cover
Contact Name
Nurdin Amin
Contact Email
nurdinamin86@gmail.com
Phone
+6285207161847
Journal Mail Official
official.semnasbiotik@gmail.com
Editorial Address
Jln. Ar-Raniry, Komplek Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Gedung B UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Biotik)
ISSN : 97602604     EISSN : 28281675     DOI : 10.22373
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan is an open access and peer reviewed journal. It publishes scientific articles in the field of biology education and technology. Furthermore, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ideas and insights, in addition to critical examinations of biology research and teaching. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. This journal is published by the Department of Biology Education in cooperation with the Center for Research and Community Service (LP2M) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia. Several topics covered in this journal including: curriculum of Biology Education at all education level, research on learning Biology and learning materials at all education level, qualitative and quantitative research of Biology Education and Technology, school management and Biology laboratory management, trends in Biology Education,another study for the scope of Biology Education, research on environmental education.
Articles 717 Documents
INVENTARISASI SERANGGA PADA TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis) DI AREA PERKEBUNAN DESA LAWE PAKAM KECAMATAN BABUL MAKMUR Yassir, Muhammad; Afkar, Afkar; Aldyza, Nadia; Sutoro, Lilis Eti; Nasution, Mhd. Al Amin; Ramut, Anuar; Puspita, Diah Eka
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p1020f37

Abstract

Inventarisasi Serangga Pada Tanaman Kacang Pajang (Vigna sinensis) di Area Perkebunan Desa Lawe pakam Kecamatan Babul Makmur. Penentuan lokasi pengamatan digunakan dengan metode“Purpossive Sampling”,Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies serangga terdapat pada tanaman kacang panjang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi pada tanaman kacang panjang dan untuk mengetahui spesies serangga yang dominan. Pengambilan sampel menggunakan jaring penangkap serangga.Tamanan yang diamati adalah pada bagian batang, daun, bunga, buah, biji dan akar. Spesies serangga yang ditemukan akan dimasukkan pada wadah yang telah disediakan. Spesies serangga yang terdapat pada tanaman kacang panjang akan diberi alkohol 70% dan dibawah ke Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Gunung Leuser untuk diklasifikasi dan diidentifikasi. Data penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan gambar / foto, didapatkan 13 spesies serangga dan 13 famili semua termasuk kedalam kelas insekta. Spesies serangga yang ditemukan pada tanaman kacang panjang yaitu, Popilio polytes, Sexaya coriacae, Appias libythea, Dolichoderus,Musca vigna sinensis, neurothemis sp, Blaberus giganteus,Formica rufa, Dasynus piperis, Plusia sp,Sarcoptes scobei, Aphismaidis dan Handeuleum doleschalia. Spesies serangga yang dominan ditemukan adalah Dolichoderus dan Aphismaidis. Kata kunci: Inventarisasi, Serangga, Vigna sinensis
ETNOBOTANI BAMBU PADA MASYARAKAT KECAMATAN LEDOKOMBO KABUPATEN JEMBER DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI LEAFLET PEMBELAJARAN Imron, Ali; Maysaroh, Wiwin
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/46684k56

Abstract

Kajian etnobotani diperlukan untuk mendokumentasikan hubungan antara masyarakat dan tumbuhan sebagai bagian dari upaya pelestarian kearifan lokal (Widjaja, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan bambu oleh masyarakat Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember serta mengembangkan hasil kajian tersebut sebagai leaflet pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima spesies bambu yang dimanfaatkan masyarakat, yaitu Gigantochloa atter, Gigantochloa apus, Dendrocalamus asper, Bambusa vulgaris, dan Bambusa vulgaris var. striata.Pemanfaatan bambu meliputi bahan bangunan, peralatan rumah tangga, alat pertanian, permainan tradisional, serta bahan pangan berupa rebung. Masyarakat juga menerapkan teknik pengolahan tradisional seperti perendaman dan pengeringan bambu yang terbukti meningkatkan daya tahan bambu terhadap hama (Hartono, 2011). Leaflet pembelajaran memperoleh hasil validasi ahli materi sebesar 85% dan ahli media sebesar 88% dengan kategori sangat layak. Kata kunci: etnobotani, bambu, Ledokombo, leaflet pembelajaran
KEANEKARAGAMAN SERANGGA AIR DI BENDUNGAN INDUK DAM KARANGDORO BANYUWANGI SEBAGAI SEUMBER BELAJAR BOOKLET Safrina, Anastia; Mubarok, Husni
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/rtemve88

Abstract

Serangga air merupakan salah satu kelompok makroinvertebrata yang paling beragam di perairan tawar. Mereka menghabiskan sebagian atau seluruh siklus hidupnya di dalam air, sehingga dapat digunakan sebagai indikator untuk menilai kualitas air. Hingga saat ini belum ditemukan penelitian yang spesifik mengkaji keanekaragaman serangga air di kawasan Bendungan Induk Dam Karangdoro Banyuwangi. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui apa saja spesies serangga air di Bendungan Induk Dam Karangdoro Banyuwangi. Menganalisis indeks keanekaragaman serangga air di Bendungan Induk Dam Karangdoro Banuwangi. Menguji validitas Booklet serangga air di Bendungan Induk Dam Karangdoro Banyuwangi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode jelajah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan meliputi jenis, jumlah, dan parameter lingkungan berupa suhu, DO, pH. Kemudian analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks kemerataan Evenness (E), dan indeks dominansi (D), yang dianalisis mengguunakan program PAST ver. 4.09. Hasil penelitian disusun menjadi booklet yang divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat 1.559 individu serangga air yang termasuk dalam 4 ordo dan 7 famili, yaitu Libellulidae, Coenagrionidae, Platycnemididae, Gerridae, Micronectida, Hydrophilidae, Ephemerellidae. Berdasarkan hasil analisis indeks keanekaragaman, diketahui nilai H’ sebesar 0,886 yang termasuk dalam kategori keanekaragaman rendah. Kata kunci: Booklet, Karangdoro, Keanekaragaman, Serangga air.
MORFOLOGI TUMBUHAN PAKU GENUS PTERIS DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER Istiqomah, Nailal; Sandika, Bayu; Mubarok, Husni
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/fg8kwh44

Abstract

Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan kelompok tumbuhan vaskular berspora yang memiliki karakter morfologi daun yang khas sehingga menjadi objek kajian taksonomi dan keanekargaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik morfologi dan menganalisis tingkat kekerabatan spesies tumbuhan paku genus Pteris yang ditemukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UIN KHAS Jember. KHDTK UIN KHAS JEMBER merupakan kawasan hutan yang berlokasi di Senduro, kabupaten Lumajang dan dikelola sebagai pusat pendidikan, penelitian, serta pelestarian sumber daya hayati. Penelitian dilakukan melalui penentuan karakteristik morfologi untuk mengidentifikasi spesies Pteris berdasarkan ciri morfologi melalui pengamatan dan analisis morfologi dengan melakukan pengukuran kuantitatif pada daun utuh, anak daun, serta variasi pada segmen apikal guna mengetahui tingkat kekerabatan antarspesies. Data morfologi dianalisis menggunakan Cluster Analysis (CA) dengan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) pada program PAST ver. 4.09. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga spesies Pteris di lokasi penelitian, yaitu Pteris vittata, Pteris biaurita, dan Pteris ensiformis. Analisis kluster mengungkap bahwa Pteris ensiformis dan Pteris biaurita memiliki kedekatan morfologi yang lebih tinggi dibandingkan Pteris vittata. Penelitian ini diharap dapat memberikan kontribusi dalam penguatan data taksonomi berbasis morfologi untuk genus Pteris dan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan inventarisasi, konservasi, serta pengembangan sumber belajar di bidang botani. Kata kunci: Keanekaragaman, KHDTK, Morfologi, Pteris, Tumbuhan Paku
TINGKAT MINDFULNESS SISWA SELAMA PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 10 MAKASSAR Amaliah. M, Arizka
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/89y6sr03

Abstract

Mindfulness adalah memberikan perhatian penuh sebagai bentuk kesadaran terhadap situasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat mindfulness pada siswa SMA Negeri 10 Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel 72 siswa kelas XII yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) yang mencakup lima aspek: observe, describe, act with awareness, non-judge, dan non-react. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat mindfulness siswa secara keseluruhan berada dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 90.74. Mayoritas siswa berada pada kategori sedang, sedangkan aspek non-judge memiliki kategori terendah. Simpulan dari penelitian ini adalah siswa memiliki kesadaran diri yang cukup namun belum optimal, sehingga diperlukan upaya peningkatan kemampuan mindfulness, khususnya dalam aspek penerimaan tanpa penilaian. Kata kunci: Biologi, Mindfulness, Siswa
ANALISIS STRUKTUR DAN KOMPOSISI TUMBUHAN PAKU PADA EKOSISTEM HUTAN BRAYEUN Aliyah, Audia Nisa; Zikra, Nabila; Akmal, Wardatul
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/n2a9e836

Abstract

Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan tumbuhan yang memiliki peranan penting terhadap ekosistem. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis struktur dan komposisi tumbuhan paku (Pteridophyta) di ekosistem hutan Brayeun. Studi dilakukan menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan cara melakukan jelajah langsung pada lokasi dan objek pengamatan yaitu di hutan Brayeun, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 November 2025. Data yang diperoleh dianalisis untuk menentukan struktur dan komposisi tumbuhan paku (Pteridophyta) yang tumbuh di dalam ekosistem tersebut. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis atau spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) yang akan di analisis struktur dan komposisinya. Jenis atau pesies tumbuhan paku (Pteridophyta) yang berhasil di temukan yaitu Paku sepat (Nephrolepis cordifolia), Pakis rem kreta (Pteris cretica), Pakis prisai selatan (Pelazoneuron kunthii), Paku rane (Selaginella plana), dan Pakis pemanjat jepang (Lygodium japonicum). Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa setiap jenis atau spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) yang di temukan memiliki struktur dan komposisi yang berbeda. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang keberagaman struktur dan komposisi tumbuhan paku (Pteridophyta) pada ekosistem hutan Brayeun. Kata kunci: Tumbuhan paku, Struktur tumbuhan, Komposisi tumbuhan
KOMPARASI PROFIL VOLATIL DAUN DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) MENGGUNAKAN GC-MS: PENGEMBANGAN PRAKTIKUM BOTANI BERBASIS ANALISIS METABOLIT SEKUNDER Kurniawan, Rizky; Ardila, Mutia; Kurniawan, Hadi; Huda, Nurul
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/y31xe056

Abstract

Kunyit (Curcuma longa L.) menghasilkan beragam senyawa volatil yang berperan dalam interaksi tanaman dengan lingkungannya, namun informasi mengenai perbedaan volatil antarorgan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan profil senyawa volatil daun dan rimpang kunyit menggunakan metode Headspace–Solid Phase Microextraction (HS-SPME) dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) untuk memperoleh gambaran volatil alami dari jaringan segar. Hasil menunjukkan bahwa daun memiliki total area relatif 95,968% dan didominasi monoterpen. Sebaliknya, rimpang menunjukkan total area relatif 79,611% dengan dominasi seskuiterpen. Perbedaan komposisi ini menegaskan adanya diferensiasi metabolik antarorgan sesuai fungsi fisiologisnya. Temuan ini tidak hanya memperkaya data volatil kunyit, tetapi juga relevan untuk pengembangan praktikum botani berbasis riset, khususnya dalam memperkenalkan analisis volatil dan pemanfaatan instrumen GC-MS untuk meningkatkan literasi ilmiah dan pemahaman ekologi kimia pada mahasiswa. Kata kunci: GC-MS, HS-SPME, Kunyit
VARIASI KARAKTER ANATOMI PEMBULUH XILEM PADA SEPULUH SPESIES ANACARDIACEAE: SEBUAH ANALISIS KOMPARATIF DAN EKSPLORATIF Jamaluddinsyah, Jamaluddinsyah; Rahmawati, Lina
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/qcsm6s98

Abstract

Karakter anatomi xilem merupakan indikator penting untuk memahami strategi hidraulik dan mekanisme adaptasi ekologis pada angiospermae. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi anatomi sel xilem sepuluh spesies dari famili Anacardiaceae dari dua tipe hutan di Jambi, meliputi diameter sel xilem, jumlah sel xilem, kerapatan sel xilem, dan kekerasan kayu (wood density). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, Principal Component Analysis (PCA), dan hierarchical clustering. Hasil PCA mengungkapkan bahwa dua komponen utama secara kumulatif menjelaskan 90,6% dari total variasi data. PC1 (67,7%) merepresentasikan gradien efisiensi–keamanan hidraulik (hydraulic safety) berdasarkan ukuran dan kerapatan sel xilem, sedangkan PC2 (22,9%) menangkap variasi tambahan terkait kombinasi jumlah dan diameter sel xilem. Plot PCA individuals mengidentifikasi dua spesies sebagai pencilan (outlier) dengan kerapatan sel xilem sangat tinggi dan ukuran diameter sel xilem kecil, menunjukkan strategi keamanan hidraulik ekstrem. Sementara itu, sebagian besar spesies membentuk satu klaster besar dengan karakter efisiensi hidraulik (sel xilem berukuran besar dan kerapatan sel xilem rendah). Secara keseluruhan, kombinasi PCA dan clustering mengungkap bahwa famili Anacardiaceae di Jambi memiliki dua tipe strategi hidraulik dominan: (1) strategi efisien dengan sel xilem berukuran besar dan densitas rendah, dan (2) strategi aman dengan sel xilem berukuran kecil dan densitas tinggi. Temuan ini memberikan dasar penting untuk memahami respons adaptif pohon terhadap cekaman lingkungan, sekaligus memperkuat pemanfaatan karakter anatomi sebagai indikator ekologi fungsional. Kata kunci: Anacardiaceae, anatomi xilem, angiospermae.
PROFIL MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM MANGROVE BAITUSSALAM ACEH BESAR Agustina, Elita; Ahadi, Rizky; Hanim, Nafisah; Rahmadani Putri, Riri; Hikmah, Hajatul
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/6kbj3965

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan habitat penting bagi berbagai organisme perairan, salah satunya makrozoobentos yang berperan sebagai indikator kualitas lingkungan. Perubahan struktur ekosistem mangrove akan terus berlangsung dan berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan makrozoobentos. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis profil makrozoobentos pada ekosistem mangrove di Baitussalam Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan rancangan ex-post-facto. Metode yang digunakan adalah survei eksplorasi, pengambilan sampel makrozoobentos secara destructive dan nondestructive pada tiga stasiun pengamatan. Analisis data menggunakan Principal Component Analysis (PCA) pada program PAST 3.26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada stasiun 1 dengan kondisi mangrove kerapatan jarang (640 ind/ha), faktor pH dan spesies tanaman Rhizopora berkorelasi terhadap kehadiran Cerithium, Cerithiidea, Littoraria, Pleuroploca dan Sphaerassiminea. Pada stasiun 2 dengan kondisi kepadatan mangrove jarang (840 ind/ha), faktor intensitas cahaya dan DO berkorelasi terhadap kehadiran Uca, Episesarma, Crasostrea, Anadara, Geloina, Gafrarium, Megapitaria. Pada stasiun 3 dengan mangrove kerapatan sedang (1.440 ind/ha) menunjukkan faktor suhu, salinitas dan tanaman mangrove seperti Avicanna, Avicennia, Osbornia berkorelasi dengan kehadiran Cassidula, Clistocoeloma dan Nerita. Faktor fisika-kimia dan spesies tanaman mangrove berkorelasi dengan kehadiran makrozoobentos tertentu dan berperan penting dalam membentuk struktur komunitas makrozoobentos. Kata kunci: Ekosistem Mangrove, Korelasi, Makrozoobentos, PCA, Profil.
KAJIAN TAKSONOMI TUMBUHAN HERBA DI KAWASAN OBJEK WISATA BRAYEUN, LEUPUNG, ACEH BESAR Nurul Hidayati, Safira; Aini, Qurata; Eriawati, Eriawati; Rejeki, Lisma; Ramadhana, Salsabilla
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XIII 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/1bewsb95

Abstract

Kawasan Objek Wisata Brayeun, Leupung, Aceh Besar merupakan ekosistem hutan tropis basah yang memiliki tingkat kelembapan tinggi dan kerap ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan herba. Namun karakteristik ekologinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan herba yang terdapat di kawasan tersebut serta mendeskripsikan kondisi habitat yang mendukung pertumbuhannya. Penelitian dilakukan pada November 2025 menggunakan metode eksploratif dengan teknik purposive sampling melalui pengamatan langsung dan dokumentasi morfologi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk uraian, tabel, dan klasifikasi taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat jenis tumbuhan herba yang ditemukan di Brayeun, yaitu Costus speciosus, Colocasia esculenta, Zingiber zerumbet, dan Syngonium podophyllum. Spesies yang paling mendominasi adalah Costus speciosus, terutama pada area yang sangat lembap di sepanjang aliran sungai. Colocasia esculenta juga banyak ditemukan pada habitat teduh dan basah, Zingiber zerumbet dan Syngonium podophyllum mendominasi area lembap yang terlindungi oleh tertutup. Temuan ini menunjukkan bahwa Brayeun memiliki gradasi mikrohabitat yang beragam dan menjadi lingkungan ideal bagi tumbuhan herba yang membutuhkan kelembapan tinggi. Variasi distribusi setiap spesies mencerminkan adaptasi ekologis yang berbeda-beda. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa keanekaragaman herba di Brayeun mencerminkan kualitas ekosistem yang masih terjaga dan dapat menjadi dasar bagi upaya konservasi serta penelitian lanjutan terkait ekologi tumbuhan. Kata kunci: Brayeun, Habitat, Keanekaragaman,Taksonomi, Tumbuhan Herba