cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Edukasi Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Melalui Konseling Dan Demo Makanan Pada Ibu Menyusui Retno Mardhiati; Nur Setiawati Rahayu; Nursyifa Rahma Maulida
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.363 KB)

Abstract

Kebutuhan gizi anak yang tercukupi dan sesuai dengan umurnya akan memberikan dukungan terhadap tumbuh kembang anak. Adanya kelainan motorik, status gizi stunting, dan permasalahan pencernaan serta timbulnya alergi sangat berkaitan dengan pemberian MP-ASI secara tepat dan benar. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi pada ibu menyusui tentang status gizi balita, mp-asi, dan perkembangan motorik. Permasalahan mitra-mitra kegiatan ini adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman ilmu yang terkait dengan gizi balita dan MP-ASI. Solusi dengan dilakukan untuk menangani masalah mitra pemberian pengetahuan atau KIE tentang ilmu gizi anak. Mitra juga mendapatkan keterampilan pengolahan makanan yang benar sehingga tidak menghilangkan vitamin. Kegiatan PKM ini dilakukan di masyarakat kelurahan Srengseng Sawah kecamatan Jagakarsa, di RW 009 dan RW 010. Mitra berkontribusi dalam penyediaan ruangan dan sarana, komunikasi dengan warga. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk konseling dan demo pembuatan MP-ASI. Kegiatan ini dilakukan oleh tim yang memiliki bidang keahlian gizi kesehatan masyarakat. Tim pengusul didukung oleh lembaga Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat UHAMKA yang menyediakan peralatan jika dbutuhkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pentingnya MP-ASI yang benar dan tepat, cara pembuatan MP-ASI yang meningkatkan selera bayi, perkembangan motorik bayi, dan cara pemantauan tumbuh dan perkembangan bayi. Ibu menyusui termotivasi untuk menerapkan pembuatan MP-ASI yang benar dan sesuai umur.
Edukasi Pengendalian Hipertensi Dan Asam Urat Pada Warga Kelurahan Bencongan Indah Tangerang Banten Riama Marlyn Sihombing; Fiolenty Sitorus; Fransiska Ompusunggu; Triulan Sidabutar; Lisandra M. G. Bernadette
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.487 KB)

Abstract

Gaya hidup malas bergerak, konsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi asam urat serta kurangnya informasi kesehatan menjadi pemicu meningkatnya masalah kesehatan metabolik yang meningkatkan angka kesakitan.WHO (2011) menunjukkan satu milyar orang di dunia menderita hipertensi.3 Hal ini sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan pada bulan September 2017 di RW 05 Kelurahan Bencongan Indah Tangerang ditemukan sebanyak 44,8% warga menderita hipertensi dengan kolesterol tinggi (67%) dan asam urat tinggi (36,2%). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kolesterol dan asam urat sebelum dan sesudah edukasi tentang hipertensi dan gout.Metode menggunakan rancangan pretest-posttest pada 31 warga. Implementasi meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, kadar asam urat, kolesterol serta edukasi diet pada hipertensi dan gout kepada kader dan warga. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan media audiovisual berupa slide power point.Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil menunjukkanlebih dari setengah (54,8%) warga berusia 45 – 59 tahun, mayoritas (83,9%) berjenis kelamin perempuan, sebagian besar (80,6%) obesitas, lebih dari setengah (54,8%) tekanan darahpost-testtermasuk hipertensi, lebih dari setengah (61,3%) kolesterol pre-test meningkat sedangkan lebih dari setengah (54,8%) kolesterol post-test normal, lebih dari setengah (64,5%) kadar asam urat pre-test dan post-test (61,3%) termasuk normal. Hasil analisa menunjukkan ada perbedaan kadar kolesterol sebelum dan sesudah edukasi (p = 0,030) dan tidak ada perbedaan kadar asam urat sebelum dan sesudah edukasi (p= 0,731). Kegiatan selanjutnya kader kesehatan perlu memberikan edukasi tentang hipertensi dan memantau kepatuhan warga menjalankan diet hipertensi.
Skrining Kesehatan Masyarakat Perkotaan Di Lokasi Central Bussiness District (CBD) Dan Pemukiman Di Jakarta Barat Theresia Theresia; Grace Solely
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.014 KB)

Abstract

Komunitas perkotaan saat ini menghadapi sebuah tantangan epidemik terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) yang faktor resiko utamanya adalah gaya hidup. PTM yang memiliki prevalensi paling tinggi pada komunitas perkotaan antara lain hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke. PTM tidak hanya menjadi ancaman pada status kesehatan masyarakat perkotaan, namun juga menjadi beban bagi ekonomi. Tantangan epidemik tersebut harus ditangani secara bertahap oleh berbagai pihak. Skrining kesehatan menjadi tahapan pengkajian awal untuk intervensi terhadap faktor resiko PTM. Skrining kesehatan masyarakat perkotaan ini dilakukan dalam kegiatan dua Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Jakarta Barat. Pertama, PKM berkerja sama dengan pengelola Lippo Mall Puri dalam tajuk UPH Expossure, skrining kesehatan dilakukan terhadap 58 orang. Kedua, skrining kesehatan sebagai bagian dari bakti sosial bagi warga kurang mampu di sekitar Sekolah Dian Harapan (SDH) Daan Mogot terhadap 35 warga. Skrining kesehatan dilakukan di dua tempat yang menurut tata ruang kota wilayah Jakarta Barat yang berbeda yaitu di Atrium Lippo Mall Puri, yang merupakan daerah Central Bussiness District (CBD) dan SDH Daan Mogot Kalideres yang merupakan daerah pemukiman. Warga yang mendapatkan skrining kesehatan di Area CBD yang terbanyak 14 orang (24,1%) dosen dan 19 orang(32,8%) pegawai swasta. Sementara, warga yang mendapatkan skirining kesehatan di SDH Daan Mogot terbanyak yaitu Ibu rumah Tangga 15 orang (42,8%) dan buruh (8,5%). Komunitas perkotaan bertempat tinggal dalam wilayah CBD dan pemukiman di Jakarta Barat melalui kedua PKM di atas memberikan data faktor resiko gaya hidup yang berbeda.
Sosialisasi Air Susu Ibu (ASI) Dalam Mewujudkan Kampung ASI Dini Kurniawati; Hanny Rasni; Nova El Maidah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.289 KB)

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu satunya makanan bagi bayi usia 0 sampai 6 bulan. Perkembangan bayi menjadi optimal dengan pemberian ASI saja sampai usia 6 bulan yang disebut ASI ekslusif. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi ibu, kondisi bayi dan dukungan sosial. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi pada Kader PKK tentang pentingnya ASI sehingga mampu menjadi kelompok pendukung ASI dan mewujudkan kampung ASI. Permasalahan pada mitra adalah belum adanya kelompok pendukung ASI dan rendahnya peran serta masyarakat dalam membantu Ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Solusi penyelesaian masalah dengan memberikan sosialiasi mengenai ASI eksklusif. Mitra mendapatkan edukasi mengenai ASI eksklusif, manfaat ASI, sepuluh langkah keberhasilan menyusui, undang undang mengenai ASI eksklusif dan pentingnya kelompok pendukung ASI. Kegiatan ini dilakukan di Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mitra memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana, komsumsi dan komunikasi dengan kader PKK. Kegiatan ini dilakukan dengan ceramah, diskusi. dengan tim pengabdi merupakan dosen keperawatan maternitas yang sekaligus konselor menyusui, dosen keperawatan komunitas yang ahli dalam pemberdayaan masyarakat dan dosen ilmu komputer yang ahli dalam media edukasi. Pengabdian ini didukung oleh Kemenristek DIKTI dengan dana hibah DRPM. Hasil yang didapatkan adalah peningkatkan pemahaman mitra mengenai ASI eksklusif, manfaat dan pentingnya kelompok pendukung ASI serta 100% mitra bersedia dan berkomitmen untuk anggota kelompok pendukung ASI dan mewujudkan kampung ASI. Mitra bersedia untuk mengikuti kegiatan selanjutnya untuk menwujudkan kampung ASI. Dukungan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif.
Edukasi Pola Hidup Sehat Dan P3K Untuk Para Guru Dan Siswa Di Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, Sukabumi, Jawa Barat Jacquelinda Sandra Sembel; Ian Ruddy Mambu; Evany Indah Manuruh; Prisca Adipertiwi Tahapari; Maria Susila Sumartiningsih
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.188 KB)

Abstract

Penerapan pola hidup sehat dan tindakan yang tepat dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan merupakan hal penting bagi peserta didik dan guru di sebuah komunitas pendidikan yang bertemu 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu, seperti halnya komunitas di Pesantren. Hal ini penting untuk menjaga kualitas kesehatan warga pesantren untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar mereka. Tujuan kegiatan PKM ini adalah memberikan edukasi kepada para santri dan guru mereka di Pesantren Modern Al Umanaa, Sukabumi, Jawa Barat mengenai pola hidup sehat dan penggunaan alat P3K untuk diterapkan sebagai pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi darurat kesehatan di tempat ini. Permasalahan yang dihadapi warga pesantren Al Umanaa adalah posisi pesantren yang cukup jauh dari unit pelayanan kesehatan terdekat (sekitar 30 menit perjalanan mobil), dan tidak adanya tenaga kesehatan profesional di pesantren ini untuk menangani masalah kesehatan warga pesantren yang mendekati 100 orang, di dalamnya ada guru, siswa dan staff Pondok Pesantren. Solusi yang ditawarkan oleh tim PKM kami adalah memberikan edukasi tentang pola hidup sehat agar warga pesantren tetap bugar. Selain itu tim PKM kami memberikan alat-alat P3K yang diperlukan ketika menghadapi kondisi darurat kesehatan. Agar pemanfaat peralatan ini bisa maksimal ketika diperlukan, tim PKM kami juga memberikan edukasi dalam bentuk demonstrasi menggunakan alat-alat P3K tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pola hidup sehat dan penggunaan alat P3K yang tepat, yang diukur dari hasil pre-test dan post-test.
Edukasi Dan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Siswa Pingsan Di SMP Binong Permai, Tangerang Erivita Sakti; Dora Samaria; Riama M. Sihombing; Yakobus Siswadi; Peggy Sara T; Prisca Adipertiwi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.859 KB)

Abstract

Remaja merupakan masa dimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Remaja merupakan salah satu kelompok vulnerable dalam tatanan masyarakat. Mereka memiliki aktivitas yang dinamis, namun kadang tidak diimbangi dengan istirahat serta pola makan yang teratur. Upacara bendera merupakan kegiatan wajib dilaksanakan guna meningkatkan rasa nasionalisme sejak dini dan di mulai di lingkungan sekolah. Akan tetapi masalah yang cukup sering terjadi saat upacara bendera di sekolah adalah ada siswa/i yang jatuh pingsan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan awal pada siswa/i yang pingsan kepada guru pembina UKS, OSIS, Pramuka dan para siswa/i. Permasalahan mitra kegiatan ini adalah adanya siswa/i yang pingsan saat upacara bendera. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan edukasi dan pelatihan mengenai pertolongan pertama pada siswa/i pingsan di sekolah tersebut. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SMP Binong Permai, Tangerang pada tanggal 15 November 2017 dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan bagi siswa/i dengan metode ceramah dan pelatihan pertolongan pertama bagi guru, siswa pengurus OSIS dan Pramuka dengan jumlah peserta sebanyak 161 partisipan yang terdiri dari guru 2,48%, siswa kelas VII 45,34%, siswa kelas VIII 29,81%,siswa kelas IX 22,36%. Hasil kegiatan ini didapatkan nilai rata-rata (mean) pretest pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kondisi pingsan sebelum pelatihan adalah 66,77 dan rata-rata posttest adalah 80,87. Maka dapat disimpulkan, secara statistik ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata pengetahuan para peserta sebelum dan sesudah pelatihan (p value 0,001). Data hasil pretest dan posttest terevaluasi adanya peningkatan nilai rata-rata namun dari perhitungan selisih nilai posttest dan pretest, terdapat 9 orang yang nilai posttest lebih rendah daripada pretest.
Penguatan Sistem Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia Sintha Wahjusaputri; Hermawan Saputra
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1549.541 KB)

Abstract

Kegiatan ini hendak mengupayakan permasalahan yang ada pada mitra, dalam rangka mengembangkan sistem informasi pelayanan kesehatan dasar guna mendukung surveilans kesehatan lanjut usia berbasis masyarakat. Mitra dalam program ini adalah Panti Sasana Tresna Werdha Karya Bakti RIA Pembanguna, Cibubur, Jakarta Timur. Permasalahan kelompok mitra adalah: (1) Penanganan dan pelayanan kesehatan lansia lambat dan konvensional; (2) Belum tersedianya sistem informasi pelayanan kesehatan lansia; (3) Belum ada standarisasi tarif dan mekanisme pembayaran bagi penghuni lansia; (4) Kualitas dan responsibililty tenaga kesehatan pemberi layanan PSTW rendah dan terbatas. Solusi program ini adalah: (1) Memberikan pelatihan senam kesehatan lansia dan penyuluhan kesehatan lansia; (2) memberikan pelatihan manajemen bagi sumber daya manusia, yaitu: pendamping lansia (care giver), pekerja sosial, staf administrasi; (3) memberikan pelatihan kreatifitas pada anggota lansia PSTW Karya Bakti RIA Pembangunan; (3) melakukan program pendampingan (care giver) bagi lansia baik dalam memberikan pelayanan kesehatan maupun berkomunikasi interpersonal yang baik. Target program adalah: (1) memberikan pelatihan dan pembimbingan masalah pengelolaan sistem pelayanan kesehatan lansia serta implementasinya agar dapat diberikan kepada penghuni pada Panti Lansia Sasana Tresna Werdha RIA Pembangunan, Cibubur, Jakarta Timur; (2) mitra sasaran khususnya stakeholder, pekerja sosial dan caregiver lansia PSTW RIA Pembangunan memiliki pengetahuan dan keahlian dalam melayani penghuni; (3) peningkatan pengelolaan system pelayanan kesehatan lansia sehingga mutu layanan kepada lansia dapat ditingkatkan.
Penyuluhan Kesehatan Gigi Bagi Anak-Anak Di Rptra Sungai Bambutanjung Priok Jakarta Utara Suraya Suraya; Aprilia Aprilia; Alma Yulana; Annik Setiawati; Aulia Lydia Citra; Lenny Lenny
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.066 KB)

Abstract

Children in the Sungai Bambu village of Sungai Bambu are very active, cheerful and dynamic. They always play in the Sungai Bambu Integrated Child Friendly Public Space (RPTRA). Unfortunately there are problems experienced by these children, namely lazy bathing and brushing their teeth. The main problem is that in addition to lack of awareness of brushing teeth they also do not understand how to brush teeth properly. For this reason, sental health extension is needed for children and their parents to educate on the importance of brushing your teeth properly. This community service activity was held at RPTRA Sungai Bambu Tanjung Priok North Jakarta on Friday, 29 June 2018. The event was attended by 49 people consisting of children and parents. Communication extension begins with showing videos, an explanation of toothbrushes followed by a demonstration and simulation of the correct way to brush your teeth. In conclusion: Children and parents are enthusiastic about the dental health extension provided and begin to understand how to maintain dental health.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Untuk Masyarakat Marisa Junianti Manik; Siska Natalia; Renova Sibuea; Theresia Theresia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.286 KB)

Abstract

Banyak orang yang mengalami henti jantung di rumah, tempat bekerja atau tempat umum tidak tertolong jiwanya karena tidak mendapatkan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dari seseorang. Henti jantung merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, oleh karena itu kelangsungan hidup tergantung pada adanya RJP yang segera dari siapapun. Jika dilakukan dalam beberap menit pertama, dapat dua atau tiga kali meningkatkan angka kelangsungan hidup seseorang. Studi oleh American Heart Association (AHA) tahun 2010 melaporkan bahwa orang dewasa yang menerima RJP dengan jenis kompresi saja dari seseorang, lebih bertahan daripada yang tidak menerima RJP jenis apapun. Studi lainnya juga memperlihatkan bahwa angka keselamatan dari orang dewasa yang henti jantung dan ditolong oleh seseorang yang bukan tenaga kesehatan hasilnya mirip, baik yang jenis Hands-Only CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) maupun CPR konvensional. Oleh karena itu, masyarakat perlu diajarkan bagaimana mengenali seseorang henti jantung dan bagaimana melakukan pertolongan Hands-Only CPR, sehingga akan banyak jiwa manusia yang tertolong. Fakultas Keperawatan UPH melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pengenalan dan pembelajaran mengenai pertolongan pada korban henti nafas dan jantung di masyarakat melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar atau RJP dengan jenis kompresi saja. Kegiatan ini sudah dilakukan dengan melatih 367 orang di area sekitar Karawaci dan Tangerang Selatan. Peserta merasakan manfaat dari kegiatan PKM ini dan mengharapkan kegiatan ini diadakan secara periodik sehingga materi dan tehnik RJP tetap dimiliki oleh peserta.
Pelatihan Deteksi Dini Dan Tatalaksana Segera Malnutrisi Pada Batitabagi Kader Posyandu Lina Nurbaiti; Ida Ayu Eka Widiastuti; Gede Wira Buanayuda
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.508 KB)

Abstract

Posyandu, berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader (Peningkatan Pemahaman dan Keterampilan Mitra) melalui pelatihan kader Posyandu dalam melakukan deteksi dini masalah malnutrisi pada Batita dan melakukan tindakan segera untuk mengatasinya. Permasalahan yang ditemukan adalah masih seringnya miss diagnose maupun over diagnose masalah malnutrisi pada Batita sehingga terjadi kekeliruan dan keterlambatan penatalaksanaannya di layanan kesehatan primer (terutama di Posyandu). Berdasarkan permasalahan di atas, maka solusi yang ditawarkan adalah : Pelatihan Deteksi Dini dan Tatalaksana Segera Malnutrisi Pada Batita bagi Kader Posyandu. Kegiatan workshop ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Narmada, Kabupaten Lombok Barat dalam empat kali pertemuan (setiap hari Sabtu) selama bulan Agustus 2018. Antusiasme dan animo untuk mengikuti kegiatan pelatihan dengan sukarela relatif tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini dan tatalaksana segera malnutrisi pada Batita.

Page 13 of 138 | Total Record : 1378