muhammad; Sugianto, Sugianto
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.24028

Abstract

The persistent challenges to farmer welfare in Aceh, Indonesia, stem from interconnected internal and external constraints. Bank Aceh Syariah (BAS) has emerged as a pivotal institution in addressing these issues through partnership-driven empowerment models. This study develops a comprehensive empowerment framework leveraging BAS strategic role to enhance agricultural sustainability and farmer livelihoods. Employing a mixed-methods approach, it integrated qualitative interviews with multi-stakeholder perspectives (academics, government agencies, farming communities, and BAS policymakers) into an Analytic Network Process (ANP) analysis using Super Decisions Software 3.10. The findings identify significant internal barriers, such as knowledge deficits, limited access to technology, and innovation stagnation, alongside external challenges like climate risks, market volatility, and restricted access to Islamic financial services. The study highlights the interdependent dynamics of socioeconomic, environmental, and institutional factors shaping agricultural development. The proposed strategic framework emphasizes coordinated actions in resource distribution, policy alignment, and market integration, facilitated through strengthened BAS-farmer partnerships. This research contributes to the discourse on sustainable agricultural ecosystems by offering actionable recommendations for policymakers, emphasizing the critical role of integrated financial and institutional strategies in fostering resilience and development.========================================================================================================ABSTRAK - Perbankan Syariah dan Pembangunan Pertanian: Model Kemitraan Strategis dengan Metode ANP. Kesejahteraan petani di Aceh, Indonesia, terus menghadapi tantangan yang kompleks akibat berbagai hambatan internal dan eksternal yang saling terkait. Bank Aceh Syariah (BAS) telah berperan sebagai institusi strategis dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut melalui implementasi model pemberdayaan berbasis kemitraan. Penelitian ini merumuskan sebuah kerangka pemberdayaan yang komprehensif dengan memanfaatkan peran strategis BAS untuk meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian sekaligus kesejahteraan petani. Dengan menerapkan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengintegrasikan wawancara kualitatif dari berbagai pemangku kepentingan—meliputi akademisi, instansi pemerintah, komunitas petani, dan pembuat kebijakan BAS—ke dalam analisis Analytic Network Process (ANP) menggunakan perangkat lunak Super Decisions 3.10. Hasil analisis mengidentifikasi hambatan internal utama, seperti kesenjangan pengetahuan, keterbatasan akses terhadap teknologi, dan minimnya inovasi, serta tantangan eksternal berupa kerentanan terhadap perubahan iklim, ketidakstabilan pasar, dan akses yang terbatas ke layanan keuangan syariah. Temuan penelitian ini mengungkapkan adanya keterkaitan yang erat antara faktor sosial-ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan yang memengaruhi pembangunan sektor pertanian. Kerangka strategis yang dihasilkan menekankan pentingnya intervensi terkoordinasi dalam alokasi sumber daya, harmonisasi kebijakan, dan penguatan akses pasar melalui kemitraan yang diperkuat antara BAS dan petani. Penelitian ini menegaskan urgensi pendekatan finansial-kelembagaan yang terintegrasi untuk menciptakan ekosistem pertanian yang tangguh serta memberikan rekomendasi strategis yang relevan bagi pembuat kebijakan dalam mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan.
How Behavioral Factors Shape Intentions Toward Cash Waqf Linked Sukuk in Indonesia? Andni, Riyan; Aris, Nur; Widodo, Syukri Fathudin Achmad; Anam, Ahmad Muzakkil
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.23109

Abstract

Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) represents an innovative social investment instrument in Indonesia, combining cash waqf (Islamic endowment) with government sukuk (Sharia-compliant bonds). Despite its significant role in funding education, healthcare, and economic development, the substantial potential of CWLS remains underutilized due to a disparity between its projected benefits and the limited participation of potential investors. The study aims to predict the intention of Islamic banking customers to engage in cash waqf through State Sukuk or CWLS in West Java. It employs the Theory of Planned Behavior (TPB) to investigate the behavioral intentions of Islamic banking customers in West Java, Indonesia, toward adopting CWLS. Using a quantitative approach, data were collected from 119 respondents who are active customers of Islamic banks. The findings reveal that attitude toward behavior and subjective norms do not significantly influence behavioral intention, whereas perceived behavioral control (PBC) emerges as a critical predictor of intention to participate in CWLS. Among demographic variables, only age moderates the relationship between attitude toward behavior and behavioral intention. The study identifies low public awareness, limited financial literacy, and mistrust in CWLS mechanisms as key barriers. To bridge this gap, stakeholders must prioritize widespread socialization campaigns, particularly targeting productive-age demographics, to enhance trust and literacy. Strategic promotion of CWLS’s dual benefits—social impact and financial returns—is recommended to accelerate investor participation and maximize its socioeconomic potential.========================================================================================================ABSTRAK - Bagaimana Faktor Perilaku Membentuk Niat Investasi dalam Cash Waqf Linked Sukuk di Indonesia? Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) merupakan instrumen investasi sosial inovatif di Indonesia yang menggabungkan wakaf uang dengan sukuk negara (surat berharga syariah). Meskipun berperan penting dalam mendanai sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi, terdapat kesenjangan antara potensi yang ditimbulkan atas manfaat CWLS dan calon investor potensial. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi niat nasabah perbankan syariah dalam mewakafkan uang melalui sukuk negara atau CWLS di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan ‘Theory of Planned Behavior’ (TPB) untuk menganalisis niat perilaku calon investor dalam menggunakan CWLS dari perspektif nasabah Perbankan syariah. Metode kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 119 responden nasabah bank syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ‘attitude toward behavior’ (sikap) dan ‘subjective norms’ (norma subjektif) tidak berpengaruh signifikan terhadap ‘behavioral intention’ (niat berperilaku), sementara ‘perceived behavioral control’ (PBC) menjadi prediktor utama ‘behavioral intention’ atau niat berpartisipasi dalam CWLS. Dari variabel demografi, hanya usia yang memoderasi hubungan antara sikap dan niat berperilaku. Rendahnya kesadaran masyarakat, literasi keuangan terbatas, dan ketidakpercayaan terhadap mekanisme CWLS diidentifikasi sebagai hambatan utama. Untuk mengatasi hal ini, pemangku kepentingan perlu meningkatkan sosialisasi, khususnya kepada kelompok usia produktif, guna memperkuat kepercayaan dan pemahaman masyarakat. Promosi strategis mengenai manfaat ganda CWLS—dampak sosial dan keuntungan finansial—direkomendasikan untuk memperluas partisipasi investor dan memaksimalkan potensi sosial-ekonomi instrumen ini. 
Enhancing Cooperative Member Loyalty: The Nexus of Service Quality, Institutional Image, and Governance Nurdin, Ridwan; Umuri, Khairil; Riyaldi, Muhammad Haris
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.22446

Abstract

Cooperatives play a crucial role in driving economic development in Indonesia. However, increasing competition from financial institutions has made member loyalty a key factor in ensuring cooperative sustainability. Baitul Qiradh Baburrayyan Cooperative, (KBQ Baburrayyan) a leading coffee-exporting cooperative in Aceh Tengah Regency, Indonesia, faces these challenges while striving to maintain strong member engagement. This study explores the strategies implemented by KBQ Baburrayyan to sustain member loyalty using a qualitative approach with descriptive analysis. The findings reveal that the cooperative enhances service quality through improved coordination and collaboration between management and members. Additionally, strong governance and member-oriented business practices empower members by addressing their economic needs. The cooperative also maintains a positive institutional image, fostering trust among members and stakeholders. This study highlights that service quality, governance, and institutional reputation are essential factors in sustaining long-term member loyalty in cooperatives.======================================================================================================== ABSTRAK - Meningkatkan Loyalitas Anggota Koperasi: Hubungan antara Kualitas Pelayanan, Citra Organisasi, dan Tatakelola. Koperasi memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan ekonomi di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan dengan lembaga keuangan lainnya, mempertahankan loyalitas anggota menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan koperasi. Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan, sebagai koperasi eksportir kopi terkemuka di Kabupaten Aceh Tengah, juga menghadapi tantangan untuk mempertahankan loyalitas anggotanya. Penelitian ini mengeksplorasi strategi yang diterapkan KBQ Baburrayyan dalam mempertahankan loyalitas anggota dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam mempertahankan loyalitas anggota, KBQ Baburrayyan melakukan beberapa strategi, yaitu menjaga kualitas pelayanan dengan meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang baik antar pengurus dan anggota. Selain itu, koperasi juga menjalankan tata kelola dan bisnis yang berorientasi pada pemberdayaan anggota, sehingga anggota dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan baik. Koperasi juga berupaya menjaga citra sehingga senantiasa dipandang baik oleh anggota dan stakeholder lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menjaga loyalitas anggota, koperasi harus senantiasa menjaga kualitas pelayanan, tata kelola dan citra dengan baik. 
Conventional vs. Sharia Insurance: An Empirical Study on Financial Performance and Risk Management Azizi, M. Riza; Hariono, Slamet; Dalail, Wahid
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.24484

Abstract

The Indonesian insurance industry, both conventional and Sharia insurance companies, has experienced significant growth in recent years. However, differences in operational frameworks, regulatory requirements, and investment restrictions raise questions about the financial stability and efficiency of these two insurance models. This study aims to compare the financial performance of conventional and Sharia insurance companies in Indonesia from 2022 to 2024 using the Early Warning System (EWS) and Risk-Based Capital (RBC) methods. Employing a comparative research design, this study utilizes secondary data from annual financial reports. The Mann-Whitney U-test is applied to examine statistical differences between the two types of insurance companies across eleven financial ratios. The results indicate significant differences in nine out of eleven ratios, namely the Solvency Margin Ratio, Underwriting Ratio, Claim Expense Ratio, Commission Ratio, Investment Return Ratio, Liquidity Ratio, Investment to Technical Reserve Ratio, Premium Growth Ratio, and RBC Ratio. The analysis demonstrates that Sharia insurance companies outperform their conventional counterparts across multiple metrics. While the Retention and Technical Reserve ratios show no significant variation, the overall findings substantiate the superior financial performance and risk management capabilities of Sharia insurance companies during the study period. These findings suggest that Sharia insurance companies demonstrate stronger financial performance compared to their conventional counterparts within the study period. The study highlights the financial resilience and risk management effectiveness of Sharia insurance, providing valuable insights for regulators, investors, and industry stakeholders.========================================================================================================ABSTRAK - Asuransi Syariah vs. Konvensional: Studi Empiris terhadap Kinerja Keuangan dan Manajemen Risiko. Industri asuransi di Indonesia, baik asuransi konvensional maupun syariah, telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, perbedaan dalam kerangka operasional, regulasi, dan batasan-batasan investasi memunculkan persoalan terkait stabilitas keuangan dan efisiensi dari kedua jenis asuransi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan asuransi konvensional dan syariah di Indonesia pada periode 2022-2024 dengan menggunakan metode Early Warning System (EWS) dan Risk-Based Capital (RBC). Data penelitian berasal dari laporan keuangan tahunan yang kemudian dianalisis dengan desain penelitian komparatif. Untuk menguji perbedaan statistik antara kedua jenis asuransi tersebut, penelitian ini menggunakan Uji Mann-Whitney U terhadap sepuluh rasio keuangan EWS dan satu rasio RBC. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada sembilan dari sebelas rasio, yaitu Rasio Solvabilitas, Rasio Underwriting, Rasio Beban Klaim, Rasio Komisi, Rasio Pengembalian Investasi, Rasio Likuiditas, Rasio Investasi terhadap Cadangan Teknis, Rasio Pertumbuhan Premi, dan Rasio RBC. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perusahaan asuransi syariah mengungguli asuransi konvensional dalam sebagian besar metrik yang diuji. Meskipun rasio Retensi dan Cadangan Teknis tidak menunjukkan variasi signifikan, temuan keseluruhan membuktikan keunggulan kinerja keuangan dan kemampuan manajemen risiko perusahaan asuransi syariah selama periode penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa asuransi syariah memiliki kinerja keuangan yang lebih kuat dibandingkan asuransi konvensional dalam periode penelitian. Studi ini juga menggarisbawahi stabilitas keuangan dan efektivitas manajemen risiko dalam asuransi syariah, memberikan wawasan yang berharga bagi regulator, investor, dan pemangku kepentingan industri.
Sectoral Diversification and Financing Risks in Indonesian Islamic Banks Widarjono, Agus; Afandi, Akhsyim
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.24510

Abstract

The stability of Islamic banking is crucial for financial sustainability, and sectoral diversification plays a key role in mitigating financing risks. In Indonesia, Islamic banks operate under two models: Islamic bank windows and full-fledged Islamic commercial banks, each facing unique risk exposures. This study investigates the impact of sectoral diversification across various economic sectors on the financing risks of Indonesian Islamic banks. It also examines the role of key bank-specific and macroeconomic factors, including asset size, financing volume, operational efficiency, inflation, and the COVID-19 pandemic. Using aggregate monthly data from Islamic bank windows and Islamic commercial banks spanning January 2015 to December 2023, this study employs the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model to assess both short-term and long-term effects on financing risks. The results indicate that concentrated sectoral financing significantly increases financing defaults for both Islamic bank windows and Islamic commercial banks. Furthermore, while larger bank size and greater operational efficiency contribute to lower financing defaults, an increase in financing volume is associated with higher risks. Inflation and the COVID-19 pandemic further exacerbate financing defaults, particularly for Islamic bank windows. These findings underscore the importance of diversifying sectoral financing to mitigate risk. Policymakers and banking practitioners should promote balanced financing strategies complemented by stringent financing monitoring to reduce default risks and enhance financial resilience.======================================================================================================== ABSTRAK - Diversifikasi Sektoral dan Risiko Pembiayaan pada Bank Syariah di Indonesia. Stabilitas perbankan syariah sangat penting bagi keberlanjutan sektor keuangan, dan diversifikasi sektor ekonomi memainkan peran kunci dalam mengurangi risiko pembiayaan. Di Indonesia, bank syariah beroperasi dalam dua model: unit usaha syariah (Islamic bank windows) dan bank umum syariah (Islamic commercial banks), yang masing-masing menghadapi eksposur risiko yang berbeda. Penelitian ini mengkaji dampak diversifikasi sektor ekonomi terhadap risiko pembiayaan bank syariah di Indonesia. Selain itu, studi ini mengeksplorasi pengaruh variabel spesifik bank dan kondisi makroekonomi, termasuk ukuran aset, volume pembiayaan, efisiensi operasional, inflasi, serta pandemi COVID-19. Data penelitian berasal dari laporan bulanan dari Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank Umum Syariah (BUS) dari Januari 2015 hingga Desember 2023. Analisis data dilakukan dengan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) yang cocok untuk menguji efek jangka pendek dan panjang dari risiko pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan yang terfokus pada sektor tertentu secara signifikan meningkatkan risiko gagal bayar pada Islamic bank windows maupun Islamic commercial banks. Selain itu, ukuran bank yang lebih besar dan efisiensi operasional yang lebih tinggi terbukti mengurangi risiko gagal bayar, namun peningkatan volume pembiayaan justru meningkatkan risiko. Inflasi dan pandemi COVID-19 semakin memperburuk risiko gagal bayar, terutama bagi UUS. Temuan ini menegaskan pentingnya diversifikasi sektor pembiayaan untuk mengurangi risiko. Para pemangku kebijakan dan praktisi perbankan disarankan untuk mendorong strategi pembiayaan yang lebih seimbang, didukung oleh pemantauan pembiayaan yang ketat guna mengurangi risiko gagal bayar serta meningkatkan ketahanan keuangan. 
Sharia Auditing in Zakat Institutions: Challenges and Prospects in Indonesia Megawati, Devi; Zulkifli, Zulkifli
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26059

Abstract

Ensuring Sharia compliance within religious institutions, particularly zakat institutions, is imperative to safeguarding their credibility, maintaining public trust, and mitigating significant legal and reputational risks. While prior research has extensively explored Islamic banking regulations, limited scholarly attention has been given to the governance and auditing frameworks of zakat institutions. This study explores how zakat authorities regulate and operate to enforce adherence to Islamic principles, addressing a key gap in research, which has mostly focused on Islamic banking. Using a qualitative approach, the study is based on interviews with 35 key stakeholders, including representatives from Indonesia’s Ministry of Religious Affairs (MoRA), Sharia auditors, and practitioners from both state-regulated (BAZNAS) and non-state (LAZ) zakat institutions. The findings highlight the evolving nature of Sharia auditing, which involves both internal Sharia supervisors and external auditors from the MoRA. However, challenges persist, particularly in clearly separating financial audits from Sharia audits, which affects their effectiveness. The findings indicate that Sharia auditing remains in a nascent phase, with its current implementation largely serving administrative formalities rather than fostering substantive enhancements in compliance. This study advocates for urgent scholarly and practical efforts to refine Sharia auditing frameworks, ensuring they transcend procedural checklists and actively strengthen institutional adherence to Islamic ethical and legal standards.======================================================================================================== ABSTRAK - Audit Syariah dalam Lembaga Zakat: Tantangan dan Prospek di Indonesia. Kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam institusi keagamaan, khususnya organisasi zakat, sangat penting untuk menjaga kredibilitas, kepercayaan publik, serta menghindari risiko hukum dan reputasi yang signifikan. Meskipun penelitian sebelumnya telah banyak menyoroti regulasi perbankan Islam, kajian mengenai tata kelola dan audit syariah dalam lembaga zakat masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme regulasi dan operasional yang diterapkan oleh otoritas zakat dalam menegakkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, sekaligus mengisi kesenjangan dalam literatur terkait audit syariah di luar sektor perbankan. Dengan pendekatan kualitatif, data penelitian ini berasal dari wawancara dengan 35 pemangku kepentingan kunci, termasuk perwakilan dari Kementerian Agama Indonesia, auditor syariah, serta praktisi dari lembaga zakat negara (BAZNAS) dan non-negara (LAZ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik audit syariah terus berkembang, dengan mekanisme pengawasan ganda yang mengombinasikan pengawasan internal oleh dewan pengawas syariah dan audit eksternal oleh Kementerian. Namun, masih terdapat ambiguitas dalam membedakan audit keuangan dan audit syariah, yang menghambat efektivitas implementasinya. Penelitian ini menemukan bahwa audit syariah masih berada dalam tahap awal, sering kali hanya menjadi formalitas administratif tanpa memberikan peningkatan yang substansial dalam kepatuhan terhadap prinsip syariah. Studi ini menekankan perlunya pengembangan kerangka audit syariah yang lebih komprehensif, baik dari perspektif akademik maupun praktis. Untuk memperkuat kepatuhan institusional terhadap standar etika dan hukum Islam, audit syariah harus berkembang dari sekadar kepatuhan berbasis daftar periksa menjadi instrumen tata kelola yang lebih substansial, guna meningkatkan integritas regulasi dalam lembaga zakat. 
Stock Market Dynamics and Jakarta Islamic Index Returns: An ARDL Approach Suhendar, Adhatya Rizky; Suriani, Suriani
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.23879

Abstract

Understanding the factors that influence stock returns is crucial for investors, particularly the Islamic capital markets. This study examines the impact of company size and key financial fundamentals—return on assets (ROA), debt-to-equity ratio (DER), and earnings per share (EPS)—on stock returns in the Jakarta Islamic Index (JII). Using secondary data from seven companies listed in the JII between 2011 and 2021, this study employs the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model to analyze both short-term and long-term effects. The findings indicate that, in the long run, company size and ROA have a positive impact on stock returns, while the debt-to-equity ratio has a negative effect. However, in the short term, ROA negatively affects stock returns, whereas the debt-to-equity ratio has a positive impact. Interestingly, EPS does not influence stock returns in either the short or long term. These results highlight the importance of maintaining strong financial fundamentals to sustain investor confidence in Sharia-compliant stocks. Companies should focus on enhancing financial stability and risk management to attract and retain long-term investors.======================================================================================================== ABSTRAK - Dinamika Pasar Saham and Retur pada Jakarta Islamic Index: Pendekatan ARDL. Memahami faktor-faktor yang memengaruhi return saham sangat penting bagi investor, terutama di pasar modal syariah. Penelitian ini menganalisis pengaruh ukuran perusahaan dan rasio fundamental keuangan utama—return on assets (ROA), debt-to-equity ratio (DER), dan earnings per share (EPS)—terhadap return saham pada Jakarta Islamic Index (JII). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tujuh perusahaan yang terdaftar di JII selama periode 2011–2021. Untuk menganalisis dampak jangka pendek dan jangka panjang, penelitian ini menerapkan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, ukuran perusahaan dan ROA berpengaruh positif terhadap return saham, sementara debt-to-equity ratio memiliki dampak negatif. Namun, dalam jangka pendek, ROA berpengaruh negatif, sedangkan debt-to-equity ratio berpengaruh positif terhadap return saham. Menariknya, EPS tidak berpengaruh terhadap return saham, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil ini mengindikasikan pentingnya mempertahankan fundamental keuangan yang kuat untuk menjaga kepercayaan investor terhadap saham berbasis Syariah. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan stabilitas keuangan dan strategi manajemen risiko guna menarik dan mempertahankan investor jangka panjang
The Mediating Role of Islamic Spirituality in Shaping Career Interest in Islamic Banking Mauludi AC, Ali; Fadllan, Fadllan; Haryanti, Nik
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26092

Abstract

This study examines Islamic spirituality as an intervening variable mediating the relationship between religiosity, the sharia system, professionalism, and career interest in Islamic banking among students at Islamic higher education institutions in East Java, Indonesia. Employing a quantitative approach, the research utilized purposive and random sampling techniques to survey 150 respondents, determined using the Lemeshow method. Data were analyzed through multiple regression and path analysis within an associative comparative framework. Findings reveal that religiosity and the sharia system lack direct influence on career interest but exhibit significant indirect effects when mediated by Islamic spirituality. Conversely, professionalism directly and positively impacts career interest without requiring spiritual mediation. The study highlights the critical role of Islamic spirituality in amplifying religiosity and sharia adherence to shape career aspirations, while professionalism independently drives career interest. Theoretical implications suggest that Islamic spirituality bridges ideological principles with vocational motivation, whereas practical insights emphasize integrating spiritual values into academic curricula and fostering workplace environments that reinforce sharia compliance. These outcomes underscore the need for Islamic financial institutions to cultivate spiritual motivation among employees to align operational practices with ethical foundations.========================================================================================================ABSTRAK - Peran Mediasi Spiritualitas Islam dalam Membentuk Minat Karir di Perbankan Syariah. Penelitian ini mengkaji spiritualitas Islam sebagai variabel intervening yang memediasi hubungan antara religiositas, sistem syariah, profesionalisme, dan minat berkarir di perbankan syariah pada mahasiswa di perguruan tinggi Islam di Jawa Timur, Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan teknik purposif dan random sampling untuk mensurvei 150 responden, yang ditentukan dengan metode Lemeshow. Data dianalisis melalui regresi berganda dan analisis jalur dalam kerangka penelitian lapangan komparatif asosiatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa religiositas dan sistem syariah tidak berpengaruh langsung pada minat berkarir, tetapi memiliki efek tidak signifikan ketika dimediasi oleh spiritualitas Islam. Di sisi lain, profesionalisme berdampak positif secara langsung pada minat berkarir tanpa memerlukan mediasi spiritual. Studi ini menekankan peran krusial spiritualitas Islam dalam memperkuat religiusitas dan kepatuhan syariah untuk membentuk minat karir, sementara profesionalisme secara independen mendorong minat berkarir. Implikasi teoretis menunjukkan bahwa spiritualitas Islam menjembatani prinsip ideologis dengan motivasi vokasional, sedangkan implikasi praktis menyarankan integrasi nilai spiritual dalam kurikulum akademik dan pengembangan lingkungan kerja yang memperkuat kepatuhan syariah. Hasil ini menegaskan pentingnya lembaga keuangan Islam dalam menumbuhkan motivasi spiritual karyawan guna menyelaraskan praktik operasional dengan fondasi etis. 
Macroeconomic Determinants and Global Islamic Market Linkages of the Jakarta Islamic Index Fitriansyah, Rahmat; Nurzaman, Mohamad Soleh
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26679

Abstract

Amidst significant volatility and a sustained decline over the past decade, the Jakarta Islamic Index (JII) performance is closely linked to domestic macroeconomic conditions and global Islamic equity trends. This study employs Vector Autoregression (VAR) and Vector Error Correction Model (VECM) methodologies to analyze the short- and long-term impacts of key macroeconomic indicators—Bank Indonesia interest rate (BI Rate), Consumer Price Index (CPI), Rupiah exchange rate (ER), global oil prices (CO), and Dow Jones Islamic Market (DJIM) indices from the US, Europe, and Japan—on the JII. Short-term findings reveal negative effects from the BI Rate and DJIM Europe, and positive impacts from the CPI and DJIM Japan. In the long term, ER, CO, and DJIM Japan negatively influence the JII, while DJIM US provides positive contributions. Significant contributors to JII fluctuations include DJIM Japan, CPI, and CO, with adverse responses to BI Rate and DJIM US shocks. These findings underscore the imperative for policymakers to maintain exchange rate stability, manage monetary policy prudently, and consider energy diversification. For Sharia investors, the results advocate for strategic portfolio diversification, incorporating global Sharia-compliant equities and inflation-resistant assets to navigate the identified risks and optimize returns.========================================================================================================ABSTRAK - Indikator Makroekonomi dan Pasar Modal Syariah Global pada Jakarta Islamic Index. Di tengah volatilitas signifikan dan penurunan berkelanjutan selama dekade terakhir, kinerja Jakarta Islamic Index (JII) terkait erat dengan kondisi makroekonomi domestik dan tren pasar ekuitas syariah global. Penelitian ini menggunakan metode Vector Autoregression (VAR) dan Vector Error Correction Model (VECM) untuk menganalisis dampak jangka pendek dan jangka panjang dari indikator makroekonomi utama, yaitu suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), Indeks Harga Konsumen (CPI), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (ER), harga minyak global (CO), dan indeks Dow Jones Islamic Market (DJIM) dari AS, Eropa, dan Jepang, terhadap JII. Hasil jangka pendek menunjukkan dampak negatif dari BI Rate dan DJIM Eropa, serta dampak positif dari CPI dan DJIM Jepang. Dalam jangka panjang, ER, CO, dan DJIM Jepang memberikan pengaruh negatif terhadap JII, sementara DJIM AS memberikan kontribusi positif. Kontributor utama terhadap fluktuasi JII adalah DJIM Jepang, CPI, dan CO, dengan respons negatif terhadap kejutan dari BI Rate dan DJIM AS. Temuan ini mendorong pembuat kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengelola kebijakan moneter secara bijaksana, dan mempertimbangkan diversifikasi energi. Bagi investor syariah, hasil studi ini mendukung diversifikasi portofolio strategis, menggabungkan ekuitas syariah global dan aset tahan inflasi untuk mengelola risiko yang teridentifikasi dan mengoptimalkan imbal hasil.

Page 1 of 2 | Total Record : 11