cover
Contact Name
Tetti Seriati Situmorang
Contact Email
seriatitetti@gmail.com
Phone
+6281362184945
Journal Mail Official
lppm.stikesmitrahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl Pintu Air IV Pasar 8 Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor. Provinsi Sumatera Utara. Kode Pos : 20142
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Excellent Midwifery Journal
ISSN : 26208237     EISSN : 26209829     DOI : https://doi.org/10.55541/emj.v4i2.175
Core Subject : Health,
Pregnancy Maternity Childbed Neonates, Infant, Under-fives and Pre-School Children Family Planning Reproduction Health Adolenscent Health Elderly Health Maternal Health Child Health Public Health
Articles 238 Documents
Hubungan Kadar Follicle Stimulating Hormone dengan Keluhan Urogenital Pada Wanita Menopause Sarma Nursani Lumbanraja; Muhammad Fidel Ganis Siregar; Ichwanul Adenin; Letta Sari Lintang; Binarwan Halim; Irwin Lamtota Lumbanraja
Excellent Midwifery Journal Vol 3, No 2 (2020): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.429 KB) | DOI: 10.55541/emj.v3i2.129

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar Follicle Stimulating Hormone (FSH) dengan keluhan urogenital pada wanita menopauseMetode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang. Sampel adalah wanita menopause yang telah berhenti haid minimal 3 tahun. Penelitian dilakukan di Klinik Sari Mutiara Diski. Pada pasien akan dilakukan pemeriksaan kadar FSH dan penilaian keluhan urogenital dengan menggunakan kuisoner Most Bothersome Symtoms (MBS). Data akan dianalisa dengan menggunakan SPSS dan secara statistik dengan menggunakan uji T independent dan Chi-square. Nilai P < 0.05 dianggap signifikan.Hasil: Dari 30 sampel penelitian didapatkan karateristik wanita menopause dengan rerata usia 56.4±2.5 tahun, lama menopause 4.2±2.1 tahun, IMT 26.5±3.3 kg/m2, Paritas 3.1±1.2, dan kadar FSH 69.7±11.4 mIU/mL. Didapatkan perbedaan bermakna rerata kadar FSH pada kelompok dengan keluhan urogenital dan tanpa keluhan keluhan urogenital (P = 0.03). Didapatkan perbedaan bermakna kelompok FSH  60 mIU/mL dengan kelompok FSH > 60 mIU/mL terhadap adanya keluhan urogenital (P < 0.001)Kesimpulan: Kadar FSH > 60 mIU/mL berhubungan dengan adanya keluhan urogenital pada wanita menopause Kata Kunci: Menopause, Follicle Stimulating Hormone, FSH, Keluhan Urogenital
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMBERIAN MP ASI DINI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS PATUMBAK MEDAN TAHUN 2017 Eka Permatasari Purba
Excellent Midwifery Journal Vol 4, No 1 (2021): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.658 KB) | DOI: 10.55541/emj.v4i1.149

Abstract

Pencapaian tumbuh kembang optimal pada bayi, dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. WHO dan UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus diperhatikan salah satunya memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6-24 bulan atau lebih. Di Puskesmas Patumbak masih banyak ibu yang memberikan MP-ASI dini kepada bayi mereka dibawah usia 6 bulan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian MP-ASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Puskesmas Patumbak Medan Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah suvei analitik dengan menggunakan desain cross sectional, yang bertujuan untuk menggambarkan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemberian MP-ASI Dini Pada Bayi Usia -6 Bulan. Dengan metode pengambilan Total populasi. Sampel sebanyak 35 responden ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan. Analisa data menggunakan Analisa chi-square dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemberian ASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan yaitu Pendidikan dengan nilai p=0,002<0,05, pendapatan dengan niai p=0,021<0,05, sikap dengan nilai p=0,004<0,05 dan dukungan keluarga dengan nilai p=0,002<0,05. Dan yang sangat berpengaruh dalam pemberian MP-ASII dini adalah Pendidikan dengan nilai p=0,003<0,05 dan dukungan keluarga dengan nilai p=0,006<0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ada Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemberian MP-ASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Puskemas Patumbak Medan Tahun 2017. Diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI yang tepat.Kata Kunci :   MP ASI Dini, Pendidikan, Dukungan Keluarga, Ibu, Bayi Usia 0-6 Bulan
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS BELL'S PALSY SINISTRA DENGAN MODALITAS INFRA RED DAN MASSAGE DI RSUD CIKALONG WETAN KABUPATEN BANDUNG BARAT Genta Eep Afandi
Excellent Midwifery Journal Vol 4, No 2 (2021): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.212 KB) | DOI: 10.55541/emj.v4i2.171

Abstract

Bell's Palsy adalah kelumpuhan Nervus VII jenis perifer yang timbul secara akut yang penyebabnya belum diketahui, tanpa adanya kelainan neurologik lain. Pada sebagian besar penderita Bell's Palsy Kelumpuhan akan sembuh total, namun pada diantara mereka kelumpuhannya sembuh dengan meninggalkan gejala sisa. Gejala sisa ini dapat berupa kontraktur, sinkenesia atau spasme spontan (Zainal Abidin, dkk, 2017).Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam peningkatan kekuatan otot dan kemampuan fungsional  wajah pada kondisi Bell's Palsy Sinistra dengan modalitas Infra Red dan Massage.Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali didapatkan hasil peningkatan kekuatan otot wajah yaitu MMT T1: mengerutkan dahi: 3, mengangkat alis: 1, menutup mata: 1, kembang kempis hidung: 3, tersenyum: 1, mencucu: 1 menjadi T6: mengerutkan dahi: 5, mengangkat alis: 3, menutup mata: 5, mengkembang kempis hidung: 5, tersenyum: 3, mencucu: 3. Kemampuan fungsional Ugo Fisch Scale T1: 45 "Sedang" menjadi T6: 72 "Baik".Infra Red dan Massage dapat meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional wajah pada kasus Bell's Palsy Sinistra.Kata Kunci : Bell's Palsy, Infra Red, Massage
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DESA PON KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2017 Edy Marjuang Purba; Risnawati Tanjung
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 1 (2018): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.597 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i1.32

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di bawah 11 gr/dl pada trimester I sampai dengan  trimester  III. Anemia selama kehamilan berdampak  buruk pada kesehatan ibu dan janin terutama saat kehamilan, persalinan dan nifas. Pengaruh anemia saat kehamilan dapat berupa abortus, persalinan kurang bulan, dan  ketuban pecah dini (KPD). Pengaruh anemia saat persalinan dapat berupah partus lama, gangguan his kekuantan mengedan serta kala uri memanjang sehingga dapat terjadi retensio plasenta. Pengaruh anemia saat nifas salah satunya perdarahan post partum, infeksi nifas dan penyembuhan luka perineum lama. Meningkatnya proporsi  ibu hamil yang mengalami anemia di wilayah kerja Puskesmas Desa Pon (tahun 2015= 48,7% dan tahun 2016=63,2%) sehingga perlu diketahui faktor risko penyebab meningkatnya kejadian anemia tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional yaitu dengan melihat faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Desa Pon tahun 2017. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan adlah data primer dan sekunder dan dianalisis  menggunakan uji Chi-Square.  Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan, pendapatan, konsumsi tablet Fe, dan pola makan dengan kejadian anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Pon dengan tingkat kemaknaan <0,05. Disarankan kepada ibu hamil untuk lebih sering mengontrol dan memeriksakan kehamilannya. Responden dianjurkan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan sehat serta beraneka ragam dan menghindari konsumsi makanan instant dan yang banyak mengandung penyedap. Pada ibu hamil diharapkan untuk disiplin dan patuh dalam meminum tablet besi sesuai yang diberikan oleh petugas kesehatan. Diharapkan kepada  Puskesmas Desa Pon  supaya aktif  memantau konsumsi  tablet Fe yang diberikan kepada ibu hamil.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI BAHOROK TAHUN 2017 Lenny Lusia Simatupang
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.379 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.58

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja kini masuk di dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Negara wajib menyediakan informasi dan edukasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, bagi remaja agar dapat hidup sehat dan bertanggung  jawab (Anonim,2007). Pengetahuan remaja tentang masalah kesehatan reproduksi masih relatif rendah. Kurangnya pengetahuan tentang biologi dasar pada remaja mencerminkan kurangnya pengetahuan tentang resiko yang berhubungan dengan tubuh mereka dan cara menghindarinya (Pinem, 2009). Tujuan dari penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Tahun 2017 Design penelitian ini bersifat deskriptif kuantitaf yang artinya dilakukan secara sistematis dan lebih menekankan data faktual pada penyimpulan, dimana data-data diperoleh peneliti secara langsung dari responden dengan menggunakan kuesioner. Partisipan dalam penelitian  berjumlah 44 orang siswa SMA Negeri 1 Bahorok yang dipilih dengan teknik purpossive sampling.. Data-data yang terkumpul  diolah melalui komputerisasi dan dianalisis secara deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi dan membandingkan dengan teori-teori hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa persentase tertinggi pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah tingkat pengetahuan cukup dengan jumlah 27 orang (61%).Kata kunci  : pengetahuan, remaja putri, reproduksi
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAK LENGKAPAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL Siska Suci Triana Ginting
Excellent Midwifery Journal Vol 2, No 1 (2019): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.555 KB) | DOI: 10.55541/emj.v2i1.75

Abstract

      Kehamilan di definisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi dan implantasi. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementrian Kesehatan memperlihatkan bahwa data cakupan Antenatal Care di Indonesia selama periode 3 tahun terakhir, pada tahun 2010-2013 yaitu tahun 2010 sebesar 92,7% dan tahun 2013 sebesar 95,4%. Cakupan ANC pertama pada trimester 1 selama periode 3 tahun terakhir pada tahun 2010-2013 yaitu tahun 2010 sebesar 72,3% dan tahun 2013 sebesar 81,3%. Cakupan K4 selama periode 3 tahun terakhir pada tahun 2010-2013 yaitu tahun 2010 sebesar 61,4% dan tahun 2013 sebesar 70,0% (Riskesdas, 2013). Metode penelitian ini menggunakan observasional dengan teknik sampling accidental dan desain penelitian yaitu cross sectional instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan 20 buah pernyataan. Sampel yang diambil sebagai peneliti yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, pekerjaan, umur, pendidikan, dan pengetahuan  memiliki hubungan dengan ketidaklengkapan kunjungan antenatal care. Sedangkan  paritas, sumber informasi tidak ada hubungan nya dengan ketidaklengkapan kunjungan antenatal care. Di harapkan bagi bidan agar tetap memberikan penyuluhan tentang kunjungan antenatal care.Kata kunci : kehamilan, Kunjungan  Antenatal care
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA BANDAR PURBA KECAMATAN MARDINDING KABUPATEN KARO TAHUN 2018 Rosmega Pakpahan
Excellent Midwifery Journal Vol 2, No 2 (2019): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.498 KB) | DOI: 10.55541/emj.v2i2.94

Abstract

ASI merupakan makanan pertama, utama dan terbaik bag ibayi yang bersifat alamiah yang mengandung anti body yang tinggi yang di butuhkan oleh bayi. ASI Eksklusif adalah bayi yang hanya diberi ASI saja tanpa tambahan makanan lain selama 6 bulan. Penelitian yang dilakukan di desa Bandar PurbaKecamatan Mardingding Kabupaten Karo bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan ibu menyusui di desa Bandar Purba Kecamatan Mardingding  Kabupaten Karo tahun 2018. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriftif dengan jumlah populasi 150 orang dan sampelnya sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu dengan tehnik porposive sample. Instrumen yang digunakan adalah dengan pengumpulan data primer dimana dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian distribusi frekuensi menunjukkan bahwa mayoritas berpengetahuan kurang dari distribusi frekuensi adalah 22 responden (73,3%), dari segi Umur mayoritas responden berpengetahuan kurang pada umur 20-35 tahun sebanyak 25 responden (83,4%), dari segi pendidikan mayoritas berpengetahuan kurang pada pendidikan SMP yaitus ebanyak 12 responden (40%), dari segi pekerjaan mayoritas berpengetahuan kurang pada pekerja petani 16 responden (33,3%), dan media cetak sebanyak 6 responden (20%). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui tentang pemberian ASI Eksklusif masih dalam kategori kurang. Untuk itu di harapkan kepada ibu menyusui untuk lebih menyusui untuk lebih mencari Informasi tentang manfaat pemberian ASI EksklusifKata Kunci : Pengetahuan, Ibu Menyusui, ASI Eksklusif
HUBUNGAN PENGGUNAAN DIAPERS DENGAN USIA BALITA DAN KEMAMPUAN TOILET TRAINING PADA BALITA Siti Amallia
Excellent Midwifery Journal Vol 3, No 1 (2020): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.016 KB) | DOI: 10.55541/emj.v3i1.119

Abstract

Latar Belakang: Pemakaian diapers dalam jangka panjang dan dipakai setiap saat dapat menimbulkan efek yang berbahaya serta bisa menghambat kemampuan toilet training anak. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara penggunaan diapers dan usia balita dengan kemampuan toilet training di Perumahan Permata Biru Palembang Tahun. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner untuk mengidentifikasi kemampuan toilet training, penggunaan diapers, dan usia balita. Penelitian dilakukan dari tanggal 3-10 Desember 2019. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu yang anaknya menggunakan diapers berjumlah 40 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh sebanyak 40 responden. Hasil: penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan diapers dengan kemampuan toilet training pada balita (ρ = 0,065 > α = 0, 05), ada hubungan antara usia balita dengan kemampuan toilet training (ρ=0,003 ≤α= 0, 05). Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan orang tua untuk tidak membiasakan penggunaan diapers pada anak, semakin sering menggunakan diapers maka kemampuan toilet training pada anak akan terganggu. Kata Kunci      : Penggunaan Diapers, Usia Balita, Kemampuan Toilet Training.Daftar Pustaka : 10 (2014-2019).
DIFFERENCES IN ROUGH MOTORIC DEVELOPMENT, LANGUAGE AND PROSOCIAL BEHAVIOR IN CHILDREN WHO KINDERGARTEN PROGRAM FULL DAY AND REGULAR IN 2019 Isyos Sari Sembiring
Excellent Midwifery Journal Vol 3, No 2 (2020): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.612 KB) | DOI: 10.55541/emj.v3i2.141

Abstract

The background of this research is Targeted SDGs of quality education by 2030 ensure that all children have access to quality early development, care, and pre-primary education.The purpose of this study is to find out the differences in Roughmotoric, language and prosocial behavior development in children undergoing kindergarten and regular daytime kindergarten learning.Types and designs in this study use Mixed Methods namely Sequential Explanatory Designs. Population in Quantitative Research children aged 4-6 years who attend learning in kindergarten and regular programs, and qualitative research populations School Leaders, Teachers/Teaching Staff, parents. Quantitative research sample is 34 respondents in Full Day program Kindergarten and 38 people in Regular program and for Qualitative research are School Leaders, Teachers / Teaching Staff, parents, sample technique in Quantitative research is Total Sampling, and for Qualitative research is proportional simple random sampling. Examination using KPSP and prosocial behavior observation sheets in quantitative research, and in qualitative research using interview guides and focus group discussion guides. Data analysis in quantitative research uses Mann Whitney and qualitative research uses data reduction analysis techniques, data display and conclusion drawing / verification.The results of quantitative research on bivariate analysis showed that there were significant differences between children undergoing full-day and regular program kindergarten.  On p-value motor development was 0.008 (p <0.05), language p-value was 0.006 (p <0.05) and prosocial behavior p-value was 0.009 (p <0.05). Qualitative research results are not found any obstacles and efforts have been made to improve the quality of Roughmotoric development, language and prosocial behavior, so that it has benefited and achieved expectations of Roughmotoric development, language and prosocial behavior in children undergoing kindergarten full and regular programs.The conclusion of this study is Roughmotoric, language, and prosocial behavior development. in children who undergo full-day kindergarten program is better than regular program kindergarten.Keywords: Language development, rough motor development, prosocial behavior,kindergarten
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI BPM RINI, M.Kes KABUPATEN BATU BARA TAHUN 2021 Nur Azizah; Isyos Sari Sembiring; Rosmani Sinaga; Magdalena Barus; Indra Agussamad
Excellent Midwifery Journal Vol 4, No 2 (2021): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.412 KB) | DOI: 10.55541/emj.v4i2.177

Abstract

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, Virus ini masuk dalam kelompok betacoronavirus, dikatakan Coronavirus karena bentuk virus ini seperti mahkota yang memiliki tonjolan-tonjolan glikoprotein, virus ini mengandung RNA untai tunggal dengan ukuran diameter yang relatif besar sekitar 120-160 nm. Virus ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan droplet saluran pernapasan orang yang terinfeksi (batuk dan bersin) dan dapat bertahan selama berhari-hari di permukaan benda Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan sikap ibu hamil tentang upaya pencegahan Covid-19 selama hamil di BPM Rini, M.Kes Kabupaten Batu Bara. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional study yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan pengetahuan ibu hamil dengan sikap ibu hamil tentang upaya pencegahan Covid-19 selama hamil. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secara random sampling sebanyak 30 ibu hamil. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat.  Berdasarkan hasil Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan yang berada pada kategori kurang, dan sebagian besar ibu hamil memiliki sikap yang negatif terhadap upaya pencegahan Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang upaya pencegahan Covid-19 selama hamil di BPM Rini, M.Kes kabupaten batu bara. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Covid-19

Page 4 of 24 | Total Record : 238