Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kecernaan In-Sacco Bahan Kering, Bahan Organik, Dan Serat Kasar Daun Bangun-Bangun (Coleus amboinicus L) Yang Diproteksi Kapsul, Saponin Dan Tanin Yusuf Amirullah Luber; M Afdal; A. Adriani; D Darlis
Wahana Peternakan Vol. 6 No. 1 (2022): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v6i1.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan BK, BO dan SK pada daun bangun-bangun (Coleus amboinicus L) setelah dilakukan proteksi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah memproteksi daun bangun-bangun P0 daun bangun-bagun tanpa perlakuan, P1 daun bangun-bangun di proteksi dengan kapsul, P2 daun bangun- bangun di proteksi daun kembang sepatu (saponin), P3 daun bangun-bangun di proteksi batang pisang (tanin). Peubah yang diamati yaitu kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), dan kecernaan serat kasar (KcSK). Data diperoleh dianalisis dengan analisis ragam. Jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proteksi menggunakan kapsul, saponin dan tanin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap KcBK, KcBO, dan KcSK daun bngun-bangun lebih lanjut terlihat pada P2 menunjukkan hasil yang baik dibandingkan P0, P1 dan P3. Hasil terbaik dicapai pada P2 yaitu proteksi menggunakan saponin yang di ekstrak dari daun kembang sepatu dengan hasil kecernaan BK (83,56%), BO (83,61%), SK (83,02%) Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahan proteksi berupa saponin dapat memproteksi daun bangun-bangun dengan baik.
Evaluasi Nutrisi Tepung Ikan Rucah yang Diolah Menggunakan Probiotik dan Precursor-Prebiotik dalam ransum Ayam Broiler E. Hendalia; F. Manin; Adriani Adriani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.114-122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas nutrisi tepung ikan rucah (TI) yang diolah menggunakan probiotik bakteri asam laktat (PRO) dikombinasikan dengan precursor prebiotik berupa bungkil kelapa (BK) atau bungkil inti sawit (BIS) dalam ransum ayam broiler. Sebanyak 384 ekor ayam umur satu hari (MB 202-P) unsexed, didistribusikan ke dalam 32 unit kandang koloni (12 ekor/unit), menurut rancangan acak lengkap faktorial 2 x 3 dengan empat ulangan (kecuali kontrol 8 ulangan). Faktor pertama adalah penggunaan 2 jenis TI (TI-PRO-BK dan TI-PRO-BIS), sedangkan faktor ke-dua adalah 3 taraf penggunaannya di dalam ransum (5%; 7,5%; dan 10%) menggantikan TI-KOM. Ransum kontrol diformulasikan menggunakan TI-KOM 10% (tanpa TI-PRO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TI-PRO-BK 10% dan TI-PRO-BIS 10% dalam ransum ayam broiler menghasilkan performan pertumbuhan, bobot karkas, bobot daging dada, dan efisiensi penggunaan protein yang nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan TI-KOM 10%, namun tidak nyata dalam mempengaruhi jumlah Lactobacillus dan E. coli di dalam cairan usus. Disimpulkan bahwa TI-PRO-BK dan TI-PRO-BIS memiliki kualitas nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan TI-KOM, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai sumber protein sekaligus sumber probiotik, prebiotik dan postbiotic dalam pakan ayam broiler.
Penguatan usaha kelompok peternak pelaku integrasi sawit-sapi berbasis limbah di Kecamatan Mestong Ardi Novra; Adriani Adriani; Suparjo Suparjo; Nelson Nelson; Sri Novianti
Riau Journal of Empowerment Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.155 KB) | DOI: 10.31258/raje.2.2.43-54

Abstract

This strengthening waste-based palm oil-cattle integration groups business program is a continuation of the development program in the 2013. It is intended to accelerate and increase production capacity through process technology improvements. The results of the activity show that the group's integrated waste processing business has developed well according to the installed capacity of Biourine A Plus and In-site Trychocompose (ITC) production. The implementation of activities is broadly in line with the target. The achievement of ITC production has been 56% of installed capacity but seen from the production trend has shown the direction towards actual capacity use. The income of group business has a significant increase that almost double. The constraints faced are mainly caused by fluctuations in the supply of the main raw materials (liquid waste and solid cages) as the cattle population changes. Follow-up efforts are to encourage changes in business orientation into a dual purpose: to maintain the balance of composition between male and female livestock, and expansion of partnerships of raw material input with the aim of non-group cattle farmers.
Penerapan Manajemen Pascapanen dan Pengolahan Air Susu Kambing Peranakan Etawah di Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Adriani Adriani; Mairizal Mairizal; Yurleni Yurleni
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v5i2.2965

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai manajemen pascapanen dan pengolahan susu kambing perah yang baik. Manajemen pascapanen dan pengolahan susu menjadi salah satu kegiatan yang penting dalam budidaya kambing perah, karena susu merupakan produk yang sangat mudah rusak. Solusi yang ditawarkan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak mengenai manajemen pascapanen dan pengolahan susu yang dihasilkan. Manajemen pascapanen yang diterapkan adalah sistem pemerahan yang baik, penggunaan peralatan yang higienis, teknik penanganan susu sebelum diolah dan pengolahan susu. Metode kegiatan pengabdian adalah penyuluhan, praktek pemerahan yang baik, penangan susu pascapanen dan pengolahan susu pasteurisasi. Hasil pengabdian didapatkan bahwa kelompok tani mendapat pengetahuan mengenai cara pemerahan susu yang baik, cara penangaan susu pasca pemerahan dan cara pengolahan air  susu secara  sederhana yang selama ini belum diketahui. Kesimpulan  kegiatan pengabdian adalah  terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam proses pemerahan, penanganan susu pasca pemerahan dan pengolahan susu pasteurisasi.
Pemanfaatan Limbah Ternak dan Limbah Kelapa Sawit menjadi Porasi melalui Penerapan Starbo- Afe di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur Adriani, Yurleni, F. Manin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.653 KB)

Abstract

Permasalahan kelompok tani di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi yaitu lemahnya penguasaan teknologi pengolahan porasi (pupuk hasil fermentasi), belum optimalnya pemanfaatan peralatan yang dimiliki, dan mahalnya harga pupuk anorganik. Padahal potensi limbah kelapa sawit dan limbah ternak sangat besar jika diolah menjadi porasi. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah perlu dilakukan penyuluhan dan transfer teknologi pengolahan porasi pada kelompok tani. Salah satu kelompok tani yang berpotensi untuk dikembangkan adalah kelompok tani Suka Maju karena memiliki limbah ternak dan limbah kelapa sawit yang berlimpah dengan menggunakan starter. Salah satu starter yang bisa menpercepat proses fermentasi adalah Satrbo-AFE (starter bahan organik). Starbo-AFE merupakan produk hasil penelitian Fapet Unja yang mampu mempercepat proses fermentasi bahan-bahan organik menjadi porasi. Tujuan kegiatan adalah pemberdayaan petani dalam pengolahan porasi melalui penerapan bioteknologi Starbo-AFE. Metode kegiatan adalah penyuluhan, pelatihan, praktek pembuatan porasi, demplot, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil, Kegiatan penyuluhan diikuti 33 orang anggota kelompok tani Suka Maju, jumlah sapi yang dimiliki kelompok sebanyak 210 ekor dengan potensi feces 2,1 ton/hari. Luas kebun kelapa sawit 105 ha dengan potensi pelepah sawit 945 ton/tahun. Selain itu terdapat limbah pabrik kelapa sawit berupa fiber dan abu boiler pabrik kelapa sawit. Proses fermentasi porasi berlangsung selama 21 hari, setelah itu prasi sudah bisa pakai sebagai pupuk. Hasil analisis kandungan hara porasi yang dihasilkan sesuai standar SNI dengan C/N rasio antara 14-18. Setelah kegiatan pencontohan kelompok tani sudah memproduksi porasi sebanyak 1,5 ton. Hasil monitoring pemahaman kelompok tani setelah dilakukan kegiatan didapatkan tingkat pemahaman berada pada angka 4 dan 5 atau “bermanfaat” dan “sangat bermanfaat. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani sudah memahami materi yang diberikan dan sudah memproduksi porasi sebanyak 1.5 ton.
Teknologi Pengolahan Pakan Menggunakan Produfer@Plus Di Mekar Jaya Kab. Tanjung Jabung Barat Yurleni Yurleni; Adriani Adriani; Mairizal Mairizal
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.837 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.530

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam penerapan teknologi pengolahan pakan untuk ternak ruminansia menggunakan starter. Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Mekartani 1 dan 2 Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Desa ini merupakan salah satu sentra pengembangan tanaman kopi organik dan ekowisata berbasis tanaman kopi dan pinang. Untuk mewujudkan daerah organik maka pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tahun 2018 mengintroduksikan ternak sapi sebanyak 6 ekor. Kendala yang dihadapi oleh peternak adalah ketersediaan pakan baik secara kuantitas maupun kualitas sangat terbatas. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara di lapangan, sebagian besar peternak masih menerapkan sistem pemeliharaan yang semi intensif dimana ternak dilepas pada siang hari untuk mencari makan sendiri dan malam hari tidak disediakan pakan di kandang. Sehingga input yang didapat berupa feses dan urin yang akan diolah menjadi pupuk organik sangat sedikit. Kondisi ini bila terus berlanjut dan ditambah dengan kurangnya pemahaman petani tentang pentingnya penyediaan pakan yang berkualitas dan tersedia secara terus menerus serta kurangnya pengetahuan peternak tentang pentingnya pemeliharaan ternak secara intensif guna penyediaan bahan baku untuk menunjang tanaman organik. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani mitra dalam menerapkan teknik pengolahan dan pengawetan pakan ternak, sehingga dapat menjamin ketersediaan pakan secara kontinuitas dan berkualitas, meningkatkan produktivitas ternak sapi berkelanjutan. Konsep teknologi pengolahan pakan ini merupakan konsep pengolahan pakan yang mudah, murah dan sederhana sehingga dapat diterapkn dan sasarannya adalah pengolahan pakan dengan memanfaatkan sumber pakan yang terdapat di daerah tersebut baik berupa sumber hijauan yang berasal dari rumput dan legume, limbah perkebunan berupa pelepah sawit,pelepah pinang, kulit kopi dan limbah pertanian yaitu jerami padi dan dedak. Ciri pendekatan dari konsep ini adalah memanfaatkan sumber pakan local yang tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Teknologi pengolahan pakan secara fermentasi menggunakan Produfer@Plus yang ditawarkan kepada petani adalah berdasarkan hasil penelitian serta studi literatur, yang terbukti efektif dalam meningkatkan kandungan nutrisi dan pengawetan pakan. Pakan hasil fermentasi jika diberikan kepada sapi akan berdampak pada peningkatan bobot badan, mengurangi bau kandang sehingga pemeliharaan ternak termasuk ramah lingkungan. Penerapan teknologi pengolahan pakan menggunakan Produfer@Plus dalam pemeliharaan sapi dapat dilakukan melalui pemanfaatan sumber pakan lokal seperti limbah tanaman sawit berupa pelepah daun sawit, pelepah pinang, dedak padi sebagai sebagian pengganti rumput untuk pakan ternak. Starter Produfer@Plu adalah starter fermentasi yang digunakan untuk mendegradasi serat kasar yang berasal dari pakan limbah yeng berasal dari tanaman perkebunan dan pertanian Keberhasilan teknolgi pengolahan pakan ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas ternak, meningkatkan ketersediaan bahan baku pembuatan pupuk organic cair dan padat, pada akhirnya akan meningkatkan pendapata masyarakat secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Tani Dalam Pengembangan Usaha Kompos Di Kecamatan Geragai Yurleni Yurleni; Adriani Adriani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.536 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.535

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemberdayaan kelompok tani dalam mengolah limbah peternakan dan limbah kelapa sawit menjadi kompos di Kecamatan Geragai. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kelompok Tani Karya Muda Desa Pandan Sejahtera Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kelompok ini memiliki 15 ekor sapi secara swadaya dan kebun kelapa sawit seluas 52 ha, dengan anggota sebanyak 26 orang yang umumnya adalah generasi muda, memiliki aktivitas rutin. Namun disisi lain kelompok tani ini masih baru sehingga belum memiliki sarana dan prasarana pengolahan kompos yang memadai. Kegiatan ini terbagi menjadi beberapa yaitu 1) pelatihan teknis pengolahan limbah, 2) study banding dan 3) melengkapai sarana prasarana kelompok. Pelatihan teknis pengolahan limbah menjadi kompos dilakukan selama 2 hari di TTP Geragai yang diikuti sebanyak 30 peserta Materi pada pelatihan fokus pada pegolahan limbah ternak dan kelapa sawit untuk pembuatan kompos, biourin dan pakan fermentasi dan dilengkapi dengan praktek pembuatannya. Kegiatan study banding dilakukan oleh anggota kelompok tani Karya Muda ke kelompok tani Karya Trans Mandiri desa Dataran Kempas bertujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan, pengalaman dalam pengelolaan usaha dan pengembangan usaha kearah integrated farming system. Untuk Optimalisasi hasil kegiatan yang dilakukan, maka kelompok tani Karya Muda dilengkapi dengan sarana prasarana pengolahan kompos berupa rumah kompos, chopper, cultivator, mesin jahit karung, angkong dan bahan baku pembuatan kompos untuk 10 ton. Pada tahap awal kegiatan sudah diolah kompos sebanyak 5 ton. Hasil monitoring dan evaluasi pelatihan dengan menjawab quisoner yang diberikan pada peserta, didapatkan hasil bahwa peserta memberi jawaban bahwa pelatihan ini “sesuai” dan “sangat sesuai” dengan kebutuhan kelompok dalam pengembangan usaha yang dilakukan baik materi, contoh, praktek maupun diskusi yang dilakukan. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan pada akhir kegiatan dengan cara diskusi. Hasil diskusi didapatkan bahwa kegiatan ini bisa diterapkan dan akan dikembangkan menjadi usaha utama kelompok terutama produksi kompos, selain itu dipertimbangkan pengembangan usaha kearah integrated farming system. Sehingga kedepan bisa menjadi salah satu pusat percontohan dan pelatihan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
PENGARUH PENAMBAHAN Effective Microorganism 4 (EM4) TERHADAP KUALITAS KOMPOS CAMPURAN FESES SAPI DAN PELEPAH SAWIT Emilia Wahyu Saputri; adriani adriani; hardi syafria
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.8722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dosis EM4 terhadap kualitas kompos yang menggunakan feses sapi dan pelepah sawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 pelakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari A0= feses sapi 50% + pelepah sawit 45% + urea 1% + dedak 4%, A1= feses sapi 50% + pelepah sawit 45% + urea 1% + dedak 4% + EM4 1%, A2= feses sapi 50% + pelepah sawit 45% + urea 1% + dedak 4% + EM4 2%, A3= feses sapi 50% + pelepah sawit 45% + urea 1% + dedak 4% + EM4 3%. Peubah yang diamati yaitu sifat fisik (warna, bau dan tekstur), suhu, pH, penyusutan dan unsur hara (C, N, P, K) dan C/N rasio. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa kompos dengan penambahan EM4 berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kandungan C, N, P, C/N rasio, dan berbeda tidak nyata (P>0.05) terhadap kandungan K. Kesimpulan penelitian ini bahwa pembuatan kompos dengan kategori baik pada penambahan EM4 1%, 2% dan 3% terhadap sifat fisik (warna, bau, dan tekstur), untuk kandungan unsur hara kompos dengan penambahan 1% (C,N,P, K dan rasio C/N), penyusutan dan pH sudah memenuhi standar SNI (19-7-030-2004).
Peningkatan Kualitas Biourin Dari Ternak Sapi Yang Mendapat Perlakuan Trychoderma harzianum The Increase of Biourine Quality From Cow Treated With Trychoderma harzianum Adriani Adriani; Ardi Novra
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 20 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.767 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v20i2.4716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menigkatkan kualitas hara biourin dari ternak sapi yang mendapat perlakuan trychoderma harzianum.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian adalah P0 = 95% urin sapi + 5% empon-empon, P1= 94 % urin + 5% empon-empon +1% trychoderma Harzianum, P2 = 93%urin + 5 % empon-empon + 2% trychoderma Harzianum, P3 = 92% urin + 5 % empon-empon + 3% trychoderma Harzianum. Satu liter urin dicampurkan dengan empon-empon, urea dan trychoderma harzianum sesuai perlakuan. Semua bahan diaduk dan dimasukkan kedalam botol untuk difermentasi selama 21 hari. Setiap hari dilakukan pengadukan sebanyak 3 kali (jam 7.00, jam 13.0 dan jam 18,00). Setelah proses fermentasi berlangsung selama 21 hari, dilakukan pengamatan pH, bau , dan warna biourine, analisis kandungan C, N,P,K dilakukan di laboratorium BLHD kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan trychoderma harzianumdapat merubah warna biourine yang dihasilkan. P0 berwarna coklat kehijauan 100%, P1 dan P2 coklat dan P3 berwarna coklat pekat (100%). Bau biourine dari perlakuan trychoderma harzianum berkurang dari sangat menyengat (100%) pada P0, menyengat pada P1, P2 dan P3 (100%). Perlakuan trychoderma harzianum nyata menurunkan pH biourine. Rataan pH 6,70 ± 2,49 dengan kisaran 5,2 – 9. perlakuan trychoderma harzianum sangat nyata (P<0.01) meningkatkan kandungan P biourin. Rataan P biourine 0,0803 ± 0,44 kisaran antara 0,027- 0,144 %. Perlakuan trychoderma harzianum tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kalium biourine,rataan kalium adalah sebesar 0,01445 ± 0,0459 mg/l dengan kisaran 0,01303 –0,01602 %. perlakuan trychoderma harzianum berpengaruh nyata (P<0,015) terhadap kandungan nitrogen (N) biourin yan dihasilkan,rataan nitrogen biourin sebesar 0,0245 ± 0,019 dengan, kisaran antara 0,0213 – 0,0177. Kesimpulan penelitian adalahperlakuan terbaik dalam menghasilkan kualias biourine adalah trychoderma harzianum 3% (P3) Kata kunci : Biourin, trychoderma harzianum, hara
Pengaruh Penambahan Daun Torbangun (Coleus amboinicus Lour) Yang Diproteksi Tanin Dari Ekstrak Batang Pisang Terhadap Mastitis Kambing Peranakan Etawah Rima Qusnidawati; Adriani Adriani; Darlis Darlis
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 24 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.887 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v24i1.12666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun Torbangun (Coleus amboinicus lour) yang di proteksi tanin dari ekstrak batang pisang terhadap mastisis kambing Peranakan Etawah (PE). Penelitian menggunakan 16 kambing PE bulan laktasi kedua dan ketiga. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, 4 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan penelitian yaitu P0 = hijauan + konsentrat, P1 = P0 + 0,5 % daun Torbangun yang diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang, P2 = P0 + 1 % daun Torbangun yang diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang, P3 = P0 + 1,5% daun Torbangun yang diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang. Peubah yang diamati adalah SCC (Somatic Cell Count), jumlah bakteri, CMT (California mastitis test) dan pH. Analisis data menggunakan Anova jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan. Hasil menunjukan bahwa penambahan daun Torbangun yang diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap jumlah SCC, jumlah bakteri, CMT, dan pH susu. Rataan SCC 6,05 x 103 ± 0,96 x 103 sel/ml. Rataan jumlah bakteri 21,9 x 10³ ± 2.2 x 10³ sel/ml. Rataan CMT 1,55 ± 0,50. Rataan pH 6,71 ± 0,051. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa penambahan daun Torbangun yang diproteksi tanin dari ekstrak batang pisang tidak mempengaruhi mastitis kambing PE, hal ini dapat dilihat pada nilai jumlah sel somatik,, jumlah bakteri, CMT dan pH susu kambing PE yang tidak berbeda jauh dengan kontrol. Kata kunci : Kambing PE, Daun Torbangun, SCC, Jumlah bakteri, CMT dan pH.