cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pelatihan Orientasi Kewirausahaan Untuk Meningkatkan Keinovasian Pada Usaha Makanan Tradisional Di Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan Sri Wahyuni; Sunarto Sunarto; Muhammad Sabandi; Villa Santika
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.921 KB)

Abstract

This program is carried out on Small and Medium Enterprises (SME) Suka Rasa and SME Sendang Rasa in Toroh District, Grobogan Regency. Both SMEs have the same characteristics of business and products, namely tempe chips and banana chips. The weakness of this SMEs is the packaging of products and ways of marketing that are very simple. Their behavior of business has not shown the attitudes of an entrepreneur, so the performance of SMEs is still low. Making product innovation was the aims of this community service program, for improving the knowledge and ability of entrepreneurship orientation of SMEs. The method used to develop an entrepreneurial orientation in this activity is using training and product innovation practices. The success of this activity was measured through perceptions of innovation and product sales performance. The result of this activity was shown a big change on the behavior of SMEs, that is becoming more entrepreneur oriented, such as: 1) SMEs have made innovation by experimenting the products of chips into various flavor variants, such as saltiness, barbeque flavor, and cheese flavor; 2) SMEs have been able to recognize the risks faced when innovating products; 3) SMEs can able to map competitors and market potential. The packaging design and P-IRT licenses on products produced by SMEs were an additional output for this program.
Pengembangan Ekowisata Bahari Dan Budidaya Rumput Laut Di Kawasan Konservasi Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Dedi Syafikri; Siti Nurwahidah; Neri Kautsari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.03 KB)

Abstract

Permasalahan utama yang terjadi di Desa Labuhan Bajo yang wilayah perairannya masuk ke dalam kawasan konservasi perairan (KKP) gugusan Pulau Kramat, Bedil dan Temudong ialah tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap kegiatan penangkapan ikan. Pelarangan penangkapan ikan di sebagian zona konservasi menyebabkan berkurangnya luasan daerah tangkapan sehingga berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat. Keadaan tersebut menyebabkan sebagian masyarakat memiliki persepsi yang kurang baik terhadap kegiatan konservasi perairan. Salah satu potensi perairan yang berada di dalam kawasan konservasi dan belum termanfaatkan yaitu potensi zona perikanan berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan mendampingi masyarakat dalam mengintegrasikan usaha budidaya rumput laut dengan ekowisata bahari di zona perikanan berkelanjutan sehingga dapat menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat sekitar. Target yang ingin dicapai dalam kegiatan ini ialah : tersedianya mata pencaharian alternatif bagi masyarakat di kawasan konservasi berbasis integrasi budidaya rumput laut dan ekowisata bahari; peningkatan pendapatan masyarakat dan terbangunnya persepsi yang baik terhadap kegiatan konservasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini ialah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. tentang pengembangan ekowisata bahari dan budidaya rumput laut di zona perikanan berlanjutan. Hasil dari kegiatan ini adalah berkembangnya ekowisata bahari di kawasan konservasi perairan Kramat, Bedil dan Temudong yang dibuktikan dengan peningkatan jumlah pengunjung (wisatawan), tersedianya mata pencaharian alternatif masyarakat melalui penyewaan perahu dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya dan pengolahan rumput laut.
Optimalisasi Manajemen Administrasi Dan Pembukuan Keuangan Pengerajin Anyam Khas Melayu Pesisir Pantai Cermin Irfandi Irfandi; Taufik Hidayat; Adek Cerah Kurnia Azis
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.052 KB)

Abstract

Tujuan Program pengabdian ini adalah pengabdi membantu usaha kelompok pengerajin Anyaman dan Aksesoris Khas Melayu Pesisir Pantai cermin dalam meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Kelompok. Selain itu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk serta variasi produk tanpa menghilangkan ke khasan produk budaya pesisir pantai cermin. Dan yang tidak kalah penting pemasaran yang sangat terbatas pada konsep tradisional tak banyak dapat mendongkrak penghasilan dan perkembangan usaha meraka. Kedua kelompok ini saling membahu dalam mengerjakan orderan yang ada pada masing-masing kelompoknya. Metode yang dilakukan dalam mewujudkan hal tersebut diatas tim menyusun program dalam bentuk transfer ilmu dan pendampingan yang berkelanjutan. Dari data yang didapat pada Pelatihan Manajemen Usaha yang memiliki kompetensi Sangat Baik (> 80) hanya 8 orang ataupun 21 % dari jumlah seluruh peserta dan pada pelatihan pembukuan keuangan Usaha terdapat 7 orang atau 18% yang memiliki kopetensi sangat baik. Untuk kompetensi Baik (70-79) pada pelatihan Pelatihan Manajemen Usaha sebanyak 8 Orang atau 21% dan pada pelatihan pembukuan cukup signifikan yaitu 16 Orang atau sebesar 42 % memiliki kompetensi baik.Untuk kompetensi Cukup (60-69) dari tabel dapat kita lihat pada Pelatihan Manajemen Usaha sebanyak 18 Orang ataupun 47% dari jumlah peserta dan ini angka tertinggi pada pelatihan ini, sedangkan pada pelatihan pembukuan keuangan Usaha terdapat 14 orang dengan kompetensi cukup. Dan terakhir peserta dengan kriteria Kurang (<60) pada Pelatihan Manajemen Usaha sebanyak 4 Orang atau 11 % dan untuk pelatihan Pembukuan Keuangan Usaha sebanyak 1 Orang atau 3%.
Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan Berbasis Partisipasi Warga Menuju Peningkatan Dan Kemandirian Pengelolaan Ekonomi Di Desa Parakanlima, Cirinten, Lebak-Banten Yupiter Gulo; Nicken Destriana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.858 KB)

Abstract

Tujuan utama dalam studi ini adalah mengembangkan cara yang efektif untuk memberdayakan ekonomi pedesaan berbasis partisipasi warga desanya menuju kemandirian dalam mengelola ekonomi desanya. Program pemberdayaan ekonomi desa hanya mungkin efektif dan berkesinambungan apabila warganya terlibat secara aktif dalam semua proses yang dilakukan mulai sejak dari awal hingga akhir proses, bahkan terus menerus menjadi siklus yang harus dikelola terus menerus. Trisakti School of Management (TSM) melalui program PKM mengambil peran untuk terlibat memberdayakan masyarakat desa agar mandiri mengelola kehidupan ekonominya dengan semua sumberdaya yang dimiliki. Kegiatan PKM dilakukan pada tanggal 26 Juli 2018 di Desa Parakanlima, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, yang merupakan desa tertinggal/termiskin di Provinsi Banten. Dimana pemberdayaan sebelumnya telah dilakukan melalui proses dan waktu panjang, yang dimulai dari kegiatan Live-in mahasiswa, diteruskan dengan pembangunan MCK, dan gedung “serbaguna”. Melalui musyawarah desa, pembangunan ruangan serbaguna dapat digunakan untuk kegiatan desa, sekolah PAUD, termasuk saat kegiatan pelatihan dan sharing pengalaman tentang manajemen usaha koperasi dilakukan di gedung tersebut. Pelatihan ini diikuti oleh key-persons di desa dan antusiasme serta tanggapan sangat positif diperoleh melalui testimoni yang disampaikan. Adanya perubahan peningkatan pengetahuan pentingnya manajemen organisasi, membuka wawasan warga mengenai usaha-koperasi sebagai pilihan wadah perekonomian desa, serta dapat melakukan pembukuan yang benar menjadikan warga termotivasi untuk segera mendirikan koperasi. Sehingga dengan adanya kesadaran dan harapan dengan koperasi, perekonomian desa dapat meningkat dan mandiri.
Pemberdayaan Karang Taruna Pada Wilayah Terdampak Penutupan Lokalisasi “Moroseneng” Di Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur Woro Utari; Karlin Karlin; Wahyu Nugroho
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.391 KB)

Abstract

Tujuan dari program ini adalah mencari pemecahan terhadap permasalahan yang dihadapi mitra diantaranya kurangnya kemampuan dan ketrampilan berwirausaha dan kemandirian tanpa menggantungkan diri pada orang lain, kurangnya kemampuan dan ketrampilan untuk menggerakan dirinya dan orang lain pada suatu tujuan tertentu, kurangnya kemampuan dan ketrampilan untuk mengelola suatu organisasi, kurangnya keberanian untuk melakukan hal-hal dan usaha baru. Metode pelaksanaan program pemberdayaan dilakukan untuk menyelesaikan masalah mitra adalah dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan pendampingan untuk pemenuhan dimensi kognitif, afektif dan psikomotor. Materi penyuluhan dan pelatihan di antaranya adalah Kewirausahaan, Success Story, Problem Solving & Motivasi, Pelatihan usaha diantaranya; Pengelasan (kanopi, pagar, dll), Pelatihan Sablon Kaos dan Kemasan, Pembuatan produk kreatif, Pelatihan Pembuatan Desain Produk dan Kemasan Produk, Pelatihan Pemasaran dan E-Marketing dan Pengelolaan Keuangan Sederhana, Keorganisasian/Kelembagaan Karang Taruna serta outbound dalam rangka untuk melatih semangat berwirausaha, kepemimpinan dan kerjasama tim.pakai, perjalanan, publikasi di jurnal ilmiah, dan lain-lain. Hasil pelaksanaan kegiatan ini antara lain; terlaksana pertemuan koordinasi dengan ketua karang taruna dan Lurah Kandangan, terlaksana sosialisasi program ke anggota karang taruna, terlaksana pelatihan dan praktek las dalam pembuatan kerajinan layang-layang hias, terlaksana pelatihan dan praktek sablon kaos, terlaksana pelatihan penyusunan rencana bisnis dan pelatihan manajemen pemasaran. Rencana kegiatan selanjutnya adalah pelatihan manajemen keuangan, manajemen SDM, perijinan dan akses permodalan, motivasi dan pendampingan usaha agar pelatihan yang diberikan dipastikan berjalan dan menjadi usaha mandiri.
Pemberdayaan Perekonomian Dan Analisa Usaha Melalui Pembuatan Tepung Mocaf Di Kecamatan Siak Hulu Pekanbaru Sri Maryanti; Rita Wiyati; Muhammad Thamrin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.77 KB)

Abstract

Cassava cultivation in Siak Hulu District Kampar Riau of Province sold more in the form of primary goods or just processed into tape, opak and traditional cakes that have less economic value. This is because the lack of knowledge of farmers related to other processed cassava is one of them Flour Mocaf which has a function similar to wheat flour, rice and other flour, this flour has a huge market potential so it is very likely to be developed among farmers . So the level of dependence on wheat can be reduced, considering flour is imported products. The method used for making mocaf flour is cassava peeled, washed to mucil on cassava is lost and cut small then soak in drum that contains water for 3 days or 72 hours ago dried and finely ground and packed. If analyzed making mocaf flour is very likely for new farmers or entrepreneurs to start their business with greater profit, especially if processed products made from mocaf flour can be produced variously will certainly bring in greater profit. This means that after this activity, more farmers know the other benefits of cassava which has added value higher. Cassava can be processed into substitution products from wheat by way of processing cassava into mocaf flour through a very simple process so easily understood by farmers who have different educational background.
Pemberdayaan Kelompok Usaha Tenun “Mekar Sari” Melalui Metode Participatory Rural Appraisal Ninik Probosari; Titik Kusmantini; Neng Neng Happy
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.483 KB)

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan manajemen usaha serta membentuk dan mengembangkan sekelompok masyarakat agar mandiri secara ekonomi. Mitra kegiatan IbM ini adalah Kelompok Usaha Tenun ATBM “Mekar Sari” yang berlokasi di Desa Grogol dan Tlogosari Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2017. Dari kegiatan ini diharapkan berbagai permasalahan yang muncul bisa teratasi. Permasalahan tersebut antara lain terkendala dalam proses inkubasi koperasi dan memaksimalkan efektifitas kelompok, kendala SDM dan sarana promosi, kendala produksi dan pengembangan produk, serta kendala eksistensi usaha dan merk. Metode Pelaksanaan menggunakan metode Parcipatory Rural Appraisal (PRA), yaitu metode yang lazim digunakan dalam pemberdayaan masyarakat. Fokus metode ini lebih ditujukan kepada “orang luar” di luar kelompok masayarakat yang akan didampingi ataupun diberdayakan untuk bisa memberikan arah bagaimana dan apa sajakah aspek-aspek strategis dan teknis yang bisa diterapkan dalam membantu masyakat untuk menyelesaikan segala permasalahan yang mereka hadapi. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi (1). Peningkatan efektifitas usaha kelompok melalui pemecahan kelompok menjadi KUBe Mekar Sari 1, 2, 3 dan 4. (2). Edukasi kaderisasi pengurus koperasi ataupun KUBe (3). Pembuatan katalog produk Kelompok Tenun ATBM “Mekar Sari. (4). Edukasi Kesadaran Merek. ( 5). Praktik pengemasan produk tenun “Mekar Sari”. (6). Pembuatan blog.
Membangun Daya Saing UMKM Pempek Untuk Meningkatkan Perekonomian Indonesia Enny Sri Martini
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.682 KB)

Abstract

Dunia semakin menyatu dalam satu kesatuan yang utuh melalui globalisasi sudah menjadi kenyataan. Thomas L. Friedman merangkumnya dalam ”The World is Flat”. Globalisasi sendiri menurut Thomas Friedman bergeser dari Globalization 1.0 menuju Globalization 2.0, dan sekarang Globalization 4.0. Berbagai negara membentuk aliansi bersama untuk bergabung dalam satu kekuatan besar dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia menghadapi berbagai macam perma-salahan yang kompleks. Oleh sebab itu permasalahan krusial yang dihadapi bangsa saat ini adalah bagaimana cara meningkatkan perekonomian Indonesia, salah satu cara membangun daya saing UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) khususnya kuliner pempek. Pemaparan daya saing umkm pempek dilakukan secara deskriptif. Kondisi perekonomian dengan pendapatan yang tinggi bisa dikatakan negara maju dalam perekonomian, juga teknologi turut andil dalam membantu suatu stabilitas ekonomi Negara. Inovasi dan kreativitas sangat dibutuhkan dalam persaingan untuk merebut kekuasaan karena perkembangan internasional tidak mudah diramalkan. Apabila inovasi dan kreativitas dalam berwirausaha digalakan dan dipelihara sesuai dengan sumberdaya alam yang ada, tentu akan mampu membuat daya saing bangsa tinggi. Salah satu usaha yang akan digalakan adalah wirausaha pempek dalam rangka meningkatkan perekonomian.
Pengembangan Wisata Tumbuhan Obat Sasambo Aliefman Hakim; A. Wahab Jufri; I Nyoman Loka
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.608 KB)

Abstract

Adanya wisata tumbuhan obat SASAMBO akan memberikan kontribusi berupa diversifikasi lapangan kerja dan usaha, kesehatan, dan sarana prasarana bagi masyarakat pedesaan. Wisata tumbuhan obat SASAMBO juga dapat membuka akses pendidikan yaitu memperkenalkan berbagai spesies tumbuhan obat SASAMBO yang telah terbukti khasiatnya kepada masyarakat pedesaan serta cara preparasinya menjadi obat tradisional siap pakai. Potensi Desa Sembalun Bumbung di Kabupaten Lombok Timur memberikan peluang yang besar untuk dikembangkannya wisata tumbuhan obat SASAMBO. Dalam hal ini, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat) memberdayakan masyarakat Desa Sembalun Bumbung dalam budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga. Tahapan kegiatan KKN-PPM yang dilakukan yaitu sosialisasi dan penyuluhan Tanaman Obat Keluarga, pendampingan budidaya Tanaman Obat Keluarga, dan bimbingan teknis pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga. Kegiatan KKN-PPM ini melibatkan 32 mahasiswa Universitas Mataram dari berbagai fakultas. Pelaksanaan KKN-PPM meliputi koordinasi dengan kepala desa, perekrutan mahasiswa, pembekalan KKN, pelaksanaan KKN-PPM, serta penyusunan laporan KKN mahasiswa.
Pemberdayaan Petani Porang Dengan Konsep Terintegrasi Melalui Kuliah Kerja Nyata Program Pembelajaran Masyarakat Pipit Sari Puspitorini; Andhika Cahyono Putra; Admiral Ernes
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.727 KB)

Abstract

Umbi porang (Amorphophallus Oncophyllus) merupakan tanaman umbi yang termasuk famili Araceae dengan kandungan glukomanan cukup tinggi (15–64% basis kering) sangat berguna bagi industri kesehatan, pangan, maupun nonpangan. Chip Porang merupakan hasil pengolahan dari umbi porang menjadi produk setengah jadi yang digunakan sebagai bahan makanan, obat-obatan dan kosmetik. Sedangkan metode yang digunakan dalam proses pemberdayaan masyarakat petani Porang terdiri dari tiga, yaitu (i) Miniplant, (ii). Rantai pasok porang dan (iii). Market. Sedangkan Hasil yang dicapai adalah (i) Perencanaan miniplant dengan dua lantai yang menerapkan dua disiplin ilmu yaitu merancang struktur bangunan dengan memperhatikan lingkungan (teknik sipil) dan teknik Industri. Teknik sipil berkaitan dengan struktur bangunan dengan memperhatikan lingkungan. Sedangkan teknik industri menerapkan konsep penataan fasilitas layout design. (ii). Pada rantai pasok porang, ditemukan supplier harga Rp. 54.000 sampai Rp. 80.000/kg dengan memperhatikan kualitas produksi. Kendala yang dihadapi adalah proses pengeringan karena kondisi cuaca kondisi cuaca Desa Jembul yang memiliki intensitas cahaya rata-rata 310C memiliki kandungan air 15%. Untuk itu diperlukan alat penjemuran seperti oven. (iii). Market. Untuk meningkatkan hasil produksi, maka pemasaran dengan menggunakan teknologi informasi yaitu web, media social, facebook dan instagram. Untuk program selanjutnya diperlukan perancangan mesin oven.

Page 4 of 138 | Total Record : 1378