cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,496 Documents
Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Daerah Usaha Kerupuk Ikan Di Kecamatan Pelayangan Seberang Kota Jambi Ade Octavia; Yayuk Sriayudha; Ade Perdana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.32 KB)

Abstract

Kerupuk ikan telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota Jambi sebagai salah satu produk unggulan daerah dengan sentra usaha di Kecamatan Pelayangan Seberang Kota Jambi. Meskipun wilayah ini telah ditetapkan sebagai sentra kerupuk ikan namun belum ada suatu usaha terpadu antar UKM kerupuk ikan, pemerintah dan pengusaha. Sebagian besar proses produksi berdasarkan pesanan, dilakukan di rumah dan dikelola sendiri-sendiri. Seiring waktu terbentuk beberapa kelompok usaha, namun hanya beberapa kelompok yang konsisten dan kontiniu untuk memproduksi kerupuk ikan. itra dalam kegiatan PPM ini adalah UKM di sentra kerupuk ikan . Saat ini perkembangan industri kecil kerupuk ikan belum menunjukkan perkembangan yang baik dikarenakan produk kerupuk ikan belum diproduksi secara optimal karena ada permasalahan pada aspek produksi, manajemen dan teknologi. Solusi yang ditawarkan untuk diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra secara sistematis. Permasalahan mitra yang diprioritaskan akan diselesaikan adalah pada masalah kontuinitas bahan baku, kontinuitas produksi, akses pasar, teknologi produksi dan manajemen. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan produk unggulan daerah kerupuk ikan dengan meningkatkan daya saing berkelanjutan pada aspek produksi, manajemen dan teknologi tepat guna. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah metode sosial dan partisipatif dengan memberikan pelatihan dan pendampingan usaha kepada mitra serta pemberian bantuan dan penerapan teknologi tepat guna.
Pendampingan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dalam Kaitannnya Sebagai Infant Organisasi Zainur Hidayah; Andy Mulyana; Minrohayati Minrohayati; Etty Susanti; Sri Lestari Puji Pujiastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.196 KB)

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) “Mitra Jaya Mandiri” Desa Cinangka Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang merupakan organisasi yang baru berdiri tahun 2016. Pembentukan BUMdes Mitra Jaya Mandiri (MJM) sebagai bentuk dari upaya pemerintah desa dalam meningkatkan pendapat asli desa serta meningkatkan tarap hidup warga Desa Cinangka. Namun demikian tanpa pengelolaan yang baik dan dukungan pemerintah serta masyarakat harapan untuk menjadikan BUMdes sebagai lokomotip perekonomian desa dapat tidak terwujud. Pada sisi lain keberlangsungan BUMds MJM sebagai infant organisasi akan sangat ditentukan bagaimana BUMdes dapat melewati tahun-tahun pertama berdirinya BUMdes yang merupakan tahapan paling kritis dengan tingkat kegagalan tertinggi dalam siklus hidup organisasi. Phenomena ini disebut liability of newness, kegagalan yang tinggi bagi organisasi baru disebabkan belum ada struktur formal dalam proses menghasilkan nilai tambah serta adanya system prosedure kerja baku dan pasti. Melalui program pendampingan pengelolaan BUMdes dengan menekankan pada profesionalisme dalam pengelolaan. Penyusunan perencanaan kerja sebagai acuan kerja dan didukung prosedure kerja yang terdokumentasi serta pembagian tugas, wewenang dan pelaporan menjadi kekuatan BUMdes MJM dalam menjamin keberlangsungan organisasi.
Hilirisasi Produk Intelektual Kampus Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Pada Bidang Farmasi Ricky Andi Syahputra; Bambang Hermanto; Alistraja Dison Silalahi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.33 KB)

Abstract

Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah (UMN Al Washliyah) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Medan Sumatera Utara yang memiliki program unggulan dibidang farmasi pada sub kajian bahan kosmetik. Tujuan program ini adalah untuk mempercepat program unggulan Perguruan Tinggi dengan melakukan hilirisasi produk intelektual kampus dengan melibatkan beberapa fakultas atau multidisiplin ilmu yang berada di lingkungan UMN Al Washliyah. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dimulai dari focus group discussion (FGD) dengan menghadiri pembicara pakar, menanam sawi botol dengan teknik hidroponik, memformulasikan sedian sabun cair dengan penambahan ekstrak sawi botol, Pemasaran produk tersebut dilakukan dengan Sosialisasi dengan masyarakat, dan expo kewirausahaan serta melakukan kerjasama dengan mahasiswa dan pengusaha kecil dalam pemasaran produk yang dihasilkan. Produk hilirisasi ini mendapat respon yang positif dari mahasiswa, perguruan tinggi dan masyarakat sekitar, hal ini dapat dilihat dari penjualan produk yang meningkat setiap bulannya dan bertambahnya alat produksi dalam pembuatan sabun serta bertambahnya mahasiswa yang berminat dalam memasarkan produk sabun. Kegiatan ini mampu menumbuh kembangkan budaya saintis dan jiwa kewirausahaan serta menghasilkan wirausahawan baru di tingkat mahasiswa di lingkungan UMN Al Washliyah.
Mengelola Peran Serta Masyarakat Untuk Peningkatan Kualitas Hidup: Perencanaan Partisipatif Ida Ayu Sawitri Dian M; Deasy Olivia; Harianto Hardjasaputra
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.081 KB)

Abstract

Peran serta masyarakat dalam pembangunan di wilayahnya seringkali hanya sebatas upaya manipulasi. Manipulasi adalah tipologi terendah dari tingkat peran serta masyarakat, di mana tahapan tertingginya adalah citizen control yang diikuti dengan pelimpahan kekuasaan, kemitraan, perujukan, konsultasi, pemberian informasi, serta penyembuhan (Arnstain; 1969; 216-224). Tulisan ini mengambil fokus pada stimulasi peran serta masyarakat Kelurahan Keranggan di Tangerang, Banten, pada pembangunan wilayahnya melalui perencanaan partisipatif . Kelurahan Keranggan memiliki beragam industri olahan pangan yang berbasis industri rumah tangga, dengan produk utama berupa makanan ringan yang berasal dari singkong. Konsentrasi industri rumah tangga di Kelurahan Keranggan terletak di sekitar tepian Sungai Cisadane secara mengelompok pada RT 12 dan RT 13. Kondisi wilayah di RT 12 dan RT 13 Kelurahan Keranggan masih terbilang sulit akses dan orientasinya. Kecilnya akses ke rumah-rumah, dan terjalnya kontur wilayahnya, menyulitkan pengunjung untuk menemukan industri rumah tangga yang dituju. Alpanya informasi merupakan hal yang harus ditanggapi, apabila Keranggan ingin bersiap menjadi desa wisata. Dengan adanya informasi lokasi, akses, dan ragam industri rumah tangga yang ada, maka akan memudahkan pengunjung untuk datang ke industri-industri rumah tangga yang ada di Keranggan. Informasi yang paling efektif dalam hal tersebut adalah informasi peta. Pemetaan zona industri rumah tangga yang ada di Keranggan, menjadi titik awal proses perencanaan pembangunan dengan partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat Keranggan dalam proses perencanaan, pengembangan, hingga pengelolaan program, merupakan faktor penting dalam keberhasilan usaha yang ada pada industri rumah tangga serta dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Keranggan
Pengembangan Legal Services Dan Legal Process Pada Kantor Hukum Konvensional Di Surabaya Budi Endarto; Fitra Mardiana; M.Harist Murdani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.857 KB)

Abstract

Perkembangan bisnis dan teknologi informasi harus diantisipasi oleh profesi hukum atau kantor hukum.Terdapat dua bidang inovasi yang harus di kembangkan oleh kantor hukum yakni layanan jasa hukum (legal service) dan proses layanan jasa hukum (legal process). Pada bidang legal services, yang awalnya hanya di bidang litigasi idealnya berkembang di bidang non-litigasi (2) Segi legal process, metode konvensional harus diubah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan penerapan legal service dan legal process dilaksanakan pada dua mitra yakni SM&B Law Office dan Alam & Rekan. Metode pelaksanaan melalui (1) Focus Group Discusion (FGD) dengan beberapa kantor hukum, (2) pelatihan layanan jasa hukum non-litigasi berupa legal due diligence, (3) pengenalan penggunaan sistem infomasi layanan jasa hukum berbasis teknologi informasi Virtual Law Office (VIRLO). Hasil dari FGD, pelatihan dan sosialisasi penggunaan sistem infomasi jasa hukum ditemukan (1) peta kebutuhan layanan jasa hukum dari para mitra (2) bidang layanan jasa hukum non-litigasi berbentuk legal due diligence. (3) penggunaan sistem informasi VIRLO pada kantor hukum mitra (4) upaya peningkatan pendapatan dan efisiensi layanan jasa hukum pada kantor hukum mitra melalui pengembangan legal services dan legal process berbasis teknologi informasi. Dari pelaksanaan kegiatan ini dihasilkan (1) pengembangan layanan jasa hukum non litigasi pada mitra berupa legal due diligence. (2) layanan jasa hukum yang diberikan oleh mitra semakin efisien dengan penggunaan sistem informasi VIRLO. (3) terjadi peningkatan pendapatan dan efisiensi pada kantor hukum mitra melalui pengembangan legal services dan legal process berbasis teknologi informasi
PKM Kelompok Makanan Kacang Barandang Nagari Puncak Lawang Kecamatan Matur Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat Yenni Del Rosa; Erdasti Husni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.2 KB)

Abstract

Usaha makanan kacang barandang Buk Nini dan Hj.Saniah berada di nagari Puncak Lawang yang selama ini belum produktif secara ekonomi dan belum mendapat sentuhan IPTEK sama sekali. Daerah pemasaran kedua mitra ke Matur, Bukittinggi, Payakumbuh, Padang, Pariaman, Dumai dan Pekanbaru. Karyawan kedua mitra pekerjaannya mensortir kacang, merendang pakai pasir dan membungkus dengan upah Rp 60 ribu sampai Rp 90 ribu per hari tergantung jumlah kacang yang diproduksi. Usaha kedua mitra ini prospeknya cukup potensial untuk dikembangkan pada masa yang akan datang karena nagari Puncak Lawang merupakan daerah destinasi wisata dekat danau Maninjau. Masalah prioritas kedua mitra berhubungan dengan manajemen produksi, manajemen usaha dan manajemen pemasaran. Tujuan kegiatan PKM membantu kedua mitra agar dapat lebih mengembangkan usahanya lebih baik sehingga value added produk dapat lebih menigkat. Metode pendekatan PKM sesuai masalah prioritas diawali dengan kegiatan survei, ceramah, praktek, penyuluhan dan pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan PKM kedua mitra sudah memahami fungsi alat packing product, fungsi laporan keuangan, fungsi lay out pemasaran dan fungsi plang merek sebuah produk. Semua kegiatan yang dilakukan di atas akan berdampak meningkatkan pendapatan kedua mitra dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
PKM Kelompok Usaha Bordir Mukena Di Nagari Ulakan Kecamatan Tapakis Kabupaten Pariaman Provinsi Sumatera Barat Mohammad Abdilla; Anna Marina
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.576 KB)

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) memiliki Rima Bordir dan Linda Bordir yang bergerak dibidang usaha bordir mukena berada di Nagari Ulakan kabupaten Pariaman. Masalah prioritas kedua mitra hampir sama yaitu bidang manajemen usaha ( meningkatkan motivasi dalam bekerja dan jiwa entrepreneurship), masalah produksi (desain motif bordir, pencatatan laporan keuangan) dan masalah pemasaran (membangun merek dan pemasaran melalui internet) Untuk menyelesaikan masalah prioritas dilakukan pendekatan melalui metoda ceramah, diskusi, penyuluhan dan pelatihan, pendampingan. Hasil kegiatan penyuluhan dan pelatihan PKM tentang motivasi kerja dan entrepreneurship yang diberikan dapat memotivasi kedua pemilik mitra beserta pekerjanya dalam bekerja. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan PKM tentang desain motif, model dan warna benang menjadikan kedua pemilik mitra beserta pekerjanya cukup mengerti cara membuat desain motif, model dan perpaduan warna benang sesuai trend dan selera konsumen. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan laporan keuangan, menambah pemahaman kedua pemilik mitra tentang pencatatan laporan keuangan sederhana dan cukup antusias mengikuti cara membuat pencatatan laporan keuangan sederhana Kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang plang merek usaha Rima Bordir dan Linda Bordir membuat para konsumen cukup mudah mengetahui lokasi kedua mitra. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan website untuk memasarkan produk secara online pemilik mitra dapat merasakan manfaatnya karena menjangkau konsumen yang lebih luas untuk mengetahui informasi produk.Tujuan kegiatan PKM memberdayakan kedua mitra agar dapat meningkatkan pendapatan rumah tangganya secara khusus dan perekonomian daerah secara umum.
Peningkatan Kreativitas Masyarakat Desa Gombengsari Sebagai Penunjang Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Banyuwangi Theodosia C. Nathalia; Yustisia Kristiana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.539 KB)

Abstract

Sektor pariwisata terus dikembangkan di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Banyuwangi. Pertumbuhan ini mendorong masyarakat untuk ikut mengembangkan wilayahnya sebagai daya tarik wisata. Salah satu wilayah yang mengembangkan pariwisata adalah Desa Gombengsari. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung kemajuan pariwisata di Desa Gombengsari, caranya adalah dengan mendorong masyarakat untuk berkreasi dalam membangun destinasi pariwisata yang berdaya saing serta menciptakan kondisi kondusif bagi wisatawan. Wisatawan dapat menikmati daya tarik wisata yang dimiliki oleh Desa Gombengsari secara lebih optimal yang pada akhirnya akan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Bentuk kreativitas yang dapat dikembangkan antara lain adalah dalam pengelolaan homestay serta penyajian makanan maupun minuman lokal bagi wisatawan yang datang. Hal ini menjadi penting dikarenakan homestay merupakan pilihan utama bagi wisatawan yang hendak menginap di Desa Gombengsari. Sedangkan kreativitas dalam pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang akan semakin melengkapi pengalaman berwisata. Mitra dari kegiatan ini dalah Pokdarwis Desa Gombengsari. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah minimnya pengetahuan dalam pengelolaan homestay serta pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Desa Gombengsari dalam hal pengelolaan homestay serta pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal. Metode kegiatan dilakukan yaitu dengan metode ceramah, diskusi dan praktik. Bentuk kegiatan yang diberikan adalah pelatihan. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan homestay dan pengetahuan tentang pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal.
Semangat Pembentukan Koperasi Sugih Barokah Kampung Gunung Desa Kuripan, Ciseeng Bogor Tamjuddin Tamjuddin; Suhartono Suhartono; Yosi Mardoni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1212.125 KB)

Abstract

Keberadaan koperasi dengan tidak membedakan identitas sosial yang melatar belakangi keanggotaan untuk mendirikan lembaga ekonomi seperti koperasi, pembentukan lembaga ini awalnya bukan merupakan kekhususan sebagai lembaga yang ekslusif, ketika setiap desa yang cenderung berlomba untuk mendirikan koperasi, karena ada harapan peran lembaga mengembangkan potensi ekonomi dalam mendatangkan kesejahteraan yang memiliki cakupan masyarakat desa sebagai pranata sosial serta membutuhkan penguatan, maka perlu dukungan bahkan bantuan dari pihak yang memiliki kekuasaaan atau tokoh masyarakat, ada pemahaman dalam satu desa hanya satu koperasi yang layak tumbuh di lingkungan masyarakat, kelompok masyarakat tani serta keberadan koperasi di masyarakat diharapkan dapat menjadi fasilitator, dinamisator melakukan kegiatan perekonomian secara keseluruhan ataupun cakupan di desa, tercermin kekuatan pranata sosial budaya dalam kehidupan masyarakat desa berpraktik melibatkan peran hubungan keluarga dan kekerabatan, kondisi ini dapat dijadikan basis sosial budaya dalam pengembangan kelembagaan yang bersifat formal, kegiatan dapat dilakukan secara terbuka dalam kerangka pengabdian untuk kepentingan masyarakat, disisi lain pembentukan koperasi dapat terhambat, tidak mustahil muncul konflik kepentingan dalam mengembangkan aktifitas karena gagasan pembentukan bersifat formal dan impersonal, dasar pemikiran yang berkembang di komunitas koperasi belum dapat membuktikan fungsinya sebagai koperasi yang layak dilaksanakan, pemanfaatan uni-unit keluarga dan kekerabatan merupakan basis sosial melalui tataran informal mewujudkan prakarsa dan mengelola potensi kelompok masyarakat petani dan lainnya menjadi ajang kebutuhan masyarakat.
Program CSR Olahan Pangan Lokal Di Desa Doudo PT. Pertamina Ep Asset 4 Poleng Field Muhammad Fajri; Arina Hidayatul Chasanah; Slamet Achrodi; Andri Haribowo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.22 KB)

Abstract

PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kelembagaan berkelanjutan. Salah satu upaya Pertamina EP adalah melakukan pendampingan olahan pangan lokal di Desa Doudo, Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji implementasi CSR Pertamina EP pada program pendampingan olahan pangan. (2) Mengkaji proses pendampingan program pemberdayaan masyarakat, (3) Mengkaji dampak CSR Pertamina EP pada program pendampingan olahan pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa program pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan secara partisipatif melibatkan peran masyarakat dan Pemerintah Desa Doudo, baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi program dan memberikan dampak di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Page 2 of 150 | Total Record : 1496