cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,496 Documents
Budidaya Talas Beneng Menuju Industri Kreatif Bagi Kelompok Tani Desa Juhut, Kec. Karang Tanjung, Banten Sintha Wahjusaputri; Somariah Fitriani; Bunyamin Bunyamin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.169 KB)

Abstract

Kegiatan ini hendak mengupayakan permasalahan yang ada pada mitra, dalam rangka mengembangkan usaha budidaya talas beneng yang memiliki daya saing menuju pengembangan Industri Kreatif. Talas Beneng memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan lokal, karena produk ukurannya yang besar dengan kadar protein tinggi serta warna kuning yang menarik menjadi ciri khas Talas Beneng. Mitra dalam program ini adalah Kelompok Tani Bina Mandiri, Kelurahan Juhut, Kab. Pandeglang, Banten berbasis UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Permasalahan yang dialami kelompok mitra adalah: (1) adanya perubahan trend produk talas beneng; (2) kelompok sasaran belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola budidaya talas; (3) rendahnya kemampuan kelompok sasaran dalam pemanfaatan teknologi informasi (internet) sebagai sarana memasarkan produk talas beneng; (4) rendahnya kemampuan SDM terkait manajemen bisnis. Solusi dalam program ini adalah: (1) pelatihan budidaya (pengelolaan) terhadap kadar asam oksalat talas beneng; (2) peningkatan kemampuan SDM dalam mengelola budidaya talas beneng; (3) pelatihan penggunaan teknologi informasi (internet) sebagai sarana pemasaran talas beneng; (4) pelatihan peningkatan kemampuan SDM terkait bidang manajemen dan keuangan. Target program adalah meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dalam bidang pengetahun teknik tanam; bidang manajemen, pemasaran dan keuangan; serta omzet penjualan. Adanya dukungan dari pemerintah daerah Provinsi Banten, serta kemitraan (industri dan akademis) bersama perusahaan daerah dalam pengembangan pangan lokal, bisa memacu keragaman produk talas beneng termasuk upaya memasyarakatkannya, sehingga keberlanjutan unit usaha talas beneng akan terus berjalan sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta dapat menyerap tenaga kerja lokal sebesar 30%.
Strategi Promosi Obyek Wisata Dan Budaya Di Kabupaten Belitung Timur Berbasis Media Sosial Dyah Kusumawati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.399 KB)

Abstract

Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis khususnya Program Studi Ilmu Komunikasi ikut terlibat dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata atau KKN. Melalui Program KKN bertemakan “Merajut Nusantara” yang melibatkan 33 Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Lingkungan Kopertis Wilayah III, melakukan beberapa kegiatan pengadian kepada masyarakat di Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan yang dilakukan selama tiga minggu, salah satunya menyasar bidang pariwisata. Kegiatan pariwisata terbagi menjadi tiga kegiatan yaitu pengembangan media promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur, pembuatan video promosi, dan pengembangan destinasi wisata di Belitung Timur. Ketiga kegiatan saling bersinergi dalam pelatihan teori dan praktek dengan tema “The Power Of Social Media”. Peserta pelatihan adalah pegawai Dinas Budaya dan Pariwisata Belitung Timur, Pegawai Dinas Terkait yang ada di lingkungan Pemkab Belitung Timur, Komunitas Pecinta Wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari beberapa kecamatan. Target program adalah membantu memetakan obyek wisata di Belitung Timur dan kemudian dipublikasikan lewat media sosial dan website milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur. Hasil Pelatihan menunjukkan jumlah follower di akun media sosial @visitbeltim meningkat menjadi 1500. Kemampuan dan pemahaman staf bidang promosi sebagai pengelola admin @visitbeltim meningkat dalam memuat konten promosi pariwisata yang diunggah dengan waktu yang tepat dan pemilihan konten yang menarik.
UKM Produsen Sambal Dalam Kemasan Menuju Produk Eskpor Yenny Sari; Yenny Sugiarti; Arbi Hadiyat
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.038 KB)

Abstract

Berbagai cara yang ditempuh oleh pemerintah untuk mendorong aktivitas ekspor Indonesia, meliputi diversifikasi produk ekspor, subsidi bantuan kredit ataupun promosi dagang ke luar negeri. Berbagai kebijakan pemerintah juga merambah kepada pengalakkan ekspor produk-produk hasil Usaha Kecil Menengah (UKM). Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyatakan bahwa produk sambal dalam kemasan termasuk dalam 10 produk olahan Indonesia kategori ekspor. Namun, permasalahan yang sering kali dihadapi, khususnya juga terjadi pada dua UKM yang terlibat dalam program pendampingan ini, adalah proses pengolahan yang belum memenuhinya standar kualitas dan keamanan pangan, kandungan pangan yang belum teruji, kemasan produk yang belum memadai ataupun pemenuhan berbagai sertifikasi yang diinginkan negara ekspor yang dituju. Tujuan dilaksanakannya program ini adalah membuat produk dua UKM produsen sambal yang berlokasi di Jawa Timur ini dapat memenuhi persyaratan produk ekspor dengan melakukan perbaikan proses produksi, perbaikan proses pengemasan, uji kandungan nutrisi produk, perbaikan sistem administrasi dan keuangan serta sertifikasi. Keseluruhan program akan dicapai dalam rangkaian pendampingan multi tahun, namun tahap awal pelaksanaan program ditekankan pada pengembangan kapasitas berkelanjutan. Hasil capaian program pengembangan kapasitas berkelanjutan berupa (i) upaya peningkatan kapasitas untuk mempertahankan kelayakan sertifikasi ISO 9001:2008, (ii) persiapan upgrading ISO 9001:2015, (iii) pengadaan fasilitas produksi untuk meningkatkan sterilisasi produk agar kualitas produk lebih terjamin yaitu pemberian lampu UV di ruang produksi dan mesin pengemasan untuk produk yang lebih higienis, dan (iv) identifikasi dan tindak lanjut peningkatan proses produksi berbasis keamanan pangan dan (v) penggunaan kemasan baru yang lebih memenuhi standar keamanan pangan ataupun persyaratan ekspor.
PKM Kerajinan Decoupage Di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur Niken Sulistyowati; M. Ali Iqbal; Yanti Murni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2284.545 KB)

Abstract

Tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini untuk: 1) memberi pembekalan dan penyuluhan tentang kewirausahaan baru, 2) memberi keterampilan kerajinan decoupage, 3) memberi pengetahuan bagaimana cara menghitung harga pokok dan harga jual produk, 4) memberi pendampingan dalam mencari akses terhadap bahan baku dan 5) memberi pengetahuan menjual produk secara lebih luas melalui media online. Sasaran PKM ini adalah masyarakat yang belum produktif secara ekonomi tetapi berhasrat menjadi wirausahawan. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu yang berada di RT. 3 dan RT. 7/ RW. X kelurahan Katulampa, Bogor Timur. Metode pelaksanaan dibagi dalam beberapa tahap, yaitu: 1) tahap pembentukan tim mitra, 2) tahap pelaksanaan penyuluhan kewirausahaan dan pelatihan keterampilan decoupage, 3) tahap pendampingan aspek: produksi, administrasi dan pembukuan serta pemasaran, 4) tahap evaluasi kegiatan. Berdasarkan kuesioner, manfaat yang dirasakan mitra binaan dengan adanya PKM adalah berhasil: 1) meningkatkan silaturahmi, 2) membangun semangat kerjasama, 3) meningkatkan keterampilan, 4) meningkatkan pendapatan, dan 5) meningkatkan pengetahuan mitra. Hal ini didukung dengan capaian omzet penjualan sampai bulan Juli untuk kedua mitra sebesar Rp. 8.746.000 dengan laba bersih sebesar Rp. 874.600. Hasil penilaian kuesioner menunjukkan bahwa secara keseluruhan ceramah, pelatihan dan pendampingan PKM dinilai sangat positif oleh mitra binaan.
BESUK KIAMAT (Bela Sungkawa Kirim Akta Kematian) Azhalola Testiana; Rina Herlina Haryanti; Kristina Setyowati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.791 KB)

Abstract

Besuk Kiamat merupakan akronim dari Belasungkawa Kirim Akta kematian. Ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menciptakan kedekatan pemerintah dengan masyarakat dalam proses mendapatkan akta kematian secara efektif dan efisien dalam kerangka inovasi pelayanan publik. Dalam konteks kebencanaan, program ini dapat membantu pemulihan suatu daerah pasca bencana dari segi sensus penduduk serta perolehan administrasi kependudukan keluarga duka. Besuk Kiamat mendeskripsikan skema inovasi pelayanan publik yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Surakarta, khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menanggulangirendahnya kesadaran masyarakat akan kepemilikan administrasi kependudukan khususnya akta kematian serta membantu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam memperbaharui data jumlah penduduk. Skema inovasi Besuk Kiamatmencakup permohonan akta kematian, entry data ke SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan), scan berkas dan upload ke SIAK, pelaporan peristiwa kematian melalui (whatsapp), verifikasi berkas dan cetak produk (Akta Kematian, Kartu Keluarga, dan Kartu Tanda Penduduk), serta penyerahan berkas kepada keluarga yang berduka. Besuk Kiamat berdasarkan analisis sustainable developmentadalah faktor pendukung tercapainya SDG’s. Besuk Kiamat menyoal pendataan penduduk terutama data kematian. Pembangunan berkelanjutan hanya akan tercapai jika data penerima manfaat pembangunan tersusun dengan baik dan dimutakhirkan. Inovasi ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akta kematian. Replikasi inovasi ini di daerah bencana diharapkan memudahkan pemerintah setempat dalam mengelola administrasi kependudukannya.
Optimalisasi Peran BUMDES Desa Bulusulur Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri Dalam Membangun Desa Wisata Putri Nugrahaningsih; Hermansyah Muttaqin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.848 KB)

Abstract

Indonesia telah mengeluarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa. Salah satu cara untuk mengelola ekonomi masyarakat desa itu adalah dengan dibentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat dikatakan sebagai produk desa menuju desa wirausaha. Program pengabdian ini berupaya mengeksplorasi potensi keberadaan BUMDes dalam membangun dan menghasilkan penerimaan di desa Bulusulur di Kabupaten Wonogiri dengan membangun desa wisata di Desa Bulusulur yang berada di Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Dengan digulirkannya dana desa, Pemerintah Desa bersama warga setempat berhasil membentuk BUMDes, yang terdiri atas empat (4) unit sektor usaha yang dikelola BUMDes Wahana Artha Nugraha di Desa Bulusulur yaitu unit sumber mata air sebagai kawasan taman Kolam Keceh Sumber Berkah dan Bumi Perkemahan (outbound) di Dusun Bulusari, unit sumber air bersih Sumber Agung di Dusun Malangsari dan Klemud, Industri Rumah Tangga Kerajinan dan Mebel di Dusun Klemud, dan unit Gapoktan Sari Makmur. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, In-depth Interview, dan dokumentasi terkait tentang potensi pariwisata dan kendala yang dihadapi, rencana pengembangan pariwisata ke depannya dan melihat langsung daerah yang nanti akan dikembangkan menjadi Desa Wisata berbasis Eduwisata. Program pengabdian ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran BUMDes dalam membangun Desa Wisata yang nantinya menjadi proyek percontohan bagi desa-desa lain nya serta mampu menjawab keberadaan BUMDes dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa sehingga mampu menggerakkan ekonomi pedesaan dengan mengoptimalkan potensi di Desa Bulusulur. Hal ini sejalan dengan gerakan desa wisata, yang mana Desa mampu mengoptimalkan seluruh potensi sumber dayanya untuk menggerakkan perekonomian penduduk desa dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat usia produktif. Program pengabdian ini berfokus pada pengembangan Wilayah Desa Bulusulur menjadi Desa Wisata difokuskan di Unit BUMDes Kolam Keceh dan Bumi Perkemahan sebagai kawasan Taman Edukasi Arjuna bagi Masyarakat yang multifungsi selain taman hiburan bertema alam terdapat media edukasi seperti taman baca, pojok KB, lahan persawahan (lomba tangkap belut), dan kolam berenang anak. Di taman ini juga menyuguhkan Wahana Selfi, Wahana Jemparing Tradisional, dan Wahana Menara. Selain itu, untuk mengembangkan SDM masyarakat setempat diadakan program pelatihan dan pengembangan Home Industry dari bank sampah melalui pemberdayaan masyarakat kelompok PKK. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dengan pelaksanaan Desa Wisata di Bulusulur menyebabkan pendapatan asli desa secara signifikan meningkat. Namun, terdapat keterbatasan terkait kurangnya partisipasi masyarakat tentang sadar wisata dan perlunya pembinaan dan pelatihan pengelola BUMDes terkait industri kreatif.
Pendampingan Produksi Lembaran Nata De Coco Di UKM Nata Di Kabupaten Sragen Asri Nursiwi; Ardhea Mustika Sari; Adhitya Pitara Sanjaya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.29 KB)

Abstract

Nata de Coco merupakan salah satu produk fermentasi air kelapa yang digemari masyarakat sehingga UKM nata de coco berkembang pesat. UKM CV Tiga Cahaya Sejahtera di Desa Bendungan, Kedawung Sragen dan UKM milik Bapak Novi Dwi Atmojo di Desa Gempol, Sambirejo,Sragen merupakan UKM yang memproduksi lembaran nata de coco dan menjadi supplier dari beberapa industri minuman maupun makanan yang menggunakan nata de coco. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dialami oleh mitra. Secara umum permasalahan yang dihadapi oleh kedua UKM tersebut adalah produksi nata yang kurang stabil dan tingkat kegagalan produk yang masih cukup tinggi yang diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya sanitasi lingkungan, peralatan dan pekerja yang masih kurang baik, kurangnya pengetahuan pengelolaan starter nata dan proses fermentasi yang belum terkendali, terutama pengendalian kestabilan suhu selama fermentasi. Sanitasi selama proses pengolahan (sanitasi peralatan dan pekerja) maupun sanitasi ruang produksi yang kurang baik mengakibatkan seringkali terjadi kontaminasi seperti tumbuhnya jamur pada permukaan lembaran nata dan kontaminasi bakteri yang dapat menghambat pembentukan benang-benang selulosa penyusun lembaran nata. Solusi yang diberikan untuk meningkatkan rendemen dan hasil produksi nata de coco adalah dengan introduksi alat berupa rak fermentasi, pelatihan pengelolaan dan perbanyakan inokulum (Acetobacter xylinum) dan pelatihan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), serta pendampingan dalam pengurusan sertifikat PIRT. Dalam kegiatan pengabdian ini telah dilakukan introduksi alat yang berupa rak fermentasi, pelatihan pengelolaan dan perbanyakan inokulum dan pelatihan penerapan GMP. Dengan adanya kegiatan ini terjadi peningkatan rendemen nata yang dihasilkan karena berkurangnya kontaminasi dan telah diperoleh sertifikat P-IRT dengan Nomor 09.05.3314.02.01.0136.19
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Penciptaan Peluang Pengembangan UMKM Di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah Yeni Nuraeni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.051 KB)

Abstract

Perkembangan industri yang berbasis pada kekayaan sumber daya alam di suatu daerah seringkali tidak memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Kabupaten Morowali memiliki kandungan nikel terbesar di Indonesia dan telah berkembang kawasan industri PT. IMIP yang akan berkembang menjadi perusahaan nikel terbesar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peluang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dapat dikembangkan oleh masyarakat di sekitar kawasan industri dengan tujuan untuk peningkatan kesejahteraan dan perluasan kesempatan kerja. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder dan data primer yang diperoleh melalui proses wawancara dan observasi, adapun teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat Kabupaten Morowali dengan didukung oleh peran berbagai lembaga terkait baik pemerintah maupun swasta serta diperlukan peningkatan peran lembaga ekonomi masyarakat berupa Koperasi dan BUMDES.
The Management Of Rural Development And The Improvement Of The Potential Of Local Community Prosperity In Cimanggis Village , Bojonggede Sub District, Bogor Regency West Java Province Marislinda Idris; Baharuddin Baharuddin; Donna Sampaleng
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.846 KB)

Abstract

The results and the evaluation of this community services is to explain the Management of Rural development and the Improvement of Local Potency-Based Community Prosperity in Cimanggis village, Bojonggede sub-district, Bogor regency, East Java Province. A qualitative approach with a SWOT analysis was employed. The results and the evaluation of this community services was to understand and explain what strategy is suitably adopted by the government of Cimanggis village in managing the rural development and the improvement of the community prosperity based on the local potency in Cimanggis village, Bojonggede sub-district, Bogor regency, East Java province. A defensive strategy was adopted by making use of and optimizing the attitude of village government in persuading the people to be willing to manage the rural development in line with the potency of the village. The authors found the following driving factors namely: 1) the attitude of the village government in persuading the people to do the rural development; 2) the village fund which was supporting and which is suitable with the target; 3) the gotong royong (mutual cooperation) culture; 4) the implementation of the rural development which was in line with village potency. Meanwhile the inhibiting factors were as follows: 1) the people’s mindset which still needed a good understanding and approach 2) the fence between the houses which hindered the road development; 3) the climate which was often changing; and 4) less responses from the heads of RTs (administrative village which is the lowest level of government administration) in informing activities to the people.
Peningkatan Minat Wirausaha Berbasis Kerajinan Gerabah Bagi Anak Keluarga Miskin Di Surakarta Tiwuk Kusuma Hastuti; Joko Lulut Amboro
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.311 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangan minat wirausaha berbasis kerajinan gerabah sebagai sebuah alternatif usaha di lingkungan anak-anak pinggiran. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dengan “Gerakan Kewirausahaan Nasional” tahun 2014, yang memberikan peluang pendidikan non formal sebagai solusi pengentasan kemiskinan dan mengatasi pengangguran dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Mitra dari pengabdian ini adalah dua Kelompok belajar yaitu Lembaga Clay Devotee yang bergerak di bidang sosial pendidikan bagi masyarakat di kota Surakarta. Mitra kedua adalah Rumah Hebat Indonesia. Rumah Hebat Indonesia merupakan Rumah Masyarakat berbasis “Community Empowerment” yang diperuntukkan untuk anak-anak Rejosari agar mampu berdayaguna melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki. Target khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan pendampingan ini adalah SDM yang mumpuni dalam bidang kewirausahaan, diversifikasi produk, peningkatan promosi dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam implementasi kegiatan ini yaitu metode observasi, diskusi, operasional kerja, dan pendampingan secara langsung. Implementasi Kegiatan manajemen SDM meliputi Kegiatan Sarasehan dan Temu Dengar dari Keluarga Binaan dan Kegiatan “Pelatihan Jiwa Wirausaha mandiri”. Kegiatan yang berkaitan dengan produksi meliputi pembuatan Desain Gerabah, pengenalan alat produksi (alat putar dengan dinamo dan alat cetak), dan teknik finishing. Kegiatan pemasaran dilakukan dengan membangun jaringan dan kerjasama, studi banding dan promosi melalui leaflet, kartu nama, katalog produk, banner dan akun di jejaring sosial. Pendampingan ini perlu berkelanjutan agar bisa efektif dan terlihat hasilnya

Page 3 of 150 | Total Record : 1496